Dianto mampanini: Ini Hambatan Kembangkan Usaha Mikro dan Kecil

Kadiskop UMKM Inhil, H Dianto Mampanini saat menyampaikan arahan
Kadiskop UMKM Inhil, H Dianto Mampanini saat menyampaikan arahan

Tembilahan, detikriau.org – Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir, H Dianto Mampanini menjelaskan ada beberapa persoalan yang saat ini dihadapi dalam upaya pengembangan Usaha Mikro dan Kecil .

Persoalan-persoalan ini disampaikan Dianto disela penyampaian amarannya saat membuka pelatihan Menjahit disalah satu Wisma di Kota Tembilahan ini diantaranya adalah masalah minimnya keterampilan sumberdaya manusia.

Mengatasi persoalan ini, Pemkab Inhil melalui Dinas Koperasi dan UMKM mengupayakan dengan memberikan berbagai bentuk pelatihan. Setelah mendapatkan pelatihan, agar mampu lebih mengembangkan usahanya, Dianto juga berpesan untuk tidak pernah berhenti berusaha dengan menggali tambahan ilmu pengetahuan dari berbagai sumber.

Persoalan berikutnya menurut Dianto adalah masalah Teknologi. Dalam hal ini adalah peralatan-peralatan produksi yang menunjang dalam setiap usaha. Jika saat ini masih mempergunakan peralatan manual, kedepannya diharapkan bisa diupayakan dengan peralatan yang semi otomatis.

“Artinya untuk maju harus ada kemauan dan cita-cita yang kuat. Semua itu sudah menjadi tuntutan jaman. Jika kita tidak mampu bersaing maka kita akan kalah.” Ingatkan Dianto.

Persoalan lainnya ditambahkan mantan kadis CKPR Inhil ini adalah masalah pemasaran. Pemasaran salah satunya tergantung kepada pelayanan dan kualitas produk. Misalnya kita sudah memiliki kualitas yang baik, maka konsumen pasti akan bertahan dan tidak menutup keungkinan akan semakin berkembang.

“terakhir adalah masalah keterbatasan permodalan. Namun untuk masalah ini kita sudah menjalin MoU dengan beberapa lembaga perbankan. Jika memang usaha kita layak, pasti akan dibantu walaupun tanpa adanya agunan,” Tekankannya mengakhiri./dro




Dinas Koperasi UMKM Inhil Berikan Pelatihan Pengolahan Gula Semut di Tempuling

Kadiskop UMKM Inhil, H Dianto Mampanini SE MT ( empat dari kanan) saat menghadiri acara pembukaan pelatihan pengolahan gula semut di Kecamatan Tempuling
Kadiskop UMKM Inhil, H Dianto Mampanini SE MT ( empat dari kanan) saat menghadiri acara pembukaan pelatihan pengolahan gula semut di Kecamatan Tempuling

Tembilahan, detikriau.org – Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Indragiri Hilir melaksanakan pelatihan pembuatan gula semut. Kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Tempuling ini dengan mendatangkan narasumber seorang pengusaha sekaligus produsen gula semut asal Yogyakarta, Agus Wibowo, Senin (14/11/2016)

Diterangkan oleh Kepala Dinas Koperasi UMKM Inhil, H Dianto Mampanini, SE MT, apa yang disampaikan oleh Narasumber ini diharapkan dapat menginspirasi Masyarakat Inhil khususnya di Kecamatan Tempuling agar juga mampu memproduksi produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi ini.

“Apalagi Inhil selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki hamparan perkebunan kelapa terluas di dunia,” Sampaikan Dianto dalam sambutannya.

Dikatakannya, masyarakat petani kelapa, khususnya di Inhil selama ini sebahagian besar baru memanfaatkan produksi buah untuk mendapatkan penghasilan.

Akibatnya, kesejahteraan petani hanya bergantung pada tingkat produksi dan harga pasar buah kelapa. Disaat produksi buah meningkat dan harga pasar naik, kesejahtaeraan masyarakat juga akan naik. Namun jika terjadi sebaliknya, penghasilan petani kadang hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga-pun tidak mencukupi.

“Dengan didapatnya tambahan pengetahuan tentang pembuatan gula semut tentunya akan dapat dijadikan salah satu alternatif usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat petani kelapa,” Harap Dianto.

“Disini nantinya akan kita jadikan pilot projek. jika berhasil, maka bisa diterapkan didaerah lain yang juga banyak mempunyai potensi kelapa.” Tuntasnya.

Narasumber, Agus Wibowo dalam pemaparannya menjelaskan bahwa saat ini, dalam satu bulan, produsen gula semut di Yogyakarta setidaknya sudah mampu memproduksi sebanyak kurang lebih 26 Ton dengan harga jual Rp 26 ribu per kilonya.

Hasil produksi gula semut, saat ini tidak hanya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam Negri. Produksinya bahkan sudah merambah hingga ke mancanegara.

Memenuhi permintaan pasar yang sedemikian besar, Agus mengaku kini sudah melibatkan sedikitnya 500 orang untuk melakukan produksi. Mulai dari petani hingga ke proses pengolahan.

Gula semut yang diproduksi di Yogyakarta tepatnya di Kulon Progo ini terbuat dari nira kelapa kemudian diolah dengan peralatan sederhana seperti open. Bentuknya sama dengan gula kristal pada umumnya hanya saja berwarna kecoklatan.

Selain itu, gula semut ini juga dapat diolah menjadi berbagai varian rasa mulai dari rasa jahe, bandrek, kencur dan sebagainya.

“Saya berharap kepada seluruh peserta pelatihan untuk dapat menyerap transfer ilmu ini dengan baik dan nantinya dapat diterapkan untuk memproduksi gula semut yang memiliki kualitas yang baik.” Pesan Agus.

Untuk diketahui, kegiatan pelatihan pembuatan gula semut ini dilaksanakan selama 3 hari dengan mengikutkan sebanyak 30 orang peserta pelatihan./dro




Kadiskop UMKM Inhil Buka Resmi Kegiatan Pelatihan Menjahit Bagi UMK

pelatihan-menjahit-pembukaanTembilahan, detikriau.org  – Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil  dan Menengah Kabupaten Indragiri Hilir, H Dianto Mampanini meminta kepada seluruh peserta pelatihan menjahit untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali tambahan ilmu semaksimal mungkin. Dengannya, diharapkan nantinya akan memberikan dampak yang baik kepada diri peserta sendiri, keluarga dan Masyarakat secara umumnya.

Pernyataan ini disampaikan Dianto dalam kata sambutannya saat membuka resmi kegiatan pelatihan menjahit bertempat di Aula salah satu Wisma di Kota Tembilahan, Senin (14/11/2016).

Disampaikannya, Pemkab Inhil melalui Dinas Koperasi UMKM dalam hal ini hanya bertindak sebagai Katalisator atau penyambung. Penyambung apa yang diinginkan masyarakat. Sehubungan dengan kegiatan ini, masyrakat ingin memndapatkan tambahan keterampilan dalam bidang menjahit, Dinas sebagai katalisator hanya memfasilitasi.

“Kita berharap setelah usainya pelatihan ini, peserta benar-benar mendapatkan tambahan pengetahuan yang nantinya dapat menjadi bekal untuk lebih menumbuhkembangkan bidang usaha yang ditekuninya,”Pesan Dianto.

Disamping diberikan Pelatihan, ditambahkan mantan Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Perumahan Rakyat Kab Inhil ini, pemerintah juga memberikan bantuan berupa peralatan mesin. Mesin-mesin bantuan ini kiranya dapat dijadikan pemicu atau sebagai modal awal.

“Nanti kita akan Evaluasi apakah usaha-usaha yang dijalankan dapat berkembang dan memberikan manfaat secara ekonomi kepada diri pribadi, keluarga dan masyarakat sekitar.” Akhiri Dianto

Sementara itu, dalam laporannya Panitia Pelaksana yang disampaikan, Guntur, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan menjahit ini diantaranya ditujukan untuk menumbuhkembangkan usaha ekonomi mikro dengan memberikan tambahan ilmu sesuai bidangnya. Diharapkan dengannya nanti akan dapat meningkatkan kualiatas produk yang dihasilkan dan memperluas pangsa pasar.

Usai membuka kegiatan, Kepala Dinas Koperasi UMKM Inhil memberikan bantuan mesin secara simbolis kepada peserta pelatihan. Untuk setiap kelompoknya, diberikan bantuan berupa 1 unit mesin obras dan 5 unit mesin jahit.

Pelatihan menjahit ini diikuti oleh 22 orang peserta yang berasal dari 5 Kecamatan di Inhil yakni, Kecamatan Concong, Kuindra, Enok, Kempas dan Tembilahan./Adv/dro

 

 




Dalam Waktu Dekat, Diskop UMKM Inhil Kembali Lakukan Pelatihan Menjahit

“kali Ini diikuti oleh 22 orang peserta dari 5 Kecamatan di Inhil”

Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana Dinas Koperasi UMKM Inhil, Guntur SE
Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana Dinas Koperasi UMKM Inhil, Guntur SE

Tembilahan, detikriau.org – Dalam waktu dekat, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir kembali akan melakukan pelatihan keterampilan menjahit. Kegiatan yang diagendakan berlangsung selama 1 pekan itu akan diikuti oleh 22 orang peserta dari 5 Kecamatan di Kabupaten Inhil.

“kita agendakan bulan ini. Tapi tanggal pastinya belum kita tentukan. Pesertanya sejumlah 22 orang yang berasal dari 5 Kecamatan di Kabupaten Inhil yakni Kecamatan Concong, Kuindra, Enok, Kempas dan Tembilahan,” Sampaikan Kepala Dinas Koperasi UMKM Inhil, H Dianto Mampanini SE, MT melalui Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana Guntur SE diruang kerjanya kepada detikriau.org, selasa (1/11/2016)

Diterangkan Guntur, para peserta nantinya akan dilatih oleh intruktur dari Kota Tembilahan yang memang sudah memiliki pengalaman dan ketrampilan menjahit yang mumpuni.  Diharapkan dengan keterampilan itu, nantinya para peserta akan dapat membuka usaha yang hasilnya dapat dimanfaatkan tambahan penghasil keluarga.

“makanya kita berharap kepada seluruh peserta agar dapat mempergunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya agar transfer ilmu yang didanai melalui APBD Inhil TA 2016 itu dapat terserap dengan baik dan memberikan manfaat yang baik pula khususnya bagi peserta,” Harap Guntur.

Disampaikannya, untuk mendapatkan pelatihan menjahit yang rutin dilaksanakan Diskop UMKM Inhil setiap tahunnya ini, kelompok masyarakat bisa mengajukan permohonan kepada Bupati Inhil melalui Diskop UMKM. Setiap proposal yang masuk, akan dilakukan penyeleksian oleh Tim di Diskop UMKM secara professional.

“Usai pelatihan nanti, setiap peserta  akan diberikan bantuan satu unit mesin jahit yang dapat digunakan untuk terus mengasah keterampilan dan mengembangkan ilmu yang sudah didapat sekaligus sebagai modal awal untuk membuka usaha.” Pungkas Guntur./Adv/Am

 

 




Diskop UMKM Inhil Berikan Penyuluhan Keamanan Pangan

Kadiskop UMKM Dr Dianto saat membuka penyuluhan keamanan pangan
Kadiskop UMKM Dr Dianto saat membuka penyuluhan keamanan pangan

TEMBILAHAN, detikriau.org – Dinas Koperasi (Diskop) Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar penyuluhan keamanan pangan bagi pengusaha yang bergerak dibidang pengolahan makanan ringan, Selasa (26/7/2016).

Kegiatan yang berlangsung di aula Hotel Harmoni Tembilahan itu dibuka langsung oleh Kepala Diskop UMKM Inhil Dianto Mampanini dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan dan pengurus MUI Inhil serta puluhan peserta UMKM se-Kabupaten Inhil.

Kepala Diskop UMKM menyebutkan, kegiatan itu dilaksanakan dalam bentuk pelatihan yang ditujukan kepada para pengusa khususnya yang bergerak dibidang pengolahan makanan. Tujuannya untuk meningkatkan hasil produksi mulai dari mutu produk hingga jaminan kehalalannya.

“Kita datangkan narasumber dari Dinas Kesehatan dan MUI Kabupaten Inhil, supaya para pengurus UMKM yang ada ini bisa bekerja sesuai standar dalam memproduksi makanan tanpa ada keragu-raguan lagi,” kata Dianto.

Kedepan, pihaknya berencana tidak hanya sebatas menghasilkan produk makanan, namun juga akan melakukan pelatihan terhadap keragaman hasil produk itu sendiri termasuk variasi kemasannya. Hanya saja katanya, saat ini masih terkendala persoalan permodalan.

“Itu rencana kita kedepan, harapannya bisa sukses melalui program kerjasama dengan Perbankan terutama BRI dan Bank Mandiri sebagai pihak yang membantu dibidang permodalan,” terangnya.

Untuk pemasaran, selain Outlet di jalan Baharuddin Yusuf, Diskop juga mencoba mempromosikan melalui sistem internet, karena sistem itu dinilai akan mempermudah penyebarannya.

“Yang jelas, pelatihan-pelatihan tidak hanya saat ini tetapi akan berlangsung pada pelatihan-pelatihan berikutnya, terutama bagi UMKM yang belum sempat mengikuti kegiatan yang sedang berlangsung,” tutupnya./ Mirwan




Rencana Pembubaran, Diskop UMKM Inhil Kirim Nama-nama Koperasi Pasif Ke Pusat

kadiskop UMKM Inhil, Dianto Mampanini
kadiskop UMKM Inhil, Dianto Mampanini

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Koperasi  Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berencana akan mengirimkan nama-nama koperasi yang masuk dalam rencana pembubaran ke Kementerian Koperasi.

Rencana itu akan terealisasi pada bulan Juni 2016. Tentu saja, nama-nama koperasi tersebut merupakan koperasi yang berstatus pasif. Jika sudah dikirim nantinya, maka pihak Kementerian akan mengeluarkan SK pembubaran secara resmi.

“Belum pasti tanggal berapa, yang jelas dalam bulan ini kita usulkan ke Kementerian,” kata Kepala Diskop UMKM Kabupaten Inhil Dianto Mampanini melalui Kabid Pengembangan Koperasi, Masril kepada awak media, Jum’at (10/6/2016).

Saat ini, pihaknya sedang mengantongi nama-nama koperasi pasif se-Inhil sebanyak 103. Jika sampai waktu pengiriman nama-nama ke pusat dan belum ada membuat laporan, maka dengan terpaksa koperasi tersebut dibubarkan.

“Kalau bulan ini kita kirim, paling tidak bulan Agustus mendatang baru kita terima SK pembubarannya,” tambah Masril./Mirwan