Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Diskes Godok 3 Perda Baru

kawasan-bebas-rokok-dilarang-merokok-no-smoking-areaTEMBILAHAN (detikriau.org) – Saat ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sedang menggodok tiga Peraturan Daerah (Perda) baru, untuk selanjutnya diterapkan di daerah tersebut.

Tiga Perda baru yang terdiri dari Perda Kawasan Bebas Rokok, Perda Desa Siaga dan Perda Inisiasi Menyusui Dini ini dalam rangka meningkatkan pelayanan serta penyediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai bagi masyarakat di Negeri Seribu Parit.

“Perda itu sudah ada dan masuk di RKA tahun anggaran 2015 ini. Sekarang, kami sedang melakukan penjajakan dan konsultasi ke Bagian Hukum Setda Inhil,” tutur Kepala Diskes, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (P2KPK), NS Matzen, S.Kep, MSi saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, Senin (2/2/2015).

Dijelaskan Matzen, dalam pelaksanaan tiga Perda itu harus melibatkan berbagai pihak terkait, karena sebelumnya harus melalui berbagai tahapan-tahapan yang telah ditentukan, seperti mengikuti studi pembelajaran ke daerah percontohan.

“Untuk Perda Kawasan Bebas Rokok, rencananya kita akan melakukan studi pembelajaran di Padangpanjang, karena Sumatera Barat (Sumbar) dianggap sebagai salah sattu kabupaten yang berhasil menjalankannya,” terang Matzen.

Sedangkan untuk Perda Desa Siaga dan Inisiasi Menyusui Dini, lanjut Matzen, pihaknya berencana melakukan studi pembelajaran ke daerah Klaten, Jawa Tengah.

“Khusus Perda Desa Siaga, kita juga akan melibatkan narasumber dari pihak akademisi, yang dalam hal ini rencananya akan bekerjasama dengan Universitas Riau (Unri),” imbuhnya.(adi)




Tangani Pasien Gangguan Jiwa, Tahun Ini, Diskes Lakukan Pelatihan Khusus Bagi Dokter dan Perawat

pasungTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun 2015 ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berencana akan mengirim dokter dan perawat ke Rumah Sakit Jiwa, Tampan Pekanbaru untuk mengikuti pelatihan khusus. Langkah tersebut dalam rangka mempersiapakan tenaga medis untuk melakukan pengobatan serta mencegah dan mengantisipasi meningkatnya jumlah penderita penyakit ganggung jiwa di Negeri Seribu Parit ini.

“Kita akan persiapan tanga medis yang memiliki kemampuan untuk menangani pasien sakit jiwa,”Sampaikan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kasi Kesehatan, Devi Natalia, belum lama ini.

Kendati demikian diakui Devi, saat ini pendistribusian obat-obatan bagi mereka yang mengalami gangguan kejiwaan ini masih sangat rendah, namun diyakini pada Bulan Februari mendatang seluruh obat-obatan tersebut sudah terdistribusi ke seluruh Puskesmas.

Sementara itu, terkait dengan pencanangan Inhil Bebas Pasung 2017, Devi menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut mendukung dan bekerjasama dalam persoalan ini, seperti dengan memberikan laporan jika ada ditemukan pasien yang dipasung.

“Masyarakat bisa memberitahukannya ke Puskesmas dan dinas terkait, nanti akan ditangani secara langsung ,” imbuhnya.(adi)




Capai Target 1 Desa 1 Pustu, Alvi Harap Dukungan Dalam Pembangunan Lintas Sektor

Kadiskes Inhil, Hj Alvie Furwanti Alwie
Kadiskes Inhil, Hj Alvie Furwanti Alwie

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun anggaran 2015 ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali memprioritaskan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu), guna meraih target capaian satu desa satu Pustu atau Poskesdes.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan cita-cita tersebut Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi mengharapkan dukungan dan kerjasama dalam pembangunan lintas sektor.

“Contohnya, kalau untuk penguatan pembangunan kesehatan, kami sudah berkoordinasi dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), supaya pembangunan kesehatan juga masuk dalam satu petunjuk teknis (juknis) di Program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ),” tutur Alvi saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Kendati tidak bisa di tahun ini, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Inhil berharap sekurang-kurangnya di tahun 2016 mendatang ada arah kebijakan tersebut, untuk memaksimalkan dana desa yang semakin lama tentunya semakin besar.

“Melalui Program DMIJ ini, kami harap bisa dibangunkan rumah bidan di desa yang multifungsi menjadi Poskesdes, sehingga bidan yang ada di desa juga memiliki fasilitas pelayanan yang bisa lebih memudahkan, menyenangkan dan menyamankan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” imbuhnya.(adi)




Diskes Komit Wujudkan Inhil Bebas Pasung 2017

bebas pasungTEMBILAHAN (detikriau.org) -Untuk mencapai paripurnanya kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dapat dilakukan dengan barbagai cara, salah satunya mungkin yang perlu disikapi dengan bijak adalah terkait tekad dan komitmen Dinas Kesehatan (Diskes) dalam mensukseskan program Inhil bebas pasung 2017.

Pernyataan tersebut ditegaskan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie terkait dengan prioritas program pembangunan Pemkab Inhul ke depan, yang diantaranya di bidang kesehatan.

Dikatakan Alvi, Inhil bebas pasung 2017, berarti di tahun 2016 mendatang tidak boleh lagi ada orang sakit jiwa yang dipasung dan dirawat di rumah.

“Untuk penguatan lintas program dan lintas sektor seperti ini, tentunya kami akan memperkuat internal melalui pelayanan kesehatan khusus maupun secara koordinatif kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan,” tutur Alvi.

Dijelaskan Alvi, penguatan internal tersebut diantaranya dengan mendirikan ruang rawat inap bagi pasien sakit jiwa yang ada di Negeri Seribu Parit ini.

“Kita tidak bisa mencapai Inhil bebas pasung, kalau pasien sakit jiwa tidak punya ruang untuk dilakukan penjemputan dan pelayanan,” terangnya.

Lebih lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini menyatakan, itulah contoh perbaikan konprehensif untuk bidang kesehatan, yang sudah mulai tata dan disusun sejak RPJMD dan draft Rensra Kabupaten Inhil. (adi)




Dinkes Percepat Realisasi Puskesmas 24 Jam

13bBagansiapapi (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Rokan Hilir secepatnnya akan merealisasikan Program Puskesmas 24 Jam di setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir.

Kepala Diskes Rohil dr HM Junaidi Saleh dikonfirmasi menjelaskan kepada awak media, program yang sudah ada di Pemkab Rohil terutama di Dinas Kesehatan sendiri cukup banyak, tapi yang saat ini diprioritaskan adalah penerapan Puskesmas 24 Jam.

“Untuk tenaga medis dinilai sudah cukup memadai, sekarang ini kita masih memenuhi segala perlengkapan, terutama alat-alat medis, obat-obatan dan peralatan mobiler sebagai penunjang alat kerja di setiap Puskesmas yang ada di Rohil,”ujar Kepala Diskes Rohil, Junaidi,baru-baaru ini.

Ditambahkan dr HM Junaidi Saleh, pihaknya ingin segera menciptakan Puskesmas Berakreditasi (Standart mutu pelayanan semua sama) karena BPJS akan kerja sama dengan Puskesmas yang terakreditasi dan diharapkan bisa bersaing dengan fasilitas rumah sakit swasta yang ada.

BPJS sendiri telah memberikan subsidi kepada masyarakat kurang mampu, di Rohil saja BPJS telah memberikan keringan kepada 180 ribu Jiwa, keringanan ini sudah penuh seleksi dari berbagai penentuan, dalam hal ketidakmampuan untuk membayar BPJS.

“Saya menghimbau, untuk kedepannya mari kita tingkatkan pelayanan, jangan sempat mereka pindah dari puskesmas satu ke puskesmas lainnya, kita selaku pelayan masyarakat, ingat utamakanlah pelayanan kita kepada masyarakat terutama di Rokan hilir,” tandas.[tris/adv]




Tekan AKI dan AKB, Tahun Ini Diskes Lakukan Pelatihan APN

aki dan akbTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun 2015 ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berencana akan melakukan pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) bagi tenaga bidan yang ada di daerah setempat.

Rencana tersebut diungkapkan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan Alvi, salah satu upaya untuk menekan serta mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Inhil ini adalah dengan meningkatkan kualitas dan kompetensi para bidan.

“Terjadinya kematian pada ibu dan bayi sebagian besar dikarenakan kurangnya SDM bidan pada pertolongan persalinan. Untuk itu, di tahun ini kita akan lakukan pelatihan APN bagi 100 bidan,” tutur Alvi.

Dijelaskan Alvi, dengan adanya pelatihan ini diharapkan semakin memperkokoh dan menjaga profesi bidan, serta mampu menduduki posisi sentral di penjuru negeri seribu parit ini, sehingga dapat meningkatkan kepentingan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya bagi ibu dan bayi.

“Apalagi seperti diketahui bahwa angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Inhil tercatat masih cukup tinggi, jika dibandingkan Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Riau,” terang Alvi.

Oleh karena itu, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, sangat diperlukan adanya perpanjangan tangan Diskes, salah satunya melalui profesi bidan yang dapat bekerjasama dengan Puskesmas yang ada di seluruh Kecamatan, dalam rangka menurunkan angka kematian tersebut.

“Saya berharap agar program kesehatan yang sama-sama kita prioritaskan ini dapat lebih ditingkatkan lagi dimasa-masa yang akan datang, sehingga Inhil yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat dapat kita wujudkan,” imbuhnya.(adi)