Mempelai Lelaki Meninggal Usai Resepsi Nikah, 31 Tamu Positif Covid-19

Foto Ilustrasi. [Shutterstock]


ARBindonesia.com – Resepsi pernikahan kala pandemi virus corona covid-19 bisa berubah menjadi mimpi buruk, itulah yang terjadi di India.


Mempelai lelaki meninggal sehari setelah pesta pernikahan karena terinfeksi virus corona. Sementara puluhan warga yang datang sebagai tamu resepsi, positif covid-19.


Menyadur Gulf News pada Selasa (25/6/2020), 31 penduduk desa dinyatakan terinfeksi covid-19 setelah mempelai pengantin pria meninggal sehari seusai pesta pernikahan.


Pengantin pria yang berasal dari sebuah desa di distrik Patna, bekerja di Gurgaon. Tanggal 15 Juni, dia datang dari Gurgaon memakai kendaraan pribadi dan langsung menuju tempat pernikahan di blok Naubatpur, Kota Patna.


Penduduk desa mengatakan, mempelai laki-laki jatuh sakit saat ritual pernikahan. Tetapi entah bagaimana, semuanya selesai dan pengantin pria dibawa pulang ke rumahnya bersama sang istri.


Pada malam hari, pesta pernikahan akbar diselenggarakan untuk menjamu para tamu undangan. Penduduk desa juga banyak yang menghadiri pesta makan malam.


Keesokan harinya, kondisi pengantin pria memburuk dan dia dilarikan ke klinik pemerintah yang terletak di blok Paligan.


Kondisinya yang tidak kunjung membaik, ia dipindahkan ke Institut Ilmu Kedokteran India di Patna.


Namun, ia pingsan tepat ketika kendaraan yang membawanya telah mencapai gerbang rumah sakit, ia kemudian dinyatakan meninggal.


Setelah kematiannya, anggota keluarga yang berduka membawa jenazah ke rumah dan mengkremasinya tanpa memberi tahu otoritas kesehatan, serta tak melakukan tes untuk mengetahui lelaki itu terpapar corona.


Sementara itu, beberapa warga desa melaporkan masalah ini kepada pejabat setempat dan memberi tahu mereka tentang bagaimana pengantin pria meninggal segera setelah pernikahannya.


Mereka juga memberi tahu pejabat, bahwa mempelai pria datang dari Gurgaon di Haryana, salah satu negara bagian India yang memiliki kasus virus corona cukup parah.


Tim dari Departemen Kesehatan negara bagian, segera bergegas ke daerah tersebut dan mengumpulkan sampel 125 penduduk desa yang menghadiri pesta pernikahan. Hasilnya, 15 dari mereka dinyatakan positif.


Pada 20 Juni, otoritas kesehatan negara mengumpulkan sampel lebih dari 81 orang dari daerah yang terkena dampak. Di antara mereka, 16 dinyatakan positif Covid-19.


“Mayoritas orang yang dinyatakan positif Covid-19 adalah mereka yang menghadiri pesta pernikahan,” kata seorang pejabat kesehatan, Dr Ramanujam kepada media pada hari Rabu (24/6/2020).


Menurut laporan terbaru dari Departemen Kesehatan negara bagian, virus corona telah merenggut 55 nyawa dan menginfeksi 8.180 orang di Bihar.


Dari jumlah kasus positif, 5.174 adalah pekerja migran yang telah kembali ke rumah dari tempat kerja mereka di negara-negara bagian lain. (*)


Sumber Suara.com




Gelapkan Beras Bantuan Covid 19, Tiga Sopir Truk Ditangkap Polisi

Personel Polres Keerom menunjukkan barang bukti beras bantuan sosial COVID-19 yang telah dicuri oleh 3 sopir truk. FOTO/iNews TV/Edi Siswanto


ARBindonesia.com, JAYAPURA – Mencoba menggelapkan beras bantuan sosial untuk warga terdampak COVID-19 di Kabupaten Keerom, tiga sopir truk diciduk polisi.


Ketiga sopir itu adalah YB (40), SB (25), dan MS (51) berhasil dibekuk tim Reserse dan Kriminal Polres Keerom berserta barang bukti (BB) berupa tiga unit truk, beras bansos dan uang sejumlah Rp5,6 juta hasil penjualan beras.


Kapolres Keerom AKBP Baktiar Joko Mujiono mengatakan, modus ketiga tersangka tersebut dengan mengurangi jumlah beras yang semestinya langsung diserahkan ke Dinsos Keerom setelah diambil dari Gudang Dolog Jayapura. 


“Jadi, ketiga tersangka ini setelah mengambil beras dari Gudang Dolog Jayapura kemudian dibawa ke Keerom, selanjutnya mereka sengaja mengurangi jumlah sebagian beras yang dibawa untuk kepentingan pribadi,” kata Kapolres, Sabtu (30/5/2020).


Dijelaskan, beras yang digelapkan para tersangka sebanyak 30 karung kemasan 50 kg. Saat ini kasus tersebut masih terus dikembangkan penyidik.


“Kasus ini terus dikembangkan karena informasi yang diperoleh sudah terjadi beberapa kali namun tidak ada laporan. Tiga tersangka kita jerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 78 jo Pasal 65 UU No 25 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Pasal 372 tentang KUHP dengan ancaman penjara selama 4 tahun,” jelas Kapolres.


Dengan adanya kasus ini, pihaknya akan terus memperketat pengawasan distribusi bansos kepada masyarakat. “Kita awasi. Ini untuk rakyat namun ada yang bermain. Kami akan lakukan pengawasan distribusi agar bantuan-bantuan ini tepat sasaran. Kami minta tidak ada yang coba-coba bermain, karena akan ada sanksi hukum,” tegasnya. (nbs)


Sumber Sindonews.com




Update Covid-19 Provinsi Riau : 74 Positif, 46 Sembuh dan 6 Meninggal Dunia

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mengumumkan perkembangan terbaru terkait data jumlah kasus terjangkit wabah virus corona atau Covid-19. Saat ini Senin (11/05/2020), total positif Covid-19 di Riau ada 74 kasus, sedangkan yang sembuh ada 46 kasus, dan meninggal dunia sebanyak 6 kasus.


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengungkapkan, hari ini terdapat penambahan satu kasus positif dan tujuh pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh.


“Berarti jumlah kasus positif di Provinsi Riau sebanyak 74 orang. Dan adanya penambahan yang sembuh, maka total sembuh sebanyak 46 orang dan telah pulang. Sedangkan pasien positif dirawat saat ini sebanyak 22 orang,” katanya.


Lanjutnya, Mimi mengatakan, sesuai data yang telah ada, Pemprov Riau mempunyai data Orang Dalam Pemantauan (ODP) terakumulasi sebanyak 58.259 orang. Sedangkan, yang sudah dalam pemantauan 51.543 orang.


“Dalam pemantauan berjumlah 4.716 orang. Dari 58.259 tersebut, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terakumulasi yaitu sebanyak 949 orang atau 1,6% dari jumlah orang PDP yang ada di Provinsi Riau,” ungkapnya.


Kemudian, Mimi mengatakan, dari 949 PDP tersebut, yang telah dipulangkan atau sehat dikarenakan hasil swabnya negatif Covid-19 sebanyak 676 orang atau 71,2% dari jumlah PDP.


“Sedangkan yang meninggal pada kasus PDP tersebut sebanyak 105 orang atau 11,1% dari jumlah PDP. Dan yang masih dirawat yaitu 168 orang yang tersebar di 33 rumah sakit rujukan yang ada di Provinsi Riau,” pungkasnya. (MCR/AQB)


Sumber : mediacenter.riau.go.id




Riau Unggul Grafik Pasien Sembuh Secara Nasional

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Riau mendata angka kesembuhan pasien positif di Provinsi Riau secara grafik lebih tinggi secara Nasional.


Penjelasannya, jika di Riau, grafik pasien sembuh misalnya empat. Maka, angka pasien positif satu.


Jika dibandingkan, secara nasional angka kesembuhan, kata juru bicara gugus tugas Provinsi Riau, justru lebih rendah.


”Ini suatu pencapaian bahwa kesembuhan di Riau unggul secara nasional,” terang Juru Bicara Penanggulangan Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi.


Hal ini kata Yovi, sesuai fakta, Minggu (10/5/2020), dari penambahan dua pasien positif. Sementara angka kesembuhan ada empat.


”Yang sembuh hari ini ada lima, empat asal Pekanbaru dan satu dari Dumai,” ungkap Yovi.


Secara keseluruhan, angka kesembuhan di Riau, saat ini telah mencapai angka 44 orang. Maka, jika dibuat grafik nya angkanya mencapai 50 persen.


”Artinya kesembuhan di Riau mencapai angka 50 persen. Sedangkan secara nasional hanya 19 persen,” papar Yovi.


Artinya, sambung Yovi, penanganan pasien di Riau bisa dikatakan lebih baik secara nasional.


”Melihat grafik ini yang landai. Maka, proses penyembuhan pasien dapat kita maksimalkan di Riau,” kata Yovi.


Namun, meski telah di perbolehkan pulang. Terhadap pasien tersebut, ungkap Yovi, tetap dilakukan pemantauan kesehatannya.


”Setelah diperbolehkan pulang, pasien kita sarankan melakukan isolasi mandiri selama tujuh hingga 14 hari dirumah,” sebut Yovi.


Sumber : mediacenter.riau.go.id




Sebanyak 39 Pasien Covid 19 di Riau Dinyatakan Sembuh

Foto : Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi


ARBindonesia.com, PEKANBARU – Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi mengumumkan, bahwa per tanggal 10 Mei 2020, terdapat penambahan pasien sebelas pasien sembuh dan pulang di Riau. Sehingga di Riau totalnya sudah 39 pasien yang telah dinyatakan sembuh.


Adapun sebelas pasien yang baru saja sembuh ini, yakni Tn. AS (54) warga Kabupaten Indragiri Hulu, Ny. DS (86) warga Kota Pekanbaru, Ny. DA (42) warga Kota Pekanbaru, Tn. R (44) warga Kota Dumai, Ny. K (46) warga Kota Dumai, Ny. S (31) warga Kota Dumai, Ny. T (39) warga Kota Dumai, Ny. IY (29).


Kemudian, warga Kota Dumai, Tn. DYA (2) warga Kota Dumai, Tn. S (69) warga Kota Pekanbaru, dan Tn. IS (71) warga Kota Dumai.


“Sebelas pasien sembuh ini terdiri dari pasien sembuh yang diumumkan hari ini dan akan diumumkan besok. Totalnya sebelas, karena ini kabar baik, makanya kami sampaikan cepat,” kata Indra di Gedung Daerah Provinsi Riau, Minggu (10/5/2020).


Sehingga saat ini, total pasien positif Covid-19 yang masih dirawat totalnya ada 28 pasien lagi.


“Total keseluruhan kasus positif Covid-19 di Riau per hari ini sudah 73 kasus. Dengan keterangan 28 dirawat, 39 sehat dan sudah dipulangkan, dan 6 meninggal dunia,” tukasnya. (MCR/PR)


Sumber : mediacenter.riau.go.id




Update Covid-19 Riau, 2 Penambahan Pasien Positif Covid 19

Foto screnshot corona.riau.go.id


ARBindonesia.com, PEKANBARU – Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Provinsi Riau, dr. Indra Yovi mengumumkan bahwa saat ini terdapat penambahan dua orang pasien positif terpapar virus corona dan lima orang pasien telah dinyatakan sembuh.


Hal tersebut disampaikan dr. Yovi, saat melakukan Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi Pekanbaru, Minggu (10/05/20).


“Iya terdapat penambahan dua kasus positif baru, tapi yang sembuh juga ada lima pasien,” ucapnya.
Ia melanjutkan, dengan bertambahnya dua pasien tersebut, maka saat ini jumlah kasus positif di Riau sebanyak 73 kasus.


Untuk pasien yang ke-72, berjenis kelamin laki-laki berinisial (UM) di rawat di rumah sakit Indragiri Hilir (Inhil), pasien tersebut berasal dari cluster santri dari Magetan Jawa Timur (Jatim).


Sedangkan untuk pasien yang ke-73, berjenis kelamin Perempuan yang berinisial R (46) warga Tapung Hulu Kabupaten Kampar, saat ini di rawat dan diisolasi di rumah sakit swasta di Pekanbaru.


“Untuk pasien yang ke 73 ini memiliki riwayat perjalan dari Medan Sumatera Utara dan mempunyai penyakit dasar, berdasarkan hasil tracing ada sekitar 15 orang yang berkontak erat dengan pasien,” ucapnya.


Berita baiknya, jelas Jubir COVID19 ini, lima pasien yang sembuh tersebut empat orang berasal dari Kota Pekanbaru dan satu orang dari Kota Dumai.


Dijelaskannya bahwa sebenarnya total yang sembuh adalah 44 orang, akan tetapi data 5 pasien yang baru sembuh tersebut akan dimunculkan pada data nasional Covid-19 keesokan harinya.


“Baru besok pagi akan diumumkan secara nasional kalau kita ada penambahan lima pasien yang sembuh,” tuturnya. (MCR/IP)


Sumber : mediacenter.riau.go.id


Editor Arb