Bertemu Dajjal

Ilustrasi: Internet

detikriau.org – Ombak besar tiba-tiba menggulung dengan dahsyatnya. Langit amat suram karena awan mendung menutupinya. Angin bertiup amat kencang, hingga para pelaut kewalahan menangani layar kapal mereka. Jika mereka selamat, itu takdir Tuhan.

Begitulah mereka hanya bisa pasrah meski terus mencoba bertahan untuk tetap hidup. Mereka berjumlah 30 orang dari Bangsa Arab, tepatnya dari Kabilah Lakhm dan Judzam. Tamim Ad-Dari, nama pemimpin mereka.

Saat sinar mentari menerpa, betapa tak terkira kebahagian yang mereka dapat. Kapal masih utuh meski banyak kayu yang rompal. Layar pun tetap berkibar meski telah banyak robekan. Yang paling membahagiakan, mereka semua selamat. Namun, kebahagiaan itu hanya sekejap ketika mereka menyadari bahwa di sekeliling mereka sejauh mata memandang hanyalah air, air, dan air.

Setelah satu bulan terombang ambing di tengah lautan, betapa girang hati mereka melihat sebuah pulau. Mereka pun segera merapat ke satu-satunya daratan di luasnya samudra biru. Saat senja mulai tenggelam ditelan laut, mereka pun telah mencapai daratan tersebut.

Mengejutkan, Tamim dan kawan-kawan disambut binatang mengerikan yang bulunya sangat lebat. Kepala dan ekornya tak jelas karena saking lebatnya bulu yag menutupi seluruh tubuh binatang itu. “Binatang apa kamu ini?” tanya Tamim ketakutan.

Binatang itu pun ternyata mampu berbicara, “Aku adalah al-Jassasah,” jawabnya. Semakin ngerilah Tamim dan kawanannya. Mereka pun berbisik-bisik apa itu al-Jassasah. Belum terjawab pertanyaan itu, binatang tersebut berkata lagi. “Kalian pergilah ke kuil di sana, temuilah seorang pria karena sungguh ia sangat menanti berita dari kalian,” ujar al-Jassasah sembari menunjukkan arah.

Rombongan Tamim pun tak kuasa menolak. Meski bulu kuduk mereka berdiri, mereka tetap melangkahkan kaki menuju kuil yang dimaksud. “Bagaimana jika yang akan kita temui adalah setan?” ujar seorang rombongan. Namun, Tamim tetap menuju kuil itu.

Betapa terkejut mereka, ternyata di dalamnya terdapat seorang laki-laki super besar yang dibelenggu. Kedua tangannya diikat dengan lehernya, lutut dan pergelangan kakinya juga diikat. Bukan ikatan biasa, ikatan itu terbuat dari besi yang sangat kuat, mustahil menghancurkannya, kecuali atas izin Allah. Laki-laki raksasa itu berambut keriting dengan mata kiri buta. Di dahinya tertulis abjad arab “kaf”, “fa”, dan “ra”, atau jika disambung menjadi “kafir”.

“Sungguh betapa celaka kamu, makhluk macam apakah kamu ini?” tanya Tamim. Laki-laki bertubuh sangat besar itu pun menjawab, “Kalian sesungguhnya telah tahu tentang aku maka beritakanlah kepadaku siapa kalian ini?” ujarnya.

“Kami adalah orang-orang Arab, kami menaiki kapal, namun mendapati gelombang luar biasa sehingga kami terdampar di pulaumu ini. Kami pun bertemu Al-Jassasah, lalu hewan itu meminta kami menuju kemari,” kata Tamim secara ringkas.

Pria itu pun kembali bertanya, “Kabarkan kepadaku mengenai pohon-pohon kurma di Baisan!” Tamim dan rombongan pun bertanya tak mengerti, “Tentang apa kau bertanya pohon di sana?”

Pria terbelenggu itu menjawab, “Tentang pohon kurmanya, apakah masih berbuah?”

Mereka pun menjawab, “Ya.”

Pria itu pun menjawab, “Sungguh sebentar lagi pohon-pohon itu tak akan lagi berbuah. Lalu, kabarkanlah kepadaku tentang Danau Thabariyyah (Tiberia)!”

Mereka pun kembali bertanya, “Tentang apa kau bertanya danau itu?”

Pria buta sebelah itu menjawab, “Apakah danau itu masih berair?”

Tamim dan kawan-kawan menjawab, “Ya, danau itu memiliki banyak air.

Lagi-lagi si pria menjawab tentang masa depan. “Sungguh sebentar lagi danau itu akan kering. Lalu, kabarkanlah kepadaku tentang mata air Zugharl!”

Mereka bertanya lagi rinciannya, “Tentang apa kau bertanya mata air Zugharl?”

Pria besar namun pendek itu menjawab, “Apakah mata air itu masih mengalirkan air? Dan, apakah penduduknya masih bertani dengan memanfaatkan air itu?”

Rombongan Tamim menjawab, “Ya, mata air itu sangat deras dan penduduk bertani dengannya.”

Tiga pertanyaan belum membuat pria itu puas. Rupanya, ia telah terbelenggu ratusan tahun sehingga tak tahu lagi kabar perkembangan zaman. Ia pun melanjutkan pertanyaan meminta kabar dari Tamim dan pengikutnya. “Kabarkan kepadaku tentang nabi yang ummi, apa yang ia lakukan?” tanya pria besar jelek itu.

Mereka pun memahami bahwa yang ditanyakannya adalah perihal Nabi Muhammad yang saat itu tengah diutus. Tamim merupakan seorang Nasrani. Saat itu, ia belum mendapatkan hidayah menuju Islam. Ia pun menjawab, “Ia telah muncul dari Makkah dan tinggal di Yatsrib (Madinah),” ujarnya.

“Apakah orang-orang Arab memeranginya?” tanya laki-laki raksasa tanpa daya dengan tangan kaki terikat kencang.

“Ya,” jawab Tamim dan teman-temannya.

“Apa yang ia (Muhammad) lakukan terhadap orang Arab? Apakah ia telah menang atas mereka dan membuat mereka taat? Apakah itu telah terjadi?” tanya pria “kafir” itu lagi.

“Ya,” ujar mereka.

Pria besar itu pun mengakhiri pertanyaan. Ia kemudian memberikan kabar mengejutkan, “Sungguh baik bagi mereka yang taat kepadanya (Rasulullah). Aku beritakan kepada kalian siapa aku. Aku adalah al-Masih (ad-Dajjal). Sebentar lagi aku akan mendapat izin keluar dan berjalan di muka bumi. Tidak akan kutinggalkan satu negeri pun, kecuali aku lewati dalam waktu 40 malam, kecuali Makkah dan Tha’ibah (Madinah), dua kota itu haram bagiku memasukinya. Setiap kali aku ingin memasuki dua kota itu, malaikat menghadangku dengan pedang terhunus. Mereka menghalangiku masuk ke dua kota itu. Sungguh di setiap celah dua kota tersebut ada para malaikat yang menjaganya,” ujar pria besar yang ternyata Dajjal ini.

Usailah pertemuan rombongan Tamim dengan Dajjal. Mereka tak percaya bertemu dengan pria mengerikan itu. Apalagi, telah banyak berita Rasulullah yang mengabarkan bahwa salah satu tanda hari kiamat, yakni munculnya Dajjal.

Sepulang di tanah Arab, Tamim segera bertemu Rasulullah dan mengisahkan perjalanannya. Ia pun segera menyatakan diri memeluk Islam. Rasulullah sangat gembira mendengar pengalaman Tamim yang luar biasa. Pengalaman itu pun segera dikabarkan Rasulullah. Ia mengumpulkan umatnya di dalam masjid. Rasulullah kemudian mengisahkan perjalanan Tamim.

Sumber : Islam Digest Republika




Masih Ramai Isu Kekeringan “Tanda Keluarnya Dajjal”, Berikut Tanggapan BMKG

Foto ilustrasi kekeringan: Internet

Detikriau.org  – Isu kemarau panjang dan kekeringan yang dikabarkan akan melanda mulai tahun 2019 terus ramai dipublis melalui berbagai saluran informasi. Bahkan muatan narasi kutipan agama yang digandeng dengan prediksi “mencatut” nama BMKG ini cukup banyak dipercayai masyarakat dan tentunya meresahkan.

Pada intinya, muatan isu tersebut disebarkan dengan narasi: “BMKG Prediksi Kemarau Panjang Tahun 2019 hingga 2022 : keluarnya Dajjal telah sangat dekat ?”. Klaim itu disebut bersumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, BMKG. Ada pula yang menyebutnya bersumber dari BMKG Eropa.

Dilansir dari laman resmi BMKG, Isu tersebut semakin menjadi rancu dan membingungkan manakala dicampuradukkan dengan argumentasi agama tentang akhir zaman dan siaran informasi resmi BMKG yang menyatakan bahwa terdapat peluang fenomena El Nino skala lemah pada kuartal akhir 2018 dan prediksi musim hujan yang dinyatakan akan terlambat awal masuknya sebagaimana rata-rata klimatologisnya.

Kerancuan klaim itu misalnya menyebutkan bahwa isu tersebut merupakan informasi valid yang disukung banyak , misalnya dengan menyebut, penelitian diluar negeri banyak yang memprediksikan kemarau panjang mulai tahun 2018 atau 2019 sampai 2020. Disebutkan datanya cukup valid dari berbagai sumber. Indikasinya adalah posisi air bawah tanah semakin dalam atau makin jauh dari permukaan, dan tingkat pengendapan air (precipitation) di tanah makin berkurang. Lalu efek dari El Nino yang menyebabkan kemarau.

Sejauhmana kebenaran informasi ini? Berikut Penjelasan BMKG melalui laman resmi

Deputi Klimatologi BMKG, Herizal menyatakan bahwa “BMKG sudah membantah isu yang meresahkan tersebut melalui berbagai media hampir tiap tahun, namun tiap tahun juga isu tersebut terus beredar-ulang.” Untuk meyakinkan pembaca, klaim dimunculkan dalam bentuk tangkapan layar atas artikel The Guardian yang dimasukkan ke dalam artikel.

Nukilan artikel The Guardian itu jika dicermati menjadi sumber dari video informatif Youtube yang beredar pada Juli 2017. Video menjelaskan (seperti judulnya) bahwa informasi itu disebut berasal dari “BMKG Eropa”. Yang video itu maksud adalah Met Office, BMKG-nya Inggris Raya, yang menjadi rujukan artikel The Guardian.

Herizal menjelaskan bahwa artikel The Guardian yang dirujuk dan disisipkan dalam artikel blog itu judul artikel aslinya adalah “Here is the Weather Forecast for the Next Five Years: Even Hotter”. Isinya kurang lebih membahas tentang lonjakan suhu global sepanjang tahun 2016, seiring dengan peningkatan emisi gas rumah kaca dan fenomena cuaca El Nino: “Global temperatures will continue to soar over the next 12 months as rising levels of greenhouse gas emissions and El Ni�o combine to bring more record-breaking warmth to the planet.”

Selain memuat informasi prakiraan lonjakan suhu global, artikel itu juga menyebut meskipun fenomena El Nino dihilangkan pengaruhnya, tapi tren peningkatan suhu masih tetap berlanjut. Disebutkan, lonjakan suhu global diprediksi bakal terjadi pada periode tahun 2018, 2019, dan 2020.

“Tidak ada yang salah dalam artikel di dalam The Guardian ini, karena membicarakan fakta kecenderungan suhu global yang diprediksikan terus naik menimbulkan tahun tahun yang lebih panas sebelumnya, dan sama sekali tidak menyinggung kekeringan panjang.”

Herizal menerangkan kalau BMKG juga sudah menyampaikan pendapat melalui media masa dan menegaskan bahwa isu yang beredar tersebut adalah hoaks. “Sekalipun benar ada kondisi perubahan iklim akibat kecenderungan naik pemanasan global pada periode klimatologi hingga saat ini, pola musiman sebagai pola utama iklim Indonesia tetaplah ada yaitu, adanya musim penghujan dan musim kemarau. Artinya, tidak ada musim kemarau yang berlangsung sepanjang tahun bahkan hingga menyeberang tahun. Ada kalanya musim kemarau dapat menjadi lebih parah tingkat keringnya atau menjadi lebih lama berlangsungnya kalau ada faktor-faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah EL Nino.”

Amplifikasi atas kabar berantai itu terjadi karena ketidakhati-hatian dalam memahami konteks riset/studi mutakhir soal tren peningkatan suhu global. Selain itu, ada upaya pembuat misinformasi yang mengaitkan topik pemanasan global dengan pemahaman atas keyakinan tertentu, yakni soal kiamat.

Pemutakhiran terbaru prakiraan BMKG dari data hingga 1 Oktober 2018 menyebutkan, 68% wilayah akan terlambat awal musim hujannya. Awal Musim Hujan di 342 Zona Musim (ZOM), 43.% diprediksikan akan mulai pada bulan November 2018, 22.8% di bulan Oktober di sebanyak 78 ZOM, dan selebihnya di bulan Desember 2018.

Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis 30 tahun (periode 1981-2010), Awal Musim Hujan 2018/2019 umumnya akan mundur (68.4%), normal sesuai klimatologisnya di 78 ZOM (22.8%) dan maju sebanyak 30 ZOM (8.8%). Selebihnya, 147 ZOM meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Kalimantan, Papua akan mulai musim hujan pada November 2018 dan 85 ZOM lainnya akan mulai pada Desember 2018.

Sementara itu, BMKG dan lembaga internasional lainnya telah memantau adanya anomali suhu muka laut melebihi 0.5C di Samudera Pasifik bagian tengah dalam seminggu terakhir, peluang El Nino meningkat hingga dengan 70% apabila kemungkinan El Nino berkembang pada akhir tahun ini. Intensitasnya belum dapat dipastikan, tetapi kecil kemungkinannya berkembang menjadi El Nino yang kuat seperti kejadian El Nino 2015./fsl




Kemunculan Dajjal dan Tanda Berakhirnya Dunia

Tiap hari, bulan dan tahun yang berlalu merupakan langkah-langkah kecil alam semesta ini menuju kebinasaannya. Sungguh kita lalai dalam memperhatikan hal ini, terlena dan pasrah oleh tipu daya dunia yang menjauhkan kita dari akhirat. Wahai umat akhir zaman, ingatlah kembali bahwa telah datang sebuah peringatan dari baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengenai tanda-tanda berakhirnya dunia.

Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari bahwa Rasulullah bersabda


“Sekali-sekali kiamat tidak akan terjadi sampai kalian melihat 10 tanda-tandanya; asap, Dajjal, binatang melata, matahari terbit dari barat, turunya Isa putra Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, tenggelamnya 3 daratan (daratan timur, daratan barat dan daratan Jazirah Arab) dan keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia ke padang mahsyar mereka” (HR. Shahih Muslim)

Sementara dalam riwayat lain ditambahkan, “Dan yang kesepuluh adalah angin yang menerpa manusia di laut.” (HR. Shahih Muslim)

Peringatan ini diperkuat dalam riwayat Imam Muslim lainnya, dari Abu Hurairah secara marfu’, “Ada tiga hal manakala telah muncul, maka tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya yang belum beriman sebelum itu atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya; terbitnya matahari dari barat, munculnya Dajjal dan binatang melata.”

Beberapa riwayat lainnya juga menyerukan peringatan yang serupa; datangnya Dajjal sebagai tanda kiamat besar. Namun, siapakah Dajjal? Bagaimana rupanya?

Dajjal ialah mahluk Allah yang diberikan kelebihan-kelebihan seperti menghidupkan orang yang mati, menumbuhkan tumbuhan di tanah yang gersang dan memerintahkan langit serta bumi untuk tundak pada perintahnya (hujan turun, keluar harta dari perut bumi dan sebagainya). Hal-hal ini dilakukan oleh Dajjal agar manusia berpaling dari Allah sehingga mereka hidup dalam kesesatan nyata di penghujung dunia.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda :

“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui gerak-gerik kalian. Sesungguhnya Allah tidaklah buta sebelah mata-Nya, sedangkan Al-Masih Ad-Dajjal mata kanannya buta. Matanya mirip sebutir anggur yang mengapung (melotot keluar).” (HR. Shahih Bukhari dan Muslim)

Sementara dalam hadits lain, yang diriwayatkan oleh Anas secara marfu’,

“Tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah memperingatkan umatnya perihal mahluk yang sebelah matanya buta lagi banyak dusta. Ketahuilah bahwa dia benar-benar buta, sedangkan Rabb kalian tidak buta. Dan di antara kedua matanya tertulis ‘kafir’.” (HR. Shahih Bukhari dan Muslim)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya telah memerintahkan kita untuk berhati-hati terhadap segala kebohongan yang dibawa oleh Dajjal.

Dari Hudzaifah diriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Dajjal itu mata kirinya buta, rambutnya lebat, dia membawa surga dan neraka. Maka yang kelihatan neraka sesungguhnya surga, sedangkan yang kelihatannya surga sesungguhnya neraka.” (HR. Shahih Muslim)

Tapi, janganlah gentar, wahai umat yang agung! Tiada daya dan upaya, kecuali atas kehendak Allah. Rasulullah tidak akan pernah melupakan umatnya dan akan terus menjaga kita hingga hari akhir nanti selama kita berpegang teguh pada sunnahnya.

Diriwayatan dari An-Nawwas bin Sam’an bahwa Rasulullah pernah bersabda,

“Jika ia (Dajjal) datang, sedang aku masih bersama kalian, niscaya aku akan menghadapinya sebagai pembela kalian. Namun jika dia datang, sedang aku sudah tiada, maka setiap orang menjadi pembela dirinya sendiri dan Allah Dzat pelindung bagi setiap muslim setelah kepergianku. Sesungguhnya Dajjal ialah seorang pemuda berambut keriting, matanya menojol keluar (melotot), menurutku dia mirip ‘Abdul ‘Uzza bin Qothon. Barang siapa  di antara kalian bertemu dengannya, maka bacalah ayat-ayat permulaan surat Al-Kahfi kepadanya, sebab ayat-ayat tersebut ialah pelindung kalian dari kejahatan fitnahnya. Sesungguhnya ia datang dari Khullah (menurut Ibnu Al-Atsir, sebuah jalan antara Syam dan Irak), kemudian ia akan berbuat kerusakan di kanan dan kirinya (sekitarnya). Oleh sebab itu, berteguh hatilah kalian, wahai hamba-hamba Allah!”

Wahai umat yang telah terbebas dari kebodohan iman, rapatkanlah barisan di penghujung zaman ini. Sungguh kejahatan semakin bersatu dalam misi menghancurkan kita. Berpegang teguhlah pada apa yang telah Rasulullah wasiatkan kepada kita; Al-Quran dan Al-Hadits, niscaya kita akan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang terpelihara dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.

“Selama antara penciptaan Adam dan terjadinya hari kiamat, tak ada mahluk ciptaan Allah yang lebih besar dari Dajjal.” (HR. Muslim)

Semoga Allah selalu melindungi kita semua. Wallahu’alam.

sumber: muslimahdaily.com