Jelang Idul Adha, Harga Kebutuhan Pokok Melonjak

Tembilahan, detikriau.org – Mungkin sudah menjadi kebiasaan, setiap menjelang tibanya perayaan hari besar sejumlah harga kebutuhan akan mengalami kenaikan. Demikian pula dengan perayaan Idul Adha tahun ini. biasanya daging ayam kampung bersih masih didagangkan Rp 65 ribu – Rp 75 ribu per kilo, satu hari menjelang Idul Adha harga melonjak menjadi Rp 120 ribu per kilo. Pedagang berdalih kenaikan harga disebabkan harga beli dari pemasok juga melonjak.

“baru semalam, sabtu (10/9/2016) saya beli ayam kampung bersih Rp 75 ribu perkilo. Hari ini harga sudah melonjak menjadi Rp 120 ribu,” Ujar Ayuk, warga jalan Kayu Jati Kecamatan Tembilahan Hulu, ahad (11/9/2016)

Tidak hanya daging ayam yang mengalami kenaikan. Menurut ayuk, cabe merah yang biasanya hanya diperdagangkan dikisaran harga Rp 35 – Rp 40 ribu perkilo, hari ini menjadi Rp 85 ribu.

Ipit, warga Tembilahan Hulu lainnya juga membenarkan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok ini. Menurutnya, ayam ras yang biasanya hanya dibeli dikisaran harga Rp 26 – Rp 30 ribu perkilo, hari ini naik menjadi Rp 40 ribu. Telor ayam ras dari Rp 36 ribu per papan ( 30 butir. Red) naik menjadi Rp 38 ribu.

“Santan kelapa juga naik tinggi. Biasanya hanya Rp 12 ribu perkilo hari ini naik menjadi Rp 16 ribu per kilo,” kata Ipit

Menurut pengakuan salah seorang pedagang dipasar Umbut Kelapa jalan Kayu Jati Tembilahan Hulu kenaikan harga ini disebabkan tingginya permintaan masyarakat sementara pasokan barang terbatas.

“Harga beli kita juga naik bang. Kalau tak mau rugi tentunya harga jual juga harus naik.” Ujarnya

Pedagang beras juga mengaku adanya kenaikan harga. Tapi menurut mereka kenaikan ini sudah terjadi beberapa minggu sebelumnya.

“naik juga bang. Beras kurik biasanya Rp 125 ribu perkampit 10 kg sekarang menjadi Rp 140 ribu. Termasuk beberapa merek beras lainnya.” Jawabnya./ Am




PUASA KE TIGA, HARGA DAGING MELAMBUNG

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Harga daging sapi dan ayam di beberapa pasar kota Tembilahan mengalami kenaikan. Diduga kenaikan harga ini terjadi karena dipengaruhi dampak psikologis bulan puasa yang selalu diikuti kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok.

Pantauan, Senin (23/7/2012) siang, harga daging ayam potong yang sebelumnya sempat mengalami penurunan Rp. 2.000 kini  mengalami kenaikan kembali hingga Rp. 7.000 perkilogramnya dari sebelumnya hanya Rp. 28.000 menjadi Rp. 35.000. “Konsumen protes harganya naik, tapi mau bagaimana lagi, harga kulakan juga sudah tinggi. Masak saya jual lebih rendah, bisa rugi saya,” ujar salah seorang pedagang ayam potong di pasar parit sebelas Tembilahan.

Hal yang sama juga terjadi pada harga daging sapi. Komoditas ini meningkat cukup tinggi dimana dalam kurun waktu seminggu terakhir naik menjadi Rp. 90.000 dari sebelumnya hanya berkisar Rp.70.000 perkilogram atau mengalami peningkatan sebesar Rp.20.000 Menurut Rahman, salah seorang pedagang, kenaikan harga daging sapi terjadi sepekan terakhir. “Bukan naik lagi, tapi sudah berganti harga. Kenaikanya tidak bertahap namun langsung tinggi,”ujarnya.

Ia melanjutkan, kenaikan ini sudah terjadi dari tempat pemotongan hewan sehingga para pedagang terpaksa turut menaikan harga jual. Rahman menengarai hal tersebut terjadi karena dipengaruhi dampak psikologis bulan puasa yang selalu diikuti kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok.

Selain harga daging ayam dan sapi yang mengalami kenaikan, harga komoditi sayuran juga mengalami kenaikan berkisar Rp 500 hingga Rp 1000. “Semua sayuran naik. Harga di tingkat petani sudah naik sehingga harga di pasaran juga mengalami kenaikan,”kata Si’uy, pedagang lainnya.

Sedangkan untuk kebutuhan harga telur, beras, minyak kemasan dan curah serta bawang relatif masih stabil dibandingkan harga menjelang ramadhan kemaren.  harga bahan pokok seperti beras belida asal Palembang masih dijual seharga Rp 9.000 per kilogram, beras solok asal Sumbar Rp 11.000 per kilogram. Kemudian, minyak goreng ranpa merk masih seharga Rp 11.000 per kilogram, minyak bimoly Rp 13.000 per liter, telur itik Rp 2.000 per butir, telur ayam kampung Rp 2.000 per butir, telur ayam ras Rp 1.000 per butir, dan bawang putih Rp 18.000 perkilogram.

“harga telur saat ini memang masih belum mengalami peningkatan permintaan. Namun, menjelang pertengahan ramadhan biasanya harga akan mengalami lonjakan cukup tinggi seiring tingginya kebutuhan konsumen untuk membuat berbagai kebutuhan kue lebaran,” Ujar Si’uy mengakhiri.(Am)