Persiapan Awal Menuju Belkaga, Diskes Inhil Gelar Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan koordinasi lintas sektor, dalam rangka eliminasi filariasis di daerah tersebut, Rabu (26/8/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Hotal Telaga Puri Tembilahan ini, diikuti Tim Penggerak (TP) PKK dan Kepala UPT Puskesmas se-Inhil, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta Tim Kesehatan Polres dan Kodim 0314 Inhil.

Ketua Panitia Pelaksana, dr Saut Pakpahan mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka kesiapan awal untuk menuju Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga), yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 1 Oktober 2015 mendatang dan dicanangkan secara langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

“Setelah kegiatan ini, para peserta harus melakukan pertemuan koordinasi lintas kecamatan, pelatihan kader dan pedataan, guna persiapan sebelum pelaksanaan Pemberian Obat Massal Pencegah (POMP) Filariasis nanti,” tutur Saut.

Kepala Diskes Riau diwakili H Yenvetris menjelaskan, penyakit yang bisa ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk ini dapat menyerang siapa saja. Jadi, diperlukan upaya bersama dari seluruh pihak terkait, untuk menekan dan meminimalisir penularan penyakit yang dikenal juga dengan sebutan kaki gajah.

“Mari sama-sama kita dukung pelaksanaan program ini, dengan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap masyarakat yang mengkonsumsinya, serta memberikan motivasi supaya semua masyarakat mau meminum obat,” terangnya.

Selain itu, lanjut Yenvetris, seluruh pihak terkait harus berupaya memutus mata rantai penyebaran penyakit tersebut, salah satunya dengan mengajak masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mulai dari rumah tangga hingga lingkungan sekitarnya.

“Marilah kita laksanakan program ini dengan serius, apalagi Inhil termasuk  salah satu daerah endemis Filariasis,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Diskes Inhil, Ridwan MKes menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada, hingga saat ini penderita penyakit Filariasis kronis di Kabupaten Inhil sudah mencapai 67 orang. Dimana, paling banyak penderitanya ditemukan di Kecamatan Batang, yakni 38 orang.

“Saya harapkan di tahun keempat pelaksanaannya di daerah ini, apa yang menjadi prioritas kita, yakni pengentasan penyakit kaki gajah dapat terwujud, guna menuju Kabupaten Inhil yang sehat,” imbuhnya. (adi/adv)

 




Ikuti Tri Lomba Juang 17 Km Putera, Tim Gerak Jalan Diskes Inhil Raih Juara 3

image-2TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tim gerak jalan Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berhasil meraih juara tiga pada Tri Lomba Juang 17 Kilometer kategori putera, yang digelar di Kota Tembilahan, belum lama ini.

Pada kegiatan yang digelar sempena peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-70 tahun 2015 ini, tim gerak jalan Diskes berhasil mengungguli peserta lainnya yang berasal dari perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Inhil.

image-3Pembimbing Tim Gerak Jalan Diskes Inhil, Sopiyan Toni mengaku senang dan bahagia atas hasil yang telah diraih oleh timnya, sehingga mampu membawa nama Diskes Inhil sebagai pemenang.

“Alhamdulillah, kita dapat juara tiga. Ini semua karena latihan dan perjuangan yang kawan-kawan lakukan selama ini,” tutur Sopiyan kepada detikriau.org, Selasa (25/8/2015).

Ke depan, lanjut Sopiyan, prestasi yang telah diraih ini dapat terus dipertahankan dan kalau bisa lebih ditingkatkan lagi, sehingga bisa memacu semangat para aparatur di jajaran Diskes Inhil untuk terus berkarya.

“Mudah-mudahan, di kesempatan berikutnya kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dan lebih maksimal lagi,” imbuhnya.

Hadiah yang diserahkan pihak panitia di aula Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhil ini, terdiri dari piala, piagam penghargaan dan bingkisan. (adi/adv)




Kabut Asap Selimuti Tembilahan, Diskes Inhil Bagikan Seribu Masker Gratis

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) membagi-bagikan seribu masker gratis kepada masyarakat, khususnya para pengendara dan pengguna jalan di Kota Tembilahan, Kamis (20/8/2015).

Pembagian masker yang dipusatkan di simpang empat lampu merah, Jalan M Boya ini terkait dengan adanya kabut asap yang menyelimuti Kota Tembilahan dan sekitarnya sejak beberapa hari belakangan.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan, pembagian masker tersebut merupakan salah satu bentuk himbauan kepada masyarakat agar lebih peduli akan kesehatannya, dengan melakukan berbagai langkah antisipasi dan pencegahan sejak dini terhadap bahaya penyakit yang disebabkan oleh kabut asap, diantaranya penyakit ISPA.

“Gunakan masker ini saat berada dan beraktifitas di luar rumah aagar dapat meminimalisir bahaya penyakit yang disebabkan kabut asap,” tutur Alvi saat ditemui detikriau.org usai menghadiri kegiatan di Kantor Bupati Inhil.

Selanjutnya, mantan Kepala Bappeda Inhil ini menginstruksikan kepada seluruh Puskesmas, untuk melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi di wilayah kerjanya masing-masing, guna mengetahui apakah terkena dampak dan paparan asap seperti di Kota Tembilahan dan sekitarnya saat ini.

“Apabila ada, maka petugas kesehatan setempat harus memberikan imbauan ke rumah-rumah ibadah dan sekolah-sekolah, khususnya bagi masyarakat yang beresiko tinggi, seperti anak-anak, ibu hamil dan orang tua, supaya melakukan tindakan pencegahan dengan mengurangi aktifitas di luar rumah,” tambahnya.

Jikapun harus beraktifitas di luar rumah, lanjut Alvi, sebaiknya menggunakan masker dan melakukan berbagai langkah antisipasi agar tidak terkena dampak dari kabut asap ini.

“Kita juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, untuk pencatatan terhadap masyarakat yang menderita penyakit karena dampak asap. Jadi, surveilans kita langsung bergerak kemarin,” imbuhnya.(adi/adv)




Diskes Gelar Lokakarya dan Sosialisasi PKPR di Tempuling

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar lokakarya dan sosialisasi Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Kecamatan Tempuling, Kamis (13/8/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula UPT Puskesmas setempat ini, dihadiri Camat, Upika, tokoh masyarakat dan tokoh agama, seluruh staf Puskesmas, Kepala Sekolah serta Guru BP dari 17 SMP dan SMA sederajat di Kecamatan Tempuling.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni mengatakan, pelaksanaan lokakarya dan sosialisasi PKPR ini, dikarenakan jumlah sasaran remaja cukup besar dan merupakan calon generasi mendatang, yang diharapkan memiliki tingkat intelegensia yang tinggi.

“Setelah dilakukan survei terhadap 464 siswa yang ada di Kecamatan Tempuling, didapatlah hasil bahwa masih banyak remaja yang tidak mendapatkan informasi tentang kesehatan dan masih ada pemahaman yang salah tentang perilaku menyimpang pada remaja,” tutur Imun, begitu ia akrab disapa.

Selanjutnya, melalui kesempatan tersebut juga dibentuk struktur kepengurusan dan kesepakatan dalam penyelesaian masalah remaja di Kecamatan Tempuling yang pembentukannya dipimpin langung oleh Camat setempat.

Dengan telah terbentuknya kepengurusan dan kesepakatan dalam menangani masalah kesehatan remaja ini, Imun berharap tidak hanya sebatas membentuk pengurus saja tetapi hendaknya dapat peran aktif dengan melibatkan masyarakat serta lintas sektor terkait, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan PKPR.

“Kepada kepengurusan yang telah terbentuk, diharapkan bisa melakukan evaluasi secara berkesinambungan sehingga remaja mendapatkan informasi yang benar tentang kesehatannya,” imbuhnya. (adi/adv)




Diskes Lakukan Evaluasi Kemitraan Bidan Dengan Dukun Bayi

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan evaluasi kemitraan antara bidan dengan dukun bayi di wilayah UPT Puskesmas Pengalihan Keritang, Rabu (12/8/2015).

Kegiatan yang digelar di aula UPT Puskesmas Pengalihan Keritang ini, dihadiri perwakilan lintas sektor terkait, serta diikuti 19 bidan dan 23 dukun bayi di wilayah setempat.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni mengatakan, untuk meningkatkan jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan di Negeri Seribu Parit ini, maka salah satunya adalah melalui program kemitraan antara bidan dengan dukun bayi.

“Jadi, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program kemitraan antara bidan dengan dukun bayi yang sudah dilakukan sosialisasi pada tahun 2014 lalu,” tutur Siti Munziarni.

Dijelaskan wanita yang akrab disapa Imun ini, mengingat semua ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan bayi berisiko terhadap terjadinya kematian, maka ibu dan anak harus diperiksa oleh tenaga kesehatan yang memang berkompeten di bidangnya.

Oleh karena itu, lanjut Imun, kegiatan kemitraan ini tidak akan berjalan sesuai dengan baik dan sesuai harapan jika tanpa adanya dukungan dari seluruh lintas sektor terkait seperti pelaksanaan pertemuan kemitraan bidan dengan dukun bayi yang dilaksanakan oleh UPT Puskesmas Pengalihan Keritang ini.

“Kepada seluruh Kepala UPT Puskesmas diharapkan memaksimalkan pelaksanaan program ini, melalui peningkatan kerjasama dengan lintas sektor terkait dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaannya, sejauhmana program kemitraan sudah berjalan, yang ditandai dengan semua persalinan bisa ditolong oleh tenaga kesehatan yang kompeten,” imbuhnya. (adi/adv)




Diskes Ingatkan Bahaya “Ngelem”

anak-anak-ngelemTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengingatkan seluruh masyarakat terutama Generasi Muda untuk tidak menyalahgunakan lem, seperti dengan menghisap aromanya atau yang lebih dikenal dengan sebutan “ngelem”.

Hal itu disampaikan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus, Devi Natalia usai berkunjung dan melakukan pengobatan langsung terhadap pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), di Jalan Harapan Kecamatan Tembilahan Hulu, belum lama ini.

Dikatakan Devi, penyalahgunaan lem dari semestinya, selain menyebabkan para penggunanya mabuk dan berhalusinasi, juga bisa menimbulkan berbagai efek negatif lainnya, seperti mengganggu kesehatan tubuh.

“Jadi, “ngelem” itu sangat bahaya bagi pemakainya, karena akan merusak otak dan cairannya, yang akhirnya berakibat gangguan jiwa,” tutur Devi.

Dicontohkan Devi, seperti pada kasus penemuan pasien ODGJ di Jalan Harapan, Kecamatan Tembilahan tersebut. Dimana, setelah berinteraksi langsung dan dari pengakuan pasien diketahui, ternyata yang bersangkutan sebelumnya pernah menghisap lem atau “ngelem”.

“Inilah yang kita duga menjadi penyebab pasien mengalami gangguan jiwa, karena penyalahgunaan lem bisa merusak otak dan cairannya,” terangnya.

Oleh karena itu, Devi mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama para orang tua, untuk selalu mengawasi pergaulan dan tingkah laku anak-anak mereka, agar tidak melakukan hal-hal yang tidak benar dan menyimpang, seperti “ngelem” dan lain sebagainya.

“Mari kita jaga generasi penerus kita, untuk menggapai masa depan yang lebih baik,” imbuhnya. (adi/adv)