Warga Desa Sungai Iliran Mengeluh. Hibahkan tanah Untuk Waduk. Airnya Tak Dapat Dinikmati

Gbr: poskotanews
Gbr: poskotanews

GAS (detikriau.org) – Kepala Desa (Kades) Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Ahmad Sukri mengaku bahwa sebagian besar masyarakatnya tidak mendapatkan distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Padahal ketersediaan air bersih yang didistribusikan PDAM kepada para pelanggannya di Kecamatan GAS, khususnya di Kelurahan Teluk Pinang berasal dari air baku yang ada di waduk Parit 21 Desa Sungai Iliran.

Dijelaskan Sukri, selama ini masyarakat setempat hanya menggunakan air dari sungai untuk memenuhi keperluan sehari-hari mereka, seperti Mandi, Cuci dan Kakus (MCK). Padahal kondisi air sungai tersebut tidak bersih dan tidak layak untuk digunakan, karena sudah tercemar oleh limbah, baik limbah rumah tangga maupun limbah industri.

Oleh karena itu, dengan keberadaan waduk ini diharapkan setidaknya dapat memenuhi ketersediaan air bersih, yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat setempat.

“Masyarakat kami sudah menyediakan lokasi atau tempat pembangunan waduk ini dengan hibah, yang diharapkan airnya dapat digunakan dan dirasakan oleh masyarakat,” tutur Sukri saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, belum lama ini.

Namun, lanjut Sukri, setelah pembangunan waduknya selesai dan pipa sudah pula didirikan, distribusi air bersih dari waduk tersebut sebagian besar hanya diperuntukan dan dialirkan ke rumah-rumah masyarakat yang ada di Ibukota Kecamatan saja, yakni Kelurahan Teluk Pinang.

“Jadi, kami harapkan pihak terkait dapat segera mencari solusi dan jalan keluar atas permasalahan ini, sehingga keberadaan waduk itu juga dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat setempat,” imbuhnya.(adi)




Kakek di Sungai Iliran Ditemukan Meninggal di Lantai Rumah

gambar ilustrasi
gambar ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Salah seorang kakek berumur 70 tahun, warga Parit 23 Desa Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ditemukan sudah tidak bernyawa dan terbaring di lantai rumahnya, Minggu (15/3/2015) sekitar pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak kepolisian, kronologis penemuan mayat Id (70) ini bermula ketika saksi Salehudin datang ke rumah korban dan memanggilnya, namun korban tidak juga menjawab.

“Dikarenakan saksi tidak berani membuka pintu, kemudian dia memanggil temannya Ahyan dan sebagian masyarakat sekitar, untuk bersama-sama membuka pintu rumah korban,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Paur Humas, IPTU Warno Akman kepada awak media.

Ketika rumah berhasil dibuka, lanjut Warno, ternyata korban ditemukan terbaring di lantai rumahnya, sehingga masyarakat pu. memanggil Babinkamtibmas dan Bidan Desa setempat untuk dilakukan pemeriksaan.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, diperkirakan korban meninggal sudah satu hari,” terangnya.

Dijelaskan Warno, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan diketahui sebelumnya korban memiliki penyakit tekanan darah tinggi.

“Saat ini, korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga, untuk segera dikebumikan,” imbuhnya.(adi)




Bupati Inhil Targetkan Pemilihan Kades Terlaksana Akhir November 2015

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menargetkan pemilihan Kepala Desa akan terlaksana pada akhir bulan November 2015 mendatang.

“Sebanyak 97 desa akan dilakukan pemilihan secara serentak diakhir bulan Nevember ini,” sebutnya usai melantik Badan Permusyarawatan Desa (BPD) se-Kecamatan Batang Tuaka di Desa Sialang Jaya, Rabu (25/2/2015).

Dikatakannya, sebanyak 197 desa se-Kabupaten Inhil ini, hanya 97 desa yang sudah habis masa jabatan dan akan dilakukan pemilihan secara serentak. Tidak hanya bulan yang sama, namun juga akan dilakukan pada hari yang sama bahkan jam yang sama.

Dari 97 desa diselenggarakan pemilihan secara serentak, Bupati menyebutkan sisanya akan dilakukan juga pemilihan serentak pada tahun 2017 mendatang.

“Jadi nantinya per Januari 2016 semua Kepala Desa yang telah terpilih sudah mulai bekerja,” tambah Bupati.

Dalam pemilihan nanti, BPD lah yang akan menyusun persiapan pemilihan Kades tersebut. Sangat diharapkannya kehadiran BPD ini mampu bermitra, bekerja dengan harmonis dan menjaga kekompakan.(mirwan/adv pemkab inhil)




Yulizal : Desa Harus Manfaatkan Dana DMIJ Dengan Baik

Bupati Inhil, HM Wardan menandatangani prasasti fisik program DMIJ belum lama ini di Kecamatan Gaung Anak Serka
Bupati Inhil, HM Wardan menandatangani prasasti fisik program DMIJ belum lama ini di Kecamatan Gaung Anak Serka

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mengingatkan desa-desa penerima dana Program Desa Maju Inhil Jaya, untuk menuntaskan seluruh program pembangunan yang telah direncanakan.

Apalagi, sesuai dengan ketentuan besaran kucuran dana kepada masing-masing desa didasarkan kepada tipologi Desa. Dimana, Desa Swadaya mendapat dana sebesar Rp 350 juta, Desa Swakarya Rp 500 juta, Desa Swasembada Rp 750 juta dan Desa Mandiri sebesar Rp 1,2 milyar pertahun.

“Masing-masing desa harus mampu menuntaskan seluruh kegiatan yang sudah dianggarkan dengan baik. Kalau tidak, tahun depan terpaksa kami evaluasi,” tutur Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Inhil, H Yulizal, kemarin.

Dijelaskan Yulizal, lahirnya Program Desa Maji Inhil Jaya (DMIJ) ini merupakan implikasi dari visi dan misi kepala daerah, yang menginginkan pembangunan dapat terlaksana dengan baik dan merata hingga ke tingkat paling bawah.

Oleh karena itu, lanjut mantan Kabag Keuangan Setwan Kabupaten Inhil ini, tidak mampunya desa untuk mengelola dana DMIJ akan berdampak dan berakibat fatal bagi pembangunan daerah. Pasalnya, selain diberikan sanksi administrasi, pengelola dana tersebut juga bisa terjerat kasus hukum.

“Jadi, setiap desa harus mampu memanfaatkan dana ini dengan baik dan maksimal, serta tidak melakukan hal-hal yang di luar ketentuan yang telah ditetapkan,” pungkasnya.(adi/adv pemkab inhil)




Wakili Bupati, Sekda Inhil Resmikan Program DMIJ di Kempas

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mewakili Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir, H Alimuddin RM meresmikan hasil pelaksanaan Program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) di Kecamatan Kempas, Senin (16/2/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Serba Guna, Desa Bayas Jaya ini sempena dengan Tabligh Akbar, Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Pondok Pesantren Al-Muhajirin dan Pelantikan Pengurus Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Kempas.

Bupati Inhil dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Alimuddin mengatakan, Program DMIJ ini merupakan program yang digagas oleh Pemkab Inhil, dalam upaya memberdayakan masyarakat desa untuk pembangunan daerahnya.

“Pada Program DMIJ penyaluran dananya dibagi sesuai dengan tipologi desa dan kemampuan aparatur pemerintahannya dalam pengelolaan dana pembangunan ini,” tutur Sekda.

Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM menandatangani prasasti program DMIJ
Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM menandatangani prasasti program DMIJ

Adapun Desa dengan kategori Desa Swadaya dikucurkan dana sebesar Rp 300 juta, Desa Swakarya Rp 500 juta, Desa Swasembada Rp 750 juta dan Desa Mandiri sebesar Rp1,2 miliar.

Dengan pembagian kategori desa penerima dana Program DMIJ ini, lanjut Sekda, maka dapat dilakukan evaluasi dan penyaluran dana pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan, disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pembangunan di desa tersebut.

“Dalam penyusunan programnya, Kita harapkan anggaran diprioritaskan untuk pembangunan jalan poros atau jalan penghubung antar Desa ke Kecamatan,” terangnya.

Kemudian, Sekda menyatakan sangat mengapresiasi atas terlaksananya Program DMIJ yang menjadi prioritas di Kecamatan Kempas ini, seperti Pembangunan Jalan, Jembatan, serta kegiatan fisik dan non fisik lainnya.

“Meskipun saya yakin dalam pelaksanaannya tidak sedikit kendala yang ditemukan, namun masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Kempas dapat mengatasinya secara bersama-sama,” imbuhnya. (adv/humas)




Bupati Resmikan 65 Paket Fisik Program DMIJ 2014 Kec Tempuling

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Inhil HM Wardan meresmikan fisik program unggulan Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) di desa Karya Tunas Jaya kecamatan Tempuling. Sebanyak 65 paket pada 5 desa dan 4 kelurahan di Kecamatan Tempuling stuntas dikerjakan berakhirnya tahun anggaran 2014 lalu.

Kegiatan itu diawalidengan melakukan pengguntingan pita peresmian jembatan yang menghubungkan antar dusun di desa Karya Tunas Jaya. Jembatan tersebut di bangun melalui program DMIJ kategori Swakarsa.

Kepala desa Karya Tunas Jaya Mispan dalam laporannya mengatakan jembatan yang baru di resmikan tersebut dalam RAB memiliki panjang 44 meter dan lebar  2,5 meter dengan anggaran Rp.177.548.000 namun dalam realisasinya hingga jembatan selesai di bangun dengan semangat pemberdayaan masyarakat panjang jembatan menjadi 46,5 meter dengan lebar 2,5 meter anggaran pembangunan menjadi Rp.221.548.000 kelebihan biaya pembangunan jembatan dilakukan swadaya masyarakat sebesar Rp. 44.000.000

Ditambahkannya dalam program DMIJ di desa Karya Tunas Jaya juga telah dibentuk 4 PAUD dari 5 dusun yang ada.

Kedatangan Bupati Inhil HM Wardan ke desa Karya Tunas Jaya di sambut pagelaran seni tari kuda lumping Tri Tunggal Turonggo Mudo yang dibawakan oleh siswa SD di desa tersebut.

Camat Tempuling Ahmad Khusairi S.Sos mengatakan kecamatan Tempuling memiliki 5 desa dan 4 kelurahan. Pada program DMIJ tahun 2014 di kecamatan Tempuling ada 3 kategori desa DMIJ yakni 3 ketegori desa swakarya 1 kategori desa swasembada dan 1 kategori desa maju sedangkan kelurahan memakai program stimulan dari pemerintah kecamatan.

Dihimbau masyarakat desa di kecamatan Tempuling agar dapat menjaga dan memanfaatkan sebaik-baiknya pembangunan program DMIJ yang telah dilakukan dengan selalu menjaga kekompakan antara masyarakat.

Bupati Inhil HM Wardan sebelum memberikan sambutan melakukan penandatanganan prasasti program DMIJ di kecamatan Tempuling.

Dalam sambutannya Bupati Inhil HM Wardan mengatakan bangga dapat bertemu langsung dengan masyarakat desa Karya Tunas Jaya ditambahkannya Program DMIJ merupakan program unggulan dan janji dirinya dan wakil Bupati sejak terpilih menjadi kepala daerah di kabupaten Indragiri Hilir, program unggulan DMIJ hanya ada satu-satunya di Indonesia yakni di kab. Inhil

Bahwa pada APBD Inhil tahun anggaran 2014 lalu untuk program DMIJ telah di anggarkan 130 Milyar lebih, pada program DMIJ tersebut ada program arahan yakni pembentukan PAUD baru dengan anggaran 50 juta setiap desa, serta pembayaran honor untuk guru pada program gerakan masyarakat maghrib mengaji.

Tahun anggaran 2015 pada program DMIJ akan di bangun kantor satu atap atau satu area untuk pembangunan kantor Babinsa dan Babinkamtibmas yang berdekatan dengan kantor Desa dengan tujuan untuk mensinergikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Bunda Paud Inhil Hj. Zulaikhah Wardan menyerahkan bantuan Alat Permainan Edukatif untuk dua Paud di desa Karya Tunas Jaya kecamatan Tempuling.(mirwan/adv pemkab inhil)