Hingga Oktober 2012 Terdapat 53 Kasus DBD, 1 Meninggal

TEMBILAHAN (detikriau.org)– Dari Januari hingga September 2012, tercatat 53 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), satu diantaranya meninggal dunia, pada Agustus 2012 kemarin.

Tujuah diantara itu, saat ini masih menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan masing-masing bernama, Nurul (8) Rosita (5)  Noval (8) Wilda (7), Kemas (13) ke lima anak ini mulai menjalani perawatan pada tanggal 1 Oktober 2012. sedangkan Hasbi (2) masuk pada tanggal 29 September 2012 dan terkahir Aliadiva (8) masuk pada tanggal 30 September 2012.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rasul Alim, mengakui sejak beberapa waktu belakang ini terdapat peningkatan kasus DBD. Dimana secara umum penderitanya adalah kalangan anak-anak.“Memang kita akui, saat ini terjadi peningkatan kasus DBD. Priode September-Okteber 2012 saja sudah terdapat 12 kasus,” katanya.

Dijelaskan Rasul lagi, kasus DBD memang lebih cendrung untuk menjangkiti anak-anak. Sebab, nyamuk tersebut menyerang sejak pukul 08.00 Wib hingga pukul 17.00 Wib . Dimana saat itu waktu yang lazim digunakan para anak untuk bermain, baik di rumah maupun sekolah-sekolah.

“Kalau ada laporan, biasanya kita langsung menggelar penyelidikan Epidemiologi dan menindak lanjuti dengan melakukan Fogging  Fokus ke lokasi itu,”tandas mantan Direktur RSUD Puri Husada ini. (dro/*1)




Rasul Alim: Kondisi Kabut Asap Belum Berbahaya Untuk Kesehatan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil) menilai kabut asap yang kini melanda kota Tembilahan belum berbahaya bagi kesehatan. Kesimpulan ini diambil berdasarkan pengujian kualitas sampel udara yang dilakukan.

Pernyataan ini disampaikan Kadiskes Inhil, Rasul Alim kepada detikriau.org saat ditemui di Kantor Bupati Inhil, Kamis (20/9).” Hasil pengujian yang kita lakukan baru-baru ini menunjukkan kualitas udara belum berbahaya bagi kesehatan. Walaupun seperti itu, kita tetap menyarankan khususnya kepada  Anak-anak balita untuk mengurangi beraktifitas diluar rumah” Ujar Rasul Alim

Ditambahkan Rasul, kondisi kabut asap saat ini masih dinilai belum terlalu pekat. Kondisi yang dianggap mengkhawatirkan menurut Rasul jika jarak pandang sudah dibawah 50 meter.” Oleh karenanya hingga saat ini kita belum memberikan masker kepada masyarakat,” Sebut Rasul.

Berdasarkan pantauan detikriau.org di Kota Tembilahan, kabut asap terlihat cukup pekat. Hari ini, Kamis (20/9) cuaca kota Tembilahan terlihat agak mendung. Dua buah Helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat terlihat hilir mudik melakukan pantauan dan tindakan penanganan titik api dibeberapa kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir. (dro/0*)

                                          




Akhir Tahun Ini Program Jampersal Sentuh Hingga Pedesaan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Selama ini program Jaminan Persalinan (Jampersal) hanya terfokus di kota Tembilaha ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir. Kondisi itu tentunya, cukup menyulitkan warga Inhil lainnya yang tiggal di kecamatan dan juga pedesaan. Untuk itu, Kedepan Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil akan mengupayakan program ini juga bisa sampai kepedesaan.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Kadis Kesehatan Inhil Rasul Alim, Rabu (19/9) di ruangan kerjanya.  Guna  merealisasikan wacana tersebut, Diskes sudah memanggil bidan desa dalam rangka mempersiapkan perizinan praktek para bidan.

“kita berharap paling lambat akhir tahun ini, program Jampersal tersebut sudah bisa berjalan hingga ketingkat desa. Makanya kita sudah melakukan upaya yang dianggap penting dalam mempersiapkan realisasi program tersebut,” katanya.

Dengan program yang pembiayaannya berasal dari pusat tersebut selama ini dirasakan  sangat membantu kaum ibu yang ingin melahirkan. Karena mereka tidak akan dipungut biaya persalinan kecuali pembelian popok dan susu bayi yang memang dibebankan kepada orang tua bayi.(dro/2*)




Hingga Akhir Agustus 2012, 6 Terserang DBD, 1 Meninggal

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sampai akhir agustus 2012 kemaren, terdata sebanyak 6 orang warga Kabupaten Indragiri Hilir terserang penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) dan satu orang meninggal dunia.

Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, Dr. Irianto kepada wartawan kemaren. Dua dari pasien itu yakni,M Tayib (14) dan Siti Aisyah (6) yang merupakan anak dari pasangan suami istri, Mukti (50) dan Siti Rohai (44), warga Jalan Grilya Parit 8, Gang Cendana, Tembilahan. “Ke dua pasien kakak dan adik yang kini ditangani secara medis di RSUD PH Tembilahan ini memang sudah positif DBD. Kita terus melakukan perawatan intensif kepada pasien,” tegas Dr. Irianto

Ditambahkan Dr. Irianto, secara tupoksi, penanganan kemunculan DBD merupakan tugas dari Dinas Kesehatan dan pihak RSUD hanya menanganan perawatan dan pengobatan terhadap pasien.”Masa inkubasi DBD 3 hingga 15 hari. orang yang tertular penyakit ini bisa dikelompokkan diantaranya,  bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun, dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 – 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit. Kemudian,  dengue haemorrhagic fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung, mulut, dubur, dan terakhir adalah dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok atau presyok pada bentuk ini sering terjadi kematian,” jelasnya.

Untuk menghindari dari serangan penyakit DBD, Dr. Irianto menyarankan diantaranya adalah dengan menggunakan lotion anti nyamuk dan menghindari tempat-tempat yang berkemungkinan banyak terdapat nyamuk. Menimbun sampah yang cenderung menampung air, menaburkan bubuk abate pada tempat-tempat genangan dan penampungan air serta selalu menyemprot tempat-tempat yang menjadi tempat bersarangnya nyamuk dengan obat semprot nyamuk.

“pencegahan secara massal di lingkungan setempat bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan RT/RW, Kelurahan bersama Puskesmas setempat dengan melakukan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), fogging, atau memutuskan mata rantai pembiakan Aedes aegypti dengan  Abatisasi,” pungkasnya.(fsl/ek)




Kesbangpol Kab. Inhil Taja Sosialisasi Narkoba

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan sosialisasi bagi kalangan pelajar setingkat SLTP/SLTA sederajat. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang pertemuan Hotel Telaga Puri jalan lingkar satu, Tembilahan. Senin (16/7).

Dalam kata sambutannya, Wakil Bupati Inhil, H. Rosaman Malomo menjelaskan bahwa pada hakekatnya Narkoba itu tidak berbahaya karena memang dipergunakan untuk kepentingan medis. Narkoba baru akan menimbulkan bahaya apabila dipergunakan diluar aturan. “Dengan pelaksanaan sosialisasi ini, kita tentunya berharap para peserta dapat memiliki pemahaman tentang narkoba itu sendiri terutama bahaya yang dapat ditimbulkan apabila dipergunakan diluar ketentuan.  Dengan pemahaman ini, kita juga berharap kepada peserta  untuk dapat mensosialisasikan hal ini kepada teman-teman pelajar lainnya yang hari ini tidak berkesempatan mengikuti kegiatan sosialisasi,” Ujar Wabub.

Kepala Badan Kesbangpol Inhil, Tantawi Jauhari menyatakan untuk mengatasi timbulnya bahaya narkoba tentunya juga menjadi tanggungjawab pemerintah. Salah satu upayanya adalah dengan melakukan kegiatan sosialisasi seperti ini.”Dengan kegiatan sosialisasi ini kiranya dapat dijadikan benteng bagi kalangan pelajar agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” Pesan Tantawi.

Kegiatan sosialisasi narkoba ini juga memberikan pemahaman bahaya narkoba dari sisi kesehatan serta sanksi secara hukum. Kepada pelajar  juga diberikan pembekalan-pembekalan dari sisi agama.

Narasumber dalam kegiatan sosialisasi ini, disamping kesbangpol, juga menampilkan Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo yang juga merupakan ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Kantor Kementrian Agama Inhil dan Satuan Narkoba Polres Inhil.(Am).




OBAT ASAL MALAYSIA TANPA REGISTER DEPKES RI MARAK BEREDAR

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Beredarnya berbagai macam jenis obat-obatan yang sama sekali tidak mencantumkan kode BPOM dan Depkes RI membuat sebahagian besar masayarakat merasa khawatir. Apalagi obat-obatan ini tertuliskan diproduksi oleh Negara tetangga, Malaysia. Masyarakat berharap Dinas terkait khususnya Dinas Kesehatan untuk melakukan pengawasan agar nantinya tidak merugikan masyarakat.

Hal ini disampaikan seorang warga Tembilahan Hulu, Rudianysah saat menemui detikriau.org di Tembilahan. “Terus terang saya merasa khawatir bang. Saya tidak mengerti apakah obat-obatan ini dibenarkan untuk dikonsumsi. yang kita takutkan, obat yang sama sekali tidak mencantumkan BPOM dan Depkes RI ini malah nantinya akan membahayakan kesehatan,” Ujar Rudiansyah.

Ditambahkan Rudiansyah, tentunya tidak semua masyarakat memahami apa ketentuan komposisi obat yang dibenarkan untuk dikonsumsi. Yang lebih mengetahui persoalan ini secara pasti menurutnya tentu petugas kesehatan.”Makanya kita meminta agar Dinas terkait untuk segera melakukan pengawasan terhadap peredaran obat-obatan ini. Jangan samapi nanti setelah ada masyarakat yang dirugikan baru kita sibuk.” Ujarnya.

Budi, Warga Kecamatan Tembilahan Hulu juga mengkhawatirkan dengan adanya peredaran obat-obatan yang dinilainya sudah semakin marak ini. Ia khawatir masyarakat yang tujuannya mengkonsumsi obat-obatan untuk kesehatan malah akan menyebabkan timbulnya penyakit.” Menurut keterangan teman saya yang pernah mengkonsumsi, ia merasa ketergantungan. Jika tidak mendapatkan obat-obatan ini ia merasakan tubuhnya tidak bersemangat dan cepat lelah.” Bebernya.

Terkait persolan ini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kab. Inhil yang dikomfirmasi melalui sms menjawab singkat, “ Kalau tidak mencantumkan kode Depkes RI berarti itu obat illegal,” Tulisnya.

Dari sekian merk dan jenis, salah satu obat-obatan ini memasang merk “ Pil Tupai Jantan Asli,” Kemasan obat dominan berwarna pink dengan tiga butir pil untuk sekali konsumsi ini dipasarkan dengan harga Rp. 1500. Obat yang tertuliskan diproduksi oleh Perusahaan Nyonya Marketing Enterprise, Bintangor, Serawak Malaysia ini sama sekali tidakmencantumkan kode BPOM dan Depkes RI. (fsl)