Kesentrum Listrik, Seorang Pria Jatuh Dari Papan Iklan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seorang pria yang belum diketahui identitasnya dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan, Senin (18/7/2016) sore. Pasalnya, pria itu jatuh pasca kesentrum aliran listrik PLN dari papan iklan dengan ketinggian kurang lebih 5 meter di jalan Jendral Sudirman Tembilahan tepatnya di ujung jalan M Boya depan PT Elteha Internasional.

Saat itu sekitar pukul 15.50 WIB, ia sedang memasang papan iklan salah satu produk nasional bersama beberapa rekannya. Ketika di atas, tiba-tiba ia terjatuh dengan kondisi luka bakar di bagian tubuh sebelah kanan.

“Ketika itu juga kawan-kawannya langsung lari mencari bantuan, tak lama berselang waktu ambulanpun datang membawanya ke rumah sakit,” ujar salah seorang pekerja siram bunga PT Elteha Internasional kepada detikriau.org.

Awak media mencoba menelusuri di RSUD, tidak ada seorangpun yang bisa dimintai keterangan dan para tim medispun masih sibuk mengurusi korban.

“Sepertinya korban ini bukan warga Tembilahan, keluarganya belum ada, temannya pun tidak tau dimana asalnya,” kata salah seorang Satpam setempat.

Dan hingga berita ini dirilis, pihak kepolisian serta PLN Rayon Tembilahan juga belum memberikan keterangan resmi./Mirwan




Jaga Kebersihan Kota, Masyarakat Harusnya Ikut Berperan Aktif

detikriau.org – jarum jam baru saja menunjukkan pukul 06.25 Wib. Dinginnya pagi ditambah turunnya hujan rintik-rintik di Kota Tembilahan, Ahad (17/7/2016)  ternyata tidak menyurutkan niat petugas kebersihan dalam menjalankan tugasnya. Dengan telaten mempergunakan sebuah sapu lidi sembari menyeret sebuah bakul yang terbuat dari bahan bambo, Wanita paruh baya yang mengenakan seragam DKPP Inhil ini meniti langkah menjalankan tanggungjawabnya.

Tumpukan sampah menggunung dihadapan salah satu bangunan Sekolah Dasar di Jalan Jendral Sudirman Tembilahan ini menjadikan kota terlihat kotor dan kkusam. padahal dilatarbelakangnya jelas terpampang tulisan dilarang membuang sampah. kapan kita akan taat aturan dan tumbuh niat untuk bersama-sama menjaga keindahan kota?
Tumpukan sampah menggunung dihadapan salah satu bangunan Sekolah Dasar di Jalan Jendral Sudirman Tembilahan ini menjadikan kota terlihat kotor dan kusam. padahal dilatarbelakangnya jelas terpampang tulisan dilarang membuang sampah. kapan kita akan taat aturan dan tumbuh niat untuk bersama-sama menjaga keindahan kota?

Menjaga kebersihan Kota harusnya bukan sepenuhnya dibebankan kepada pahlawan kebersihan semata. Peran serta masyarakat menjadi sesuatu hal yang wajib. Sayangnya, kebanyakan masyarakat terkesan masih tidak ambil perduli.

Kapan kita akan saling bekerjasama memiliki kesadaran untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan keindahan kota ini? Atau memang masih diperlukan aturan dan sanksi yang tegas agar kita bisa patuh?./dro




Laka Laut di Saka Jalan, Lima Penumpang di Rujuk ke RSUD PH

Tembilahan, detikriau.org – Laka laut antara SB. Karya Budi 500 PK dengan SB. M. Al Kafi 40 PK menyebabkan lima korban luka. Peristiwa naas ini terjadi di perairan terusan saka jalan Desa Bente Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir sekira pukul 12.30 Wib, sabtu (16/7/2016).

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Paur Humas Ipda Heriman Putra, peristiwa tabrakan berawal saat  SB Karya budi yang dikemudikan Usman Bin Tarsin (35) bertolak dari Guntung Kecamatan Kateman  dengan tujuan Kuala Tungkal Provinsi jambi sekira pukul 11 Wib. Setibanya di TKP tepatnya ditikungan sungai saka pisang Desa Bente sekira pukul 12.30 Wib, nakhoda memindah jalur dari kiri ke jalur kanan. Naas saat itu  secara tiba-tiba dari arah berlawanan, SB Al Kafi 40 pk yang dikemudikan Saparudin Bin Ardi (32) datang dari arah sembuang mengarah ke teluk lanjut melintas. Tak bisa dihindari, SB Al Kafi seketika menabrak haluan bagian kanan SB Karya Budi.

Akibat tabrakan tersebut, SB. M. Al Kafi mengalami kerusakan berat serta penumpang dan pengemudinya mengalami luka ringan.

“korban luka lansung dirujuk ke RS Umum Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan pertolongan medis.” Terang Heriman sambil mengatakan bahwa sebagai barang bukti pihak kepolisian sudah mengamankan kedua kendaraan air untuk proses lebih lanjut.

Untuk sekedar diketahui berikut adalah daftar korban luka dalam laka laut yang keseluruhannya adalah penumpang dan pengemudi SB Al Kafi.

  1. Saparudin Bin Ardi, Laki-Laki, 32 th, Banjar, Islam, Karyawan Swasta (Pengemudi Boat 40 PK M. Al Kafi), Alamat Perumahan Karyawan Nyato Estate PT. THIP Desa Simpang Kiri Kec. Pelangiran Kab. Inhil.
  2. Lisnani Binti Jono (Ny.Saparudin), Perempuan,  31 th, Melayu, Islam, IRT, Alamat Perumahan Karyawan Nyato Estate PT. THIP Desa Simpang Kiri Kec. Pelangiran Kab. Inhil.
  3. Delisa Amelia Binti Saparudin, Perempuan, 14 th, Banjar, Islam, Pelajar, Alamat Perumahan Karyawan Nyato Estate PT. THIP Desa Simpang Kiri Kec. Pelangiran Kab. Inhil.
  4. Delira Adelia Binti Saparudin, Perempuan, 10 th, Banjar, Islam, Pelajar SD, Alamat Perumahan Karyawan Nyato Estate PT. THIP Desa Simpang Kiri Kec. Pelangiran Kab. Inhil.
  5. Najwa Adelia Binti Saparudin, Perempuan,  7 th, Banjar, Islam, Pelajar SD, Alamat Perumahan Karyawan Nyato Estate PT. THIP Desa Simpang Kiri Kec. Pelangiran Kab. Inhil.
  6. M.Al Kafi Bin Saparudin, Laki-Laki, 2 th, Islam, Ikut Orang Tua, Alamat Perumahan Karyawan Nyato Estate PT. THIP Desa Simpang Kiri Kec. Pelangiran Kab. Inhil./ dro



Tampil di Hadapan Masyarakat, MTs Darul Falah Beri Penghargaan Kepada Siswanya

CONCONG (detikriau.org) – MTs Darul Falah Desa Kampung Baru Kecamatan Concong memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan kepada sejumlah siswanya, Sabtu (16/7/2016).

Penghargaan tersebut sebagai tanda kebanggaannya pihak sekolah atas keikutsertaan siswa dalam beberapa kali kegiatan di hadapan masyarakat umum di mesjid setempat berupa tausiah agama, Mc dan tadarus al-Qur’an selama bulan Ramadhan 1437 H.

“Mereka patut kami beri apresiasi karena sudah membanggakan sekolah,” ungka Wakil Kepala bagian Kurikulum, Riani S.Pd.I.

Ia berharap semangat maju itu terus berlanjut dan mampu mempengaruhi para siswa lainnya hingga bermanfaat bagi semua komponen./ Mirwan




Buah Hati Meninggal Usai dilahirkan, Pasien Jamkesda Ini Yakini Kelalaian Medis

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bayi pasangan Enggi (48) dan Jelita (40) meninggal dunia di RSUD Puri Husada Tembilahan, Rabu (14/7/2016) kemarin. Tutup usia itu disinyalir kelalaian para tim medis setempat.

Berdasarkan penjelasan orang tua pasien, kronologis kisahnya bermula saat Jelita warga jalan Budiman Tembilahan ini ingin melahirkan di rumah sakit. Ia masuk pada hari Rabu (6/7) karena sudah ada tanda-tanda akan lahir.

Dari perundingan antara pasien dengan dokter maka disepakati melakukan operasi persalinan pada hari Jum’at (8/7) pukul 8.00 WIB. Namun ternyata, pekerjaan persalinan molor beberapa jam hingga pukul 14.00 WIB.

“Melahirkan dengan lancer. Saat itu perawat menyampaiakan kondisi bayi saya saat itu sehat. Tapi, saya tidak diperbolehkan memberikan ASI hingga meninggal,” ujar Jelita kepada detikriau.org, Sabtu (16/7/2016).

Lucunya lagi ditambahkannya, sehari sebelum melahirkan, dokter sempat menyuruhnya pulang ke rumah dengan berbagai alasan, salah satunya karena menurut mereka bulan kelahiran belum sampai.

“Perhitungan kami sudah sampai bulannya, diperkuat lagi tanda hendak melahirkan sudah ada berupa air ketuban sudah keluar, kok disuruhnya kami pulang? atau apakah karena saya ini pasien Jamkesda,” kesalnya.

Suami Jelita, Enggi meyakini meninggalnya buah hatinya murni disebabkan kecorobohan para tim medis. Hal itu ditandai juga dengan ketidak kepastian dari dokter atas kondisi si bayi dari sehat hingga meninggal.

“Anak saya yang katanya sehat kok sampai diinpus dan lecet bagian pipi sebelah kanan,” paparnya.

Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Irianto saat dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui permasalahan tersebut. Menurutnya, kondisi bayi dan ibundanya memiliki sedikit masalah.

“Sang ibu, memiliki Polihidramnion yakni cairan ketuban yang terlalu banyak. Sedangkan si bayi memiliki kelainan berupa Sindrom Down yakni merupakan kelainan genetik.”Sanggah Irianto./Mirwan




Dirikan PDAM, Kabupaten Tanjabar Belajar Ke Inhil ?

TEMBILAHAN – Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat Provinsi Jambi menuntut ilmu tentang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Hal tersebut ditandai dengan kunjungan yang dilakukan Wakil Rakyat Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat ke gedung DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) jalan HR Soebrantas Tembilahan, Jum’at (15/7/2016) kemarin.

Ketua Komisi III DPRD Tanjab Barat, Abdul Hamid mengaku belum memahami secara persis dikarenakan ibu kotanya baru saja mendirikan perusahaan air bersih.

“Kenapa kita ke sini, sebab kondisi di sana dan di sini (Inhil, red) sama-sama di berada daerah pesisir. Nantinya apa yang kita dapatkan di sini bisa kita terapkan di tempat kami,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna mengaku menyambut baik kedatangan tamu dari Provinsi tetangga. Dan pihaknya juga menginginkan kerjasama yang baik untuk saling memberi masukan demi kemajuan daerah.

“Sebenarnya kondisi kita sama saja, yakni masalah pelayanan. Namun dikarenakan lokasi sama-sama pesisir maka kita saling tukar fikiran,” kata Iwan./Mirwan/detik riau