Pemkab Inhil Tetap Larang Aktivitas di Gereja HKBP Parit 8 Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) akan tetap menyegel bangunan gereja HKBP di parit 8 jalan Harapan Tembilahan. Hal tersebut sebagai tindakan ketidakresminya gereja.

Pernyataan itu dilontarkan Asisten I Setda Kabupaten Inhil, Afrizal di hadapan para aktivis Masyarakat Peduli Inhil (MPI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Tembilahan di Kantor Badan Kesbangpol Inhil, Senin (20/6/2016).

“Sejak beberapa tahun yang lalu, bangunan itu masih disegel sampai sekarang,” kata Afrizal, didampingi salah seorang pejabat Badan Kesbagpol Inhil, M Sidik.

Diketahui, maksud kedatangan sejumlah aktivis tersebut untuk meminta pemerintah bertindak keras. Yang mana, beberapa waktu lalu jajaran kepolisian Polres Inhil yang dipimpin langsung oleh Wakapolres menggelar kegiatan sosial yakni pengecatan bangunan.

Meski tidak begitu mencolok, namun kegiatan tersebut dinilai mencoba menghidupkan peribadahan. Sebab berdasarkan data Kesbangpol, proses pembangunan peribadahan itu tidak mencukupi persyaratan sesuai aturan kementerian.

“Kegiatan itu memang bukan kegiatan ibadah, tetapi akan menghidupkan ibadah. Tolong pemerintah ambil kebijakan. Kami sendiri tidak takut untuk bergerak, karena disana kami lihat masih ada tanda segel,” tegas Comel, salah seorang aktivis MPI.

Senada, Sultan salah seorang aktivis HMI menambahkan, meski katanya tidak begitu tendensi, namun ia menilai kegiatan aparat berseragam sudah mengarah melanggar aturan.

“Sudah berani sekali melakukan aktifitas di sana, meski hanya sebatas mengecat bangunan,” pungkasnya./ Mirwan




Bupati Inhil Kukuhkan Kepengurusan KKIH Jakarta

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengukuhkan kepengurusan Kerukunan Keluarga Indragiri Hilir (KKIH) Jakarta periode 2015-2018, Sabtu (18/6/2016).

Kegiatan tersebut berlangsung di Sahid Jaya Hotel Jakarta. Saat itu langsung diselaraskan kegiatan buka puasa bersama Pemkab Inhil dengan masyarakat Inhil di Jakarta.

Di tempat acara, Bupati Inhil didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Hj Zulaikhah Wardan, unsur Forkopimda Inhil, beberapa anggota DPRD Inhil, Sekdakab Inhil dan sejumlah pejabat esselon di lingkungan Pemkab Inhil.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, dialog antara pemerintah dengan pengurus organisasi sangat penting untuk diterapkan sebagai sumber pemikiran dalam kemajuan daerah.

“Jika banyak berdialog, maka akan banyak mendapat masukan, usul dan saran serta pemikiran-pemikiran baru yang bisa dijadikan landasan untuk membangun daerah tercinta kita,” kata Wardan.

Pada intinya, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini berharap ada kontribusi yang diberikan dari KKIH Jakarta kepada kampung halaman./Mirwan/Adv




Tanda Seseorang Mendapatkan Lailatul Qadar

Apa ada tanda seseorang telah mendapatkan malam lailatul qadar? Bagaimana ia bisa tahu kalau ia mendapatkan malam Lailatul Qadar?

Carilah Malam Lailatul Qadar

Kita diperintahkan untuk mencari lailatul qadar. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169)

Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil lebih memungkinkan daripada malam-malam genap. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha pula, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2017)

Ganjil tersebut bisa dihitung dari awal bulan, maka malam yang dicari adalah malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29. Namun bisa jadi pula lailatul qadar dihitung dari malam yang tersisa. Dalam hadits lain disebutkan,

لِتَاسِعَةٍ تَبْقَى لِسَابِعَةٍ تَبْقَى لِخَامِسَةٍ تَبْقَى لِثَالِثَةٍ تَبْقَى

Bisa jadi lailatul qadar ada pada sembilan hari yang tersisa, bisa jadi ada pada tujuh hari yang tersisa, bisa jadi pula pada lima hari yang tersisa, bisa juga pada tiga hari yang tersisa” (HR. Bukhari). Oleh karena itu, jika bulan Ramadhan ternyata 30 hari, berarti malam ketiga puluh adalah malam yang menggenapi. Jika dihitung dari hari terakhir, malam ke-22 berarti sembilan hari yang tersisa. Malam ke-24 berarti tujuh hari yang tersisa. Inilah yang ditafsirkan oleh Abu Sa’id Al Khudri dalam hadits shahih. Inilah yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa memilah-milah hari ganjil dan genap.

Tanda Malam Lailatul Qadar

1- Keadaan matahari di pagi hari, terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru

Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim no. 762)

2- Kedaan malam tidak panas, tidak juga dingin, matahari di pagi harinya tidak begitu cerah nampak kemerah-merahan

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18: 361. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahihul Jaami’ no. 5475)

Namun tanda tersebut tak perlu dicari-cari. Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah berkata,

وَقَدْ وَرَدَ لِلَيْلَةِ الْقَدْرِ عَلَامَاتٌ أَكْثَرُهَا لَا تَظْهَرُ إِلَّا بَعْدَ أَنْ تَمْضِي

“Ada beberapa dalil yang membicarakan mengenai tanda-tanda lailatul qadar. Namun itu semua tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu.” (Fath Al-Bari, 4: 260)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak mencari-cari tanda. Yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah memperbanyak ibadah saja di akhir-akhir Ramadhan,

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: – كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)

Tanda Seseorang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Syaikh Khalid Al-Mushlih hafizhahullah menyatakan bahwa tidak ada tanda khusus jika seseorang telah mendapatkan Lailatul Qadar. Terang beliau, kalau kita memperbanyak beribadah terus menerus di sepuluh hari terakhir Ramadhan, tentu akan mendapatkan malam penuh kemuliaan tersebut. Demikian yang beliau utarakan dalam salah satu video beliau di sini.

Yang patut pula dipahami bahwa cara menghidupkan malam tersebut bisa dengan mengerjakan shalat Isya, shalat tarawih (shalat malam) dan shalat shubuh. Mengerjakan ketiga shalat ini dapat dicatat telah mengerjakan shalat semalam suntuk.

Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.” (HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221).

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ بَقِيَّةُ لَيْلَتِهِ

Sesungguhnya jika seseorang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dihitung mendapatkan pahala shalat di sisa malamnya.” (HR. Ahmad 5: 163. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

Semoga Allah memudahkan kita untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar.

 

sumber: Rumaysho.Com

 




Warga Pertanyakan Pelaksanaan Perawatan Sejumlah Badan Jalan Provinsi di Inhu

“Terkesan dikerjakan asal jadi dan syarat penyimpangan”

Foto: net
Foto: net

Rengat ,detikriau.org – Masyarakat menduga pemeliharaan sejumlah ruas jalan Provinsi yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu dilakukan secara asal-asalan. Buktinya baru beberapa hari setelah dilakukan perbaikan, sejumlah badan jalan yang tanggungjawab perawatannya berada dibawah wewenang Balai Pengelolaan Jalan dan Jembatan (BPJ) Dinas PU Propinsi Riau secara swakelola itu sudah kembali rusak dan berlobang.

“Miliaran rupiah dana APBD provinsi Riau yang digelontorkan untuk kegiatan peningkatan serta pemeliharan jalan provinsi yang ada di wilayah Indragiri Hulu terkesan mubazir. Belum lama diperbaiki saat ini kondisi jalan kembali memprihatinkan karena kembali rusak dan berlubang,” kritik salah seorang warga Kelurahan Rengat Barat, Siahaan.

Diterangkannya, beberapa waktu lalu di ruas jalan pematang reba – belilas dan ruas pematang reba – Rengat didapati bagian permukaan badan jalan hanya dikerjakan tambal sulam itu kembali terkelupas dan menjadi retakan baru.

Bahkan menurut Siahaan, dia mendapati setiap titik yang dilakukan tambal sulam jarang bertahan lama, karena penerapan teknik konstruksi yang dilakukan beberapa pekerja lapangan tidak didampingi pengawasan teknik yang memadai.

Ditambahkannya, penerapan persiapan penggalian lobang yang akan ditambal pihak pekerja kerap tidak melakukan pengerukan secara maksimal. Bahkan kadang hanya mengelupaskan bagian atas atau permukaan jalan yang sudah ditambal sehingga ketebalan lapisannya sangat diragukan atau jauh dari spek yang sebenarnya. Tidak hanya itu, anehnya dibagian badan jalan yang akan di tambal, rata-rata dari luas tambalan pada bagian bawahnya hanya sebagian yang di keruk, selebihnya penerapan material tambalan ditumpukan begitu saja dibagian permukaan badan jalan yang tidak dikeruk.

“Ini diduga sikap licik pihak pengelola agar hemat bahan material tanpa memikirkan kualitas pekerjaan,” tuturnya.

Ditempat Terpisah, Ketua DPD LSM KPK Ir. Johansen Simanjuntak menilai pekerjaan yang dilakukan secara swakelola, sangat rentan terjadi penyelewengan. Tingkat kerentanan itu lanjut Johansen, kerap terjadi pada item pengadaan peralatan pekerja termasuk pekerjaan yang tidak mengikuti Spek yang ada. “ Biasanya dipoin ini kita duga kerap dijadikan lahan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mengeruk keuntungan,” Duganya

Ditambahkan Johansen, pekerjaan tambal sulam tersebut jangan terkesan hanya dikerjakan asal-asalan. Setiap pekerjaan yang sudah dikrjakan namun diulang kembali karena kembali rusak tentunya akan menimbulkan biaya tambahan kembali. pungkasnya (zal)




Sidak BPOM di Tembilahan, 4 Sampel Terasi dipastikan Kandung Bahan Berbahaya

Terasi udang atau lazim disebut masyarakat tembilahan "belacan"seperti ini banyak diperdagangkan disejumlah pasar di kota Tembilahan.
Terasi udang atau lazim disebut masyarakat tembilahan “belacan”seperti ini banyak diperdagangkan disejumlah pasar di kota Tembilahan.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makan Provinsi Riau melakukan Sidak di sejumlah pasar di kota Tembilahan, Kamis (16/6/2016) kemarin.

Meski Takjil dalam posisi aman, namun Sidak yang didampingi Dinas Kesehatan dan Disperindag Inhil ini mendapatkan keganjalan pada sejumlah produk olahan Terasi.

“Dari 4 sample eTrasi, semuanya positif mengadung zat Rodamin B,” Beber Kabid Pemeriksaan dan Penyelidikan BP POM Riau, Adrizal.

Menurutnya, Rodamin B tersebut merupakan salah sati zat berbahaya pada tubuh manusia. Biasanya, zat itu sering digunakan untuk pewarna kain.

“Rodamin B akan menyerang pencernaan yang mengakibatkan hati dan lambung tidak mampu mengurai pasokan makanan, hingga akhirnya bisa menimbulkan gagal ginjal,” terangnya.

Saat ini, produk panganan yang lazim disebut masyarakat sebagai belacan  tersebut masih terjual bebas di pasaran dan belum dilakukan tindakan. Hingga berita ini dirilis, awak media belum dapat mengkonfirmasi pihak terkait.




Pemerintah Pusat Batalkan Pembayaran Gaji ke 13 dan 14 Secara Bersamaan

JAKARTA – Pembayaran THR dan gaji ke-13 yang sedianya akan dibayarkan secara bersamaan, batal dilakukan. Direncanakan THR atau yang sering disebut gaji ke-14 akan diberikan terlebih dahulu pada bulan Juni 2016 kepada seluruh PNS, TNI, POLRI, penerima pensiun, penerima tunjangan, kepala daerah hingga Menteri. Setelahnya,  gaji ke-13 baru akan diberikan pada bulan Juli.

Pernyataan ini disampaikan oleh Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmadja. Kebijakan ini menurutnya dilakukan dengan kondisi keuangan negara. “Saat rapat terakhir, disepakati bahwa pembayaran gaji ke-13 dan THR  tidak dibayar sekaligus,” ujarnya di Jakarta sebagaimana dilansir laman menpan.go.id, Kamis (02/06).

Dikatakan, ketentuan mengenai gaji ke-13 dan THR tersebut dituangkan dalam dua Peraturan Pemerintah (PP). “Saat ini RPP-nya sudah selesai diharmonisasi, dan sudah diserahkan ke Kementerian Sekretariat Negara untuk selanjutnya ditandatangani Presiden,” terang Setiawan.

Dijelaskan lebih lanjut, gaji ke-13 dibayarkan sebesar penghasilan sebulan pada bulan Juni 2016. Untuk PNS, anggota TNI/POLRI meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan/tunjangan umum dan tunjangan kinerja. Sedangkan bagi pejabat negara meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan.

Adapun untuk THR, akan diberikan sebesar gaji pokok. “Namun THR untuk penerima pensiun/tunjangan hanya 50% dari pensiun pokok/tunjangan,” jelas Setiawan.

Editor : dro