Bupati Harapkan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Mampu Bekerja Maksimal

DSC_1993Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan berharap Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman akan dapat bekerja maksimal sesuai tupoksi yang diembannya. Untuk itu, apa yang menjadi kebutuhan Dinas termasuk intensif pekerja lapangan akan lebih diperhatikan.

“Kalau memang sekarang ini insentif yang kita bayarkan bagi para petugas hanya dua jam dalam satu hari, maka kedepan akan sesuaikan dengan kebutuhan yang akan ditingkatkan sesuai dengan peningkatan jumlah waktu kerjanya. Namun tentunya juga perlu diperhatikan keberhasilan tugasnya,” Ujar Bupati saat kunjungan perdananya pada salah satu Dinas pecahan dari Dinas PU Inhil ini di jalan Veteran Tembilahan, Senin (9/2/2015).

Ditambahkan Bupati, Dinas baru itu merupakan salah satu dinas yang menjadi harapan dan prioritasnya untuk penataan kota Tembilahan, terutama dalam hal penataan kebersihan kota.

“Dalam dua atau tiga hari kedepan saya ingin langsung bertemu petugas lapangan, mulai dari tukang sapu maupun pembersih got, ini penting saya lakukan karena kehadiran dinas baru ini diharapakan akan memberi perubahan terutama pada wajah kota,” tambah Wardan.

Untuk mencapai target, Bupati meminta agar Dinas memiliki rencana kerja yang baik serta harus memiliki target kedepan dalam melaksanakan tugasnya untuk menjadikan kota Tembilahan ini bersih sesuai harapan. (mirwan/adv pemkab inhil)




Dinas Baru, Warga Harapkan Kebersihan Kota Lebih Baik

petugas-kebersihan-membersihakn-tumpukan-sampah-yang-berserakan-di-depan-sd-09-jalan-baharudin-jusuf-tembilahanTembilahan (detikriau.org) – Warga Tembilahan berharap kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman untuk segera bekerja dengan serius khususnya dalam mengatasi persoalan sampah di dalam kota Tembilahan.

Menurut salah seorang warga Tembilahan, Herman (41), tolok ukur utama kinerja Dinas baru pecahan dari Dinas PU ini dimata masyarakat adalah mampu atau tidaknya ianya menciptakan kota Tembilahan yang bersih dan indah.

“Sebagai masyarakat kami sangat berharap Dinas ini akan mampu mengatasi persoalan sampah yang selama ini kerap menimbulkan kesan kumuh bagi kota Tembilahan,” Ujarnya, Selasa (7/1/2014)

Ditambahkan Herman, dengan berdiri sendiri, DKPP harusnya akan lebih mudah untuk melakukan koordinasi dan mengambil kebijakan sehubungan dengan tugas dan fungsinya.

Juned, warga Tembilahan lainnya juga menyampaikan harapan yang hampir senada. Selama ini menurutnya, produksi sampah yang dihasilkan oleh aktifitas masyarakat kerap tidak sebanding dengan jadwal pengangkutan. Akibatnya, dilokasi penampungan sementara sampah kerap menumpuk dan mengganggu aktifitas masyarakat.

Dalam kesempatan itu ia juga sempat menyarankan agar Dinas terkait menyediakan tempat sampah yang lebih memadai di lokasi penampungan sementara agar sampah-sampah tidak sampai berserakan, menimbulkan bau yang tidak sedap dan pastinya mengganggu keindahan kota.

“setidaknya sediakan sarana yang memadai dilokasi penampungan sementara. Jangan sampah dibiarkan berserakan yang menimbulkan pemandangan kota menjadi kumuh dan jorok.” Sarannya.

Pantauan lapangan, beberapa lokasi penampungan sementara selama ini memang kerap kali terlihat tumpukan sampah yang dibuang berserakan. Meski petugas kebersihan beberapa kali mengangkut sampah dari lokasi penampungan sementara itu, tumpukan sampah sepertinya tidak ada habis-habisnya.

Beberapa lokasi penampungan sampah sementara itu diantaranya adalah pada perempatan jalan baharudian jusuf dan batang tuaka, jalan H sadri tepatnya di depan pemakaman umum jabata, pertigaan jalan RA Kartini, perempatan jalan H Khalidi dan RA Kartini, beberapa titik di ruas jalan H Said, pertigaan jalan sudirman ujung tepatnya disamping SD 001/003 Kecamatan Tembilahan serta beberapa titik penampungan sampah sementara lainnya.