Salah Gunakan LPG Subsidi, Disperindag Ancam Sita dan Cabut Izin Usaha
Kadisperindag Inhil, Dianto Mampanini saat melakukan sidak sejumlah pengusaha Non Mikro di Kota Tembilahan. senin (26/3/2018)
Tembilahan, detikriau.org – Kepala Dinas perindustrian dan perdagangan, (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir, Dianto Mampanini mengancam akan melakukan penyitaan bagi Pengusaha Kuliner Non Mikro yang kedapatan mempergunakan LPG Subsidi dalam kegiatan operasionalnya. Sedangkan untuk agen atau penyalur yang menyalahi aturan, sangsi diberlakukan hingga pencabutan izin usaha.
Penegasan ini disampikan Dianto disela pelaksanaan Sidak di sejumlah tempat pengusaha kuliner non mikro di kota Tembilahan, Senin (26/3/2018)
“Sangsi bagi pengguna usaha non mikro menggunakan gas bersubsidi adalah dengan melakukan penyitaan, sementara bagi agen atau pangkalan sangsi paling berat berupa pencabutan izin usaha.” Warning Dianto
Menurut Dianto, salah satu penyebabnya kelangkaan gas subsidi 3 Kg adalah penggunaan yang tidak tepat sasaran, maka dari itu, mantan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Mikro Inhil ini mengingatkan kepada pihak usaha non mikro untuk tidak lagi menggunakan gas bersubsidi.
Dalam pelaksanaan sidah kali ini, Kadisperindag Inhil didampingi Kepala Bidang Perdagangan Disperindag, Azwar C, dan Sales Executive LPG V Pertamina, Adi Bagus Haqqi.
Hasil pelaskanaan sidak, Disperindag masih menemukan sejumlah pengusaha kuliner non mikro yang mempergunakan gas subsidi dalam kegiatan operasionalnya. Sangsi-pun ditegaskan dengan memberikan peringatan terakhir. / Ikhwan
Kadiskop UMKM Inhil Buka Resmi Kegiatan Pelatihan Menjahit Bagi UMK
Tembilahan, detikriau.org – Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Indragiri Hilir, H Dianto Mampanini meminta kepada seluruh peserta pelatihan menjahit untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali tambahan ilmu semaksimal mungkin. Dengannya, diharapkan nantinya akan memberikan dampak yang baik kepada diri peserta sendiri, keluarga dan Masyarakat secara umumnya.
Pernyataan ini disampaikan Dianto dalam kata sambutannya saat membuka resmi kegiatan pelatihan menjahit bertempat di Aula salah satu Wisma di Kota Tembilahan, Senin (14/11/2016).
Disampaikannya, Pemkab Inhil melalui Dinas Koperasi UMKM dalam hal ini hanya bertindak sebagai Katalisator atau penyambung. Penyambung apa yang diinginkan masyarakat. Sehubungan dengan kegiatan ini, masyrakat ingin memndapatkan tambahan keterampilan dalam bidang menjahit, Dinas sebagai katalisator hanya memfasilitasi.
“Kita berharap setelah usainya pelatihan ini, peserta benar-benar mendapatkan tambahan pengetahuan yang nantinya dapat menjadi bekal untuk lebih menumbuhkembangkan bidang usaha yang ditekuninya,”Pesan Dianto.
Disamping diberikan Pelatihan, ditambahkan mantan Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Perumahan Rakyat Kab Inhil ini, pemerintah juga memberikan bantuan berupa peralatan mesin. Mesin-mesin bantuan ini kiranya dapat dijadikan pemicu atau sebagai modal awal.
“Nanti kita akan Evaluasi apakah usaha-usaha yang dijalankan dapat berkembang dan memberikan manfaat secara ekonomi kepada diri pribadi, keluarga dan masyarakat sekitar.” Akhiri Dianto
Sementara itu, dalam laporannya Panitia Pelaksana yang disampaikan, Guntur, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan menjahit ini diantaranya ditujukan untuk menumbuhkembangkan usaha ekonomi mikro dengan memberikan tambahan ilmu sesuai bidangnya. Diharapkan dengannya nanti akan dapat meningkatkan kualiatas produk yang dihasilkan dan memperluas pangsa pasar.
Usai membuka kegiatan, Kepala Dinas Koperasi UMKM Inhil memberikan bantuan mesin secara simbolis kepada peserta pelatihan. Untuk setiap kelompoknya, diberikan bantuan berupa 1 unit mesin obras dan 5 unit mesin jahit.
Pelatihan menjahit ini diikuti oleh 22 orang peserta yang berasal dari 5 Kecamatan di Inhil yakni, Kecamatan Concong, Kuindra, Enok, Kempas dan Tembilahan./Adv/dro
H Dianto Mampanini Pinta Petugas Evaluasi Database Koperasi dan UMKM Bekerja Dengan Benar
Kepala Dinas Koperasi H Dianto Mampanini (dua dari kiri) saat membuka resmi kegiatan Rakor Persiapan Updating Database Koperasi dan UMKM di Aula salah satu Hotel di Kota Tembilahan, senin (7/11/2016)
Tembilahan, detikriau.org – Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir, H Dianto Mampanini SE MT meminta kepada seluruh petugas yang nantinya akan melakukan Evaluasi Database Koperasi secara langsung dilapangan untuk bekerja dengan benar dan sesuai petunjuk yang telah diberikan.
Dengan terkumpulnya akurasi data yang lengkap diharapkan akan memberikan kemudahan dalam melakukan pembinaan.
Menurut Dianto, berdasarkan data yang disampaikan PPKL, diseluruh Inhil terdata sebanyak 146 Koperasi Aktif dan 331 koperasi tidak aktif.
“Ini yang coba kita lakukan verifikasi ulang. Jika dilihat dari data ini, jumlah Koperasi aktif lebih sedikit dibandingkan dengan Koperasi tidak aktif. Kita ingin dapatkan data selengkap-lengkapnya mengenai hal ini karena hasilnya akan menjadi pedoman bagi kita untuk melakukan berbagai langkah upaya pembinaan terhadap Koperasi dan UMKM di Inhil kedepannya, ” Sampaikan Kadiskop UMKM Inhil, H Dianto Mampanini kepada detikriau.org usai membuka resmi kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Updating Database Koperasi dan UMKM di Aula salah satu Hotel di Kota Tembilahan, senin (7/11/2016)
Dalam verifikasi ulang, ditambahkan Mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Perumahan Rakyat Inhil ini, Diskop akan mengumpulkan data Valid. Dilapangan akan dikumpulkan data akurat terutama terhadap koperasi yang tidak aktif. apakah Koperasi-Koperasi yang tidak aktif itu disebabkan pengurusnya atau dikarenakan aktifitasnya yang memang tidak ada.
Terhadap Koperasi yang tidak aktif, nantinya petugas akan memintakan Justifikasi dari Kepala Desa atau Kelurahan setempat. Setelahnya Diskop akan mengambil sikap dengan memasukkan koperasi-koperasi yang benar-benar tidak aktif ini kedalam usulan untuk dibekukan.
Kedepannya ia berharap Koperasi-Koperasi yang terdata tidak lagi banyak dari perhitungan jumlah tetapi lebih kepada kualitas. “Makanya saya meminta agar petugas pendata melaksanakan pendataan secara efektif untuk mengumpulkan data dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” Tegas Dianto
Masih menurut Dianto, hingga saat ini, dari total seluruh Koperasi yang terdata, hanya 62 Koperasi yang sudah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Minimnya pelaksanaan RAT oleh Koperasi ini menurutnya bisa dikarenakan koperasi-koperasi tersebut memang tidak ada aktifitas atau bisa juga disebabkan kelemahan atau ketidakmampuan pengurus dalam menyajikan laporan.
Oleh karenanya, Diskop UMKM Inhil telah membuat suatu aplikasi system informasi manajemen koperasi untuk mengatasi persoalan bagaimana membuat laporan akuntasi bagi koperasi.
“melalui sistem ini nantinya pengurus koperasi akan mampu menyediakan bahan laporan dalam melaksanakan RAT.” Akhiri Dianto.
Rapat Koordinasi Persiapan Updating Database Koperasi dan UMKM yang dilaksanakan Diskop UMKM Inhil ini diagendakan selama 2 hari terhitung sejak Senin 7/11/2016 – Selasa 8/11/2016./adv/dro
Dalam Waktu Dekat, Diskop UMKM Inhil Kembali Lakukan Pelatihan Menjahit
“kali Ini diikuti oleh 22 orang peserta dari 5 Kecamatan di Inhil”
Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana Dinas Koperasi UMKM Inhil, Guntur SE
Tembilahan, detikriau.org – Dalam waktu dekat, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir kembali akan melakukan pelatihan keterampilan menjahit. Kegiatan yang diagendakan berlangsung selama 1 pekan itu akan diikuti oleh 22 orang peserta dari 5 Kecamatan di Kabupaten Inhil.
“kita agendakan bulan ini. Tapi tanggal pastinya belum kita tentukan. Pesertanya sejumlah 22 orang yang berasal dari 5 Kecamatan di Kabupaten Inhil yakni Kecamatan Concong, Kuindra, Enok, Kempas dan Tembilahan,” Sampaikan Kepala Dinas Koperasi UMKM Inhil, H Dianto Mampanini SE, MT melalui Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana Guntur SE diruang kerjanya kepada detikriau.org, selasa (1/11/2016)
Diterangkan Guntur, para peserta nantinya akan dilatih oleh intruktur dari Kota Tembilahan yang memang sudah memiliki pengalaman dan ketrampilan menjahit yang mumpuni. Diharapkan dengan keterampilan itu, nantinya para peserta akan dapat membuka usaha yang hasilnya dapat dimanfaatkan tambahan penghasil keluarga.
“makanya kita berharap kepada seluruh peserta agar dapat mempergunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya agar transfer ilmu yang didanai melalui APBD Inhil TA 2016 itu dapat terserap dengan baik dan memberikan manfaat yang baik pula khususnya bagi peserta,” Harap Guntur.
Disampaikannya, untuk mendapatkan pelatihan menjahit yang rutin dilaksanakan Diskop UMKM Inhil setiap tahunnya ini, kelompok masyarakat bisa mengajukan permohonan kepada Bupati Inhil melalui Diskop UMKM. Setiap proposal yang masuk, akan dilakukan penyeleksian oleh Tim di Diskop UMKM secara professional.
“Usai pelatihan nanti, setiap peserta akan diberikan bantuan satu unit mesin jahit yang dapat digunakan untuk terus mengasah keterampilan dan mengembangkan ilmu yang sudah didapat sekaligus sebagai modal awal untuk membuka usaha.” Pungkas Guntur./Adv/Am
Kadiskop UMKM Dr Dianto saat membuka penyuluhan keamanan pangan
TEMBILAHAN, detikriau.org – Dinas Koperasi (Diskop) Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar penyuluhan keamanan pangan bagi pengusaha yang bergerak dibidang pengolahan makanan ringan, Selasa (26/7/2016).
Kegiatan yang berlangsung di aula Hotel Harmoni Tembilahan itu dibuka langsung oleh Kepala Diskop UMKM Inhil Dianto Mampanini dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan dan pengurus MUI Inhil serta puluhan peserta UMKM se-Kabupaten Inhil.
Kepala Diskop UMKM menyebutkan, kegiatan itu dilaksanakan dalam bentuk pelatihan yang ditujukan kepada para pengusa khususnya yang bergerak dibidang pengolahan makanan. Tujuannya untuk meningkatkan hasil produksi mulai dari mutu produk hingga jaminan kehalalannya.
“Kita datangkan narasumber dari Dinas Kesehatan dan MUI Kabupaten Inhil, supaya para pengurus UMKM yang ada ini bisa bekerja sesuai standar dalam memproduksi makanan tanpa ada keragu-raguan lagi,” kata Dianto.
Kedepan, pihaknya berencana tidak hanya sebatas menghasilkan produk makanan, namun juga akan melakukan pelatihan terhadap keragaman hasil produk itu sendiri termasuk variasi kemasannya. Hanya saja katanya, saat ini masih terkendala persoalan permodalan.
“Itu rencana kita kedepan, harapannya bisa sukses melalui program kerjasama dengan Perbankan terutama BRI dan Bank Mandiri sebagai pihak yang membantu dibidang permodalan,” terangnya.
Untuk pemasaran, selain Outlet di jalan Baharuddin Yusuf, Diskop juga mencoba mempromosikan melalui sistem internet, karena sistem itu dinilai akan mempermudah penyebarannya.
“Yang jelas, pelatihan-pelatihan tidak hanya saat ini tetapi akan berlangsung pada pelatihan-pelatihan berikutnya, terutama bagi UMKM yang belum sempat mengikuti kegiatan yang sedang berlangsung,” tutupnya./ Mirwan
Dianto: Perbup Sebentar Lagi Tuntas. Camat Bisa Keluarkan Izin UMKM
Kadiskop UMKM Inhil, Dianto mampanini
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Dianto Mampanini menyatakan bahwa peraturan Bupati tentang kewenangan camat mengeluarkan izin UMKM dalam waktu dekat akan tuntas.
“Masih proses, sebentar lagi siap. Yang jelas dalam bulan ini juga kita selesaikan,” kata Dianto, Selasa (26/4/2016) kemarin.
Diketahui, upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) RI nomor 98 tahun 2014 tentang perizinan untuk usaha mikro dan kecil.
Dimana dalam Perpres tersebut mengatur kalau izin UMK sudah bisa dilakukan di pemerintahan kecamatan.
Jika Perbup sudah berlaku, maka pelaku usaha mikro dan kecil bisa langsung merurusan di pemerintahan kecamatan setempat. Selama ini diketahui setiap meminta perizinan harus datang terlebih dahulu ke Diskop UMKM dan ini dinilai sedikit sulit karena jauh di pusat ibu kota Kabupaten.
Setelah mendapat izin, lanjutnya, maka pemilik usaha akan mendapat Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) dari Bank BRI ataupun Bank Mandiri. Tujuannya, IUMK tersebut mendukung dalam mengembangkan usaha di masing-masing wilayah.
“Yang memiliki kartu IUMK bisa meminta bantuan kepada pihak Bank untuk penambahan modal usaha, tentunya akan bermanfaat serta ekonomi masyarakatpun bisa lebih meningkat,” tutupnya./ Mirwan/adv