Kabar Duka, Seorang JCH Asal Inhil dikabarkan Meninggal Dunia

Bupati Inhil HM Wardan saat melakukan rangkaian acara pelepasan JCH Asal Inhil yang tergabung dalam kloter 6 bertempat di Masjid Al-Huda, sabtu pekan kemaren
Bupati Inhil HM Wardan saat melakukan rangkaian acara pelepasan JCH Asal Inhil yang tergabung dalam kloter 6 bertempat di Masjid Al-Huda, sabtu pekan kemaren

TEMBILAHAN, detikriau.org – Martinah, salah seorang Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kelurahan Pekan Arba KecamatanTembilahan Kabupaten Indragiri Hilir dikabarkan meninggal dunia. Meski belum mendapatkan berita lengkap, meninggalnya JCH ini juga dibenarkan oleh Kemenag Inhil, Senin (15/8/2016) dini hari.

“Iya kita memang sudah mendapatkan kabar akan meninggalnya JCH kita,” sampaikan Kasi Haji Kemenag Inhil, H Harun melalui pesan singkatnya.

Namun meski sudah mendapatkan kabar, Harun menayatakan belum mengetahui secara persis dimana JCH itu meninggal dunia.

“Namun yang jelas, JCH itu sudah ditangani oleh petugas medis.” tutupnya

Sebelumnya, keberangkatan sebanyak 381 JCH Asal inhil diberangkatkan pada Sabtu (13/8/2016) yang lalu.

381 JCH tersebut tergabung pada kloter 6 Kabupaten Inhil yang dirinci menjadi 159 laki-laki dan 222 perempuan. Kemudian kloter berikutnya akan menyusul keberangkatan pada tanggal 17 dan 20 Agustus mendatang.

Terdata, Muchtar Bin Manan Kohir (81) sebagai JCH tertua asal Kecamatan Mandah. Sedangkan JCH termuda adalah Mohammad Nurhadi Bin Hamzah (24) asal  Kecamatan Tembilahan Hulu./Mirwan




Angin Kencang Terjang Kota Tembilahan dan Tembilahan Hulu

“Sejumlah  fasilitas umum dan rumah warga rusak”

Petugas PLN sedang melakukan perbaikan tiang penyangga kabel listrik yang tumbang
Petugas PLN sedang melakukan perbaikan tiang penyangga kabel listrik yang tumbang

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Angin kencang yang menerpa kota Tembilahan dan sekitarnya menyebakan sejumlah kerusakan. Tidak hanya menyebabkan rubuhnya pepohonan, tiupan angin yang terjadi sekitar pukul 04.00 Wib dinihari itu juga menyebabkan terputusnya secara total pasokan listrik ke kota Tembilahan. Ahad (14/8)

Berdasarkan pengakuan salah seorang warga, Kanik, sejumlah pohon disepanjang jalan Nasional di Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu tumbang. Bahkan sejumlah patahan pepohonan peneduh itu juga ada yang menimpa rumah warga dan juga menyebabkan tiang penyangga listrik milik PLN miring.

“cukup banyak pohon tumbang dan patah. Sebagaian bahkan ada yang menimpa rumah warga dan menyebabkan terputusnya pasokan listrik karena menimpa tiang penyangga,” Ujar sopir angkutan perdesaan ini melalui sambungan selularnya.

Akibat kejadian ini arus tranportasi juga sempat terganggu.” Kita harus hati-hati karena banyak patahan pohon yang berserakan dijalanan,” ditambahkan Kanik

Foto: Syaiful Hanan
Foto: Syaiful Hanan

Tumbangnya pepohonan juga terjadi di Parit 6 Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu. Dilokasi ini, dua batang tiang penyangga milik PLN juga sempat miring dan menyebabkan terputusnya pasokan litrik secara total ke kota Tembilahan.

“Akibat badai tersebut, sejumlah pohon-pohon besar tumbang dan mengenai jaringan express feder,” terang manajer PLN Rayon Tembilahan, Syaiful Hanan.

Untuk melakukan perbaikan segera disejumlah titik gangguan, pihak PLN juga mengaku terpaksa meminta bantuan satu unit mobil Kren dari PLN Rengat.

“Kita juga harus mengerahkan seluruh petugas.” Lagi kata Syaiful

Kejadian angin ribut yang disertai hujan deras ini juga berdampak pada sejumlah perumahan penduduk. Meski tidak mengalami kerusakan berat, namun menyebabkan sebagian atap dan bagian rumah lainnya milik warga terpaksa harus dilakukan perbaikan.

“Tiupan angin menyebabkan atap seng rumah saya terbang. Sebagian rumah menjadi basah akibat curah hujan,” Ujar indik warga kayu jati Tembilahan Hulu.

“pagar seng rumah saya juga rubuh. Tiang penyangga kayu tempat bedirinya pagar pembatas itu tidak mampu menahan kuatnya tiupan angin,” Ujar Hendra warga kayu jati lainnya.

Pantauan lapangan, kerusakan bukan hanya dialami oleh warga Tembilahan hulu, sebagian pepohonan dan beberapa bagian rumah milik warga di Tembilahan juga tidak luput dari kerusakan. Bahkan kencangnya angin ini juga menerpa rumah kediaman dinas Bupati Inhil. Bagian atap ruang parkir juga terbuka dan melayang kebadan jalan. / Mirwan




Teknik Baru Mencangkok Jambu Air

“Mencangkok jambu madu dengan media air keberhasilannya 100 %.”

Jambu air citra
Jambu air citra

Itu yang dilakukan zainul Aziz, pehobi tanaman buah di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.  Zainul dan rekan sesame pehobi mencangkok jambu air deli hijau dengan menyayat batang lalu merendam dalam air.  Dalam 3 – 4 pekan, ujung batang yang terendam menumbuhkan akar dan 1 bulan kemudian hasil cangkokan siap dipanen.  Idenya berasal dari obrolan iseng di kebun seorang pehobi.

Zainul mencangkok dengan media air di pohon jambu air deli hijau berumur 3 tahun miliknya.  Ternyata tanaman Syzygium samarangense menumbuhkan banyak bintil akar.  Sudah begitu, keberhasilan tumbuh bibit 100%.  Zainul beberapa kali mencoba san selalu berhasil.  Pencangkokan dengan media air membutuhkan waktu 1,5 – 2 bulan hingga siap panen, sama seperti pada cangkok biasa.

Gunakan Cabang Sehat

Menurut Zainul “Kelebihan mencangkok jambu dengan bermedia air mudah. Murah dan praktis”.  Bahan dan alat yang dipakai untuk mencangkok :  gelas plastik bekas atau potongan botol plastik air mineral.  “Yang penting transparan sehingga mudah mengamati keluarnya akar.  Bahannya juga dari limbah, tidak usah membeli”, tutur Zainul.

Proses pencangkokan mudah dan cepat, yang penting menggunakan pisau tajam.  Lebih baik lagi menggunakan pisau okulasi yang sangat tajam.  Zainul lalu mengiris cabang dari bawah ke atas sampai terbentuk sayatan sepanjang 5 cm.  Ujung atas irisan membagi batang tepat di tengah diameter cabang.  Siapkan gelas air mineral lalu mengisi dengan air bersih setinggi 2 cm dari dasar gelas.

Untuk memacu pertumbuhan akar, tambahkan 2 ml zat perangsang tumbuh.  Zainul mengikatkan botol ke cabang yang dicangkok agar tidak jatuh, lalu mencelupkan ujung bawah belahan cabang sepanjang 1 cm ke dalam air.

Zainul mencangkok cabang atau ranting yang sehat, ditandai warna daun hijau segar, bentuk daun normal, dan bebas hama penyakit.  “Daun sehat mudah patah jika ditekuk, sedangkan daun tidak sehat terlihat dari warna yang kurang segar dan bila ditekuk tidak mudah patah”, ujar Zainul.

Ia memilih cabang atau ranting berdiameter minimal  2 cm atau sebesar jempol.  Sejatinya semakin muda ranting semakin baik karena lebih cepat berakar.  Idealnya di bawah ranting yang dicangkok ada cabang lain untuk meletakkan wadah air.  Namun, bila tidak ada cabang pembantu, ikatkan langsung wadah ke dahan yang dicangkok.  Pencangkokan berhasil jika muncul bintil-bintil calon akar di bagian antara kulit batang dan kayu.

CANGKOKBintil-bintil itu lantas tumbuh menjadi akar.  Pada hari ke-50 – ke-60, akar terbentuk sempurna sehingga bibit siap pindah tanam ke polybag.  Potong cabang yang menyatu dengan pohon induk lalu masukkan dalam polybag 10 cm x 10 cm.  Media tanam berupa tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan    1 : 1.  Teduhkan bibit baru itu dan siram setiap hari.  Selang sebulan, akar beradaptasi dengan media tanam dan bibit tumbuh normal.  Tandanya muncul tunas daun baru.

Pehobi itu yakin cangkok air pun bisa dilakukan secara bertingkat di cabang yang sama.  Cangkok bertingkat itu lazim dilakukan dalam proses cangkok biasa oleh para penangkar buah untuk memperbanyak bibit secara cepat. “Cangkok air cocok untuk pehobi di kota yang sulit mendapatkan tanah atau bahan organik untuk

Mudah Tumbuh

Nun di Padang, Sumatera Barat.  Jia Widodo juga selalu sukses mencangkok dengan dengan media air.  Bedanya Widodo memilih mencangkok pucuk tanaman karena lebih cepat menumbuhkan akar.  Selain itu, ia memasukkan beberapa potong arang dalam wadah.  Tujuannya menetralkan mikrob pathogen yang mungkin hinggap lantaran terbawa udara.  Untuk meningkatkan keberhasilan, Jia memangkas daun setelah cangkokan dari pohon induk.

Ia memotong dua per tiga daun dan menyisakan sepertiganya untuk mengurangi penguapan.  Selanjutnya ia menyungkup selama sebulan sampai tanaman mengeluarkan tunas.  Meski mudah dilakukan, menurut Zainul cangkok air tidak cocok untuk perbanyakan dalam jumlah missal.  Penyebabnya untuk 1 tangkai paling banyak bisa dibuat 3 cangkokan.  Lebih dari itu tangkai irisan patah karena wadah berisi air cukup berat.

Apalagi tangkai telah dikerat setengah. “Cangkok air pas untuk pehobi yang memperbanyak tanaman di halaman karena kebutuhan bibit tidak banyak,” Kata Zainul.  Menurut ahli fisiologi dan bioteknologi di Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir Ni Made Amini Wendi MSc, jambu air sebenarnya sangat mudah tumbuh.

“Ibaratnya sambil ‘merem’ pun (bibit) cangkok atau stek bisa tumbuh,” Kata Armini.  Namun, Ia menyarankan untuk tidak mengisi penuh wadah dengan air. “Bila air banyak maka oksigen sangat sedikit.  Padahal akar memerlukan oksigen untuk respirasi.”  Selain itu, akar biasanya muncul di bagian cabang yang tidak terendam air.  Menurut Armini, tinggi air cukup 1-2 cm untuk menjaga kelembapan.  Persis seperti yang dilakukan Zainul Aziz.

BERBIAK DI AIR

  1. Pilih cabang jambu MDH diameter 1-2 cm.   Idealnya posisi cabang tegak
  2. Siapkan botol bekas air mineral ukuran 600 ml
  3. Sayat cabang ke atas sepanjang 3-5 cm.  Gunakan pisau tajam/pisau okulasi
  4. Selipkan potongan botol di sela-sela sayatan di cabang.  Isi dengan air setinggi 2-3 cm.  Lebih baik bila ditambah larutan ZPT dengan dosis 2 cc/l air
  5. Dalam waktu 3 pekan muncul bintil-bintil akar
  6. Setelah 1,5-2 bulan, akar telah dan cangkokan bisa dipotong.  Potongan cangkok air ditanam di wadah yang sudah diisi media tanam dan sungkup dengan plastik agar beradaptasi hingga dapat tumbuh sehat.

 

Sumber Tulisan : Syah Angkasa dalam Trubus 541 – Desember 2014/XLV

Sumber:

Set. BKP3K Prov. Kep. Babel

Penulis:

Diah Ayu Srilastika

 




Agunan BPKB di FIF Tembilahan Tak Kunjung Kembali, Nasabah Ancam Lapor ke Polisi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Nasib Ikhsan (37) warga jalan Gunung Daek Tembilahan mungkin bisa dibilang apes. Bagaimana tidak, setelah seluruh pinjaman dilunasi, BPKB Kendaraan yang diagunkan sebagai jaminan pada FIF Tembilahan malah tak kunjung kembali. Katanya dibawa kabur karyawan. Ikhsan-pun ancam akan melapor ke polisi.

Menurut keterangan Ikhsan kepada detikriau.org ditemui di Tembilahan, sabtu (13/8), kisah ini bermula saat dirinya akan memintakan kembali BPKB kendaraan Revo setelah seluruh pinjamannya lunas. Saat itu pihak FIF ternyata tidak bisa mengembalikan dan meminta waktu.

“beberapa kali saya bolak-balik ke FIF untuk mengurus pengembalian jaminan saya, tapi tak kunjung diberikan. Katanya masih dalam proses. Entah kapan selesainya padahal saat ini sudah satu tahun lebih sejak seluruh pinjaman saya lunas,” Beber Ikhsan.

Setelah berjalan waktu ditambahkan Ikhsan ia mendapatkan komfirmasi dari pihak FIF bahwa BPKB miliknya dibawa kabur oleh salah seorang karyawan berinisial H. ternyata nasib ini bukan hanya dialami dirinya, pihak FIF juga menurutnya mengakui ada tiga konsumen lainnya yang juga menjadi korban penggelapan surat kendaraan bermotor ini.

Atas kejadian tersebut, Ikhsan mengancam akan melaporkan ke pihak kepolisian

“Saya kesal dijanjikan terus akan diganti, tapi sampai sekarang saya tunggu-tunggu tidak juga ada niat baiknya. Terakhir, saya datang Jumat (12/8/2016 ) tapi jawabannya juga masih sama “masih diproses”. Aneh, sudah setahun lebih tapi masih juga jawaban diproses,” kesalnya.

Hingga berita ini dirilis, detikriau.org belum mendapatkan komfirmasi dengan pihak FIF Tembilahan./Mirwan




Pengurus Yayasan Tasik Gemilang Tinjau Posko KKN Unisi 2016 di Kempas

Keterangan foto: Wakil Ketua I YTG, H Yulizen saat memberikan bantuan berupa mie instan kepada peserta KKN Unisi
Keterangan foto: Wakil Ketua I YTG, H Yulizen saat memberikan bantuan berupa mie instan kepada peserta KKN Unisi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pengurus Yayasan Tasik Gemilang meninjau sejumlah posko peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indragiri (Unisi) di Kecamatan Kempas, Jum’at (12/8/2016) kemarin.

Para pengurus itu diantaranya Wakil Ketua I H Yulizen Yunal dan Wakil Ketua II H Zayadi HS serta unsur pengurus lainnya. Ia didampingi oleh pengurus Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unisi, Ahmadi dan Indra Hukes.

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Ketua I berpesan kepada seluruh peserta KKN untuk tetap bertahan hingga akhir waktu yang ditetapkan. Dan jika ada hambatan, ia berharap untuk segera dikonsultasikan.

Disamping itu, ia mengaku bangga karena tidak ditemukan para mahasiswa yang terdapat kesulitan yang signifikan dalam menjalankan tugas. Hal tersebut disinyalir layanan baik dari masyarakat.

“Tolong dipertahankan, saya tau kalian ini sudah membuat lingkungan sekitar terbantu,” kata Yulizen di hadapan para peserta KKN.

Untuk diketahui, ada 5 posko yang disapa langsung oleh pihak yayasan yakni di Kelurahan Kempas Jaya, Desa Sungai Ara, Desa Harapan Tani, Desa Rumbai Jaya dan Desa Karya Tani.

Dimana, jumlah itulah para peserta KKN Unisi yang berposko di Kecamatan Kempas. Dalam peninjauan kali ini, tidak seorangpun mahasiswa yang tercatat absen.

Keterangan foto: Wakil Ketua I YTG, H Yulizen saat memberikan bantuan berupa mie instan kepada peserta KKN Unisi./adv/mirwan




KontraS temukan kejanggalan diputusan kasus 1,4 juta ekstasi Fredi

Jakarta – Pada berkas perkara atas nama M. Muhtar tertulis dia adalah aktor yang mendapat tugas dari Fredi Budiman untuk mengurus persiapan pengiriman paket sampai tempat tujuan yakni Gudang 1 di Kamal Raya, Cengkareng, Jakarta Barat. Barang belum sampai di lokasi tujuan, lantaran Muhtar terjaring operasi di tengah jalan di pintu keluar tol Kamal.

“Padahal sebelum paket itu keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok telah ditetapkan operasi controlled delivery yang melibatkan BNN dan Bea Cukai pada 15 Mei 2012,” kata Haris di Sekretariat KontraS, Jalan Kramat II, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (12/8).

“Seharusnya, dalam operasi itu tidak dilakukan penangkapan sebelum barang sampai di tempat tujuan,” tambah Haris.

Haris melanjutkan penangkapan Muhtar itu tampak tidak memenuhi standar operasional controlled delivery. Sehingga dalam kasus ini tidak bisa menjelaskan siapa yang menyerahkan barang dan siapa yang diserahkan atau diberikan barang.

Pada peristiwa itu, baik BNN dan Bea Cukai, kata Haris, keduanya tidak memiliki landasan hukum yang jelas dalam melakukan controlled delivery. BNN hanya bersandar pada UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Sebagaimana pasal 75 huruf j UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yakni ‘melakukan teknik penyidikan pembelian terselubung dan penyerahan di bawah pengawasan’. Namun dalam aturan hukum itu tidak dijelaskan secara spesifik terkait controlled delivery,” papar Haris.

Haris juga menegaskan, dalam berkas perkara Muhtar tertulis 3 nama utama berikut perannya secara khusus. Pertama Fredi Budiman berperan untuk menyiapkan dan mengatur orang-orang di lapangan untuk mempercepat proses pengeluaran hingga barang masuk ke gudang penyewaan.

Kedua, Hani Sapta Pribowo berperan untuk mengenalkan atau membuka jaringan pelabuhan, termasuk memiliki orang yang mempermudah administrasi dokumen dan mengeluarkan barang dari pelabuhan. Ketiga, Chandra Halim berperan sebagai penghubung produsen barang di Tiongkok. Chandra juga merupakan orang kepercayaan dari sang produsen.

Untuk itu kata Haris, penting sekali untuk membuka kembali dokumen proses persidangan demi mengungkap kebenaran dari curhatan Fredi Budiman di detik-detik kematiannya.

“Dengan kejanggalan-kejanggalan di atas kami ingin menjelaskan sebuah kemutlakan untuk mengangkat berkas keputusan Muhammad Muhtar sebagai salah satu dugaan bukti tumpulnya putusan yang sebenarnya bisa dijadikan bukti petunjuk baru untuk melihat peta peristiwa Mei 2012,” tutup Haris./*

sumber: merdeka.com