Bupati Inhil Resmikan Ponpes Al-Azkiya di Pengalihan Keritang

KERITANG (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Azkiya di desa Pengalihan kecamatan Keritang, Kamis (21/5/2015).

Peresmian ini bersempena dengan peringatan Isra’ Mi’raj oleh Ponpes Al-Azkiya yang dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan, Camat Keritang dan sejumlah masyarakat setempat.

Bupati mengatakan dalam sambutannya bahwa selama ini ia memandang kalau para pengurus lembaga pendidikan agama di desa Pengalihan tersebut sangat gigih. Kenapa tidak, sebelum diresmikan, pesantren tersebut terus melakukan pengembangan tanpa bantuan dari pemerintah.

“Kedepan, atas nama pimpinan daerah, saya berupaya bagaimana lembaga pendidikan di Kabupaten Inhil ini terus meningkat, termasuklah Pondok Pesantren Al-Azkiya,” ungkap Bupati Inhil.

Pada intinya, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini menyatakan sangat perlu diberi suport setiap lembaga pendidikan yang ingin berkembang, dan ini tidak hanya sebatas ucapan, namun bukti yang akan ia tampilkan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Yayasan H M Ridwan Lc saat dikonfirmasi menerangkan yayasan ini didirikan pada tahun 2013 lalu. Namun proses belajar mengajar baru dilaksanakan pada tahun 2014

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah Inhil yang telah memberikan dukungan penuh untuk ditingkatkannya pesantren kami disini,” tutur Ridwan.(mirwan/advertorial)




Bupati Buka Resmi BB-GRM Ke-XII Tingkat Kabupaten Inhil

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

KERITANG (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan membuka secara resmi Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BB-GRM) ke-XII tingkat Kabupaten Inhil di halaman Pondok Pesantren Nurul Wathan Desa Pasar Kembang Kecamatan Keritang, Senin (18/5/2015).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwaprogram tersebut tidak hanya sebatas dilakukan pada tingkat Kabupaten saja, namun juga akan digelar ditingkat Provinsi bahkan ditingkat Nasional, sebab kegotong royongan itu dinilai sangatlah penting.

“Karena ini kegiatan rutin, maka perlu juga kita kita lakukan evaluasi apa saja prestasi yang sudah diperoleh dan apa saja kekurangan agar ini bisa kita jadikan pedoman kedepan, apa yang mesti dilakukan lagi,” sampaikan Bupati.

DSC_4053 copyUntuk kegiatan kegotong royongan ini lanjut Bupati, tentunya juga dilakukan dengan cara gotong royong secara pro aktif oleh masyarakat desa itu sendiri dengan berbagai kegiatan. Dicontohkannya seperti pembangunan sarana ibadah dan lain sebagainya.

Menurut Bupati, sehubungan dengan kegiatan ini juga akan dilakukan pembangunan kantor terpadu Babinsa dan Kamtibmas se-Kabupaten Inhil melalui anggaran Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) yakni, dengan anggaran sebesar Rp 75 juta unitnya.

Kantor yang akan dibangun tersebut merupakan kantor satu atap kantor Babinsa dan Kantibmas. “Dari anggaran tersebut yang disediakan hanya berupa material, untuk pembangunannya dilakukan dengan cara gotong royong,” Terang Bupati.

Ditambahkan, dari 179 desa se Inhil, hanya 78 desa saja yang akan dibangun. Sebab kata Bupati, Babinsa dan Kantibmas di Inhil ini hanya ada di 78 desa saja. “Jika semua desa ada, pastinya kita anggarkan juga,” imbuh Bupati.

nantinya, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang juga akan melakukan penilaian, desa mana saja yang pro aktif dalam melakukan program kegotong royongan tersebut. Jika dinilainya satu desa paling sukses, maka ia menyatakan akan memberikan penghargaan khusus untuk desa berprestasi.

Yang terpenting katanya, dilakukan dengan transparan, bagaimana manajemen Mesjid yang selalu terbuka untuk umum.

Disamping dihadiri Bupati, Kegiatan ini juga dihadiri olejh Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam, unsur Forkopimda, camat se-Kabupaten Inhil, Kepala Badan, Dinas dan Bagian di lingkungan Pemkab Inhil, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan, serta diramaikan masyarakat setempat. (mirwan/adv)




Suhariani : Minimal Ada 1 Desa Siaga Aktif di Setiap Wilayah Kerja Puskesmas

Jajaran Dinkes Inhil saat melakukan pembinaan Desa Siaga Aktif di salah satu desa di Kabupaten Inhil
Jajaran Dinkes Inhil saat melakukan pembinaan Desa Siaga Aktif di salah satu desa di Kabupaten Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengajak seluruh pihak terkait, untuk turut mendukung dan bersama-sama mewujudkan Desa Siaga Aktif di wilayahnya masing-masing.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan, Suhariani SKM saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, Kamis (7/5/2015).

Dikatakan Suhariani, Desa Siaga Aktif merupakan pengembangan dari Desa Siaga, yaitu desa yang penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar setiap harinya, baik melalui Poskesdes atau sarana kesehatan yang ada di daerah tersebut, seperti Pustu, Puskesmas atau sarana kesehatan lainnya.

Jajaran Dinkes Inhil dan pihak pemerintah desa foto bersama usai pembinaan Desa Siaga AktifSelain itu, penduduknya mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), yang melaksanakan survailans berbasis masyarakat, kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana, serta penyehatan lingkungan, sehingga masyarakatnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Dengan terwujudnya Desa Siaga Aktif ini, kita harapkan masyarakat peduli, tanggap dan mampu mengenali, mencegah serta mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri, sehingga derajat kesehatannya meningkat,” tutur Suhariani.

Oleh karena itu, lanjut Suhariani, selain melakukan pembinaan langsung di lapangan, saat ini pihaknya juga akan menginventarisir dan melihat desa mana saja yang bisa ditunjuk sebagai Desa Siaga Aktif.

Apalagi, untuk ditetapkan sebagai Desa Siaga Aktif, harus didukung oleh seluruh elemen yang ada di daerah setempat, mulai dari Pemerintah Desa, Kader PKK dan masyarakat. Sedangkan, Dinkes Inhil hanya memfasilitasi di bidang kesehatannya saja.

“Target kita tahun ini, minimal ada 1 Desa Siaga Aktif di setiap wilayah kerja UPT Puskesmas,” terang Suhariani seraya menjelaskan bahwa saat ini terdapat sebanyak 26 UPT Puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan di Negeri Seribu Parit.(adi/adv)




Mei 2015, Pelaksanaan DMIJ Dimulai

Kepala BPMPD Inhil, H Yulizal  bersama Bupati, HM Wardan dalam sebuah kegiatan beberapa waktu yang lalu
Kepala BPMPD Inhil, H Yulizal bersama Bupati, HM Wardan dalam sebuah kegiatan beberapa waktu yang lalu

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jika tidak ada aral melintang, pelaksanaan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) tahun kedua akan dimulai pada Bulan Mei 2015 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Inhil, H Yulizal MM, kemarin. Dikatakannya, penerapan program unggulan Pemkab Inhil ini akan kembali dimulai dengan tahap sosialisasi dari tim yang telah ditunjuk.

“‎Setelah sosialisasi selesai dilaksanakan, maka seluruh desa sudah dapat mengajukan rancangan APBD-Desa yang sudah dibuat, untuk selanjutnya melakukan pencairan dana pembangunan, yang pada tahun ini sudah tidak ada lagi Desa Swadaya, karena semua desa sudah naik kelas menjadi Desa Swakarya,” tutur Yulizal.

Selain mendapatkan dana pembangunan yang berasal dari kabupaten, lanjut mantan Kepala Bagian Keuangan pada Sekretariat DPRD Inhil ini, desa juga akan memperoleh bantuan dana pembangunan dari pemerintah provinsi dan pusat.

“Thun ini, minimal desa mendapatkan dana sebesar Rp 1,2 miliar untuk pembangunan. Dana itu berasal dari pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat,” terangnya.

Oleh karena itu, Yulizal berharap dengan pagu anggaran yang sudah cukup banyak saat ini, pihak desa mampu menyikapi dan mempergunakan anggaran tersebut sesuai peruntukannya, guna membangun dan memajukan daerah.

“Semestinya desa harus memperhatikan skala prioritas yang ada disana, sehingga mendahulukan kebutuhan yang benar-baenar mendesak dan diperlukan oleh khalayak ramai,” imbuhnya.(adi/adv)




Siswa SD Sederajat di Pengalihan Enok Diajak Lakukan 3 M Plus

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) sederajat di Desa Pengalihan, Kecamatan Enok diajak untuk selalu menjaga kebersihan, baik di lingkungan rumah maupun sekolahnya masing-masing, dengan melakukan 3 M Plus.

Ajakan itu disampaikan Bidan Koordinator Pengalihan Enok, Ayu Leningsih SSt sempena pelaksanaan kegiatan pelatihan kader Juru Pemantau Jentik Nyamuk (Jumantik), yang dipusatkan di Desa Pengalihan, kemarin

Kegiatan yang digelar oleh UPT Puskesmas Pengalihan ini, diikuti sejumlah siswa SD sederajat di daerah tersebut.

Dikatakan Ayu, seperti diketahui bahwa nyamuk merupakan pembawa berbagai penyakit berbahaya, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria, yang juga bisa menyebabkan kematian bagi para penderitanya.

Oleh karena itu, penyebaran penyakit-penyakit ini harus dicegah dan diantisipasi sejak dini, salah satunya dengan cara memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk melalui pembasmian jentik-jentik nyamuk.

“Jadi, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para peserta, khususnya tentang cara memantau dan membasmi jentik-jentik nyamuk di lingkungan sekolah dan rumah,” tutur Ayu.

Adapun cara untuk membasmi jentik-jentik nyamuk ini, dapat dilakukan dengan 3 M Plus, yakni Menguras dan Menutup tempat penampungan air, Membersihkan lingkungan sekitar dan Mengubur barang-barang bekas yang dapat menyebabkan munculnya genangan air, yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

“Kemudian, yang tak kalah pentingnya adalah menaburkan bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air,” imbuhnya.(adi/adv)




Hari Ini 21 Narapidana Asal Desa Pungkat Kembali Hirup Udara Segar

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 21 Narapidana asal desa Pungkat Kecamatan Gaung hari ini kembali menghirup udara segar setelah 8 bulan menjalani tahanan di Lapas Kelas II A Tembilahan terkait kasus pembakaran alat berat milik PT SAL beberapa bulan yang lalu, Rabu (8/4/2015).

Berdasarkan keterangan Kepala Lapas Kelas II A Tembilahan Tommy melalui Kasi Binadik Mardjohan, dibebaskannya 21 Narapidana ini bebas karena Cuti Bersyarat (CB) yang mereka ajukan mendapat persetujuan dari Pihak Kemenkumham wilayah Riau.

“Artinya Napi tersebut sudah resmi bebas dan tidak ada kepentingan lagi dengan hukuman yang membelit mereka,” sampaikannya.

Sementara itu, Kuasa hukum warga Desa Pungkat Zainuddin Acang SH merasa gembira dengan dikabulkannya surat permohonan CB yang diajukan itu telah diterima oleh pihak Kemenkumham Wilayah Riau.

“Sampai hari kebebasan ini mereka sudah menjalani hukuman selama 8 bulan. Dimana mereka sebelumnya divonis oleh PN Tembilahan selama 9 bulan kurungan penjara,” Ungkapnya.(mirwan)