Gedung Eks SMAN 1 Tembilahan dilalap Api. Diyakini Sengaja dibakar

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kobaran api menghanguskan I unit kantin dan toilet dibangunan gedung eks SMAN 1 Tembilahan, Selasa (12/7/2016). Sebelumnya selasa (28/6/2016) malam, gedung tersebut juga sempat memunculkan percikan api meski belum sempat membakar bagian bangunan.

Kebakaran bermula sekitar pukul 13.20 WIB ketika kondisi TKP dalam keadaan sepi. Apalgi memang gedung itu kini sudah tidak difungsikan lagi dan bahkan sudah tidak dialiri pasokan listrik.

Beberapa menit berikutnya, petugas pemadam dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil tiba dengan kekuatan 2 unit mobil Damkar.

“Kami mendapat informasi kebakaran sekitar pukul 13.30 WIB,” kata Kabid Rehabilitasi Dan Kontruksi BPBD Inhil, Gordon.

Dari kondisi lokasi gedung, lanjutnya, diduga ada pihak yang tak bertanggung jawab yang melakukan pembakaran. Pasalnya TKP tidak ada aktivitas lagi, termasuklah aliran listrik. Pungkasnya./ mirwan




Kemendikbud Larang Sekolah Pungut Iuran diluar Ketentuan dan Hapuskan MOS

“Pinta Partisipasi Masyarakat untuk Melaporkan Jika Ada Sekolah yang Tidak Mematuhi”

Tembilahan, detikriau.org – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Anies Baswedan melarang pihak sekolah memungut iuran diluar ketentuan Permendikbud Nomor 44 tahun 2012, tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan dan Satuan Pendidikan Dasar.

Anies juga berharap partisipasi masyarakat untuk menyampaikan laporan jika ada pihak sekolah yang tidak mengindahkan larangan ini.

“Kami harapkan partisipasi masyarakat untuk mengawal pelaksanaan hari pertama sekolah, termasuk melaporkan pungutan sekolah yang memberatkan melalu laman laporpungli.kemdikbud.go.id,” ajak Mendikbud kepada seluruh masyarakat Indonesia dikutip melalui tribunnews.com, senin (11/7/2016)

kata Mendikbud, segala kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk buku pelajaran dipastikan telah dipenuhi oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan Kemdikbud.

Pemerintah juga menjamin setiap anak bisa bersekolah dengan memfasilitasi para siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang telah tersalurkan sekitar 17,9 juta kartu, dan sejauh ini sudah terdistribusi sekitar 98,5 persen.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 44 Tahun 2012, pasal 1 ayat 2, dijelaskan, “pungutan adalah penerimaan biaya pendidikan baik berupa uang dan/atau barang/jasa pada satuan pendidikan dasar yang berasal dari peserta didik atau orangtua/wali secara langsung yang bersifat wajib, mengikat, serta jumlah dan jangka waktu pemungutannya ditentukan oleh satuan pendidikan dasar.”

Sedangkan sumbangan, (pasal 1 ayat 3) adalah “penerimaan biaya pendidikan baik berupa uang dan/atau barang/jasa yang diberikan oleh peserta didik, orangtua/wali, perseorangan atau lembaga lainnya kepada satuan pendidikan dasar yang bersifat sukarela, tidak memaksa, tidak mengikat, dan tidak ditentukan oleh satuan pendidikan dasar baik jumlah maupun jangka waktu pemberiannya.”

Dalam Permendikbud ini disebutkan, pembiayaan pendidikan dengan melakukan pungutan hanya dibolehkan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat. Sedangkan satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat/daerah, tidak diperkenankan menarik pungutan tapi bisa menerima sumbangan dari masyarakat.

Setiap pungutan/sumbangan yang diperoleh dari masyarakat tidak boleh digunakan untuk kesejahteraan anggota komite sekolah atau lembaga representasi pemangku kepentingan satuan pendidikan baik langsung maupun tidak langsung (pasal 11 c).

Disamping larangan melakukan pungutan diluar ketentuan, untuk mewujudkan dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara khususnya kepada para siswa seluruh Indonesia, Kemdikbud juga menghapus masa orientasi siswa (MOS) yang sering diwarnai perpeloncoan dengan berbagai variasi bentuknya.

Sebagai penggantinya, dikeluarkan regulasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 18 tahun 2016 mengenai Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang melibatkan guru dan siswa tanpa ada kegiatan menghukum dengan dalih apa pun./ dro

 

 




UNISI Tembilahan Lepas Keberangkatan 288 Peserta KKN 2016

Asisiten, Rudiansyah melepas peserta KKN Unisi secara simbolis
Asisiten, Rudiansyah melepas peserta KKN Unisi secara simbolis

TEMBILAHAN, detikriau.org – Sebanyak 288 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indragiri (Unisi) tahun 2016 angkatan ke-9 secara resmi dilepas. Pelepasan itu berlangsung di halaman Kampus Fakultas Ekonomi Unisi jalan HR Soebrantas Tembilahan, Senin (11/7/2016).

Pagi itu, tampak dihadiri Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Inhil Rudiansyah, Wakil Ketua Yayasan Tasik Gemilang H Zayadi HS, Wakil Rektor I Unisi Wandi SH MH, Ketua LPPM Unisi Nursida serta jajarannya dan sejumlah civitas akademika Unisi.

Wakil Rektor I mengatakan, pelaksanaan KKN tahun ini berbeda dengan KKN yang lain. Dimana, biasanya KKN identik dengan mengeluarkan banyak dana namun kali ini mahasiswa dibekali untuk membantu pemerintah dalam usaha mendorong masyarakat bersama-sama membangun daerah.

“Pola fikir masyarakat yang akan dibentuk, tujuannya adalah agar sama-sama sadar kalau pembangunan tanpa partisipasi masyarakat itu sendiri sulit untuk dicapai maksimal,” ungkap Wandi.

Disamping itu, ia juga berharap kepada para peserta KKN bisa membawa nama Universitas lebih baik lagi.

Selain itu juga dimintanya untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa Unisi membuka peluang bebas SPP selama setahun bagi 100 mahasiswa baru serta beberapa beasiswa lainnya.

Sekedar untuk diketahui, dari ratusan peserta tersebut akan tersebar pada 5 kecamatan dan 24 desa kelurahan se-Inhil yakni untuk Kecamatan Kempas di kelurahan Kempas Jaya, Desa Rumbai Jaya, Desa Sungai Ara, Kelurahan Harapan Tani dan Desa Karya Tani.

Kecamatan Keritang di Desa Nusantara Jaya, Desa Sencalang, Desa Petalongan, Desa Lintas Utara dan Desa Pengalihan.

Kecamatan Batang Tuaka terbagi di Desa Sungai Luar, Desa Sungai Dusun, Kelurahan Sungai Piring, Desa Tasik Raya dan Desa Gemilang.

Kecamatan Gas di Kelurahan Teluk Pinang, Kelurahan Tanjung Harapan, Desa Teluk Sungka, Desa Sungai Iliran dan Desa Sungai Empat. Terakhir di Kecamatan Gaung yakni Desa Belantaraya dan Kelurahan Kuala Lahang./mirwan




Dispensasi Cuti Tahunan Pasca Lebaran hanya untuk Alasan Urgen

Jakarta, detikriau.org – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi mengimbau untuk tidak mengambil cuti pasca Lebaran bagi seluruh aparatur negara kecuali untuk alasan penting. Kebijakan ini diambil atas pertimbangan optimalisasi pelayanan publik.

“Seluruh aparatur negara tidak diberikan cuti kecuali memang dia ada alasan yang urgen,” ujar Menteri Yuddy dikutip melalui website menpan.go.id, Sabtu (02/06).

Imbauan tersebut disosialisasikan Yuddy saat melakukan blusukan ke sejumlah pelayanan publik di Banten. Kemudian tanggal 27 Juni 2016 dipertegas dengan terbitnya surat bernomor B/2337/M.PANRB/06/2016, tentang Himbauan Untuk Tidak Memberikan Cuti Tahunan Sesudah Cuti Bersama Idul Fitri 1437 H.

Menteri berharap seluruh aktivitas pemerintah harus sudah berjalan normal, utamanya dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Ia juga meminta agar para pimpinan instansi pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan larangan mengambil cuti tahunan itu, untuk menjaga kedisiplinan aparatur negara, baik PNS maupun anggota TNI dan Polri./dro

 




Jelang Tahun Ajaran Baru, Pedagang Peralatan Sekolah Kebanjiran Pembeli

Tembilahan, detikriau.org – Menjelang hari pertama sekolah pada tahun ajaran baru pedagang perlengkapan sekolah di sejumlah pasar dan toko di Kota Tembilahan semakin ramai diserbu pembeli.

“Jika pada hari biasa, perlengkapan sekolah seperti tas biasanya terjual hanya beberapa buah, tetapi sejak beberapa waktu menjelang berakhirnya liburan sekolah, dalam sehari bisa laku puluhan. Meski biasanya hanya terjadi saat penerimaan siswa baru tetapi saya bersyukur pendapatan saya bertambah,” kata salah seorang pedagang di jalan M Boya Tembilahan. Sabtu (9/7/2016)

Kenaikan omset penjualan perlengkapan sekolah ini-pun dibenarkan pedagang di jalan Sultan Syarif Qasim Tembilahan. Menurutnya lonjakan pembeli semakin memuncak sejak jum’at kemaren. Banyak warga mencari tas, sepatu, dan seragam. Namun yang paling mendominasi perlengkapan sekolah seperti buku dan alat tulis. Mungkin karena sepatu kebanyakan hanya siswa baru yang membeli sedangkan seragam biasanya sudah disediakan melalui sekolah tetapi untuk keperluan buku karena baru masuk maka seluruh siswa perlu buku baru,” katanya.

Sementara itu, Anto, warga jalan Baharuddin Jusuf , Tembilahan mengatakan sengaja membeli perlengkapan sekolah mendekati hari pertama sekolah karena sebelumnya ia bersama keluarga mudik merayakan Lebaran bersama keluarga.

“Anak saya tahun ini masuk SMP, jadi semua beli baru, mulai seragam, tas, sepatu, buku dan lainnya. Saya baru beli saat ini karena kemaren kami sekeluarga pulang kampung dan baru kembali ke sini saat jadwal cuti bersama selesai,” kata dia./ Am




Ini Pertanda Kiamat yang Sudah Muncul di Sungai Eufrat

Sungai Eufrat di Irak Jadi Salah Satu Tanda Kiamat
Sungai Eufrat di Irak Jadi Salah Satu Tanda Kiamat

Umat Isalm mempercayai bahwa akan ada masanya dunia beserta isinya hancur lebur saat kiamat. Namun, tidak ada yang tahu pasti kapan peristiwa dasyat ini akan terjadi. Namun Rasulullah SAW sudah menyampaikan tanda-tandanya dalam banyak riwayat.

Selain keluarnya Dajjal, beberapa wilayah berikut disebutkan Nabi sebagai tanda semesta mendekati kiamat. Adalah Sungai Eufrat yang nantinya menjadi salah satu pertanda akan datangnya hari kiamat. Sungai ini melintasi tiga negara yakni Turki, Suriah, dan Irak.

Dalam sabdanya Nabi Muhammad SAW mengatakan jika pada akhir zaman nanti sungai ini akan mengering dan mengeluarkan harta karunnya yang menyebabkan peperangan. Faktanya, hal itu kini sudah terjadi. Seperti apa? Berikut penjelasannya.

Sungai Eufrat bersama dengan Sungai Tigris memiliki peran besar dalam membesarkan peradaban terkenal Mesopotamia. Sungai ini memiliki mata air di Anatolia, Turki dan bermuara di Teluk Persia. Dalam Islam, Eufrat memiliki arti penting karena pernah masuk dalam sabda Rasulullah SAW sebagai pertanda datangnya hari kiamat.

Berikut ini tiga sabda Nabi tentang Eufrat. Rasulullah SAW bersabda, ‘’Hari Kiamat tak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkapkan ‘Gunung Emas’ yang mendorong manusia berperang. 99 dari 100 orang akan tewas (dalam pertempuran), dan setiap dari mereka berkata,  ‘Mungkin aku satu-satunya yang akan tetap hidup’.’’ (HR Bukhari).

Rasulullah juga bersabda dalam riwayat lain yang artinya ‘’Sudah dekat suatu masa di mana sungai Eufrat akan menjadi surut airnya lalu ternampak perbendaharaan daripada emas, maka barang siapa yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatu pun daripada harta itu.’’ (HR Bukhari Muslim).

Imam Bukhari juga  meriwayatkan hadis lainnya tentang permasalahan yang sama. Rasulullah SAW bersabda, ‘’Segera Sungai Eufrat akan memperlihatkan kekayaan (gunung) emas, maka siapa pun yang berada pada waktu itu tidak akan dapat mengambil apa pun darinya. Imam Abu Dawud juga meriwayatkan hadis yang sama.

Lantas, apa maksud Rasulullah dengan harta karun berupa kekayaan seperti gunung emas ini? Mari kita lihat terlebih dahulu kondisi Eufrat saat ini. Badan Antariksa Amerika Serikat NASA dalam siarannya di Surat Kabar New York Time melaporkan hasil penelitian mereka terhadap Sistem Sungai di Timur Tengah.

Ilmuan NASA, Irvine ddan penelitia lainnya dari Univeritas California, mendapati bahwa sejak tahun 2003, debit air sepanjang Eufrat dan Tigris kehilangan debit air sebanyak 144 juta kilometer kubik. Hal ini berarti sungai tersebut sudah mulai mengering.

Debit air ini semakin mengering dalam jumlah yang semakin besar pada periode 2010 hingga 2015. Para peneliti mengatakan sekitar 60 persen dari kerugian air ini adalah akibat “pompa air yang terus menghisap air tanah.”

Tiga negara yang terdiri dari Irak, Suriah dan Turki tidak berkoordinasi dalam pengelolaan air dengan baik. Adalah Turki yang membangun bendungan raksasa, Ataturk, yang penuh dengan kontroversi. Bendungan ini dibangun pada tahun 1975 dengan tinggi sekitar 210 meter.  Suriah dan Irak mengaku mengalami kekurangan air yang ekstrem akibat pengembangan proyek ini.

Bagaimana tidak, wilayah Turki menjadi begitu subur dan makmur dengan adanya bendungan tersebut. Namun tidak demikian dengan Suriah dan Irak. Hal ini memunculkan polemik antar tiga negera dan kini merambat ke banyak negara. Banyak orang yang sudah mulai kuatir bahwa apa yang disebutkan Nabi mulai menjadi kenyataan.  Yakni ketika Sungai Eufrat mulai mengering, maka setelahnya akan diikuti dengan perang.

Lalu bagaimana dengan gunung emas yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW? Benarkah di Sungai Eufrat tersimpan harta karun yang begitu banyak?  Apakah yang dimaksud adalah ‘Emas Hitam’ sebuah bahasa kiasan dari hasil bumi (Batu Bara, Minyak Bumi mentah, Gas alam, bijih besi, timah , aspal dan hasil hasil bumi yang lain yang sangat berharga).

Timbul pertanyaan lagi apakah perang di Suriah dan Irak ada hubungannya dengan perebutan ‘gunung emas’ yang telah tersingkap/terdeteksi oleh satelit ketika sungai eufrat di keringkan Turki saat pembangunan Waduk raksasa di Turki ?

Sudah menjadi rahasia umum, jika peperangan yang terjadi tidak semata-mata penggulingan kekuasaan. Namun juga ingin menguasai minyak di wilayah tersebut.  Wallahu A’lam, Semoga umat muslim disana dan dimanapun juga diberi keselamatan dan dilindungi dari fitnah akhir jaman.

sumber: infoyunik.com