Kepala BPMPD Inhil Bantah Perangkat Desa Ke Yogyakarta Hanya Pelesiran

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Yulizal menegaskan, bahwa isu wacana pemberangkatan perangkat desa ke Yogyakarta hanya untuk pelesiran itu tidak benar.

“Memang dalam waktu dekat nanti akan ada perangkat desa di Inhil berangkat ke sana, tetapi tujuan utamanya untuk mengikuti Diklat selama 3 hari,” sebut Yulizal, Rabu (16/9/2015).

Ia menambahkan, Diklat tersebut sangat penting untuk diikuti sebab kegiatan itu merupakan pelatihan sistem informasi desa dan kebetulan katanya sampai detik ini di Kabupaten Inhil belum ada. Terkait dana, keberangkatannya akan dianggarkan melalui dana desa.

Sebelumnya, di tempat yang berbeda, salah satu perangkat desa di Inhil yang meminta namanya tidak dipublikasikan sempat melontarkan ucapan bahwa sejumlah perangkat desa dikabarkan akan pelesiran ke Yogyakarta.

Tak tanggung-tanggung, menurutnya anggaran yang akan disediakan cukup besar. Dimana, satu perangkat desa akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 8 juta.

“Informasinya satu desa itu ada 3 orang yang berangkat, tapi tidak ada paksaan harus berangkat 3 orang. Jadi kalau dihitung-hitung dengan perjalanan dari Tembilahan dan Yogya bisa sampai kurang lebih 5 hari,” ujar salah satu perangkat desa ini kepada sejumlah awak media di Tembilahan. (mirwan)




Bidan Desa se-Inhil Ikuti Pelatihan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Program KIA Angkatan I

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bidan desa se-Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti pelatihan sistem pencatatan dan pelaporan Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) angkatan I, Senin (24/8/2015).

Kegiatan yang ditaja oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil di aula Grand Hotel Tembilahan ini, dilaksanakan hingga tanggal 26 Agustus 2015.

Ketua Panitia Penyelenggara, Siti Munziarni mengatakan, tujuan pelatihan ini agar kegiatan pencatatan dan pelaporan di tingkat desa sesuai dengan standar dan petunjuk teknis sistem pencatatan dan pelaporan.

“Dalam pelatihan ini, para peserta akan diberikan materi tentang kebijakan Program KIA, integrasi Program Gizi, disiplin pegawai, pelaksanaan kegiatan Program Ibu dan Anak, pencatatan dan pelaporan Program Ibu dan Anak, serta presentase program oleh Puskesmas terpilih,” tutur Siti Munziarni.

Sementara itu, Sekretaris Diskes Inhil, Ridwan MKes yang ditemui awak media menyatakan bahwa pencatatan dan pelaporan ini sangat penting bagi pimpinan, untuk mengambil sebuah keputusan atau kebijakan seperti apa yang harus dilakukan ke depan, khususnya di bidang kesehatan.

“Kita ingatkan seluruh tenaga kesehatan yang ada di level paling bawah atau ujung tombak, supaya benar-benar serius dan fokus dalam melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, serta jangan lupa bahwa pencatatan dan pelaporan itu sangat penting bagi kita,” imbuhnya. (adi/adv)




Warga Desa Rambaian Tuding PT CPK Serobot 50 Ha Lahan Masyarakat

DSC_5144GAS (detikriau.org) – Sejumlah petani Parit Melon desa Rambaian Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengaku kesal dengan ulah PT Citra Palma Kencana (CPK). Perusahaan perkebunan ini dituding telah melakukan penyerobotan lahan milik masyarakat setempat.

Menurut Kepala Dusun setempat, Ahmad (44) kepada tim Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Inhil dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perjuangan Anak Negeri (PERAN) yang melakukan investigasi langsung ke lokasi, Sabtu (22/8/15) kemaren. Warga tidak pernah menjual lahan milik mereka. Anehnya, diatas lahan itu kini sudah rata ditanami pihak perusahaan dengan pohon sawit.

“Meski telah kita ccoba untuk melarang, perusahaan tidak pernah menghiraukan dan terus menyerobot lahan milik warga,” Adunya.

Padahal kata Kadus, warganya memiliki bukti surat kepemilikan yang sah dari pemerintah desa setempat, bahkan ada juga surat kepemilikan itu yang ditanda tangi oleh pemerintah kecamatan.

Asmuri, salah satu pemilik lahan yang diserobot perusahaan sempat mengutarakan, kalau lahan miliknya itu sudah hampir habis ditanami sawit oleh pihak perusahaan. Padahal katanya, lahan itu telah dikelolanya sejak lama sebelum PT CPK masuk ke kawasan desa Rambaian.

“Dulunya di sini perkebunan kelapa, buktinya masih ada bekas-bekas adanya tanaman kelapa. Sekarang, ludes ditanami dengan sawit,” terangnya ketika meninjau langsung ke kawasan lahan yang diserobot.

Pantauan lapangan, memang kawasan lahan warga yang dibuktikan dengan surat-surat resminya itu tampak penuh ditanami dengan sawit. Tidak tanggung-tanggung, berdasarkan penuturan sejumlah warga, total keseluruhan kawasan yang diserobot tersebut kurang lebih 50 hektar.

Hingga berita ini dirilis, pihak perusahaan belum dapat dikonfirmasi mengenai dugaan penyerobotan lahan milik petani Desa Rambaian ini. Salah seorang pekerja PT CPK mengatakan, saat ini pimpinannya sedang tidak ada di lokasi.

Hal serupa dengan Kepala Desa Rambaian, H Ardi saat dikunjungi LSM Peran dan sejumlah awak media ke kediamannya juga sedang tidak berada di tempat. (mirwan)




2 Tiang Jembatan Patah, Pemerintah Diminta Kucurkan Anggaran Perbaikan

IMG_20150810_134232PELANGIRAN (detikriau.org) – Jembatan di desa Teluk Lanjut Kecamatan Pelangiran kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sangat memprihatinkan, sebab tampak jelas 2 tiang infrastruktur penyebrangan itu dalam kondisi patah. Bahkan, lantainya pun hampir tak layak untuk dilewati kendaraan bermotor.

“Lantai jembatan disitu mayoritas hanya menggunakan bahan seadanya sepeti belahan papan dari batang kelapa, padahal jembatan itu sering dilewati sepeda motor, anak-anak sekolah dan masyarakat yang ingin singgah ke Pustu,” ujar salah satu pengurus Komunitas Pencinta Kecamatan Pelangiran, Hamsan kepada awak media, Senin (10/8/2015).

Ditambahkan, jika jembatan itu tidak segera diperbaiki, berkemungkinan besar kondisinya akan semakin parah, secara otomatis menjadi salah satu hambatan bagi masyarakat setempat dalam beraktivitas.

Senada, salah satu warga setempat, Nazwa juga menyampaikan hal yang serupa. Meski jembatan itu sudah pernah diperbaiki, namun hanya inisiatif warga saja tanpa ada bantuan dari pihak terkait, dalam hal ini pemerintah.

“Perbaikan kemaren itu sumbangan dari rumah ke rumah warga sini, dan hasilnya cuma dapat memperbaiki lantai jembatan dengan papan terbuat dari batang kelapa, itu saja. Kalau kita fikirkan berapa lamalah tahannya,” tandasnya.

Sebab itu, ia sangat berharap ada pandangan perhatian dari pemerintah untuk mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jembatan di desa tersebut, sebelum kerusakan semakin parah hingga tak layak dilewati lagi, apalagi jembatan tersebut merupakan infrastruktur penting bagi warga setempat. (mirwan)




Ngaku Diperkosa Mertua, Menantu Lapor ke Polisi

Gbr Ilustrasi, Liputan6.com
Gbr Ilustrasi, Liputan6.com

Keritang (detikriau.org) – Op (55) warga Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diamankan Polisi karena diduga  melakukan tindak pidana pemerkosaan. Mirisnya, korban perkosaan adalah menantunya sendiri, Sa (21) di kediaman korban desa Pancur kecamatan Keritang, Jum’at (26/6/2015) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wacaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Senin (29/6/2015) menerangkan, berdasarkan laporan yang diterima dengan nomor LP/19/VI/2015/Riau/Res Inhil/Sek Keritang tanggal 28 juni 2015 tentang Tindak Pidana Perkosaan membenarkan adanya perkara tersebut.

Kronologis kejadian berawal pada siang hari itu, korban sedang berada seorang diri di rumah. Sebab seperti biasa, suaminya sedang sibuk bekerja di luar. Disaat sendiri korban ini mencuci pakaian dan piring, seusai itu pelaku datang secara tiba-tiba, tidak lain ialah Mertuanya sendiri.

“Diwaktu itu juga pelaku ini melakukan aksinya dan memaksa korban untuk berbuat mesum di rumah korban yang sedang dalam keadaan sepi, apalah daya, korban tak mampu mengurungkan kehendak ayah suaminya,” terang Warno.

Setelah pelaku melakukan tindakan tidak senonoh, korban kembali diancam dengan menggunakan sebilah pisau ke perut korban untuk tidak mengadukan kepada siapa saja.

Sekitar pukul 18.00 WIB dihari itu juga, saat sang suami pulang dari bekerja, tidak memperdulikan ancaman pelaku, korban mengadukan prilaku bejat mertuanya, namun saat itu sang suami tidak langsung percaya.

Dihari berikutnya, Sabtu (27/6) korban pun mencoba mengadu ke kakak Iparnya di desa Danau Rambe kecamatan Batang Gansal Kabupaten Inhu, namun hasilnya serupa dengan suaminya.

Korban kemudian meminjam Handphone milik kakak iparnya untuk melaporkan kejadian tersebut kepada orantua perempunya, Ru (60) desa Pasir Mas Kecamatan Batang Tuaka dan langsung melaporkan perkara ini kepada pihak kepolisian.

“Setelah dilakukan penanganan perkara Kasus ini oleh petugas, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 helai baju kaus warna putih dan 1 helai celàna panjang. Dan saat ini, pelaku telah kita amankan,” tutup Paur Humas. (mirwan)




Niat Tolong Adik, Remaja Ini Ditikam OTK

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

BATANG TUAKA (detikriau.org) – Anwar (18), warga desa Sungai Raya kecamatan Batang Tuaka ini ditikam OTK saat hendak memberi pertolongan adik kandungnya yang diganggu oleh pelaku di parit 7 Desa Sungai Batang, Selasa (2/6/2015) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB.

Berdasarkan keterangan ayah korban, Sudik saat dijumpai awak media di Tembilahan, awalnya anak kedua dari 5 saudara ini hendak menyambangi hiburan orgen tunggal di desa itu juga. Namun diperjalanan, anwar melihat adiknya sedang diganggu pelaku, merasa tak terima, Anwarpun langsung menghampiri.

“Ceritanya, saat Anwar mendekat, pelaku langsung mengeluarkan sebilah badik dari pinggangnya dan langsung menikam begitu saja, sampai hari ini satupun belum ada yang mengenal siapa pelaku itu dan tinggal dimana,” terang sang Ayah.

Sebab tak dikenal, lanjut Sudik, pelaku langsung melarikan diri. Meskipun peristiwanya terjadi dilokasi sedikit ada keramaian. Sekitar pukul 04.00 WIB, korban langsung dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan menggunakan kendaraan roda empat.

Akibat peristiwa ini, korban mengalami luka tusuk dibagian pangkal paha sebelah kiri, menurut keterangan perawat di Perawatan Bedah RSUD Tembilahan, tepatnya sekitar 3 jari disamping kelamin.

Sementara itu, Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, saat ini pihaknya telah mengumpulkan data serta Barang Bukti.

“Untuk pelaku masih dalam penyelidikan jajaran Polres Inhil dan korban sedang menjalani perawatan di ruang perawatan bedah RSUD Puri Husada Tembilahan,” ungkap Warno. (mirwan)