Plh Kepala SDN 010 Tak Dilantik, Kantor UPTD Pulau Burung Diserbu Warga

Pulau Burung, detikriau.org  – Sejumlah warga Desa Manunggal Jaya mendatangi kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Pulau Burung, Senin (25/7/2016) kemarin.

Kedatangan warga tersebut untuk mempertanyakan dan mengklarifikasi Kepala UPTD Pendidikan Kecamatab Pulau Burung terkait alasan Plh Kepala SDN 010 Desa Manunggal Jaya, Saudur Pasariba tidak didefinitifkan

Sebelumnya, Kepala UPTD Pendidikan, Hamdi sempat berstatmen bahwa alasan tak diusulkannya Plh Kepsek, Saudur Pasaribu atas dasar permintaan masyarakat.

“Sekarang ini, masyarakat yang mana yang meminta ibu Saudur Pasaribu jangan diusulkan,” kata salah seorang warga desa setempat, Gampang kepada detikriau.org, Rabu (27/7/2016).

Menurut Gampang, warga Manunggal Jaya dan guru SD seolah-olah diadu domba oleh kepala UPTD. Pasalnya, hubungan baik antar kedua belah pihak dipecahkan oleh Hamdi dalam ungkapannya di media.

“Kami tidak pernah mempermasalahkan siapapun Kepsek terpilih, namun jangan bawa-bawa nama warga, apalagi hubungan warga dengan guru itu (Saudur Pasaribu, red) sangat baik, ia juga merupakan asli berdomisi Desa Manunggal Jaya,” paparnya.

Dalam pertemuan tersebut, diakuinya, pihak UPTD belum memberikan alasan dan klarifikasi yang memuaskan. Dalam waktu dekat, pihaknya kembali melakukan pertemuan dan berkemungkinan berlangsung di desa Manunggal Jaya.

Sekedar mengingatkan, Saudur Pasaribu hampir 2 tahun menjalani jabatannya sebagai Plh Kepala SDN 010 Desa Manunggal Jaya. Pada pelantikan dan mutasi sejumlah Kepsek di Disdik beberapa waktu lalu, nama Saudur Pasaribu tidak diusulkan dan endingnya, Tamrin yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SDN 16 Binangun Jaya Kecamatan Pulau Burung dimutasikan secara resmi ke SDN 010 Desa Manunggal Jaya.

Saat itu Saudur Pasaribu tidak menerima, Kepala UPTD Pendidikan Pulau Burung bahkan beralasan kalau keputusan itu atas dasar usulan masyarakat yang diteruskan ke dinas terkait.

Terkait kedatangan sejumlah warga kemarin, hingga berita ini dirilis, yang bersangkutan belum berhasil dihubungi./ Mirwan




Lagi-Lagi Ada Apa? Lelang 8 Paket Tertera “Selesai”. Tapi Kok Belum Tau Siapa Pemenang?

Tembilahan, detikriau –  Lagi-lagi detikriau.org hanya bisa menulis ada apa dengan proses lelang 8 paket pekerjaan peningkatan badan jalan di Inhil? Dulu alasan penyempurnaan dokumen dan lelang-pun batal. Kini katanya udah selesai tapi kok belum juga ada pemenang?.

Berdasarkan data lelang di website lpse Inhil, tahap lelang tertulis dengan tinta berwarna merah Lelang sudah selesai. Menurut jadwal semestinya pengumuman pemenang sudah dipublikasikan pada tanggal 4 juli 2016 jam 22:01 sampai 04 Juli 2016 pukul 23:59 Namun hingga senin (25/7/2016), Dinas Bina Marga mengaku belum menerima hasil lelang.

“hasil lelangnya belum kita terima. Hari ini kita juga sudah surati ULP perihal percepatan lelang. Apalagi mengingat saat ini sudah memasuki minggu ke 4 bulan Juli 2016. Kita khawatir waktu pelaksanaan tidak lagi mencukupi,” Jelas Kasi peningkatan jalan, Slamet Darsono yang juga menjabat selaku PPTK kegiatan menjawab komfirmasi, senin (25/7) kemaren

“Jika lelang sudah selesai tentunya BA hasil lelang disampaikan kepada PPK untuk dibuatkan SPPBJ dan selanjutnya dibuatkan kontrak pelaksanaannya” Kata Slamet juga.

sumber detikriau.org yang enggan menyebutkan namanya menenggarai kabar santer megenai adanya titipan memuluskan beberapa pihak rekanan untuk mendapatkan pekerjaan hampir bisa diyakini ada benarnya.

Hari ini menurutnya juga tersiar kabar beberapa rekanan yang “dijagokan” sebagai pelaksana kegiatan dalam proses evaluasi ternyata menduduki rangking yang tidak menjanjikan dan ini menjadi penyebab pengumuman pemenang jadi sulit untuk disampaikan.

“buktinya proses lelang hari ini sudah berada diluar jadwal. Seharusnya jika proses lelang tidak ada masalah, apa mungkin hanya untuk mengumumkan pemenangnya menjadi berlarut-larut hingga jauh melampaui batas waktu yang sudah ditentukan?,” pertanyakannya.

Sayangnya upaya mendapatkan kebutuhan klarifikasi terkait kejelasan proses lelang 8 paket pekerjaan ini terkesan sangat sulit untuk didapatkan. Beberapa pejabat berkompeten tak kunjung berhasil untuk ditemui bahkan hanya sekedar untuk mendapatkan komfirmasi melalui sambungan telepon-pun tak juga kunjung membuahkan hasil.

Lantas lagi-lagi hanya bisa terlontar Tanya “Ada Apa ?”/ dro




Diskop UMKM Inhil Berikan Penyuluhan Keamanan Pangan

Kadiskop UMKM Dr Dianto saat membuka penyuluhan keamanan pangan
Kadiskop UMKM Dr Dianto saat membuka penyuluhan keamanan pangan

TEMBILAHAN, detikriau.org – Dinas Koperasi (Diskop) Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar penyuluhan keamanan pangan bagi pengusaha yang bergerak dibidang pengolahan makanan ringan, Selasa (26/7/2016).

Kegiatan yang berlangsung di aula Hotel Harmoni Tembilahan itu dibuka langsung oleh Kepala Diskop UMKM Inhil Dianto Mampanini dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan dan pengurus MUI Inhil serta puluhan peserta UMKM se-Kabupaten Inhil.

Kepala Diskop UMKM menyebutkan, kegiatan itu dilaksanakan dalam bentuk pelatihan yang ditujukan kepada para pengusa khususnya yang bergerak dibidang pengolahan makanan. Tujuannya untuk meningkatkan hasil produksi mulai dari mutu produk hingga jaminan kehalalannya.

“Kita datangkan narasumber dari Dinas Kesehatan dan MUI Kabupaten Inhil, supaya para pengurus UMKM yang ada ini bisa bekerja sesuai standar dalam memproduksi makanan tanpa ada keragu-raguan lagi,” kata Dianto.

Kedepan, pihaknya berencana tidak hanya sebatas menghasilkan produk makanan, namun juga akan melakukan pelatihan terhadap keragaman hasil produk itu sendiri termasuk variasi kemasannya. Hanya saja katanya, saat ini masih terkendala persoalan permodalan.

“Itu rencana kita kedepan, harapannya bisa sukses melalui program kerjasama dengan Perbankan terutama BRI dan Bank Mandiri sebagai pihak yang membantu dibidang permodalan,” terangnya.

Untuk pemasaran, selain Outlet di jalan Baharuddin Yusuf, Diskop juga mencoba mempromosikan melalui sistem internet, karena sistem itu dinilai akan mempermudah penyebarannya.

“Yang jelas, pelatihan-pelatihan tidak hanya saat ini tetapi akan berlangsung pada pelatihan-pelatihan berikutnya, terutama bagi UMKM yang belum sempat mengikuti kegiatan yang sedang berlangsung,” tutupnya./ Mirwan




Tak Perlu Perahu Politik, Tuntaskan Janji, Masyarakat Pasti Restui HM Wardan Pimpin Inhil untuk Periode Kedua.

Tembilahan, detikriau.org – Niat Bupati Inhil HM Wardan untuk maju memperebutkan kursi kepemimpinan tertinggi di DPD Partai Golkar Inhil menuai berbagai pendapat. Ada ya pro dan pastinya adapula yang kontra.

Dalam akun FB, Fauzy Ahmad menilai harusnya saat ini HM Wardan sebagai Bupati Inhil hanya fokus bekerja. Jika amanah rakyat tidak dikhianati, walaupun tidak punya perahu politik rakyat menurutnya pasti akan memberikan dukungan.

……..Fauzy Ahmad Jika kinerjanya BAIK,janji KAMPANYE terbukti,APBD cepat terealisasi,jalan2 berlobang cepat ditutupi,pekerjaan dan tugas2nya selesai,amanah RAKYAT tidak dihianati,,,,,walaupun nggak punya prahu,melalui independenpun pasti diminati dan dipilih kembali,,,,#FOKUS KERJA,KERJA,KERJA….

Sementara akun FB Sandi Villa menilai saat ini masih banyak persoalan di Inhil yang belum selesai….. Sandi Villa setuju pak,masih banyak persoalan INHIL yg belum kelar,lebih baik pak wardan pokus memikirkan inhil

Tidak hanya para netizen, kalangan aktivis Inhil-pun mulai mengkritisi langkah yang diambil Bupati Inhil ini. Menurut tokoh MPI, Tengku Suhandri, langkah Bupati sangat tidak tepat. Saat ini disebutnya masih banyak tugas kepemerintahan yang belum tuntas. Jika nantinya harus memikirkan urusan partai secara otomatis akan menjadi hambatan baru untuk memaksimalkan kinerja di pemerintahan.

“Kami sangat menyayangkan keputusan Bupati untuk berkonsentrasi merebut kursi Ketua Partai,” kata salah seorang aktivis MPI, Tengku Suhendri, baru-baru ini di Tembilahan.

Namun akun FB Jhon Mahmud berpendapat keputusan HM Wardan adalah sebuah hal yang wajar…… ……..Jhon Mahmud Indragiri Kalau melihat dari sudut pandang lain, Hal yang wajar jika Bapak Bupati mencalonkan diri sebagai Pimpinan Partai, tdk perlu dipermasalahkan, …….

Terlepas dari apapun pendapat masyarakat, HM Wardan yang saat ini masih menduduki jabatan sebagai orang nomor satu di Kabupaten Inhil memang selayaknya untuk bijak.  Apapun penyampaian bahasanya, maju berlaga memperebutkan ketua DPD Golkar Inhil siapapun juga akan berani memastikan strategi ini tidak lebih sebagai upaya untuk mengamankan langkah maju untuk periode kedua kalinya memperebutkan jabatan Bupati Inhil.

Rasanya-pun ada benarnya menurut Fauzy Ahmad, jika HM Wardan mampu menuntaskan janjinya dan menunjukkan prestasi pada masa kepemimpinanya sebagai Bupati Inhil diperiode pertama ini, walaupun tidak memiliki perahu politik, rakyat pasti akan memberikan dukungan untuk kembali memimpin pada periode kedua.

Tinggal saat ini apa pendapat dan penilaian masyarakat Inhil selama setidaknya tiga tahun masa kepemimpinan HM Wardan sebagai Bupati. Hari ini seabrek persoalan masih menjadi PR yang entah kapan akan mampu diselesaikan.

Di tahun ketiga masa kepemimpinanya sebagai Bupati, hari ini, progress fisik APBD Inhil hingga memasuki triwulan ke-tiga masih diangka 0,…%. Pembangunan stagnan dan berbagai janji yang pernah terlontarkan dinilai kebanyakan masyarakat masih jauh dari pembuktian.

“Bijak” itulah pesan yang mungkin bisa tersampaikan. Salam/ dro




Dewan Pembina YTG Monitoring Pelaksanaan KKN Unisi di 2 Kecamatan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Pembina Yayasan Tasik Gemilang (YTG) DR H Indra Muchlis Adnan memonitoring pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indragiri (Unisi) di dua kecamatan dari tanggal 21 sampai 22 Juli 2016.

Kedua kecamatan tersebut adalah Kecamatan Gaung Anak Serka (Gas) dan Kecamatan Gaung. Saat itu, ia didampingi sejumlah pengurus Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unisi dan para dosen pembimbing.

Kepala Bagian LPPM Unisi, Bayu Fajar Suaanto SE menyebutkan bahwa kegiatan KKN 2016 ini merupakan kegiatan tematik, dimana mahasiswa yang diberikan tugas untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan permasalahan yang ada dilokasi berdasarkan kosentrasi ilmu dan jurusan yang dimiliki. Dan ini nantinya akan dituangkan dalam laporan yaitu Kertas Kerja Perorangan (KKP) dan Kertas Kerja Kelompok (KKK).

“KKN Tematik inilah salah satu ide yang diluncurkan pada pelaksanaan KKN yang ditinjau oleh Dewan Pembina Yayasan Tasik Gemilang ke beberapa posko di dua kecamatan. Direncanakan, penjadwalan monitoring kembali berlangsung di bagian Inhil Utara,” ujar Bayu kepada detikriau.org, Senin (25/7/2016).

Yang jelas katanya, monitoring tersebut bertujuan untuk melakukan evaluasi, pencerahan dan motivasi kepada peserta KKN terhadap kegiatan kegiatan yan telah dilaksanakan maupun belum. Harapannya, segala permasalahan dan kendala di lapangan dapat teratasi dan diselesaikan secepat mungkin

“Kita juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar dan semoga sukses sampai diujung kegiatan,” tutupnya./Mirwan




Demam Pokemon, Masyarakat Dilarang Bermain di Arena Mesjid Al-Huda Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pengurus Mesjid Besar Agung Al-Huda Tembilahan melarang pendoyan game Pokemon bermain di arena Mesjid Al-Huda. Larangan tersebut disebarkan melalui akun Facebook resmi milik Mesjid Al-Huda.

“Assalamualaikum Wr. Wb… Kepada kaum muslimin dan muslimat serta kaum non muslim, Pengurus Mesjid Agung Al-Huda Tembilahan dengan ini menghimbau agar kiranya tidak bermain game (pokemon) di areal mesjid Al-Huda. Terima kasih, Wassalamu’alaikum Wr. Wb,” tulinya di akun @Mesjid Agung Al-Huda Tembilahan, Sabtu (23/7/2016) sekitar pukul 14.00 WIB.

Menurut para pecinta game menerangkan, keberadaan Pokemon selalu ditemukan di setiap areal Mesjid, khusus kota Tembilahan diantaranya seperti Mesjid Al-Huda dan Mesjid Darul Hikmah jalan Batang Tuaka.

“Di tempat lain juga bisa ditemukan Pokemon, tetapi kalau dalam mesjid, pokemon itu banyak,” ujar salah seorang penikmat game Pokemon, Rudi./ Mirwan