Diskes Inhil Evaluasi Pelaksanaan JKN di Puskesmas

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan evaluasi pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semester I tahun anggaran 2015 di wilayah Puskesmas, Senin (10/8/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan ini, sempena Halal Bihalal yang ditaja oleh BPJS Cabang Tembilahan bekerjasama dengan Diskes dan Rumah Sakit di Kabupaten Inhil.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen Msi mengatakan, pada pertemuan tersebut dibahan tentang rujukan pasien JKN dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dasar ke Rumah Sakit.

“Saat itu, juga dibahas masalah pengklaiman pasien BPJS di Puskesmas perawatan, serta kunjungan peserta JKN, baik rawat jalan maupun rawat inap,” tutur Matzen.

Selanjutnya, yang tidak kalah penting untuk menjadi pembahasaan, yakni terkait peran atau tugas masing-masing stakeholder terkait, mulai dari Puskesmas, Rumah Sakit, Diskes hingga BPJS Kesehatan tentang proporsi penggunaan dana kapitasi 75 persen bagi jasa pelayanan petugas Puskesmas dan 25 persen untuk dana operasional Puskesmas.

“Dari hasil pembahasan itu, pihak Puskesmas meminta agar sarana dan prasarana yang dibutuhkan guna penunjang pelayanan kesehatan masyarakat dapat dipenuhi, seperti tenaga doktes dan ketersediaan obat-obatan,” imbuhnya. (adi/adv)




Berikan Penanganan Langsung, Jajaran Diskes Inhil Sambangi Rumah ODGJ

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyambangi salah satu rumah pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), di Jalan Harapan Kecamatan Tembilahan Hulu, Kamis (6/8/2015).

Kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia ini bertujuan, untuk memberikan penanganan dan pelayanan kesehatan secara langsung kepada pasien ODGJ.

Turut mendampingi saat itu, Kasubag Keuangan dan Perlengkapan, Feri Irawan, sejumlah staf Diskes Inhil, perwakilan Puskesmas Tembilahan Hulu, dr Hayatul Ahyar dan Dokter Spesialis Jiwa, dr Anita Budianto.

Kasi Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia mengatakan, penemuan pasien ODGJ ini berawal dari adanya informasi pihak keluarga, yang menyatakan bahwa pada awalnya pasien mengalami halusinasi, sehingga membuatnya ingin terjun ke dalam sungai.

“Tadi pasiennya juga sempat ngamuk, melempar seng dan meninju pohon kelapa sampai tangannya luka, sehingga diikat oleh pihak keluarga,” tutur Devi.

Setelah tiba dirumahnya dan berinteraksi langsung dengan pasien, lanjut Devi, didapatlah informasi bahwa pasien sempat bekerja di Kelurahan Pulau Kijang. Disitulah pasien merasa mendapat gangguan dan berhalusinasi, sehingga membuatnya tidak bisa tidur selama 3 hari.

Selain itu, dari pengakuan pasien juga diketahui, ternyata yang bersangkutan sebelumnya pernah menghisap lem (ngelem) dan meminum air tuak.

“Inilah yang kita duga menjadi penyebab pasien mengalami gangguan jiwa, karena penyalahgunaan lem bisa merusak otak dan cairannya,” terangnya.

Senada dengan itu, Dokter Spesialis Jiwa, dr Anita Budianto menjelaskan, saat ini di Kabupaten Inhil sudah ada program yang khusus untuk menangani masalah kesehatan jiwa.

“Jadi, bagi masyarakat atau pihak keluarga yang mengetahui adanya pasien yang mengalami gangguan jiwa, diharapkan segera melapor ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes),” tambahnya.

Dengan begitu, tenaga kesehatan bisa langsung melakukan penanganan dan memberikan obat-obatan yang diperlukan, guna antisipasi sejak dini serta penyembuhan pasien ODGJ.

“Kami juga ada program jemput bola. Jadi, jika ada masalah dalam membawa pasien ke fasyankes, kami bisa datang kerumahnya untuk melakukan pengobatan, baik dengan suntikan tiap bulan maupun obat lainnya,” imbuhnya. (adi/adv)




Sidak Hari Pertama Masuk Kerja, Kadiskes Minta Aparatur Tegakkan Disiplin

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh aparatur di lingkungan Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hingga Puskesmas dan Pustu diminta untuk menegakkan disiplin dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat ditemui detikriau.org usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Puskesmas Gajah Mada dan Puskesmas Tembilahan Hulu, Rabu (22/7/2015).

Dikatakan Alvi, dari hasil sidak tadi pagi, diketahui bahwa tingkat kehadiran para pegawai di dua puskesmas tersebut sangat memuaskan dan sesuai dengan apa yang telah diinstruksikan sebelumnya, yakni tidak ada penambahan hari libur lebaran Idul Fitri 1436.

“Ini terbukti dari absensi kehadiran para pegawai yang kita lihat langsung di lapangan, yang mencapai 99 persen,” tutur Alvi.

Selanjutnya, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini mengingatkan kepada seluruh aparatur dan tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Yang juga tak kalah pentingnya bagi kita adalah menegakkan disiplin dalam bekerja, termasuk melaksanakan kewajiban apel pada pagi dan sore hari,” pesan Alvi. (adi/adv)




Sempena Milad Emas Inhil, Diskes Lakukan MBS Malaria di Kecamatan Kateman

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan kegiatan Mass Blood Surveys (MBS) Malaria di Kecamatan Kateman, Rabu (10/6/2015).

Kegiatan ini sempena dengan peringatan hari jadi Negeri Seribu Parit ke-50 atau yang dikenal juga dengan Milad Emas Kabupaten Inhil.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan, Malaria merupakan penyakit menular yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Hal itu disebabkan karena penyakit ini masih sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa wilayah endemis bahkan tidak jarang sampai menimbulkan angka kematian yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, mulai tahun 2008 lalu indikator keberhasilan program penanggulangan Malaria dipertajam dari Annual Malaria Incidence (AMI) menjadi Annual Parasite Incidence (API), yang normalnya di bawah 1 persen.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, pihaknya melakukan kegiatan MBS secara bertahap di Negeri Seribu Parit, yang anggarannya diperoleh dari APBD Inhil dan dana bantuan dari Global Fund untuk Malaria.

“Tujuan MBS ini, untuk mengetahui apakah masih ada penularan Malaria di Kecamatan Kateman, khususnya di daerah endemis, yakni Desa Kuala Selat dan Sungai Simbar. Selain itu, dimaksudkan untuk membantu diagnosa dan pemberian pengobatan melalui metode preventif dan kuratif,” terang Alvi kepada detikriau.org di Tembilahan.

Adapun sasaran kegiatan tersebut, adalah seluruh masyarakat desa dari umur 9 tahun ke atas. Dimana, di Desa Kuala Selat sebanyak 1.150 orang dan di Desa Sungai Simbar sebanyak 1.000 orang.

“Melalui kegiatan seperti ini, ditambah dengan penyuluhan-penyuluhan dari petugas kesehatan, diharapkan target kita eliminasi Malaria tahun 2017 dapat tercapai,” pungkasnya.(adi/adv)




Target 1 Puskesmas 1 Desa Stop BAB Sembarangan, Diskes Inhil Gelar Pelatihan Pemicuan di Desa

Kabid PMK Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan memberikan sambutan
Kabid PMK Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan memberikan sambutan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Seksi Penyehatan Lingkungan menggelar pelatihan pemicuan di desa se-Kabupaten Inhil, yang merupakan bagian dari program pengembangan lingkungan sehat, Selasa (9/6/2015).

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Wisma Kemuning Muda Tembilahan ini, diikuti sebanyak 53 petugas kesehatan, yang terdiri dari bidan desa dan sanitarian Puskesmas, dengan menghadirkan narasumber dari perwakilan Diskes Provinsi Riau.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), dr Saut Pakpahan mengatakan, melalui pemicuan ini masyarakat diajak mengidentifikasi masalahnya sendiri dan merencanakan bentuk apa sarana yang diinginkan, sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, sehingga ada perubahan pola perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik.

Peserta terlihat antusias mengikuti Pertemuan Pemicuan Desa“Pelatihan ini bertujuan menciptakan petugas yang terampil dan handal dalam melakukan pemicuan di desa, supaya masyarakat termotivasi untuk perubahan dari Buang Air Besar (BAB) Sembarangan menjadi BAB di jamban sesuai dengan pola hidup bersih dan sehat, sehingga masalah kesehatan, seperti penyakit berbasis lingkungan yang masih tinggi dapat teratasi,” tutur Saut.

Senada dengan itu, Kepala Seksi (Kasi) Penyehatan Lingkungan Diskes Inhil, Herman Mahat SKM menjelaskan bahwa sesuai dengan target tahun ini, yaitu 1 Puskesmas 1 Desa Stop BAB Sembarangan, maka program pelatihan pemicuan ini diintervensikan pada 20 desa sasaran yang dianggap sudah mendekati pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Melalui pelatihan ini, petugas kesehatan yang berada di ujung tombak akan dibekali dengan ilmu pemicuan, sehingga diharapkan dapat mengajak seluruh masyarakat di wilayah kerjanya merubah perilaku mereka menjadi Stop BAB Sembarangan,” tambahnya.

Sementara itu, Pengelola Program Penyehatan Lingkungan Diskes Riau, Ignatius Trismon menyatakan bahwa saat ini di Provinsi Riau masih bermasalah dengan perilaku masyarakat yang melakukan BAB Sembarangan.

Apalagi jika dilihat dari segi geografis wilayah di Bumi Lancang Kuning ini. Dimana, masyarakatnya kebanyakan berada di daerah aliran sungai dan pesisir pantai. Hal ini, tentunya sangat berpotensi terhadap terjadinya perilaku masyarakat yang membuang air besar di sungai maupun di pantai.

“Jadi, pada tahun 2019 mendatang kita berharap seluruh desa di Riau ini sudah harus Stop BAB Sembarangan. Untuk mencapai target tersebut, kita tentunya harus ada terobosan-terobosan baru, baik di tingkat Puskesmas, Kabupaten hingga Provinsi, seperti dengan membuat Perda dan lain sebagainya, guna mendukung dan mewujudkan masyarakat Riau yang sehat,” imbuhnya. (adi/adv)

 




Diskes Gelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas Petugas Kesehatan Puskesmas Dalam Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie memberikan sambutan
Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie memberikan sambutan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Seksi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB) dan Gizi menggelar pertemuan peningkatan kapasitas petugas kesehatan Puskesmas dalam pelaksanaan Kelas Ibu Hamil, Minggu (7/6/2015) malam.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Hotel Grand Tembilahan ini, turut dihadiri narasumber dari Diskes Provinsi Riau dan diikuti puluhan peserta yang terdiri dari perwakilan Puskesmas, pengurus IBI dan jajaran Diskes Inhil, serta perwakilan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam sambutannya mengatakan, faktor yang berkontribusi terhadap kematian ibu secara garis besarnya dapat dikelompokan menjadi penyebab langsung dan tidak langsung.

Penyebab langsung kematian ibu adalah faktor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas, seperti pendarahan, pre eklampsia/eklampsia, infeksi, persalinan macet dan abortus.

“Sedangkan penyebab tidak langsung kematian ibu adalah faktor-faktor yang memperberat keadaan ibu hamil, seperti 4 terlalu, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering melahirkan dan terlalu dekat jarak kelahiran,” tutur Alvi.

Adapun upaya menurunkan angka kematian ibu ini dapat dilakukan dengan sejumlah cara, diantaranya meningkatkan status kesehatan ibu, puskesmas dan jajarannya serta rumah sakit rujukan menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan ibu, baik yang bersifat promotif, preventif maupun kuratif dan rehabilitatif.

Selain itu dapat dilakukan melalui upaya pelayanan kesehatan pada ibu hamil berupa pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, penanganan komplikasi, pelayanan konseling KB dan kesehatan reproduksi.

“Saya harapkan kehadiran para peserta ini dapat membantu memecahkan masalah maupun kendala yang dihadapi di lapangan, dengan menentukan skala prioritas masalah, merencanakan, melaksanakan dan melaporkan kegiatan, dalam rangka menanggulangi masalah-masalah yang ada saat ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi Dinkes Inhil, Siti Munziarni menjelaskan bahwa Kelas Ibu Hamil merupakan sarana belajar kelompok bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang menjaga kehamilan, persiapan persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir dengan menggunakan Buku KIA,” imbuhnya.(adi/adv)