Nah Lo, Diprediksi Hanya 3 dari 8 Paket Pekerjaan Peningkatan Badan Jalan Bersumber DAK APBN di Inhil yang Dapat Diselesaikan

Tembilahan, detikriau.org – Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) 8 paket pekerjaan peningkatan badan jalan yang didanai melalui DAK APBN 2016 pada Dinas BMSDA Kabupaten Indragiri Hilir Slamet Darsono menyakini hanya 3 dari 8 paket pekerjaan yang dapat diselesaikan.

Menurutnya ke tiga paket tersebut adalah Paket 1 yakni pekerjaan peningkatan badan jalan Sungai Luar – Sungai Dusun yang dilaksanakan oleh PT Tangga Batu Jaya dengan nilai pekerjaan Rp. 30,360 Miliar.

Kemudian paket pekerjaan peningkatan jalan menuju Bandara Tempuling yang dilaksanakan oleh PT Gunung Guntur dengan nilai pekerjaan Rp 21,722 miiar

Serta paket pekerjaan peningkatan jalan ruas Kota Baru – Sanglar, paket B yang dilaksanakan oleh PT Bengkalis Era Jaya dengan nilai pekerjaan Rp 15,112 miliar

“memastikan, tidak. Tapi melihat kondisi dilapangan, ada kemungkinan pekerjaan akan dapat diselesaikan,” Ujar Slamet menjawab komfirmasi detikriau.org, sabtu (3/12/2016)

Ditambahkan Slamet, untuk  paket pekerjaan lainnya penyelesaiannya “masih dalam angan-angan” yakni ;

Paket 2 pekerjaan peningkatan badan jalan dari Sungai Dusun – Sungai Piring yang dikerjakan oleh PT Mustika Mirah Makmur dengan nilai pekerjaan Rp 17,176 milyar

Paket 3 pekerjaan peningkatan badan jalan Sungai Piring – Teluk Pantaian yang dikerjakan oleh PT Kapurindo dengan nilai pekerjaan Rp. 30,940 Miliar

Paket 4 peningkatan jalan Teluk Pantaian – Teluk Pinang yang dilaksanakan oleh PT Kholil & Brother’s dengan nilai pekerjaan Rp. 18,045 Miliar

Paket peningkatan jalan ruas Sungai Teritip – Sungai Guntung yang dilaksanakan yang dikerjakan oleh PT Rivomas Pentasurya dengan nilai pekerjaan Rp 2,677 Miliar

Serta Paket C peningkatan jalan Sanglar – Pulau kijang yang dilaksanakan oleh PT Ratu karya dengan nilai pekerjaan Rp. 28,769 Miliar.

“paket ini penyelesaian pekerjaannya masih dalam angan-angan. Tapi tidak ada yang separah Paket 2, hingga akhir minggu kemaren progress-nya baru mencapai 4% lebih,” Pungkas Slamet./dro




Lagi-Lagi Ada Apa? Lelang 8 Paket Tertera “Selesai”. Tapi Kok Belum Tau Siapa Pemenang?

Tembilahan, detikriau –  Lagi-lagi detikriau.org hanya bisa menulis ada apa dengan proses lelang 8 paket pekerjaan peningkatan badan jalan di Inhil? Dulu alasan penyempurnaan dokumen dan lelang-pun batal. Kini katanya udah selesai tapi kok belum juga ada pemenang?.

Berdasarkan data lelang di website lpse Inhil, tahap lelang tertulis dengan tinta berwarna merah Lelang sudah selesai. Menurut jadwal semestinya pengumuman pemenang sudah dipublikasikan pada tanggal 4 juli 2016 jam 22:01 sampai 04 Juli 2016 pukul 23:59 Namun hingga senin (25/7/2016), Dinas Bina Marga mengaku belum menerima hasil lelang.

“hasil lelangnya belum kita terima. Hari ini kita juga sudah surati ULP perihal percepatan lelang. Apalagi mengingat saat ini sudah memasuki minggu ke 4 bulan Juli 2016. Kita khawatir waktu pelaksanaan tidak lagi mencukupi,” Jelas Kasi peningkatan jalan, Slamet Darsono yang juga menjabat selaku PPTK kegiatan menjawab komfirmasi, senin (25/7) kemaren

“Jika lelang sudah selesai tentunya BA hasil lelang disampaikan kepada PPK untuk dibuatkan SPPBJ dan selanjutnya dibuatkan kontrak pelaksanaannya” Kata Slamet juga.

sumber detikriau.org yang enggan menyebutkan namanya menenggarai kabar santer megenai adanya titipan memuluskan beberapa pihak rekanan untuk mendapatkan pekerjaan hampir bisa diyakini ada benarnya.

Hari ini menurutnya juga tersiar kabar beberapa rekanan yang “dijagokan” sebagai pelaksana kegiatan dalam proses evaluasi ternyata menduduki rangking yang tidak menjanjikan dan ini menjadi penyebab pengumuman pemenang jadi sulit untuk disampaikan.

“buktinya proses lelang hari ini sudah berada diluar jadwal. Seharusnya jika proses lelang tidak ada masalah, apa mungkin hanya untuk mengumumkan pemenangnya menjadi berlarut-larut hingga jauh melampaui batas waktu yang sudah ditentukan?,” pertanyakannya.

Sayangnya upaya mendapatkan kebutuhan klarifikasi terkait kejelasan proses lelang 8 paket pekerjaan ini terkesan sangat sulit untuk didapatkan. Beberapa pejabat berkompeten tak kunjung berhasil untuk ditemui bahkan hanya sekedar untuk mendapatkan komfirmasi melalui sambungan telepon-pun tak juga kunjung membuahkan hasil.

Lantas lagi-lagi hanya bisa terlontar Tanya “Ada Apa ?”/ dro




Minggu Depan, Lelang 8 Paket Peningkatan Jalan “Bikin Heboh” Kembali di Buka

Ketua Komisi III DPRD Inhil Iwan Taruna
Ketua Komisi III DPRD Inhil Iwan Taruna

Tembilahan, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Instansi terkait diperkirakan akan kembali melaksanakan pelelangan terhadap 8 paket pekerjaan perbaikan peningkatan badan jalan yang sebelumnya sempat hilang tayang dari laman lpsekabinhil.go.id.

Kabar berita yang disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Inhil Iwan Taruna ini sekaligus menjawab kesimpangsiuran persepsi akan kepastian kelanjutan pekerjaan proyek yang didanai melalui DAK APBN ini. Penayangan Delapan Paket Peningkatan Jalan di Inhil Menghilang. Ada Apa?

Perang Kekuatan Mulai Berlaga. Oh… Ini yang Diduga Menjadi Pesan “Ganjil” Hilangnya Penayangan Delapan Paket Bernilai Ratusan Miliar di Inhil

“Rencananya minggu depan lelang terhadap 8 paket itu kembali dilaksanakan. Tadi siang kita sudah lakukan Hearing bersama Dinas terkait,” Sampaikan Iwan Taruna melalui sambungan Blackberry kepada detikriau.org, kamis (12/5/2016)

Agar tidak menimbulkan persepsi pengaturan paket dan persaingan tidak sehat, tambah politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, DPRD meminta untuk dilakukannya pernyederhanaan persyaratan dokumen lelang. “permintaan penyederhaan ini juga berlaku untuk Dinas Cipta Karya,”Tegas pria yang kerap disapa singkat “IT” ini

Disamping persoalan ini, dilanjutkan IT, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) itu juga disampaikan bahwa terjadinya keterlambatan pelaksanaan kegiatan fisik di Dinas Bina Marga dan Dinas Cipta Karya lebih disebabkan kurangnya personil.

“Oleh karenanya, DPRD meminta kepada Pemerintah Daerah untuk melebur kembali kedua Dinas tersbut karena dinilai tidak berhasil menjalankan program pembangunan.” Pungkasnya./ dro