Melalui Saluran Radio, Bupati Inhil Imbau Masyarakat Ikut Cegah Penularan Wabah DBD

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk mencegah terjadinya penularan wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal tersebut disampaikannya melalui saluran Radio milik Pemkab Inhil belum lama ini. Menurutnya, dengan tingginya curah hujan terutama di wilayah endemis DBD serta cuaca tidak menentu, dikhawatirkan akan semakin memudahkan nyamuk aedes aegypti berkembang biak.

“Jika perkembangbiakan nyamuk ini sudah bertambah banyak, tentu potensi penularan penyakit DBD akan semakin besar,” kata Wardan.

Upaya pencegahan tersebut terangnya, bisa dilakukan dengan menerapkan gerakan 3M plus yakni menguras, menutup dan mengubur.

Maksudnya, menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tempayan, ember, vas bunga, tempat minum burung dan lain-lain seminggu sekali. Selanjutnya menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong, drum dan lain-lain. Dan terakhir mengubur semua barang-barang bekas yang ada di sekitar rumah yang dapat menampung air hujan.

“Untuk plusnya adalah menggunakan kelambu saat tidur pagi atau sore bagi anak atau bayi, menggunakan obat anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik dan melakukan pemantauan jentik nyamuk DBD,” paparnya./Mirwan/adv




Hingga Oktober 2012 Terdapat 53 Kasus DBD, 1 Meninggal

TEMBILAHAN (detikriau.org)– Dari Januari hingga September 2012, tercatat 53 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), satu diantaranya meninggal dunia, pada Agustus 2012 kemarin.

Tujuah diantara itu, saat ini masih menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan masing-masing bernama, Nurul (8) Rosita (5)  Noval (8) Wilda (7), Kemas (13) ke lima anak ini mulai menjalani perawatan pada tanggal 1 Oktober 2012. sedangkan Hasbi (2) masuk pada tanggal 29 September 2012 dan terkahir Aliadiva (8) masuk pada tanggal 30 September 2012.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rasul Alim, mengakui sejak beberapa waktu belakang ini terdapat peningkatan kasus DBD. Dimana secara umum penderitanya adalah kalangan anak-anak.“Memang kita akui, saat ini terjadi peningkatan kasus DBD. Priode September-Okteber 2012 saja sudah terdapat 12 kasus,” katanya.

Dijelaskan Rasul lagi, kasus DBD memang lebih cendrung untuk menjangkiti anak-anak. Sebab, nyamuk tersebut menyerang sejak pukul 08.00 Wib hingga pukul 17.00 Wib . Dimana saat itu waktu yang lazim digunakan para anak untuk bermain, baik di rumah maupun sekolah-sekolah.

“Kalau ada laporan, biasanya kita langsung menggelar penyelidikan Epidemiologi dan menindak lanjuti dengan melakukan Fogging  Fokus ke lokasi itu,”tandas mantan Direktur RSUD Puri Husada ini. (dro/*1)