Minim Fasilitas, SDN 001 japura Berlakukan Aplus Jam Belajar dan Sulap Gudang Perpus Sebagai Rumbel

gambar ilustrasi murid SD sedang belajar diruang kelas. net
gambar ilustrasi murid SD sedang belajar diruang kelas. net

Rengat, detikriau.org – Memasuki Tahun ajaran baru, SDN 001 japura kecamatan lirik  menerima siswa/i baru sebanyak dua lokal dengan jumlah 47 siswa. Sayangnya ketersedian mebueler tidak memadai. Untuk itu pihak sekolah terpaksa memparalelkan jam belajar.

“Penerimaan  siswa/i baru  ini sesuai dengan pendaftaran para orang tua wali murid yang datang kesekolah, seluruhnya ada 47 siswa/i” ujar kepala SD 001 Japura kecamatan Lirik di Japura, rabu (13/7)

Dikatakannya, dengan jumlah penerimaan  siswa baru sebanyak 47 orang, Sekolah membutuhkan 2 ruang belajar sementara persiapan rumbel hanya ada satu lokal,  dengan kondisi ini SDN 001 japura  kekurangan Meja kursi sebanyak 12 Meja dan 24 kursi Belajar, paparnya.

Untuk mengefektifkan agar siswa tetap belajar sebagaimana mestinya sekolah terpaksa memparalelkan (aplus)  jam belajar bagi siswa kelas Dua dengan menjadwalkan jam masuk sekolah sekira pukul 11 siang , sehingga seluruh siswa tetap bisa belajar.

“Meski Demikian tetap saja sekolah SDN 001 desa Japura kekurangan meja sebanyak 12 unit dan kursi belajar 24 unit” ungkap kasek ini.

Selain kekurangan lokal SDN 001 japura kecamatan Lirik ini juga Belum miliki ruang/ kantor kepala sekolah dan juga belum memiliki ruang majelis guru, sehingga ruang yang bisa dimanfaatkan belajar bagi siswa baru atas kekurangan lokal terpaksa gudang perpustakaan dengan ukuran belum memadai dijadikan ruang belajar , paparnya.

Dijelaskannya, Siswa SDN 001 Desa japura ini saat ini lebih  dari 240 siswa sementara lokal seluruhnya yang tersedia hanya 10 lokal.

” kekurangan sarana Prasarana ini sudah kita sampaikan ke Bapak Kepala Dinas Pendidikan sewaktu Beliau mengunjungi sekolah baru baru ini, dan beliau sudah tau dan responnya sangat baik” ujarnya

Saat berita ini dirilis, Kepala dinas pendidikan Inhu Ujang Sudrajat belum dapat dimintai konfirmasi. (zal)




Gaji ke 13 ASN Dibayarkan Dalam Pekan ini

Rengat,detikriau.orgPemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tunaikan janji  pembayaran gaji ke 13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Sesuai rencana gaji ke 13 akan dibayarkan dalam pekan ini.

“Pembayaran gaji ke 13 bagi ASN sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 20 tentang pembayaran gaji ke 13 tahun 2016. Sehingga tidak ada alasan untuk menunda pembayaran gaji ke 13 tersebut,” ujar Asisten Pemerintahan dan Admintrasi Umum Setdakab Inhu Ir H Hendrizal Msi, Rabu (13/7).

Dikatakannya, pembayaran gaji ke 13 tersebut sesuai pentunjuknya dibayarkan dalam bulan Juli tahun 2016. Sesuai petunjuk tersebut, Pemkab Inhu bayarkan gaji ke 13 ASN dalam pekan kedua dalam bulan Juli.

Sebelumnya, Pemkab Inhu juga sudah membayarkan gaji ke 14 kepada ASN sebelum libur lebaran Idul Fitri.

Untuk itu katanya, apabila dalam satu atau dua hari kedepan proses admintrasi di Bagian Keuangan tuntas, tentunya gaji ke 13 tersebut langsung dibayar. “Setidaknya pada Kamis (14/7) atau Jum’at (15/7) lusa gaji 13 ASN sudah dapat dibayarkan tuntas,” ungkapnya.

Jumlah ANS penerima gaji ke 13 sumbungnya, sama dengan jumlah penerima gaji ke 14 lalu. Dimana sesuai dengan jumlah ANS yang ada dilingkungan Pemkab Inhu yakni sejumlah 6.617 orang dengan total dana sebesar Rp 26 Milyar lebih.
Selain itu sebutnya, gaji ke 13 yang bakal terima ASN berbeda dengan dengan gaji ke 14 lalu. Sebab, untuk gaji ke 13 yang bakal diterima ASN, selain gaji pokok juga ada tunjangan jabatan serta tunjangan umum atau keluarga, sedangkan gaji ke 14, hanya untuk gaji pokok.
Hanya saja sebutnya, hingga saat ini belum dapat ditentukan jumlah dana yang akan dicairkan untuk gaji ke 13 ini. Sebab, di Bagian Keuangan masih menghitung gaji pokok dan tunjangan yang akan dibayarkan.
Begitu juga di gaji 14 ini untuk anggota dewan yang harus dikeluarkan tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan. “Mudah-mudahan gaji ke 13 ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Apalagi saat ini dihadapkan dengan masa masuk sekolah,” harapnya (zal)




Pelanggan Keluhkan Kualitas Air PDAM TI. Ini Penjelasan Direktur

Direktur PDAM TI, Agustian Rasmanto
Direktur PDAM TI, Agustian Rasmanto

Tembilahan, detikriau.org – Manajer PDAM Tirta Indragiri Tembilahan, Agustian Rasmanto mengakui kualitas air yang dihasilkan perusahaan daerah milik Pemkab Inhil ini dalam beberapa hari belakangan kurang memuaskan. Menurutnya persoalan ini disebabkan kerusakan beberapa unit mesin pompa bahan kimia sehingga menyebabkan pengolahan air baku tidak maksimal.

“Sekarang saya sedang dilokasi pengolahan, Pulau Palas. Beberapa mesin pompa bahan kimia kita rusak,” Jawab Agus melalui sambungan selularnya, rabu (13/7/2016)

Mengatasi persoalan ini diperjelasnya, untuk sementara pihak PDAM terpaksa mengupayakan melalui sistem Grafitasi, meskipun tidak maksimal, setidaknya akan memperbaiki sedikit kualitas air yang dihasilkan dan disuplay kepada pelanggan.

Lagi menurutnya, mesin-mesin pompa bahan kimia milik PDAM TI saat ini rata-sara sudah berusia tua. Bahkan ada yang dibeli tahun 2002 yang terakhir diganti tahun 2010 sedangkan mesin-mesin ini harus beroperasional selama 24 jam. Dengan kondisi keuangan PDAM TI saat ini, penggantian peralatan milik PDAM menurutnya masih belum memungkinkan.

“tapi tidak semua mesin pompa bahan kimia rusak. Namun saat dialirkan melalui reservoir, air yang dihasilkan melalui bak pengolahan air baku yang pompanya rusak tercampur dengan air baku yang kualitas baik. Makanya kualitas air yang sampai ke konsumen juga pastinya berpengaruh.” Pungkas Agus sambil menegaskan pihaknya akan berupaya maksimal untuk segera mengatasi persoalan ini untuk emmenuhi kepuasan pelanggan./ dro




Pelanggan Mengeluh. Air PDAM Atau Limbah?

Tembilahan, detikriau.org – pelayanan PDAM Tirta Indragiri Tembilahan kembali dipertanyakan. Bukan persoalan suplay air yang juga kerap tersendat, kali ini buruknya kualitas air juga menuai keluhan. Jangankan untuk dikonsumsi, sekedar untuk keperluan mandipun masyarakat merasa enggan mempergunakan.

“Ini Air PDAM atau Limbah? Satu minggu belakangan ini kualitas air keruh. Ber-Merk PDAM, semestinya layak diminum. Tapi jangankan diminum, untuk mandi saja tak layak. Badan terasa gatal,” Keluh salah seorang pelanggan PDAM TI, Iwan melalui sambungan BB-nya sembari melampirkan sebuah gambar air yang tampak berwarna coklat yang dialirkan kedalam sebuah wadah penampungan, rabu (13/7/2016)

Sebagai pelanggan menurut PNS dilingkungan Pemkab Inhil ini, rasanya wajar dirinya melayangkan protes. Setiap tetes air yang mengalir kerumah tinggalnya tercatat dan harus dibayar dengan besaran nilai rupiah tertentu.

“yang dibayar itu harusnya kualitas yang baik. Masak iya air limbah juga berbayar?” Kesalnya.

Tidak hanya Iwan, pelanggan PDAM lainnya Rudi juga mengungkap kekecewaan. Ia berharap agar kondisi seperti ini dapat segera ditangani dan masyarakat setidaknya dapat meninkmati air bersih walaupun hanya sekedar untuk keperluan mandi.

“tak usahlah untuk diminum, sekedar bisa memenuhi keperluan air bersih saja sudah lumayan.”Ungkapnya. (dro)




Mesin Baru, Suplay Daya Pelanggan PLN Seberang Tembilahan Kembali Normal

Tembilahan, detikriau.org – Manajer PLN Rayon Tembilahan, Syaiful Hanan membenarkan kondisi pelayanan PLN Kelurahan Seberang Tembilahan sempat terganggu. Namun saat ini sudah kembali normal dengan dilakukannya penggantian mesin pembangkit baru.

“Mesinnya sudah kita ganti dengan yang baru, mesin lama tidak lagi bisa dipakai karena rusak berat,” Jawab Syaiful memberikan komfirmasi melalui sambungan WA, rabu (13/7/2016)

Diterangkan syaiful, gangguan kerusakan mesin lama awalnya masih bisa diperbaiki dan diopersionalkan. Namun menjelang lebaran mesin tidak lagi bisa beroperasional karena terjadinya gangguan berat.

“H-1 menjelang lebaran kita sudah datangkan mesin baru. Namun pekerjaan penggeseran mesin dari sisi sungai ke lokasi PLTD sedikit terhambat karena factor kondisi alam setempat. Sekarang sudah selesai dan sudah bisa beroperasional,” jelasnya sambil menjelaskan bahwa mesin baru tersebut merupakan mesin sewa dari CVA dengan daya 500 KW./ Mirwan




Satu Bulan Gelap Gulita, Warga Seberang Tembilahan Pinta PLN Segera Perbaiki Kerusakan Mesin Pembangkit

TEMBILAHAN, detikriau.org – Masyarakat Kelurahan Seberang Tembilahan Kecamatan Tembilahan hamper satu bulan belakangan tidak lagi mendapatkan pasokan listrik PLN. Kondisi ini sudah berlangsung sejak pertengahan Ramadan hingga hari ini. Mereka berharap pihak PLN untuk segera mengatasi.

Iyan, salah seorang warga setempat menyampaikan, kronisnya pasokan aliran listrik tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun kondisi selama Ramadan hingga kini yang terbilang semakin parah.

“Mati total, kalaupun hidup hanya sebentar. Batu es pun belum sempat membeku dalam lemari pendingin,”penyampaian kalimat sesalnya, Selasa (12/7/2016).

Senada, Hendra salah seorang warga lainnya juga mengutarakan hal serupa. Bahkan menurutnya, permasalahan itu bukan hanya terjadi pada bagian dalam mesin pembangkit namun terdapat pada bagian luar mesin dicontohkannya seperti, lepasnya pasak baut.

“Kalau masalah mesin boleh saja lambat selesai, mungkin menunggu alat datang. Tapi kerusakan kini juga merembet pada bagian luar, itupun juga lamban diperbaiki” ujarnya usai memeriksa langsung lokasi mesin PLN Sub Ranting Seberang Tembilahan jalan Emban Sari.

Diketahui, dalam bulan Ramadhan kemarin lokasi mesin PLN itu sempat didatangi masyarakat setempat. Tujuannya, selain memeriksa langsung penyebab kerusakan mesin, masyarakat juga mendorong petugas PLN untuk segera memperbaiki.

Lurah Seberang Tembilahan, Raja Elva Yanti juga mengaku kecewa. Apalagi katanya, kurang lebih 20 tahun usia mesin PLN itu belum diganti dengan mesin yang baru.

“Harapan saya gantilah lagi mesin itu, karena kondisinya sudah tidak layak pakai. Sudah terlalu tua umurnya,” tuturnya./Mirwan