Jelang Musda, PD Pemuda Muhammadiyah Inhu Adakan Diskusi

Ketua Panitia Pelaksana Acara Diskusi, Mulya santoni, S.Pi
Ketua Panitia Pelaksana Acara Diskusi, Mulya santoni, S.Pi

Rengat, Detikriau.org – Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Inhu akan menggelar diskusi pada Rabu (23/3)mendatang. Diskusi ini merupakan salah satu rangkaian menjelang pelaksanaan acara Musyawarah Daerah (Musda) PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Indragiri Hulu.

“Menjelang Musda PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Indragiri Hulu yang akan dilgelar bulan April 2016 nanti, sebelumnya kita akan menggelar acara diskusi”, kata Ketua Panitia Pelaksana Acara Diskusi, Mulya santoni, S.Pi kepada wartawan di Rengat, Kamis (17/3).

Dikatakannnya diskusi ini bertemakan  menanamkan pemikiran islam moderat kepada pemuda untuk menangkal berkembangnya aliran sesat/radikalisme di kabupaten indragiri hulu.

“dengan diskusi ini, diharapkan pemuda Inhu akan dapat menangkal berkembangnya aliran sesat dan radikal di Kabupaten Indragiri Hulu”, harapnya.

Disamping itu, dalam diskusi tersebut dia juga diharapkan pemuda di Inhu dapat mengetahui pengertian aliran sesat/radikalisme, mengatahui faktor-faktor yang menyebabkan munculnya aliran sesat dan Mengetahui cara atau solusi agar tidak terpengaruh aliran sesat.

Diagendakan acara diskusi tersebut akan digelar di Gedung Sejuta Sungkai Rengat Kabupaten Indragiri Hulu dan akan dibuka oleh Pemerintah Inhu dengan menghadirkan nara sumber Kapolres Inhu, Kepala Kejaksaan Negeri Rengat dan Ketua MUI Kab. Inhu sedangkan peserta akan dihadiri oleh pemuka dan tokoh muhammadiyah Inhu, mahasiswa dan pelajar SMA. (Zal)




Bupati Buka Acara FGD Steakholder Madrasah Tajaan Kemenag Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan membuka secara resmi Fokus Group Diskusi (FGD) Steakholder Madrasah di Aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan, Rabu (16/3/2016).

Kegiatan tersebut ditaja oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Inhil perwakilan pejabat Kakanwil Kemenag Provinsi Riau, beberapa pejabay esselon Pemkab Inhil, sejumlah pejabat di lingkungan Kantor Kemenag Inhil, Dunia Usahan dan Idustri serta dari pihak SNIP Provinsi Riau.

Tidak hanya Pemkab dan Kemenag Inhil, FGD tersebut juga didukung oleh Sub National Implementing Partner (NIP) Madrasah Development Centre sebagai Pelaksana Program Kemitraan Pendidikan Australia-Indonesia.

Diketahui, berlangsungnya kegiatan tersebut untuk mencari dan menemukan sumber-sumber dana untuk membiayai program peningkatan kegiatan mutu Pendidikan Madrasah dengan mengadopsi program kemitraan Pendidikan Australia-Indonesia.

“FGD ini dalam rangka pengembangan mutu pendidikan khususnya lembaga pendidikan keagamaan mulai dari MI, MTs dan MA. Hingga saat ini, Pemda Inhil selalu memberikan suport dan semangat kepada pihak terkait sesuai dengan ketentuan yang ada,” ujar Bupati Wardan dalam sambutannya.

Dari data yang ada lanjutnya, Kabupaten Inhil memiliki Madrasah sebanyak 425. Disamping itu, diakuinya bahwa Inhil mendapatkan bantuan terbesar di Provinsi Riau atas program Kemitraan Pendidikan Australia dan Indonesia.

Untuk itu diharapkannya agar kesempatan dalam mengembangkan pendidikan Madrasah di wilayah Inhil tetap berlanjut serta terus ditingkatkan. Mirwan/adv




Asisiten I Buka Kegiatan Sosialisasi Bahaya Miras dan Narkoba

Asisten I Setda Drs.Darussalam Menyampaikan sambutan saat membuka Diskusi Bahaya Miras dan narkoba
Asisten I Setda Drs.Darussalam Menyampaikan sambutan saat membuka Diskusi Bahaya Miras dan narkoba

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten I Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Darussalam membuka secara resmi diskusi bahaya Minuman Keras (Miras) dan Narkoba dari sisi kesehatan, hukum dan agama terhadap generasi muda di Gedung Engku Kelana, Tembilahan, Kamis (27/8/2015).

Diskusi yang ditaja oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Inhil itu langsung dihadiri perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau, Kepala Badan Kesbangpol Inhil H Sirajuddin, unsur Forkopimda Kabupaten Inhil dan sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil serta diramaikan sejumlah peserta diskusi mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa dan ormas.

Kegiatan itu sendiri ditujukan untuk meningkatkan wawasan pemahaman tentang bahaya narkoba serta bagaimana membentengi diri dalam rangka mengantisipasi dari pengaruh narkoba dilingkungan sekitar, dan sebagai upaya dalam menggali kreatifitas pemuda di Kabupaten Inhil, terutama dibidang seni sehingga dapat tersalurkan melalui wadah kegiatan yang lebih positif.

“Akhir-akhir ini perkembangan narkoba di wilayah Kabupaten Inhil sangat signifikan dan meresahkan kita, untuk itu dihimbau kepada tokoh masyarakat, dosen, guru hingga pelajar sebagai penerus bangsa untuk dapat membentengi diri agar tidak terpengaruh akan Miras dan Narkoba itu,” kata Darussalam.

Hal tersebut dikatakannya karena, Narkoba ini menurutnya bahayanya sangat luar biasa. Dimana, diantara efeknya bisa membuat kemampuan kehilangan fikiran dalam jangka panjang. Apalagi jika dilihat Kabupaten Inhil ini merupakan Kabupaten yang berbatasan langsung dengan daerah lain, maka lebih sangat mengkhawatirkan karera melalui perairan yang mudah dijangkau.

“Kareana daerah kita sedikit rawan dengan barang sejenis Miras dan Narkoba, sehingga sangat mudah masuknya barang-barang itu. Maka dari itu kita memerlukan peran serta dari usur terkait untuk sama-sama mencegah dan menekan akan masuknya Narkoba dan Miras ini,” paparnya.

Untuk diketahui, diskusi ini merupakan satu rangkaian dalam rangka peringatan hari anti Narkoba Internasional di Kabupaten Inhil, rangkaian peringatan tersebut akan dilaksanakan 2 kegiatan yakni diskusi mengatasi Bahaya Miras dan Narkoba dari sisi Kesehatan, Hukum dan Agama terhadap generasi Muda dan Festival Band di lapangan Gajah Mada Tembilahan pada tanggal 30 Agustus 2015 mendatang. (mirwan/adv)