5 Barang Ini Lebih Mahal di Indonesia dibanding Negara Tetangga

Detikriau.org – Pada awal Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berkuasa, pemerintah mempermasalahkan penyaluran subsidi yang banyak bocor dalam proses penyaluran. Maka dari itu, pemerintah memutuskan untuk menghapus perlahan-lahan subsidi dan mengalokasikannya ke pos yang diklaim lebih produktif.

Salah satu subsidi yang dihapuskan ialah untuk bahan bakar minyak (BBM). Menteri Sofyan Djalil menegaskan masyarakat harus terbiasa dengan budaya baru ini.

“Pokoknya premium kita lepaskan (harga keekonomian), supaya masyarakat terbiasa,” tegas Sofyan.

Ternyata tanpa disubsidi pun, harga BBM di Indonesia tetap lebih mahal dibandingkan negara tetangga, Malaysia. Selain BBM, Indonesia juga memiliki sejumlah barang yang harganya jauh lebih tinggi dibandingkan negara lain.

Kira-kira apa saja barang-barang tersebut? Akankah Presiden Jokowi mampu mencari solusi untuk masalah ini agar keinginannya supaya Indonesia dapat bersaing dengan negara lain bisa terwujud? Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah komoditas yang harga di Indonesia justru lebih mencekik.

  1. Daging Sapi

Pemerintah masih berkutat dengan persoalan mahalnya harga daging sapi lokal dibanding sapi impor. Lagi-lagi persoalan infrastruktur jadi kambing hitam.

Menteri Pertanian era Presiden SBY, Suswono, berpendapat hal itu terjadi karena Indonesia tidak mempunyai angkutan khusus untuk mendistribusikan sapi. “Sebenarnya problem kita, kapal yang khusus untuk mengangkut sapi saja kita belum punya,” ujar Suswono di Jakarta.

“Bayangkan, mengangkut dari NTT dan NTB lebih mahal daripada dari Darwin, Australia,” tambahnya.

Suswono menjelaskan, jika sapi-sapi tersebut diangkut dari daerah menggunakan truk, maka akan menyebabkan sapi stres dan mengurangi berat. “Bayangkan kalau dari NTT menggunakan truk, truk itu kemampuannya mengangkut hanya sekitar 8 ekor dengan perjalanan yang jauh. Sapinya juga akan tersiksa,” jelasnya.

  1. Gas Bumi

 Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat mengeluhkan tingginya harga gas dalam negeri. Bahkan, harga gas dalam negeri lebih mahal dibanding Singapura. Menurut Ade, tata niaga perdagangan gas di Indonesia terlalu kompleks.

“Gas berasal dari Indonesia dijual ke Singapura dengan harga berkisar USD 4 per Million Metric British Thermal Unit (MMBTU), begitu harga gas dijual sendiri di Indonesia maka harga gas sudah USD 12, artinya di situ terjadi percaloan yang luar biasa,” ucap Ade di Kementerian Perindustrian, 

  1. Avtur

Menhub Budi Karya Sumadi, dalam rapat bersama Menko Luhut Binsar Panjaitan, curhat akan mahalnya harga Avtur di Bandara Soekarno – Hatta dibanding di Singapura. Bahkan, harga avtur di Indonesia lebih mahal 26 persen dibanding Singapura.

Seperti diketahui harga Avtur sekarang Rp 5.490 per liter. Dengan demikian, harga Avtur di Singapura sebesar Rp 4.063 per liternya. Untuk itu, Menko Luhut meminta agar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar mereview kembali harga Avtur.

“Dari komplain pak Budi Karya kenapa harga Avtur di Bandara Soetta ini harganya 26 persen lebih mahal dari Singapura,” kata Menko Luhut di Kantornya, Jakarta.

 

  1. Minyak Goreng

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku risau dengan harga minyak goreng di Indonesia yang lebih mahal dibanding Malaysia. Padahal, Indonesia adalah penghasil CPO terbesar dunia.

“Minyak goreng di Malaysia Rp 6.000 per kg, kita di Indonesia Rp 9.000. Padahal, kalau harga baik, kita impor CPO. Kita produsen dunia tapi harga lebih tinggi berarti ada anomali pasar,” jelasnya.

Menteri Amran sedikit bercerita bahwa selama ini tekanan darahnya ikut naik jika harga pangan naik. “Kalau harga naik, tekanan darah saya naik, kalau harga turun tekanan darah saya turun. Sekarang harga bawang turun, tekanan darah saya tadi saya cek juga turun,” katanya.

  1. BBM

Pemerintah Malaysia mematok harga eceran bensin RON 95 atau setara Pertamax plus turun 21 sen menjadi RM 1,70 atau sekitar Rp 5.970 per liter. Sementara, bensin RON97 turun 11 sen menjadi RM 2 atau sekitar Rp 7.000 per liter.

Sedangkan, di Tanah Air harga eceran bensin jenis Premium atau RON88 yang kualitasnya lebih buruk justru dijual seharga Rp 6.600 per liter. Sementara, Pertamax atau RON92 Rp 8.000 per liter.

Lantas mengapa harga bensin di Malaysia lebih murah ketimbang Indonesia? Padahal, kedua negara sama-sama tidak mensubsidi bensin.

PT Pertamina (Persero) menjelaskan sebab harga BBM Indonesia lebih mahal dari Amerika Serikat dan Malaysia. Penyebab pertama, harga BBM di kedua negara tersebut lebih murah karena stok nasional BBM ditanggung oleh pemerintah. Sementara, di Indonesia, masih ditanggung oleh lembaga penyalur yaitu Pertamina.

“Kenapa kok harga BBM di Amerika Serikat, Malaysia lebih murah, ada namanya strategic petroleum research national stock 30 sampai 30 hari itu stok pemerintah. Sekarang Pertamina yang nanggung,” ujar Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang./merdeka.com

Baca Sumber

 




Jangan Takut MakanDaging Kambing

Tak ada bukti bahwa makan daging kambing mempunyai kandungan kolesterol yang tinggi. Popularitas daging kambing sudah tak diagukan lagi negeri kita. Demikian juga bagi kebanyakan orang doi Asia, Timur Tengah, Amerika  Latin dan Afrika.  Daging kambing merupakan makanan yang dipercaya mempunyai khasiat yang lebih tiggi dibanding daging sapi atau domba. Hampir diseluruh jkelompok dari berbagai daerah  di tanah air percaya bahwa daging kambing dapat meningkatkan potensi seksual, terutama seksual pria.Di Taiwan, daging kambing juga dipercaya mempunyai khasiat menghangatkan badan (heaty) sehingga merupakan menu yang digemari di musim dingin.

Bukan cuma itu, daging kambing juga sering diasosiakan dengan kolesterol dan tekanan darah tinggi. Ketika mantan Presiden  Indonsesia Suharto, masuk rumah sakit, orang lalu mengkaitkannya  dengan kebiasaaan penyebabnya adalah dengan nasi kebuli dan daging kambing kegemarannya. Orang boleh saja percaya pada mitos. Yang pasti kambing menghasilkan daging yg digemari oleh seluruh lapisan masyarakat dan memberikan kontribusi yg tidak sedikit terhadap kehidupan banyak petani peternak di Indonesia.

Kandangan lemak dan kolesterol

Tidak ada bukti bahwa daging kambing mempunyai kandungan lemak terutama lemak jenuh yang lebih tinggi dibandingakan dengan jenis daging merah lainnya. Sebaliknya penelitian membuktikan bahwa daging (karkas)  kambing memounyai kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan dengan karkas domba atau sapi jika dibandingakan pada kondisi yang sama.

Dari data tabel dibawah ini jelas terlihat bahwa komposisi karkas sangat bervariasi. Variasi tersebut ditentukan oleh banyak faktor, misalnya fase pertumbuhan dan pakan yang diberikan. Sebagai contoh kambing muda mempunyai kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan kambing dewasa/tua. Demikian juga kambing yang   diberi akan hijauan dan konsetrat akan menghasilkan karkas dengan jumlah lemak lebih banyak dibandingkan dengan yang hanya diberikan pakan hijauan saja.

Sate kambing bisa diduga memunai kandungan lemak yang lebih tinggi karena dalam satu tusuk sate biasanya diselipi potongan lemak untuk menambah cita rasa. Demikian juga giula ikambing karena bahan untuk membuat gulai biasanya daging tetelan, tulang bersumsum dan ditambah santan.

Capreto dan Chevon

Kambing sering diasosiakan sebagai ternak kepunyaan yang miskin  (Poer mans’s goat) kaena lebih dari 90% populasi kambing dunia berada dinegara berkembang dan dimiliki oleh kelompok msyarakat ekonomi lemah.
Di beberapa negara Eropa seperti Perancis dan Itali, kambing lebih banyak diproses untuk menghasilkan susu. Namun demikian daging cempe jantan yang sangat disukai karena dagingnya lembut, empuk, dan kandungan lemaknya sangat rendah.Cempe jantan tersebut bila dipotong pada saat umurnya masih sangat muda (1-2 bulan) dengan bobot kurang dari 10 kg. Sedangkan di negara-negara lain yg industri pertaniannya maju sperti Australia dan New Zealand daging kambing seringkali masih disatukan dengan kelompok game meat.

Game meat adalah daging yang berasal dari beraneka hewan yang belum secara intensif dperllihara untuk menghasilkan daging atau daging hewan yang diperlukan dengan diperoleh melalui  cara berbutru, misalnya kanguru, babi dan kelinci liar., rusa, dll.
Tidak heran jika istilah untuk kambing yaitu chevon dan capretto popularitasnya kalah jauh dibandingkan beef, veal, mutton, dan lamb.

Istilah beef pada industri sapi potong menunjuk pada daging sapi secara umum dan veal pada daging sapi muda (pedet) yang belum disapih. istilah mutton, menunjuk pada daging domba secara umum, sedang daging domba muda dibeli istilah lamb. Daging kambing secara umum disebut istilah  chevon, sedangkan daging kambing  muda (cempe) diberi istilah Capretto (cabrito).

Pada kurun waktu   terakhir ini, industri peternakan kambing potong baik di beberapa negara seperti Australia, New Zaealand, Amerika Serikat meningkat dengan pesat. Negara lain yang sedang menyusul adalah China dan Malaysia.

Kecenderungan tersebut tidak terlepas dari besarnya permintaan pasar untuk ternak kambing baik dalam bentuk hidup maupun bentuk daging//karkas. Sasaran utamanya adalah konsumen yang memounyai tradisi mengkonsumsi daging kambing baik yg berada di Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan dan Afrika maupun konsumen lokal yang sebagian besar adalah imigran.

Sasaran lainnya adalah konsumen yang sedang mencari daging alternatif dengan alasan rendah kandungan lemaknya. Konsumen kelompok kedua walaupun dari segi jumlah jauh lebih rendah dibandingkan kelompok pertama, cukup menjanjikan karena berani membayar dengan harga tinggi asalkan dagingnya mengandung kemak yang rendah tetapi tetap enak rasanya. Untuk memenuhi permintaan pasar  peternakan kambing potong semakin diintensifkan   meningkatkan kapsitas  juga kualitas produknya.

Memasarkan kambing potong maupun dagingnya hanya dengan sebutan kambing atau daging/karkas kambing dipandang merugikan produsen/eksporter. Hal ini karena seringkali kambing potong dari sebuah peternakan dihargai sama dengan kambing liar yang ditangkap   dari hutan/padang.Demikian juga dengan kambing jantan peranakan Boer atau Kalahari Merah yang masih sangat muda dengan berat bagadan 30 kg dihargai sama dengan kambing feral dewasa dengan bobot badan yang sama.Selain itu, hanya dengan sebutan daging kambing, banyak konsumen masih mengasosiakan dengan harga kambing liar yang hanya cocok untuk makanan hewan piaraan (pet food). Oleh jarena itu istilah chevon dan capretto semakin dipopulerkan di Autralia, chevon dan capretto diberi batasan yang jelas.

Di Indonesia daging kambing nuda  digemari untuk buat sate. Tidak heran kalau semua pejual sate memasang tulisan didepan warungnya” sate kambing muda’. Sate kambing nuda diasosiakan dengan sate yang enak rasanya dan empuk.
Daging kambing dewasa/tua lebih cocok dimasak gulai atau masakan berkuah (kari). Tapi bagaimana penjual dan konsumen tahu kalau kambignya  masih muda padahal asal usul dan umur kambing yang dipotong tidak jelas?

Tanpa kriteria yang dapat diukur secara obyektif pengelompokan karkas kambing berdsarkan kualitas sulit diterapkan dan diterima akurasinya. Gencarnya China dan Malaysia untuk meningkatan industri kambing potong dengan mengimpor kambing Boer dari Australia dan New Zealand baik dalam bentuk hidup, semen maupun embryo beku, menyisakan sebuah pertanyaan. Kalau sementra ini petani kambing lokal sudah tersaingi oleh kambing impor dari Australia New Zealand apakah dalam kurun waktu 10 tahun mendatang Indonesia juga akan dibanjiri dengan kambing made in China.

Tabel. PERBANDINGAN KANDUNGAN LEMAK, TULANG DAN KOLESTEROL KARKAS
KAMBING, DOBA SAPI DAN BABI.


Proporsi daging lemak dan tulang didasarkan pada berat karkas. Angka dalam kurung  adalah rata-rata.
Sumber: Procedings Nutrition Society of Australia, Desember 1997.

Dari tabel di atas terlihat bahwa secara umum dan proporsional bahwa kandungan lemak dan kolesterol kambing jauh lebih rendah dibandingkan dengan daging domba, sapi dan babi. Biila dengan pembatasan dan pola makan yang standar sama, dan khasiat manfaat daging kambing yang baik untuk kesehatan mengapakah kita harus takut mengkonsumsi daging kambing?

Dikutip utama dari tulisan Juni Sumarmono,  dosen fakultas Peternakan Unsud Purwokerto    dalam majalah   Infovet edisi 112 November 2003(dro/ddlivestock.or.id)




PUASA KE TIGA, HARGA DAGING MELAMBUNG

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Harga daging sapi dan ayam di beberapa pasar kota Tembilahan mengalami kenaikan. Diduga kenaikan harga ini terjadi karena dipengaruhi dampak psikologis bulan puasa yang selalu diikuti kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok.

Pantauan, Senin (23/7/2012) siang, harga daging ayam potong yang sebelumnya sempat mengalami penurunan Rp. 2.000 kini  mengalami kenaikan kembali hingga Rp. 7.000 perkilogramnya dari sebelumnya hanya Rp. 28.000 menjadi Rp. 35.000. “Konsumen protes harganya naik, tapi mau bagaimana lagi, harga kulakan juga sudah tinggi. Masak saya jual lebih rendah, bisa rugi saya,” ujar salah seorang pedagang ayam potong di pasar parit sebelas Tembilahan.

Hal yang sama juga terjadi pada harga daging sapi. Komoditas ini meningkat cukup tinggi dimana dalam kurun waktu seminggu terakhir naik menjadi Rp. 90.000 dari sebelumnya hanya berkisar Rp.70.000 perkilogram atau mengalami peningkatan sebesar Rp.20.000 Menurut Rahman, salah seorang pedagang, kenaikan harga daging sapi terjadi sepekan terakhir. “Bukan naik lagi, tapi sudah berganti harga. Kenaikanya tidak bertahap namun langsung tinggi,”ujarnya.

Ia melanjutkan, kenaikan ini sudah terjadi dari tempat pemotongan hewan sehingga para pedagang terpaksa turut menaikan harga jual. Rahman menengarai hal tersebut terjadi karena dipengaruhi dampak psikologis bulan puasa yang selalu diikuti kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok.

Selain harga daging ayam dan sapi yang mengalami kenaikan, harga komoditi sayuran juga mengalami kenaikan berkisar Rp 500 hingga Rp 1000. “Semua sayuran naik. Harga di tingkat petani sudah naik sehingga harga di pasaran juga mengalami kenaikan,”kata Si’uy, pedagang lainnya.

Sedangkan untuk kebutuhan harga telur, beras, minyak kemasan dan curah serta bawang relatif masih stabil dibandingkan harga menjelang ramadhan kemaren.  harga bahan pokok seperti beras belida asal Palembang masih dijual seharga Rp 9.000 per kilogram, beras solok asal Sumbar Rp 11.000 per kilogram. Kemudian, minyak goreng ranpa merk masih seharga Rp 11.000 per kilogram, minyak bimoly Rp 13.000 per liter, telur itik Rp 2.000 per butir, telur ayam kampung Rp 2.000 per butir, telur ayam ras Rp 1.000 per butir, dan bawang putih Rp 18.000 perkilogram.

“harga telur saat ini memang masih belum mengalami peningkatan permintaan. Namun, menjelang pertengahan ramadhan biasanya harga akan mengalami lonjakan cukup tinggi seiring tingginya kebutuhan konsumen untuk membuat berbagai kebutuhan kue lebaran,” Ujar Si’uy mengakhiri.(Am)




JELANG RAMDAHAN, DISPERINDAG INHIL TURUN KE PASAR

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dua pekan menjelang masuknya bulan suci ramadhan, walaupun tidak signifikan, beberapa kebutuhan bahan pokok dibeberapa pasar tradisional di Kota Tembilahan sudah mulai merambat naik.

Berdasarkan hasil pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Inhil, Jum’at (6/7), Komoditas sayur mayor jenis bawang merah mengalami kenaikan harga dari sebelumnya Rp. 14.000, kini dipasarkan dengan harga Rp. 16.000 per kilo. Namun untuk komoditas sayur mayor jenis cabe merah keriting justru mengalami penurunan dari sebelumnya dipasarkan dengan harga Rp. 36.000 kini dipasarkan dengan harga Rp. 34.000 per kilonya.

Sementara untuk komoditas daging, ayam potong juga mengalami penurunan dari sebelumnya Rp. 30.000 mnenjadi Rp.28.000 untuk setiap kilonya.

“Kenaikan dan penurunan harga terjadi pada tiga hari belakangan ini, dan itupun tidak begitu besar, hanya mencapai Rp 2.000 per kilogramnya. Disperindag secara berkala akan terus melakukan pemantauan dipasaran. Baik untuk mengetahui perkembangan harga, ketersediaan barang maupun sirkulasi barang dipasaran.” tutur Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Inhil, Raja Teruna, Jum’at (6/7).

Pantauan di Pasar Terapung Tembilahan, memang tidak terlihat adanya perkembangan harga yang signifikan untuk beberapa kebutuhan pokok, seperti daging sapi masih dijual seharga Rp 90.000 perkilogram.

Sementara itu, untuk harga kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng, daging sapi dan ayam kampung, telur, beras, gula, tepung terigu, serta minyak tanah masih relatif stabil dan tidak ada tanda-tanda akan mengalami kenaikan atau penurunan harga.

Untuk diketahui, harga bahan pokok seperti beras belida asal Palembang masih dijual seharga Rp 9.000 per kilogram, beras solok asal Sumbar Rp 11.000 per kilogram. Kemudian, minyak goreng ranpa merk masih seharga Rp 11.000 per kilogram, minyak bimoly Rp 13.000 per liter, telur itik Rp 2.000 per butir, telur ayam kampung Rp 2.500 per butir, telur ayam ras Rp 1.000 per butir, bawang putih Rp 18.000 perkilogram dan minyak tanah Rp 10.000 per liter.

 

Sementara itu, Kadisperindag Inhil, Rudiansyah ketika dikomfirmasi wartwan diruang kerjanya menyatakan tidak bisa memberikan jaminan tidak akan adanay kenaikan harga sembako. Sebab, suplai beberapa  bahan pangan seperti gula, beras dan tepung tergantung kepada pasokan dari pabrik,.’’Pemerintah hanya dapat memantau dan menjaga penyaluran ditingkat distributor untuk Kabupaten Inhil khusunya.  Jadi tidak bisa terjamin kecukupannya, termasuk harga. Namun yang paling penting, pasokan sembako tidak terputus dari luar,’’ ucapnya.

 

Peninjauan harga sembako ini, dijelaskan Rudiansyah,  dilakukan oleh tim Disperindag  guna mengantisipasi lonjakan kenaikan harga yang biasanya terjadi ketika memasuki bulan puasa. Dari sekian banyak distributor yang dikunjungi tersebut, nantinya akan kita undang  guna melakukan rapat untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga dan kecukupan kebutuhan sembako jelang Ramadhan dan lebaran.

 

“Intinya hal tersebut dimaksudkan untuk menjamin ketersediaan sembako jelang memasuki bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri. Sehingga nantinya masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan terjadinya kelangkaan sembako yang menjadi kebutuhan masyarakat.(Am)