Rencana Pembubaran Koperasi Pasif, Dianto Beri Waktu 2 Bulan

Kadiskop UMKM Inhil, Dianto mampanini
Kadiskop UMKM Inhil, Dianto mampanini

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Dianto Mampanini memberi waktu 2 bulan untuk mengusulkan kembali pengktifan koperasi pasif.

“Terhitung sejak hari ini. Waktunya hanya dua bulan, jika lewat maka positif kita bubarkan,” tegas Dianto di hadapan awak media, Selasa (26/4/2016).

Saat sekarang ini saja katanya, sudah ada beberapa koperasi yang merespon akan mengaktifkan kembali koperasi mereka. Respon tersebut diterima dengan syarat melengkapi secara administrasinya.

Menurutnya, Diskop telah memasukkan ratusan nama koperasi yang terdaftar dalam rencana pembubaran. Sebelum didubarkan nantinya, pihaknya akan mengumumkan kembali terlebih dahulu sebagai bentuk memberi waktu terakhir kepada pihak koperasi yang ingin kembali diaktifkan.

“Yang jelas kita komitmen dalam tahun 2016 ini akan membubarkan koperasi-koperasi yang tidak aktif,” pungkasnya./ Mirwan

2016, Diskop UMKM Inhil Akan Bubarkan 116 Koperasi. Ini Daftarnya…

 




Tingkatkan Penghasilan Petani Kelapa, Diskop UMKM Inhil Akan Kembangkan Usaha Gula Semut

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) programkan untuk mengembangkan usaha gula semut.

Menurut Kepala Diskop UMKM Kabupaten Inhil Dianto Mampanini, saat ini, sudah ada sejumlah masyarakat di Inhil yang mengembangkan usahan tersebut.

“Di wilayah kecamatan Tempuling ada, dalam waktu dekat kami akan meninjau langsung dan berupaya untuk mengembangkannya,” kata Dianto.

Dijelaskannya kebutuhan akan gula semut di pasaran cukup besar, hal ini tentunya membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat, terutama bagi petani kelapa. Sebab produksi gula itu terbuat dari kelapa.

Untuk diketahui, gula semut merupakan salah satu bentuk diversifikasi gula merah yang berbentuk serbuk atau butiran kecil-kecil yang berwarna kuning hingga kecoklatan. Gula semut dihasilkan dari pengolahan nira palma, baik nira yang berasal dari pohon kelapa (Cocos nucifera), pohon aren (Arenga pinnata) dan pohon lontar (Borassus flabelifer).

Di pasaran gula semut juga dikenal dengan sebutan gula serbuk, gula palem, gula puter, atau gula tanjung. Gula semut mempunyai spesifikasi produk yaitu berbentuk serbuk, aromanya khas, berwarna kuning kecoklatan atau kemerah-merahan serta keadaannya kering dan bersih.

Kegunaan gula semut diantaranya dapat langsung dikonsumsi sebagai sumber energi, gula ini sering dibawa sebagai perbekalan wisatawan, pendaki gunung, camping dan jemaah haji sebagai penambah energi alami.

“Biasanya gula itu juga disajikan di restoran-restoran dan hotel karena jenisnya sangat bercirikhas dan menarik. Bisa difungsikan untuk apa saja baik makanan maupun pemanis minuman,” ulasnya./mirwan




Kadiskop UMKM Buka RAT Koppas Kasuma Ke-21

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Diskop UMKM)  membuka secara resmi Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pasar Karya Subur Mandiri (Koppas Kasuma) ke-21, Rabu (23/3/2016) malam.

Rapat tersebut berlangsung di kantor Koppas Kusuma jalan H Said Tembilahan yang dihadiri langsung oleh Ketua Koppas Kusuma H Muchlis D, ketua RT setempat serta para anggota koperasi.

Kepala Diskop UMKM Dianto Mampanini dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terlaksananya RAT. Menurutnya, usia Koppas Kasuma bukanlah usia muda, namun sudah cukup berpengalaman dalam menjalankan tugas di tengah-tengah masyarakat.

Untuk itu, diharapkannya kepada seluruh pengurus Koppas Kasuma untuk dapat mengembangkan ke arah yang lebih besar lagi, khususnya kepada sektor ril sesuai kebutuhan masyarakat.

“Bergeraklah dibidang tertentu yang dibutuhkan mayoritas masyarakat kita, salah satu contohnya seperti membantu permodalan usaha dengan harapan ada peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Dianto.

Namun disamping itu, ia memberi saran tegas kepada koperasi-koperasi yang ada, apapun bentuk kinerjanya, harus mengutamakan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Ketua Koppas Kusuma H Muhclis D mengatakan bahwa seluruh anggotanya saat ini tercatat sebanyak 464 anggota. 90 persen diantaranya adalah para pedagang dan selebihnya para PNS. / Mirwan




Diskop UMKM Inhil Upaya Tingkatkan Sistem Manajemen Kelembagaan Koperasi

Kadiskop dan UMKM Inhil, Dianto Mampanini
Kadiskop dan UMKM Inhil, Dianto Mampanini

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akan lebih meningkatkan sistem manajemen kelembagaan koperasi se-Inhil.

“Kedepan, kita fokus bagaimana supaya kelembagaan koperasi bisa lebih baik lagi dari sebelumnya, khusus untuk sistem manajemen kelembagaannya,”Ujar Kepala Diskop UMKM Inhil, Dianto Mampanini kepada detikriau.org, kemarin.

Dalam hal ini, ia berencana menjajaki usulan kepada pimpinan daerah serta DPRD Kabupaten Inhil terkait beberapa bentuk kegiatan. Bahkan diwacanakannya akan mencoba menyampaikan usulan-usulan kegiatan hingga Pemprov Riau dan Pusat.

Kegiatan yang akan diusulkan tersebut dalam bentuk Diklat, Workshof Teknis dan lain sebagainya yang bisa meningkatkan manajemen kelembagaan koperasi.

“Tentu saja, secara otomatis peningkatan nantinya dalam bentuk pengadministrasian koperasi hingga peningkatan sumber daya manusia,” imbuhnya. Mirwan




Kedepan, Diskop UMKM Inhil Upayakan Aktifkan Kembali Koperasi Yang Pasif

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengupayakan kedepannya untuk mengaktifkan kembali sejumlah koperasi yang saat ini tidak lagi aktif.

Bahkan diwacanakan juga akan dilakukan pembinaan dan pelatihan secara khusus terhadap sejumlah koperasi tersebut sebagai bentuk usaha menumbuhkan motivasi agar para anggota koperasi mampu menyusun kinerja sesuai yang diharapkan.

“Kita akan tingkatkan lagi kualitas koperasi, terutama upaya menghidupkan sejumlah koperasi yang sedang pasif melalui pembinaan nantinya,” ungkap Kepala Diskop dan UMKM Kabupaten Inhil, Dianto Mampanini, kemarin.

Jika berhasil, menurut Dianto akan tampak ketika anggota koperasi sukses menyusun laporan pertanggung jawaban maupun pengawas.

Dengan demikian, diharapkannya para anggota dapat mempelajari lagi segala persoalab koperasi hingga mengerti dan memahami serta memiliki keterampilan secara teknis mengenai perkoperasian baik mengenai pengelolaan organisasi atau kelembagaan usaha hingga sistem pengadministrasian.

“Wacana pembinaan terhadap koperasi ini nantinya akan dilakukan secara merata, untuk itu akan dilakukan lagi pendataan kepastian terhadap koperasi yang aktif dan tidak. Saat ini kami masih menyusun strategi dan ditargetkan secepatnya,” paparnya. Mirwan/adv




Dianto: Koperasi Cukup Berperan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Kadiskop dan UMKM Inhil, Dianto Mampanini
Kadiskop dan UMKM Inhil, Dianto Mampanini

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Dianto Mampanini menyebutkan bahwa keberadaan koperasi cukup berperan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

Menurut pasal 4 Undang-undang nomor 25 tahun 1992 tentang fungsi dan peranan koperasi salah satu diantaranya untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.

Selain itu juga berperan secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat serta memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.

“Dari data yang ada, kebanyakan koperasi itu sebagai wadah membantu usaha. Artinya, keberadaan koperasi berperan meningkatkan ekonomi masyarakat,” ungkap Dianto Mampanini dalam sambutan salah satu kegiatan RAT Koperasi kemarin.

Untuk itu lanjutnya, seluruh anggota koperasi di Inhil berkemungkinan besar mampu mengembangkan koperasi. Bahkan kata Dianto, pengaruh pada pengembangannya pun ada pada pengurus koperasi.

“Pesan saya, cari di Inhil ini sesuai sektor usaha keseharian masyarakat misalnya penyediaan sembako, pupuk maupun lainnya. Dengan begitu, peningkatan ekonomi akan tampak lebih meningkat,” imbuhya. Mirwan/adv