Dinkes Inhil Gelar Pertemuan Pendampingan Tata Kelola Dana Kapitasi JKN

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat menyampaikan paparan materinya kepada para peserta
Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat menyampaikan paparan materinya kepada para peserta

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan pendampingan tata kelola dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Rabu (6/5/2015).

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Wisma Indah Sari Tembilahan ini diikuti 50 peserta, yang terdiri dari 25 Kepala Puskesmas dan 25 Bendahara JKN.

Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam sambutannya berharap agar setelah mengikuti pertemuan ini, para peserta bisa mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang telah didapatnya di tempat tugas masing-masing.

“Ke depan, saya harapkan adanya ketertiban dalam pencatatan dan pelaporan keuangan, baik itu pada pendapatan dan pengeluaran dana kapitasi JKN, yang setiap bulannya di laporkan ke Dinkes Inhil,” tutur Alvi.

Para peserta saat mendengarkan penyampaian materi dari narasumber
Para peserta saat mendengarkan penyampaian materi dari narasumber

Sementara itu, Panitia Pelaksana, drg Enni Kholisatun menjelaskan, pertemuan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada aparatur di Puskesmas, khususnya dalam pemanfaatan dana kapitasi JKN, sesuai dengan peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Dengan pertemuan ini, kita harapkan pengelolaan dana kapitasi JKN di setiap Puskesmas akan lebih tertib dan teratur, baik dari segi penganggaran, pemanfaatan dan pelaporannya,” terang Enni, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pembiayaan dan Jamkesmas Diskes Inhil.

Adapun narasumber dalam pertemuan pendampingan tata kelola dana kapitasi JKN tersebut, yakni dari perwakilan Bagian Keuangan dan Bagian Hukum Setda, serta Inspektorat Kabupaten Inhil.(adi/adv)




Inhil Nyatakan Siap Dukung dan Sukseskan Program Nusantara Sehat

“Se-Indonesia Dimulai Tahun Ini”

Kadinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie
Kadinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyatakan siap mendukung dan mensukseskan Program Nusantara Sehat yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat, beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie terkait dengan pelaksanaan program tersebut di seluruh Indonesia yang akan dimulai pada tahun 2015 ini.

Dikatakan Alvi, melalui Program Nusantara Sehat ini Pemerintah Pusat mengambil peduli dengan kondisi dan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil, dengan menempatkan tim kerja kesehatan yang berjumlah sebanyak 5-8 tenaga medis dalam setiap timnya.

“Waktu pencanangan kemarin, Bupati Inhil selaku kepala daerah telah memberikan komitmennya, untuk mendukung dan menyukseskan Program Nusantara Sehat ini,” tutur Alvi saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Bentuk dukungan tersebut, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, ditunjukan melalui penyediaan fasilitas mulai dari keamanan, tempat tinggal dan lain-lainnya bagi petugas kesehatan yang akan berada di Negeri Seribu Parit selama 2 tahun dalam satu masa kontrak.

Terkait dengan waktu pelaksanaannya, kata Alvi lagi, untuk seluruh Indonesia dimulai pada Bulan April 2015, tetapi apakah penempatannya untuk Provinsi Riau dipusatkan di Kabupaten Inhil atau tidak, masih menunggu arahan dari Pemerintah Pusat.

“Di Riau ini, ada 5 kabupaten dan kota yang ditunjuk sebagai daerah penempatannya. Jadi, apakah dimulai tahun ini atau tahun depan kita belum tahu, karena masih menunggu petunjuk. Intinya, kita siap mendukung dan mensukseskan, apalagi kita dibantu tenaga kesehatan,” imbuhnya.(adi/adv)




Kadiskes : Pustu Barometer Pelayanan Terdekat Bagi Masyarakat

dsc_0213TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tahun anggaran 2015 ini, Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di seluruh wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih menjadi prioritas, untuk lebih dimaksimalkan peranannya di tengah-tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan Alvi, pihaknya ingin seluruh Pustu yang saat ini secara fisik bangunannya sudah mencapai 154 Pustu itu dapat benar-benar mendukung dan menunjang penyediaan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.

“Kami mau Pustu menjadi barometer untuk pelayanan terdekat bagi masyarakat. Ini tentunya bukan pekerjaan yang mudah, karena perlu komitmen bersama antar seluruh pihak terkait,” terangnya.

Dijelaskan Alvi, tekad itu akan didukung 100 persen dengan penguatan perencanaan serta pemahaman terhadap aturan dan sinkronisasi antar program, yang kedepannya diharapkan bukannya hanya capaian program yang terjadi, tetapi adalah efektifitas dan efisiensi dalam pemanfaatan anggaran, untuk mencapai paripurnanya kesehatan di Inhil.

“Salah satu mungkin yang perlu kita sikapi dengan bijak, misalnya kita bertekad di tahun 2017 nanti Inhil bebas pasung. Itulah diantaranya contoh perbaikan konprehensif untuk kesehatan, yang kami sudah mulai tata sejak RPJMD dan draft Rensra kita di pemerintahan yang baru ini,” imbuhnya.(adi)




Persiapan Implemenasi PPK-BLUD di Puskesmas, Dinkes Inhil Lakukan Kuker ke Dinkes Dumai

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan kunjungan kerja (kuker) ke Dinkes Kota Dumai, Provinsi Riau, Rabu (8/4/2015).

Menurut Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie, kunjungan ini bertujuan untuk belajar dari Dinkes Kota Dumai, tentang bagaimana mempersiapkan dan mengimplementasikan PPK-BLUD (Pola Pengelolaan Keuangan-Badan Layanan Umum Daerah) di Puskesmas yang ada di Kabupaten Inhil.

image-2Sebelumnya Dinkes Inhil juga telah mengunjungi Kabupaten Sleman, Yogyakarta, namun karena dalam menerapkan PPK-BLUD di Puskesmas ini bukanlah perkara yang gampang maka Dinkes Inhil menganggap perlunya dilakukan kunjungan ke Dinkes Dumai mengingat sejak awal tahun 2015 ini, seluruh Puskesmas yang ada di Kota Dumai sudah menerapkan PPK-BLUD.

“Karena ingin belajar tentang aturan, regulasi makanya kami datang langsung ke Dumai sehingga nantinya kami bisa melakukan persiapan PPK-BLUD didaerah kami,” tutur wanita yang akrab disapa Alvi ini.

Tentu saja dengan kunjungan ini Dinkes Dumai bisa membantu Dinkes Inhil baik dari segi informasi maupun dokumen yang dibutuhkan untuk penerapan PPK-BLUD Puskesmas mengingat di Kabupaten Inhil terdapat 27 Puskesmas, 152 Pustu dan 75 Puskesdes yang tersebar di 20 Kecamatan.

“Makanya, dikunjungan ini saya juga mengajak staf agar mereka lebih termotivasi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Dumai, H Paisal menyatakan sangat menyambut baik kunjungan Dinkes Inhil ini, karena ada banyak informasi yang bisa di sharing melalui kegiatan ini.

“Pada intinya kami (Dinkes-red) sangat terbuka jika ada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota lainnya yang ingin belajar bagaimana menerapkan PPK-BLUD dan melihat sejauh mana perkembangan PPK-BLUD Puskesmas yang ada di Kota Dumai yang diawal tahun ini sudah diterapkan. yang paling penting dalam penerapannya dibutuhkan komitmen bersama,” imbuhnya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi dan rombongan Dinkes Inhil mengunjungi Puskesmas Dumai Kota.(adi/adv)




Menuju Inhil Bebas Pasung 2017, Sejumlah Pasien Gangguan Kejiwaan Sudah Mulai Kembali Berbaur di Masyarakat

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Perlahan namun pasti, Program Indragiri Hilir (Inhil) Bebas Pasung tahun 2017 yang telah dicanangkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) beberapa waktu lalu menunjukan perkembangan dan kemajuan yang cukup mengembirakan.

Pasalnya, sejumlah pasien dengan gangguan kesehatan kejiwaan yang terdata oleh para petugas medis di lapangan sudah mengalami perubahan perilaku ke arah yang lebih baik, hingga bisa kembali berbaur di tengah-tengah masyarakat, dimana sebelumnya mereka hanya dipasung dan jauh dari keramaian.

Seperti pengakuan Sopianto, Kepala Pustu Bakau Aceh, Wilayah Kerja Pustu Batang Tumu, Kecamatan Mandah saat berbincang dengan detikriau.org. Menurutnya, setelah dilakukan penjaringan di wilayah kerjanya, ditemukan ada 2 pasien yang mengalami gangguan kesehatan kejiwaan.

“Mereka adalah Pak Rus, yang sudah dipasung selama 20 tahun dan Ibu Ner, yang dipasung sekitar 3 tahun,” tutur Sopianto saat ditemui di Kantor Dinkes Inhil, Jalan M Boya Tembilahan, kemarin.

Setelah mendapatkan perawatan dan pengobatan yang intensif dari tenaga medis, lanjut Sopianto, akhirnya Ibu Ner sudah bisa berbaur kembali ke masyarakat, seperti pergi ke pasar sendiri, bisa melakukan pekerjaan rumah, serta mampu berkomunikasi dengan pihak keluarga dan masyarakat.

“Begitu juga dengan Pak Rus, yang pertama kali ingin diberikan tindakan injeksi atau suntikan mengamuk, tapi setelah seminggu suntikan pertama dan diberikan obat secara rutin setiap malam, kini sudah mau dan dengan keinginan sendiri minta disuntik, serta bisa berkomunikasi secara kooperatif,” terangnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie menyatakan bahwa apa yang telah dicapai Pustu Bakau Aceh ini merupakan modal awal keberhasilan dan patut menjadi contoh bagi yang lainnya terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi para pasien dengan gangguan kesehatan kejiwaan.

“Kita bertekad dan berusaha semaksimal mungkin, supaya penuntasan pasung di Inhil bisa terwujud. Kita tidak mau lagi ada masyarakat yang dipasung,” imbuhnya.(adi/adv)




Dinkes Komit Bangun Kesehatan Masyarakat Inhil

kadinkes Inhil, Hj Alvi Furwanti
kadinkes Inhil, Hj Alvi Furwanti

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) berkomitmen, untuk membangun kesehatan masyarakat di seluruh daerah di Negeri Seribu Parit.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi. Menurutnya hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan Inhil sehat, sesuai dengan spirit baru menuju kabupaten yang maju, bermarwah dan bermartabat.

Dikatakan Alvi, gambaran masyarakat Kabupaten Inhil di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan, yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan sehat, dengan meningkatkan perilaku hidup bersih, nyaman, aman dan sehat, serta memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata.

“Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dan terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya,” tutur Alvi.

Adapun strategi pembangunan kesehatan yang diterapkan di Kabupaten Inhil, diantaranya dengan menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, dengan menyediakan dan pemerataan SDM kesehatan, ketersediaan obat dan alat kesehatan, serta meningkatkan pembiayaan kesehatan.

“Output yang kita harapkan nantinya adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal dan mampu mengatasi permasalahan secara mandiri,” terangnya.(adi/adv)