Diterjang Badai Angin, 5 Unit Rumah Warga di Pengalihan Ambruk

Gambar ilustrasi rumah ambruk akibat terjangan angin kencang. foto ilustrasi, net
Gambar ilustrasi rumah ambruk akibat terjangan angin kencang. foto ilustrasi, net

ENOK (detikriau.org) – Sedikitnya 5 unit rumah warga mengalami rusak berat akibat terjangan badai angin, Selasa (24/5/2016) malam.

Insiden tersebut terjadi di Desa Pengalihan Kecamatan Enok sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, kondisi cuaca setempat sedang hujan lebat.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBO Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Ipda Heriman Putra membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Malam kejadiannya, tetapi tidak ada korban jiwa,” kata Heriman, Rabu (25/5/2016).

Kini, pemerintah desa setempat bersama kepolisian serta masyarakat sudah bertindak dengan bergotong royong untuk memperbaiki sejumlah bangunan yang rusak. Sedangkan korban, untuk sementara ditempatkan di rumah warga sekitar./ Mirwan




Bupati Yopi Tandatangani Komitmen Bersama Akreditasi RSUD Indrasari

RPS_9144Rengat, detikriau.org-Bupati Inhu H Yopi Arianto bersama pimpinan dan karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk dukungan menuju akreditasi rumah sakit versi 2012.

Penandatangan komitmen bersama ini dilakukan pada sebuah spanduk di halaman RSUD Indrasari Rengat, Selain Bupati Yopi beserta pimpinan dan karyawan RSUD Indrasari Rengat, penandatangan komitmen bersama ini juga dilakukan oleh para pedagang serta petugas parkir di RSUD Indrasari Rengat.

Akreditasi rumah sakit versi 2012 merupakan salah satu pengakuan dari pemerintah terhadap rumah sakit yang telah memenuhi standar pelayanan maksimal serta fasilitas yang memadai bagi masyarakat. Akreditasi ini ditargetkan dapat diraih oleh RSUD Indrasari Rengat.

“Komitmen untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat harus dilakukan oleh setiap unsur yang ada di Rumah Sakit baik itu dokter, perawat, bidan ataupun pihak-pihak yang terkait dalam pelayanan RSUD Indrasari,” ungkap Bupati Yopi usai melakukan penandatanganan dukungan komitmen yang digelar di Halaman depan RSUD Indrasari, Selasa (24/5/2016).

Tidak hanya RSUD Indrasari Rengat, Bupati Inhu H Yopi Arianto juga mendorong seluruh rumah sakit yang ada di Inhu berkomitmen meningkatkan pelayanan serta fasilitas sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Bupati juga minta pihak swasta dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Semakin banyak rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan terbaik, maka akan memudahkan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Selain menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap RSUD Indrasari Rengat menuju akreditasi versi 2012, Bupati Inhu H Yopi Arianto juga meninjau pelayanan kesehatan dan berdialog dengan sejumlah pasien dan keluarga pasien di RSUD Indrasari Rengat.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Inhu H Suhardi, Kepala Kantor Satpol PP Tukiyat dan sejumlah pejabat lainnya (zal)




Dinilai Terlalu Sibuk Urus Kegiatan Seremonial, Aduh, Dewan-pun Kritik Bupati Inhil

Tembilahan, detikriau.org – Anggota DPRD Inhil, Zulbahri menyebutkan bahwa seorang Bupati semestinya tidak pantas terlalu disibukkan dengan berbagai kegiatan seremonial. Masih banyak pekerjaan yang menyangkut kepentingan hajat orang banyak yang lebih mendesak, butuh perhatian dan keseriusan untuk segera dituntaskan.

“Prioritaskan kepentingan masyarakat. Jangan hanya disibukkan dengan berbagai kegiatan seremonial,” Lontarkan politisi Partai Nasdem ini dalam perbincangan dengan detikriau.org di gedung DPRD Inhil, senin (24/5/2016) kemaren

Hari ini menurut Zulbahri, jalannya roda pembangunan di Inhil terkesan vakum. Iapun mengaku sudah letih memanggil dan mendesak SKPD untuk mensegerakan pelaksanaan berbagai kegiatan pembangunan. Bahkan progress pekerjaan fisik yang sempat dilontarkan Bupati menurutnya patut diragukan.

“darimana progress pekerjaan fisik 10,03 persen itu. Saya mau Tanya, kegiatan fisik apa yang hari ini sudah jalan?. Setahu saya hanya kegiatan seremonial,” Ragukan Zulbahri

Tidak cukup sebatas itu, dengan nada suara sedikit bergetar menahan luapan kegelisahan, anggota Komisi III DPRD Inhil ini-pun bahkan menyebut Bupati terkesan tidak sayang daerah, tidak cinta dengan Kabupaten dan masyarakat Inhil. Jika sayang dan cinta dengan daerah ini, harusnya kalimat “takut” takkan terlontar. Bagaimanapun beratnya dan apapun resikonya harus ditempuh asalkan tidak menyimpang dari aturan.

“Jangan hanya bangga dengan prestasi dari kegiatan seremonial. Cukuplah sudah. Masyarakat menunggu aksi bukan sekedar janji,” Kritiknya pedas.

Diakhir kalimat kritikannya Zulbahri juga sempat mempertanyakan 8 program utama Bupati. Janji itu harus diperjuangkan bukan sekedar enak untuk diucapkan.

“harus jujur, dari 8 program utama itu, saya juga mau bertanya, mana yang sudah tercapai. Janji itu masuk RPJMD dan tentunya harus ada pertanggungjawaban.” Pungkasnya. /dro




Jelang Ramadan, Bunyi Petasan Mulai Ganggu Ketentraman Masyarakat

Tembilahan, detikriau.org – Menjelang tibanya bulan suci Ramadan, tidak hanya malam hari, siang bolongpun letusan suara petasan mulai kerap terdengar hampir disetiap sudut kota Tembilahan. Yang lebih mengkhawatirkan pengguna barang yang cukup berbahaya ini kebanyakan dari anak-anak usia sekolah dasar. Masyarakat berharap adanya pengawasan dari aparat kepolisian agar nantinya tidak menimbulkan dampak yang membahayakan.

“terusterang kita khawatir dengan semakin maraknya pengunaan petasan menjelang Ramadan ini. Sepertinya untuk mendapatkannya sangatlah mudah. Bahkan penggunanya banyak dari kalangan anak-anak usia sekolah dasar. Ini tentunya sangat berbahaya jika tanpa pengawasan,” Ungkap khawatir salah seorang warga Tembilahan, Rudi (41), selasa (24/5/2016)

Disamping cukup berbahaya ditambahkan rudi, Mudahnya memperoleh petasan membuat sebagian kalangan yang menggemarinya tidak lagi peduli dengan kenyamanan lingkungan sekitar. Hampir saban malam bahkan disiang hari suara kebisingan memekakkan telinga. Lama kelamaan kondisi ini mulai menuai keresahan masyarakat. Ironisnya sejauh ini belum ada tindakan dari aparat keamanan.

“jika tidak segera diambil tindakan dan terus berlanjut hingga bulan ramadan, kegaduhan yang ditimbulkan suara petasan tentunya akan menggangu kenyaman umat islam dalam menjalankan ibadah,” ujar Rudi

Kata Rudi juga, biasanya seperti menjelang bulan ramadan tahun-tahun sebelumnya polisi selalu merazia para pedagang namun ditahun ini belum ada tindakan. Pedagang petasan menurutnya harus ditertibkan karena dipastikan akan berdampak tidak baik bagi penggunanya apalagi juga mengganggu ketentraman masyarakat.

“Kalau kembang api masih dapat dimaklumi namun petasan tentu berbahaya,” Tutup Rudi./ Aam




Wakili Riau, Pelajar SMAN 1 Tembilahan Ini Ikuti Seleksi Paskibraka di jakarta

TEMBILAHAN, detikriau.org – Encik Muhamad Fajar namanya, siswa kelas X SMA Negeri 1 Tembilahan menjadi duta Pemerintah Provinsi Riau untuk mewakili Riau mengikuti seleksi Paskibraka tingkat nasional tahun 2016.

Remaja pasangan Encik Patimura dan Maisarah warga jalan Lingkar II Tembilahan Kota kelahiran 28 Januari 2000 ini merupakan putra daerah asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Ia berhasil menyingkirkan sekitar 62 peserta dari Inhil serta sekitar 38 peserta se-Riau. Dimana, seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Riau sejak tanggal 12 sampai 14 Mei 2016 itu diikuti sebanyak 38 orang.

Dari jumlah itu, 4 diantaranya dinyatakan lulus untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Nasional, salah satunya adalah Fajar.

“Awalnya, dari puluhan orang kita pilih 5 diantaranya seleksi di Pekanbaru, selanjutnya Fajar ini lulus dan selanjutnya akan mengikuti tes di tingkat Nasional pada bulan Juli mendatang,” kata Kabid Pemuda Disporabudpar Kabupaten Inhil, H Fajri Jauhari, Selasa (24/5/2016).

Disekolahnya Fazri dikenal mudah bergaul dan berperilaku baik dan ia tergolong pelajar kebanggaan di sekolah tempatnya mengenyam pendidikan.

“Anaknya baik, sopan dan ramah,” kata Kepala SMA Negeri 1 Tembilahan, M Fauzi.

Dijelaskan, sebelumnya SMA tersebut cukup lama tidak melakukan pelatihan Paskibraka. Namun berselang waktu, pihaknya kembali mencari bibit-bibit baru untuk keahlian dibidang itu.

Tak lama kemudian, pelatih Paskibraka melihat kemampuan Fajar cukup mapan sehingga direkomendasikan untuk menjadi Paskibraka Kabupaten.

Selanjutnya, Pemkab Inhil malah merekomendasikan mengikuti seleksi ke Provinsi dan kini berlanjut untuk mengikuti seleksi ditingkat pusat./ Mirwan




Bukan Hantu, Tapi Yang Satu Ini Ternyata Juga Membuat Anggota DPRD Inhil Ini Merinding…

Tembilahan, detikriau.org – Masyarakat berharap Pemkab Inhil melalui Dinas terkait untuk segera kembali melakukan pelelangan terhadap delapan paket pekerjaan peningkatan badan jalan yang sebelumnya sempat hilang tayang dari laman lpse.inhilkab.go.id

Menurut masyarakat, kerusakan infrastruktur jalan saat ini sudah sangat memprihatinkan. Jikalau pekerjaan proyek itu dapat tuntas dilaksanakan, keluhan masyarakat selama bertahun-tahun tentunya akan terobati.

“Kita berharap pemerintah untuk mensegerakan pekerjaan ini. Ini impian masyarakat selama bertahun-tahun. Jangan pupuskan harapan kami yang sudah didepan mata,” Sampaikan salah seorang warga Teluk Pinang, Adi baru-baru ini di Tembilahan.

Menurut Adi, selama bertahun-tahun infrastruktur jalan menuju ke Desanya dalam kondisi sangat memprihatinkan. Disaat musim penghujan, badan jalan yang membentang di tiga Kecamatan itu menjelma tak-ubahnya seperti kubangan sapi. Dan disaat musim kemarau, lubang jalan dan debu beterbangan menyesakkan dada.

“Masyarakat tidak ingin tau persoalan apa yang kini menjadi penyebab pekerjaan yang sebelumnya sudah sempat dilelang itu kembali dibatalkan. Yang kami tau dan inginkan pekerjaan ini dapat terlaksana dan dampaknya dapat dirasakan masyarakat secepatnya,” Pintanya, baru-baru ini di Tembilahan

Senada dengan harapan masyarakat, anggota Komisi III DPRD Inhil, Zulbahri-pun menyampaikan harapan serupa.

Menurut politisi Partai Nasional Demokrat Inhil ini, pekerjaan yang seluruhnya didanai melalui DAK ini harus tuntas. Jika tidak, ia memastikan entah kapan dana untuk pekerjaan peningkatan badan jalan ini kembali bisa didapatkan.

“Hari ini anggarannya sudah tersedia. Apalagi masalahnya. Segerakan prosesnya agar harapan masyarakatpun bisa disegerakan pemenuhannya,” Pinta Zulbahri, senen (23/5/2016).

Dalam hearing bersama Satker terkait dua pekan sebelumnya, Dewan juga sudah meminta dan mewanti-wanti Pemkab Inhil untuk mensegerakan penyelesaian proses lelang delapan paket tersebut. Bahkan menurutnya juga, Dewan sebelumnya sudah memintakan proses lelangnya kembali dilakukan selambatnya pada pekan kemaren. “Pekan lalu sudah selesai. Nyatanya hari inipun proses lelangnya belum juga dilakukan,” Kesal pria yang kerap dikenal bicara kritis ini.

Bahkan menurut Zulbahri, terus terang ia mengaku “merinding” jika membayangkan pekerjaan tersebut sampai gagal. Jika hal itu sampai terjadi, dampaknya akan sangat besar.

“Lepaskan kegiatan itu dari segala kepentingan pribadi. Harus tuntas!. Ingat jaman Bupati Azwin Jakob, 5 Tahun Inhil tidak dapat kucuran dana karena tidak mampu menuntaskan pekerjaan yang didanai melalui APBN,” Pungkasnya./dro