Siapkan Puskesmas BLUD, Diskes Mulai Lakukan Pembinaan Pelayanan UGD 24 Jam

TEMBILAHAN (detikriau.org)-Mulai hari ini Selasa (20/1/2015), Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sudah turun ke seluruh Puskesmas di daerah setempat, untuk melakukan pembinaan terutama bagi pelaksanaan pelayanan UGD 24 Jam dan hal-hal lainnya yang diperlukan.

“Kami akan turun melakukan pembinaan secara bertahap ke Puskesmas-Puskesmas yang ada di Inhil, yang dimulai dari daerah Utara, yakni di Kecamatan Pulau Burung. Pembinaan ini bertujuan untuk menyiapkan Puskesmas yang lebih baik kedepannya,” tutur Kepala Diskes Inhil, Hj Alvi Fuwanti Alwi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/1/2015).

Dijelaskan mantan Kepala Bappeda Inhil ini, pekerjaan itu tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan memerlukan konsistensi dalam perencanaannya, sehingga apa yang telah direncanakan dapat dilaksanakan serta berjalan dengan baik dan lancar.

Oleh karena itu, pada tahun ini pihaknya juga sudah merencanakan untuk mulai melakukan penjajakan dan tindaklanjut terhadap Puskesmas yang menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) secara bertahap pula.

“Mudah-mudahan, kerja keras kita ini juga diikuti dengan penguatan-penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), bukan hanya SDM yang memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga yang berada dalam tatanan manajemen, mulai dari pihak Diskes sampai kepada Puskesmas dan jaringannya,” imbuhnya.(adi)




Diskes Inhil Taja Rapat Kerja Kesehatan Kabupaten

Wabup Inhil H Rosman Malomo sambutan pada Rakerkeskab. Foto: Mirwan
Wabup Inhil H Rosman Malomo sambutan pada Rakerkeskab. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) taja Rapat Kerja Kesehatan Kabupaten (Rakerkeskab) bertemakan Optimalisasi Pembangunan Kesehatan Melalui Revitalisasi Puskesmas dengan Akses Pelayanan 24 Jam menuju Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bertempat di aula Hotel Telaga Puri Tembilahan, Jum’at (05/12/2014) malam.

Rapat ini dihadiri Wakil Bupati Kabupaten Inhil H Rosman Malomo, Kepala Diskes Inhil Dr Hj Alvi Furwanti Alwie, Kabid Pelayanan Diskes Provinsi Riau dr Bety, 25 Puskesmas di Kabupaten Inhil, 25 Bidan Koordinator serta 130 kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) se-Inhil.

Wabup Inhil H Rosman Malomo memukul gong tanda dimulainya rapat Rakerkeskab
Wabup Inhil H Rosman Malomo memukul gong tanda dimulainya rapat Rakerkeskab

Wabup Inhl H Rosman Malomo foto bersama usai membuka kegiatan raker
Wabup Inhl H Rosman Malomo foto bersama usai membuka kegiatan raker

Wabup dalam sambutannya mengatakan akan betapa pentingnya arti kesehatan bagi masyarakat. Oleh karenanya diminta kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik agar nantinya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang baik pula kepada masyarakat.

“Ikuti kegiatan ini dengan baik agar didapatkan hasil yang baik pula untuk nantinya diterapkan dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” Pesan Wabup

Dalam kesempatan ini Wabup juga berpesan kepada seluruh pelayan kesehatan di lingkungan pemkab inhil untuk bekerja sesuai peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 61 tahun 2007 tentang pelayanan kesehatan yang mampu bertanggung jawab penuh secara maksimal kepada masyarakat.

Selain itu kata Rosman, adanya Puskesmas serta Pustu dilingkungan Inhil ini berkaitan dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional diminta mampu menjaga amanah Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 75 tahun 2014 tentang pelayanan Puskesmas.(Mirwan/adv pemkab inhil)




Wakil Wako Pekanbaru Buka Workshop HIV/AIDS

aidsPEKANBARU (detikriau.org) – Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, S.Si secara resmi membuka Workshop HIV/AIDS bertempat di Lantai I ballroom lancang kuning Hotel Furaya Pekanbaru. Kegiatan tajaan Dinas Kesehatan yang dilaksanakan dalam satu hari ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari AIDS sedunia Jum’at (28/11).

Dalam sambutannya Wakil Wako mengatakan bahwa Persoalan HIV dan AIDS adalah persoalan global. Hingga saat ini, Pekanbaru ditemukan kasus HIV dan AIDS sebanyak 614 kasus, oleh karena itu di perlukan upaya dan strategi untuk penaggulangan dan pencegahan hal tersebut.

“ HIV/AIDS adalah persoalan kita bersama dan harus di upayakan dari semua unsur baik pemerintah dan swasta dan unsur-unsur lain peduli AIDS, hal ini di lakukan untuk memberikan pandangan sekaligus pemahaman terutama kepada generasi muda penerus bangsa tentang bahayanya HIV dan AIDS serta solusi apa yang kita lakukan untuk penanggulangan serta pencegahan terhadap HIV dan AIDS” Ujar Ayat

Ditambahkannya, Pemko Pekanbaru sudah merespon bahkan telah mengeluarkan berbagai kebijakan tentang hal ini, berdasarkan PERPRES RI NO 75 tahun 2006 tentang KomisiPenanggulangan AIDS Nasional dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 20 tahun 2007  tentang pedoman umum pembentukan KPA dan pemberdayaan masyarakat di daerah.

Menguatkan hal tersebut, Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan Intruksi  NO : 444.24 / 2259 / SC tentang penguatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat dalam penggulangan AIDS di daerah, dan berdasarkan intruksi tersebut Pemerintah Kota Pekanbaru telah megeluarkan surat edaran untuk Camat dan Lurah guna menyampaikan sosialisasi dalam penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS serta menyebar luaskan informasi tentang bahayanya HIV dan AIDS tersebut kepada masyarakat luas.” Imbuhnya

Workshop HIV dan AIDS  ini mengangkat tema “cegah dan lindungi diri, keluarga, masyarakat dari bahaya HIV dan AIDS dalam rangka perlindungan HAM”.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan LSM, perwakilan Komunitas Warga kota serta 10 orang perwakilan mahasiswa/i perguruan tinggi di kota pekanbaru.

Turut hadir hadir dalam kesempatan itu Pejabat Eselon Dinas terkait, dengan Nara Sumber, Ketua KPA ( Komisi Penaggulangan AIDS), AYAT CAHYADI, S.Si Kakanwil Hukum dan Ham,FRANS RICARD serta  pihak RSUD Arifin Ahmad, EDI KOSWARA.(dro/Humas Pemko)




Pemerintah Berikan Bubuk Abate Secara Gratis

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan rekomendasi apalagi izin kepada perorangan atau pihak-pihak lain untuk melakukan penjualan bubuk anti nyamuk Abate.

Diskes telah menginstruksikan pada puskesmas untuk membagikan bubuk abate kepada masyarakat yang memerlukannya secara gratis.

‘’Artinya, jika masyarakat datang dan meminta bubuk abate kepada kita, maka bubuk abate itu akan diberikan secara gratis, tak ada pemungutan bayaran lainnya. Tetapi jika memang persedian sedang tidak ada dan masyarakat memebutuhkan, sebaiknya membeli ditempat-tempat resmi seperti apotik.’’ jelasnya.

Bahkan, jika ada kasus DBD di masyarakat untuk kemudian pihaknya menindaklanjuti dengan melakukan fogging dan pemberian bubuk abate disertai dengan penyuluhan maka itu juga akan diberikan secara gratis pada masyarakat.

‘’Jadi tak ada bubuk abate yang dijajakan sampai kerumah-rumah penduduk atau semacamnya. Untuk itu, kita mengimbau agar RT/RW dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat agar tidak tertipu oleh perbuatan oknum yang tidak bertanggungjawab. bubuk abate itu diberikan secara gratis alias tidak dijualbelikan oleh pemerintah,’’ terangnya kembali.

Sebelumnya, sejumlah masyarakat dibeberapa kecamatan mengaku adanya oknum yang menjual bubuk Abate ke rumah-rumah. Dimana orang tersebut mengaku sudah menjalin kerjasama dengan dengan Diskes Inhil. (dro)




Komitmen Tidak Merokok, Diskes Inhil Kumpulkan Cap Telapak Tangan

Cap telapak tangan sedang dilakukan di atas kain putih menandakan berkomitmen tidak merokokTEMBILAHAN (detikriau.org) – Peringati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-50, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pengumpulan cap telapak tangan sebagai bentuk komitmen tidak merokok bersamaan dengan Senam Sehat Bugar bertempat di jalan M Boya depan kantor Diskes Inhil Tembilahan, Minggu (16/11/2014).

Kegiatan pagi itu diikuti seluruh perwakilan Rumah Sakit dan Puskesmas se-Kabupaten Indragiri Hilir serta pelajar SMP dan SMA sederajat sekota Tembilahan.

Kepala Dinas Kesehatan Dr Hj Alvi Purwanti Alwie SE MM mengatakan, peringatan HKN ke-50 ini sesuai dengan himbauan Kementrian Kesehatan RI untuk menggelar secara bersamaan seluruh Indonesia.

Dari Kanan, Skretaris Diskes, Ridwan Ahim, Kadiskes Inhil, Alvi Furwanti Alwie membubuhkan cap telapak tangan sebagai tanda komtmen tidak merokok yang pelaksanaannya hari ini dilakukan secara serentak diseluruh Indonesia
Dari Kanan, Skretaris Diskes, Ridwan Ahim, Kadiskes Inhil, Alvi Furwanti Alwie membubuhkan cap telapak tangan sebagai tanda komtmen tidak merokok yang pelaksanaannya hari ini dilakukan secara serentak diseluruh Indonesia

Saat Senam Pugar

Sebelumnya, kegiatan ini sudah dimulai dilaksanakan di Puri Husada dengan berbagai kegiatan serta berbagai kegiatan disetiap Puskesmas yang ada di lingkungan Pemkab Indragiri Hilir seperti penyuluhan ataupun pengobatan massal, selain itu juga pelaksanaan pencanangan POMP Filariasis dan Inhil menuju bebas pasung 2017. Untuk hari ini (16/11) pihaknya melakukan senam sehat bugar serta komitmen untuk tidak merokok sebagai kegiatan puncak peringatan HKN 2014.

“Kami menghimbau seluruh jajaran kesehatan di Inhil untuk berkomitmen menjaga kesehatan kita bersama, dan untuk seluruh masyarakat Inhil mari kita bersama-sama menjaga kesehatan mulai dari diri kita sendiri dari hal-hal yang bisa mnejadi penyebab timbulnya penyakit,” Himbau Hj Alvi.

Untuk pengumpulan cap telapak tangan masyarakat Indragiri Hilir berkomitmen tidak merokok ini ditargetkan mencapai hingga 600 cap. “Pada hari ini, secara Nasional, kita bersama-sama memecahkan Rekor Muri yaitu memberikan pernyataan berupa cap telapak tangan,” sebut Kadis Kesehatan Inhil.

Acara pagi itu bisa dibilang sangat terkesan meriah. disamping berbagai hadiah yang disediakan Diskes Inhil kepada peserta yang mengikuti Senam tersebut. Dianataranya hadiah seperti Sepeda, Televisi dan lain sebagainya serta memberi penghargaan kepada Dokter Teladan.(mirwan)




Masyarakat Inhil dibawah Ancaman Serangan Filariasis

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Berdasarkan data Direktorat pengendalian penyakit bersumber binatang Direktur Jendral (Ditjen) pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan Kementrian Kesehatan (kemenkes) Republik Indonesia (RI), Kabupaten Indragiri Hilir masuk sebagai daerah endemis dari 334 Kab/Kota se Indonesia tempat berkembang biaknya semua jenis nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit kaki gajah.

Dalam rapat Koordinasi Lintas Sektor di Kab. Inhil dalam rangka Advokasi dan Sosialisasi Program Eleminasi Filariasis (penyakit Kaki Gajah), Kamis (1/11) di Aula gedung Kantor Bupati Inhil, Seluruh penduduk di Kab. Inhil mulai usia 2 hingga 65 tahun diwajibkan untuk meminum obat anti filariasis secara massal. Obat ini sebagai obat untuk membunuh cacing filaria yang terdapat didalam tubuh manusia yang disebarkan melalui gigitan nyamuk.

di kabupaten indragiri hilir, berdasarkan data ditjen pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan kemenkes RI, sejak tahun 2010 lalu, sebanyak 120 orang telah terkena wabah filariasis/ penyakit kaki gajah.

“Tadi kita sudah menandatangani kesepakatan antara pemerintah dan DPRD Inhil untuk mendukung kegiatan ini. Saat ini jumlah penderita sudah menunjukkan angka yang cukup fantastis, sudah ratusan. Apa yang kita jalankan saat ini tidak sekedar melakukan sosialisasi  tetapi langsung melakukan upaya pencegahan dan pengobatan penyakit filariasis ini terhadap masyarakat,” Tegas Bupati Inhil, Indra M Adnan ketika dimintai komfirmasi usai kegiatan, kamis (1/11)

Menurut Bupati, saat ini yang menjadi masalah bukannya penderita filariasisnya tetapi masyarakat lainnya yang belum terjangkit. Dikhawatirkan, dari data yang ada, penyakit ini cukup menjadi ancaman bagi masyarakat Inhil. makanya perlu memberikan dukungan penuh untuk kegiatan ini dan ini juga menjadi tugas wartawan untuk mensosialisasikannya agar mendapat respon dan dukungan penuh dari masyarakat.” Tegas Bupati.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (diskes) di Kabupaten Indragiri Hilir, penderita filiariasis terdapat di  Kecamatan batang Tuaka, Desa Sungai Piring 2, Tasik Raya 2, Gemilang Jaya 1, Sialang Jaya 7, Sungai Dusun 8, Sungai Luar 11, Sungai Rawa 5, Sungai Junjangan 9, dan Kuala Sebatu 9.

Kecamatan Mandah, Desa Khairah Mandah 1, Bente 3, dan Batang Tumu 4. Kecamatan Pelangiran Desa Pelangiran 1, Kecamatan Kemuning, Desa Kemuning Muda 3, Kecamatan Tempuling, Desa Sungai Salak 2, Mumpa 1. Kecamatan GAS desa Teluk Pinang 1, Kecamatan Kuindra desa Sapat 1 dan Kecamatan Pulau Burung Desa Pulau Burung 1. Total 66 penderita.

“terjadinya perbedaan data kita sebanyak 66 penderita dengan data ditjen pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan kemenkes RI sebanyak 120 penderita disebabkan data mereka merupakan data tahun 2010 yang lalu. Kita data terbaru tahun 2012. Selisih data itu, penderitanya sudah meninggal dunia,” Ujar Kadiskes Inhil Rasul Alim. (dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku