Diserang DBD, Dua Warga Meranti Meregang Nyawa

Gbr ilustrasi; net
Gbr ilustrasi; net

Selatpanjang,DetikRiau.org – Awal Tahun 2017 Dinas Kesehatan Kabupaten Kepuluan Meranti mencatat terdapat 8 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), 2 orang diantaranya meregang nyawa akibat serangan penyakit mematikan tersebut.  

Disamping itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepuluan Meranti melalui Kepala Bagian Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) M. Hasrin SKM menjelaskan, untuk menindak lanjuti hal tersebut, Dinkes Meranti terus berupaya menekan angka penderita kasus DBD yakni, melakukan pencegahan secara dini, dari melakukan  koordinasi ke setiap Puskesmas, serta melakukan sosialisasi dari rumah kerumah warga yang rentan terkena dampak DBD.

Untuk mengantisipasi secara efektif menurutnya ialah melakukan pencegahan dengan cara bersih lingkungan, bukan sebaliknya dengan melakukan fogging. Sebab fogging merupakan zat kimia yang tidak baik bagi kesehatan masyarakat.

“Dengan fogging juga hanya bisa membunuh nyamuk dewasa saja, sementara jentik tidak akan mati. Makanya fogging kita lakukan jika sudah ada kasus DBD dilingkungan masyarakat. Cara terbaik mengantisipasi DBD adalah dengan membersihkan lingkungan,” ujarnya.

Untuk persentase peningkatan dan penurunan kasus DBD khususnya di Kabupaten Kepuluan Meranti, turun sekitar 63 persen. Tepatnya sepanjang 2016 lalu Dinkes Meranti mencatat 183 kasus DBD, dan 2015 tercatat sebanyak 310 kasus..

“Terjadi penurunan sekitar 63 persen dari tahun 2015 hingga akhir 2016 lalu. Benar untuk awal tahun Januari 2017 ini sudah tercatat 8 kasus DBD, dua orang diantaranya meninggal dunia,” ujar Hasrin ketika ditemui di ruang kernjanya Kamis siang (26/1).

Perlu diketahui juga pada tahun 2015 lalu terjadi sebanyak 2 korban jiwa akibat DBD di Kepulauan Meranti. Namun Pemkab Meranti pada saat itu belum menetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Sebab KLB ditetapkan jika sudah mencapai 3 korban jiwa.

Untuk itu dirinya sangat mengharapkan partisipasi aktif dari masyarakat untuk peduli lingkungan, terutama menguras penampungan air, mengubur barang bekas, dan menutup tempat penampungan air hingga menghindari gigitan nyamuk./cr




Melalui Saluran Radio, Bupati Inhil Imbau Masyarakat Ikut Cegah Penularan Wabah DBD

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk mencegah terjadinya penularan wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal tersebut disampaikannya melalui saluran Radio milik Pemkab Inhil belum lama ini. Menurutnya, dengan tingginya curah hujan terutama di wilayah endemis DBD serta cuaca tidak menentu, dikhawatirkan akan semakin memudahkan nyamuk aedes aegypti berkembang biak.

“Jika perkembangbiakan nyamuk ini sudah bertambah banyak, tentu potensi penularan penyakit DBD akan semakin besar,” kata Wardan.

Upaya pencegahan tersebut terangnya, bisa dilakukan dengan menerapkan gerakan 3M plus yakni menguras, menutup dan mengubur.

Maksudnya, menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tempayan, ember, vas bunga, tempat minum burung dan lain-lain seminggu sekali. Selanjutnya menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong, drum dan lain-lain. Dan terakhir mengubur semua barang-barang bekas yang ada di sekitar rumah yang dapat menampung air hujan.

“Untuk plusnya adalah menggunakan kelambu saat tidur pagi atau sore bagi anak atau bayi, menggunakan obat anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik dan melakukan pemantauan jentik nyamuk DBD,” paparnya./Mirwan/adv




Musim Penghujan, Masyarakat Dihimbau Waspadai DBD

16-POSTER-ANAK-02-DBDTembilahan (detikriau.org) – Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir menghimbau masyarakat untuk mewaspadai timbulnya penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD). Sebagaimana biasanya, dimusim penghujan berpotensi mengingkatkan populasi nyamuk.

‘’DBD memang mudah datang saat musim penghujan. Karena itu seluruh warga kita himbau untuk mewaspadainya,’’ Ujar Kadiskes Inhil, Dr Alvi Furwanti Alwie melalui sambungan selularnya, Kamis (4/12)

Untuk mengantisipasi berkembangnya nyamuk, ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus melakukan gerakan menjaga kebersihan lingkungan. Dengan menjaga lingkungan tetap bersih, akan meminimalisir berkembangnya jentik nyamuk dan penyebab imbulnya penyakit lainnya.

Lebih jauh diterangkannya beberapa kondisi yang sering menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya jentik nyamuk seperti penampungan air, halaman tergenang dalam jangka waktu lama, talang air, vas bunga dan bak mandi. ‘’Jika malas membersihkan tempat-tempat timbulnya jentik maka nyamuk akan berkembang biak dengan cepat,’’ terang Alvi.

Karena itu ia mantan Kepala Bappeda Inhil ini menyarankan seluruh warga seharusnya lebih giat melakukan gerakan kebersihan lingkungan terutama membersihkan selokan dan tempat-tempat tergenangnya air.

Tindakan penting dilakukan, katanya adalah memutuskan mata rantai tumbuh-kembang nyamuk. ‘’Kalau tempat bertelur sudah kita bersihkan, berarti memutus mata rantai agar tidak ada jentik nyamuk yang tumbuh menjadi nyamuk dewasa,’’ terangnya.

Untuk pencegahan timbul DBD pada tahun ini Diskes menurut Alvi tetap memberikan himbauan dan sosialisasi tentang bahaya dan pencegahan DBD ini terutama dengan sasaran di Posyandu, sekolah, dan tempat-tempat umum lainnya.(dro/adv pemkab inhil)