PLN Pelangiran dituding Lakukan Pungli. Manajer Janjikan Tindaklanjuti

“Diungkap dalam Hearing Komisi III DPRD Inhil Bersama PLN Rayon Tembilahan”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – PLN Pelangiran dituding melakukan pungutan liar terkait penambahan daya Volt Ampere (VA) dari 900 ke 1300 VA. Nilai yang diminta berjumlah Rp 300 ribu perrumah.

Hal tersebut dibeberkan salah seorang anggota Komisi III DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hj Okta Hasanatan dalam hearing bersama Manajer PLN Rayon Tembilahan di ruang Komisi III, Rabu (10/8/2016) sore.

“Padahalkan kenaikan daya itu sudah menjadi program gratis, tapi kenapa masih ada pungutan. Saya mengetahui ini atas laporan dari beberapa orang masyarakat beberapa waktu lalu,” katanya.

Menanggapi hal ini, Manajer PLN Rayon Tembilahan Syaiful Hanan berjanji akan mengkoordinasikan apakah benar atau tidak diberlakukan kebijakan tersebut.

Namun yang jelas, pembiayaan yang digratiskan memang benar jikalau masih dalam konteks penyambungan. Tetapi jika bagi konsumen listrik pascabayar tetap ada biaya penyesuaian sebagai jaminan langganan.

Selain itu, bagi konsumen prabayar kata Syaiful cukup membayar token perdana saja.

“Kita konfirmasi dulu nanti biaya yang dipungut apakah betul biaya menyalahi ataukah sesuai prosedur yang ditetapkan,” imbuhnya./ Mirwan




Rampok di Keritang Aniaya Korban Hingga Meninggal dan Rampas Uang Belasan Juta Rupiah

images“Kepada Anaknya Korban Mengaku Kenali Pelaku. Dua Diantaranya disebut Oknum Anggota dijajaran Polres Inhil”

KERITANG (detikriau.org) – Aksi pencurian dengan kekerasan terjadi di KM 8 desa Petalongan Kecamatan Keritang, Jum’at (5/8/2016) malam. Aksi para begal ini tidak hanya berhasil merampas uang tunai senilai Rp 15 juta, namun juga mengakibatkan korban, Indra Gamal (55) meninggal dunia.

Menurut penuturan anak korban, Acep (33) kepada detikriau.org, Selasa (9/8), peristiwa perampokan yang menghilangkan nyawa orangtuanya itu terjadi di pasar KM 8 sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, korban hanya seorang diri dan sempat diculik pelaku.

“Pagi Sabtu (6/8, red) kami temukan bapak di perkebunan dalam desa Petalongan. Kondisinya saat itu masih bernafas namun sudah kritis akibat dianiaya dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Indrasari Rengat untuk mendapatkan perawatan. Sayangnya nyawa Bapak tak bisa bertahan lama. Ia meninggal dunia pada hari minggu,” sampaikan Acep.

Sebelum meninggal, lanjutnya, korban sempat menceritakan bahwa pelaku penganiayaan  berjumlah 5 orang bahkan dikenali. Dua diantaranya disebutkan adalah oknum anggota dijajaran Polres Indragiri Hilir, sedangkan 3 lainnya warga sipil.

Menurut Acep, atas dasar pengakuan orangtuanya sebelum menghembuskan nafas terakhir, dua adiknya hari ini juga sudah menyampaikan laporan ke Propam Polres Inhil

Terkait peristiwa ini, Paur Humas Polres Inhil Ipda Heriman Putra ketika dimintakan komfirmasi terkesan enggan menjawab.

“Maaf, langsung sama pak Kapolres aja pak,” kata Paur Humas singkat./Mirwan




Ratusan Meter Kabel PLN di Kemuning Dicuri OTK

Kemuning (detikriau.org) – Sepanjang 120 meter kabel Optik Gardu milik PLN Rayon Rengat hilang diduga akibat ulah tangan jahil di jalan Lintas Timur Dusun Leboy Desa Keritang Kecamatan Kemuning, Senin (8/8/2016) kemarin.

Raibnya kabel listrik ini mula diketahui sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu salah seorang pegawai PLN, Mardi (38) dihubungi oleh saksi menanyakan penyebab mati lampu di sekitar TKP. Pasalnya, listrik tersebut belum menyala sejak pukul 03.00 WIB.

Atas dasar informasi itu, pegawai PLN langsung mengecek di TKP hingga akhirnya diketahui kalau kabel ukuran 150 mm (4×10 m) dan 70 mm (8×10 m) dengan total sepanjang 120 meter sudah raib.

Dari peristiwa tersebut, pihak PLN mengalami kerugian mencapai Rp 8 juta dan melaporkan ke Polsek Kemuning meminta untuk diusut tuntas.

“Laporan sudah masuk. Kini, petugas kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan,” ungkap Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung Sik melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra, Selasa (9/8/2016)./Mirwan




Samakan Persepsi, Kesbangpol Inhu Gelar Dialog Dengan Masyarakat

“Masalah Ketahanan Ekonomi dan SDA”

Rengat, detikriau.org – Kesamaan persepsi antara masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi masalah terkait ketahanan ekonomi dan sumber daya alam (SDA) suatu daerah menjadi sesuatu hal yang penting untuk dikomunikasikan.

Sebagai bentuk upayanya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Inhu menggelar forum dialog di Aula Wisma Ferdy Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat, Selasa (9/8/2016).

Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Inhu H Khairizal itu turut menghadirkan dua narasumber yakni Direktur Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya Dirjen Kesbangpol Jakarta dan Rudolf Butar-Butar dari Badan Kesbangpol Propinsi Riau.

“Selain untuk menyamakan persepsi tentang potensi ketahanan ekonomi dan SDA yang ada di Inhu serta bagaimana mengembangkan dan memberdayakannya, forum dialog ini juga menjadi upaya untuk mengetahui potensi konflik sekaligus upaya pencegahan terjadinya konflik itu sendiri,”ujar Kepala Kesbangpol Inhu H Adri Bahar selaku Ketua Pelaksana.

Maka dari itu, ia mengharapkan agar seluruh peserta yang ikut dalam forum dialog ini dapat mengikuti kegiatan ini dapat mengikutinya dengan baik.

Sementara itu, Wakil Bupati Inhu H Khairizal menganggap forum dialog antara pemerintah dengan masyarakat seperti ini perlu untuk dilakukan. Sebab, upaya pengelolaan potensi sumber daya alam dan ekonomi di Inhu sejauh ini dinilai belum begitu maksimal.

Untuk itu, melalui kegiatan ini diharapkan akan memunculkan satu persepsi yang sama sebagai upaya untuk meminimalisir munculnya masalah terkait dengan ketahanan ekonomi dan SDA di daerah masing­-masing.

Wabup juga meminta agar koordinasi antara setiap mitra kerja, dalam hal ini masyarakat dengan Pemkab Inhu perlu untuk terus dilakukan guna suksesnya  pelaksanan pembangunan.

Total, sebanyak 80 peserta dari tujuh kecamatan di Inhu ikut serta pada forum dialog ini.

Turut hadir pada kegiatan itu, sejumlah Kepala Dinas, Kepala Kantor dan pejabat lain di lingkungan Pemkab Inhu (zal)




Sukseskan Program Pemberian Obat Filariasis Massal, Pemkab Inhu Gelar Rakor

Rengat, detikriau.org – 1 Oktober 2016 mendatang, program pemberian obat massal penyakit filariasis (kaki gajah) tahap V akan dilakukan serentak diseluruh wilayah di Indonesia. Sebagai bentuk komitmen serta kesiapan guna mensukseskan kegiatan itu, Pemkab Inhu menggelar rapat koordinasi di Aula Bappeda dan Litbang Inhu, Senin (8/8/2016).

Rakor yang dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Inhu H Asryan tersebut turut menghadirkan narasumber drg Tyas dari Dinas Kesehatan Propinsi Riau.

“Tahun ini merupakan tahun ke lima pemberian obat pencegahan massal dari penyakit filariasis. Secara umum, upaya yang dilakukan Pemkab Inhu pada tahap sebelumnya telah mencapai target. Dan,1 oktober nanti kegiatan ini akan dilakukan serentak di seluruh wilayah yang tergolong dalam wilayah endemis penyakit ini,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Inhu Rika Varia Nora.

Menurutnya, sasaran pemberian obat pencegahan massal filariasis ini adalah seluruh masyarakat Inhu yang tergolong pada kelompok usia diatas dua tahun kecuali ibu yang dalam kondisi hamil. Sejauh ini, lanjut Rika sudah ditemukan sejumlah kasus penyakit filariasis di tiga kecamatan di Inhu. Diantaranya, Kecamatan Rengat Barat, Sungai Lala dan Kelayang.

“Penyakit ini tidak dapat diobati, untuk itu upaya yang dilakukan Dinkes Inhu yakni melakukan tata kelola agar tidak memperburuk kondisi penderita,” tambahnya.

Ia mengharapkan, melalui rakor ini akan terbentuk komitmen untuk mensukseskan gerakan pemberian obat massal penyakit filariasis sehingga nantinya penderita penyakit ini tidak bertambah dan tahun 2020 mendatang tidak lagi ditemukan.

Harapan yang sama juga disampaikan  Asisten Pemerintahan dan Kesra Inhu H Asryan. Menurut Asryan, melalui rapat koordinasi ini diharapkan mampu membangun semangat dalam upaya pengoptimalan bulan eliminasi kaki gajah sekaligus untuk mengevaluasi kendala yang ditemukan pada tahapan sebelumnya.

Untuk itu, ia menghimbau agar semua pihak yang terkait dapat membangun satu komitmen guna mensukseskan pemberian obat pencegahan massal filariasis pada 1 oktober mendatang.

“Saya berharap, melalui rakor ini dapat memacu semangat semua pihak terkait untuk membentuk satu komitmen demi mencapai hasil yang terbaik. Semoga kerja keras kita dapat memberikan hasil terbaik bahwa masyarakat Inhu terhindar dari penyakit ini,” jelas H Asryan.

Turut hadir pada rapat koordinasi ini beberapa perwakilan FKPD, Camat serta sejumlah utusan dari UPTD Puskesmas se Kabupaten Inhu. (Zal)




Polres Inhil Gelar Pisah Sambut Pimpinan

pisah sambut kapolresTEMBILAHAN (detikriau.org) – Polres Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Farawell parade penyambutan Kapolres baru ­ AKBP Dolifar Manurung Sik sekeligus pe­lepasan Kapolres lama AKBP Hadi Wicaksono Sik ­yang ditandai dengan tradisi ‘pedang pora­’, Senin (8/8/2016).

Farawell parade tersebut berlangsung di halaman Mapolres Inhil jalan Gadjah M­ada Tembilahan yang dihadiri seluruh perwira­ jajaran Polres Inhil.

“Terima kasih secara keseluruhan atas apa­ yang pernah kita lakukan ini adalah hal ­yang baik dan positif, mari kita lanjutkan­ dan apabila ada hal yang tidak baik atau­ negatif mari kita perbaiki bersama dan i­ntropeksi diri untuk terus kita perbaiki,”­ ungkap Wicaksono.

Ia juga berpesan untuk selalu memaksimalkan tugas-tugas yang diemban, khusus para anggo­ta untuk tidak melanggar kewenagan ­baik itu di siplin apa lagi mengunakan nar­koba.

“Patuhlah dengan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan pimpinan dan laksanakan sebaik-baiknya,” pesannya.

Sementara itu, Kapolres Inhil yang baru AK­BP Dolifar Manurung Sik mengaku merasa bangga­ atas pesan-pesan yang ditinggal oleh Kapolres lama, minimal katanya bisa meningkatkan hasil kinerja lebih baik lagi kedepan.

“Selamat jalan dan selamat bertugas di te­mpat yang baru kepada bapak Hadi Wicakson­o, mudah-mudahan ditempat yang baru semak­in sukses,” sebutnya.

Kedepan, ia mengajak seluru­h personil Polres Inhil untuk bersama sama melaksanakan tugas bersama dengannya sesuai tupoksi yang diemban./Mirwan