Disdik Riau Sosialisasikan Pengembangan Satu Desa Satu PAUD di Inhil

Sambutan Bunda PAUD Kab. Inhil Hj. Zulaikhah Wardan. Foto: Humas Pemkab Inhil, Way
Sambutan Bunda PAUD Kab. Inhil Hj. Zulaikhah Wardan. Foto: Humas Pemkab Inhil, Way

Tembilahan (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau melaksanakan kegiatan sosialisasi pengembangan satu desa satu PAUD. Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu Hotel di Tembilahan itu dibuka secara resmi oleh Kadisdik Inhil, Helmi D, senin (24/11/2014) malam

Turut Hadir dalam sosialisasi yang direncanakan selama dua hari sejak tgl 24 s/d 25 November 2014 itu Kasi PAUD Disdik Prov Riau, Dian Mutia, Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir, Hj Zulaikah, Ketua GOPTKI Kab Inhil, Hj Hariati Alimuddin, peserta sosialisasi dan tamu undangan lainnya.

Panitia penyelengara, Dian Mutia dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dari sosialisasi ini antara lain adalah untuk mempercepat tuntasnya Program Satu Desa satu PAUD,memberi akses layanan PAUD yang lebih luas dan merata di Provinsi Riau.

“Termasuk untuk memberi pengetahuan dan pegangan bagi para Bunda PAUD untuk mendorong berdirinya lembaga PAUD di Desa dan Kelurahan yang belum memiliki PAUD serta mendorong terwujudnya Program Satu Desa Satu PAUD melalui pembangunan Lembaga PAUD di Desa dan atau kelurahan yang belum memiliki PAUD.” Terangnya

Sementara itu, Bunda PAUD Inhil, Hj Zulaikah Wardan menyatakan sambutan baiknya dengan terlaksananya kegiatan ini. Ia berharap melalui kegiatan ini akan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terutama para orang tua akan pentingnya pemberian pendidikan kepada anak-anak usia dini.

Dengan pemahaman itu, orang tua dengan iklas dan kesadaran sendiri mau mengantarkan putra-putrinya untuk dididik pada lembaga-lembaga PAUD yang sudah ada didaerahnya masing-masing.

“Kita berharap dengan peran serta dan kemauan para orang tua akan dapat mencapai target APK PAUD kita ditahun 2015 sebesar 85 persen meskipun target secara Nasional ditahun 2015 itu hanya sebesar 75 persen,” Ujar Zulaikah.

Zulaikah juga berharap agar seluruh peserta dapat menyerap informasi yang disampaikan dan memahami secara benar apa yang menajdi tugas-tugas mereka sebagai Bunda PAUD di daerahnya masing-masing. Tandasnya

Kegiatan sosialisasinya ini mengikutsertakan sebanyak 120 orang yang terdiri dari Bunda PAUD Kecamatan dan Bunda PAUD Desa/Kelurahan di Kab Inhil dengan menghadirkan narasumber dari Bunda PAUD Kab Inhil, Dinas Pendidikan Prov Riau dan Dinas Pendidikan Kab Inhil.(dro/adv pemkab inhil)




Disdik Inhil Pinta Guru Ajarkan Anak Didik Budaya Khas Daerah

Kadisdik Inhil, Helmi D
Kadisdik Inhil, Helmi D

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berharap agar guru dapat mengajarkan anak didiknya budaya khas Inhil.

“Yang pastinya budaya khas daerah yang dilandasi dengan nilai keagamaan. Agar mereka tidak mudah terjerumus dari hal-hal yang menyesatkan,”kata Kepala Dinas Pendidikan Inhil, H Helmi D, kemarin.

Salah satu syarat bagi guru agar mudah dalam proses transfer ilmu pendidikan, sebut Helmi, guru yang bersangkutan meski menguasai materi yang akan diberikan. Dengan begitu pengetahuan dengan mudah dicerna oleh peserta didik.

“Tingkatkan kemampuan diri kita. Karena kita inikan seorang pendidik yang harus banyak tahu dari pada anak-anak didik,” jelas Helmi.

Langkah-langkah meningkatkan pengetahuan bisa dengan cara rajin membaca buku serta para kepala sekolah juga diminta untuk selalu mengevaluasi segala aktifitas pendidikan dengan baik. (dro/*1)




Helmi D: Muatan Lokal Berbudaya Melayu Segera di Implementasikan

Kadisdik Inhil, Helmi D
Kadisdik Inhil, Helmi D

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten Indragiri Hilir merencanakan pada semester ke II mendatang di setiap satuan pendidikan, mulai dari tingkatan PAUD hingga Pendidikan Menengah sudah menerapkan kurikulum berbudaya melayu.

Kurikulum muatan lokal berbudaya melayu ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti keinginan Bupati Inhil, HM Wardan.

“Nantinya kurikulum akan kita bagi dalam beberapa klaster, seperti klaster Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar (Dikdas), Pendidikan Menengah (Dikmen) SMP dan SMA,” Sampaikan Kadisdik Inhil, Helmi D, Ahad (28/9/2014).

Tak hanya itu, Disdik juga berupaya mencari konten dan konsep budaya, kesenian, dan keterampilan-keterampilan yang besifat umum.

“Insya Allah, pada semeter II mendatang kurikulum berbudaya melayu sudah dapat kita implemintasikan disetiap satuan pendidikan” Yakini Helmi. (dro/*1)




Disdik Inhil Puji Penerapan Manajemen Masjid dalam Pengelolaan Dana BOS

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil memberikan apresiasi kepada kepala sekolah yang menerapkan system manajemen masjid dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Langkah positif yang telah diambil oleh 4 lembaga pendidikan di Inhil ini diharapkan dapat menjadi contoh dan diikuti oleh sekolah lainnya.

“Kita semua menginginkan yang terbaik dan mengharapkan ke depan terus dilakukan pembenahan, demi terwujudnya transparansi dan akuntabilitas publik dalam penggunaan dana BOS,” Sampaikan Plh Kadisdik Inhil, Ahmad Ramani saat membuka secara resmi Diklat Akademi Calon Kepala Sekolah Se-Inhil, di aula Kantor Disdik, Jalan Veteran Tembilahan, kemarin.

Mantan Camat Keritang ini berharap agar terobosan pengelolaan dana BOS ini dapat diterapkan dan dicontoh oleh seluruh sekolah lainnya dalam upaya meningkatkan dunia pendidikan di Negeri Seribu Parit ini.

“Mudah-mudahan hal positif seperti yang dilakukan oleh SDN 008 Tembilahan Hulu, SDN 010 Tembilahan Hulu, SDN 007 Tekulai Hilir Kecamatan Tanah Merah dan SMKN 1 Tembilahan Hulu ini dapat terus dipertahankan dan ditiru oleh sekolah-sekolah lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SDN 008 Tembilahan Hulu, M Fadli menjelaskan bahwa dana BOS tersebut memang sudah seharusnya diberikan dan disalurkan kepada yang berhak menerimanya, dalam jumlah, waktu, cara dan pengunaan yang tepat, tentunya harus diketahui melalui papan pengumuman sekolah.

“Melalui manajemen masjid ini, selain terhindar isu dan fitnah dalam penggunaan dana BOS, juga mengajarkan kejujuran terhadap anak-anak didik, dimana menjadi sukses dimulai dengan sebuah kejujuran,” imbuhnya.(dro)




SD dan SMP, Disdik Jamin Tidak Ada Pungli

Bupati Inhil, HM Wardan menyampaikan sambutanTembilahan (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil memberikan jaminan untuk jenjang pendidikan SD dan SMP sederajat tidak akan lagi ada praktek pungli. Jika masih ada ditemui maka saksi tegas akan menjadi ganjaran.

Pernyataan Disdik Inhil ini disampaikan oleh Bupati Inhil, HM Wardan pada rapat Paripurna ke XI masa Sidang ke II Tahun Sidang 2014 dengan agenda jawaban Bupati atas pemandangan umum fraksi terhadap pidato pengantar nota keuangan dan ranperda tentang perobahan APBD Inhil Tahun Anggaran 2014 bertempat diruang rapat paripurna gedung DPRD Inhil Jalan HR Subrantas Tembilahan, senin (8/9/2014) kemaren

Untuk tingkatan SD dan SMP menurut Disdik, pembiayaan pendidikan dibantu melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang bersumber dari dana APBN dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) pada APBD.

Namun untuk tingkat SLTA, Disdik tidak memberikan jaminan tidak adanya pungutan. Disdik menyatakan hanya bisa sebatas memberikan surat edaran agar tidak melakukan praktik pungli.

“Karena pembiayaan pendidikan setingkat SLTA belum dibiayai pemerintah sepenuhnya sehingga masih memerlukan perhatian orang tua dan masyarakat .” Bacakan Bupati

Terkait pelaksanaan Les, Private dan Bimbel menurut Disdik seluruh kegiatan itu dilaksanakan diluar jam dinas guru dan jika adanya pungutan tentunya dikarenakan kebutuhan dan keinginan siswa untuk mendapatkan pembelajaran tambahan.

Untuk keperluan pengadaan buku pelajaran, pada kurikulum 2013, untuk semester 1 diabntu melalui dana BOS dan semester 2 melalui dana BOSDA.

Kebutuhan pakaian seragam, untuk pelajar baru setingkat SMA sederajat khususnya yang tidak mampu dibiayai melalui dana BOSDA. Sedangkan untuk pelajar yang tidak mampu dijenjang pendidikan SD dan SMP sederajat dibiayai melalui dana BOS.

Pernyataan Dinas Pendidikan yang disampaikan oleh Bupati Inhil, HM Wardan ini menjawab salah satu pertanyaan yang disampaikan oleh Fraksi Partai Golkar dalam rapat paripurna ke 10 masa sidang ke 2 tahun sidang 2014.

Dalam salah satu item pemandangan umumnya, FPG memintakan jawaban tegas dari pemerintah daerah untuk memberikan jaminanagar tidak lagi terjadinya praktik pungli di lembaga pendidikan.

“Adanya jaminan tidak lagi dilakukannya pungutan-pungutan liar seperti pengadaan baju seragam, penjualan buku, lembar kegiatan siswa, les private dan pungli-pungli lainnya yang berlindung pada kesepakatan komite sekolah.” Pertanyakan jubir FPG, Edi Haryanto dalam kesempatan itu. (dro)




Sekda dan Kadisdik Inhil Tinjau UN SD Sederajat

gambar: shnews.co
gambar: shnews.co

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Alimuddin RM, M.Si didampingi Kepala Dinas Pendidikan Inhil H Fauzar, Senin (6/5) melakukan peninjauan Ujian Nasional (UN) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) sederajat.

Beberapa sekolah yang ditinjau pada hari pertama UN seperti SDN 032 Indra Praja, SDN 004 Tembilahan dan SDN 002 Tembilahan Kota. Saat itu Sekda berharap pelaksanaan UN berlangsung lancar dan tertib serta semua anak didik bisa lulus.

“yang terpenting sekarang ini terus berusaha dan berdoa,”kata Sekda disela pantuan yang dilakukan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Inhil H Fauzar, menyebutkan dari beberapa sampel sekolah yang dilakukan peninjauan, semua berjalan dengan baik.

“Sekarangkan pelaksanaanya sedang berjalan. Alhamdulillah semuanya lancar tanpa ada hambatan satu apapun. Kita berharap kondisi seperti ini sampai pada hari akhir pelaksanaan UN Rabu mendatang,”paparnya mantan Kepala Bappeda Inhil ini.

Secara angka memang Kadisdik tidak bisa menyebutkan, namun dia berharap tingkat kelulusan UN dari tingkat SD hingga SMA pada tahun ajaran 2012-2013 bisa maksimal. Sehingga anak-anak yang sudah memiliki cita-cita bisa melaksanakan.(dro/*1)