Polres Inhil Tambah 20 Personil Wanita

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi saat menguyur para polwan baru dengan air sungai Indragiri
Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi saat menguyur para polwan baru dengan air sungai Indragiri

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 20 Brigadir Remaja Polisi Wanita (Polwan) resmi menjadi tambahan personil Kepolisian Resort (Polres) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Dan ini merupakan personil yang baru lulus akademik tahun 2014 lalu.

“Dari 20 Polwan tersebut 5 diantaranya merupakan putri asli Kabupaten Inhil, dan sisanya dari luar daerah,” sampaikan Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik Msi usai menyambut 20 personil baru di lapangan upacara Mapolres Inhil, Senin (2/3/2015).

Dari 20 Brigadir Polwan tersebut. Dikatakannya harus siap menjalankan tugas-tugas kepolisian di wilayah hukum Kabupaten Inhil dengan baik.

Selain itu diharapkan Suwoyo, semua polwan ini harus bersemangat dalam menjalankan tugas, tetap menjaga kekompakan, dan tanamkan jiwa korsa, serta belajar dari senior-seniornya dan beradaptasi dengan lingkungan masyarakat kabupaten Inhil.

Setelah melakukan penyambutan, Polres Inhil meneruskan untuk melakukan kegiatan dengan penyiraman air sungai Indragiri dan ucapan selamat dari Seluruh Personil Polres Inhil, serta melaksanakan orientasi dilingkungan Polres Inhil dengan berjalan kaki mengelilingi Kota Tembilahan.(mirwan)




Diterjang Longsor, 3 Rumah Warga di Tanah Merah Rusak

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bencana alam tanah longsor kembali menerjang wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Jum’at (20/2/2015) malam.

Pada musibah yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB ini, setidaknya 3 unit rumah warga yang terletak di RT 02 RW 02 Lorong Perigi, Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah mengalami kerusakan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak kepolisian, kronologis terjadinya musibah yang cukup sering melanda daerah tersebut, berawal saat para korban yang rumahnya mengalami kerusakan sedang terlelap dalam tidurnya.

“Tidak berapa lama kemudian, korban terbangun karena mendengar teriakan dari warga, yang menyuruh korban keluar dari rumah,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kapolsek Tanah Merah, AKP Bahtiar.

Sesampainya di luar rumah, lanjut Bahtiar, korban baru mengetahui bahwa rumahnya sedang dalam keadaan longsor, sehingga ia pun bergegas meninggalkan rumah tersebut untuk menyelamatkan diri.

“Akibat bencana ini, para korban mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta,” terangnya.

Sementara itu, untuk seluruh korban yang rumahnya mengalami kerusakan, saat ini harus diungsikan ke tempat yang lebih aman, yakni di rumah tetangga dan keluarga dekat korban.

“Kita imbau kepada seluruh masyarakat sekitar, untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya, guna mengantisipasi terjadinya longsor susulan,” imbuhnya.

Adapun 3 untir rumah warga yang rusak diterjang bencana alam tanah langsor ini, diantaranya rumah milik Samsudin (44) sebanyak dan rumah milik Nurdin (50) 1 unit. (adi)




Terkait Pengurangan DBH, Dewan Segera Panggil Pemkab Inhil

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam saat memberikan penjelasan dihadapan massa aksi demonstran dihalam kantor wakil rakyat itu, rabu (18/2)
Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam saat memberikan penjelasan dihadapan massa aksi demonstran dihalam kantor wakil rakyat itu, rabu (18/2)

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dalam waktu dekat ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berencana akan memanggil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil), untuk duduk bersama dan menentukan langkah-langkah ke depan, khususnya dalam upaya pelaksanaan program pembangunan di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam menyikapi dampak dari turunnya harga minyak dunia, yang berpengaruh pada pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) bagi Kabupaten Inhil hingga mencapai sebesar Rp 280 miliar dari sebelumnya Rp 1,8 triliun.

Dikatakan Dani, pemanggilan ini bertujuan untuk menentukan program apa saja yang harus ditunda pembangunannya terlebih dahulu.

“Kami akan panggil Pemkab Inhil secepatnya untuk menentukan program prioritas mana yang lebih kita utamakan terlebih dahulu dan mana yang bisa ditunda,” tutur Dani dihadapan sejumlah mahasiswa yang melakukan demo di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Rabu (18/2/2015).

Dijelaskan Dani, pengurangan DBH sebesar Rp 280 miliar ini, tentunya sangat memberikan dampak yang cukup signifikan bagi jalannya program pembangunan di Negeri Seribu Parit. Apalagi APBD Murni 2015 sudah disahkan sejak Bulan November 2014 lalu.

“Jadi, kita akan menentukan program mana yang mau ditunda, karena semua program yang sudah disetujui sangat bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat,” terangnya.

Selanjutnya, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini berharap agar dampak dari pengurangan DBH tidak menimbulkan gejolak sosial di Kabupaten Inhil.

“Dengan berkurangnya DBH ini sudah jelas berdampak pada bidang perekonomian. Namun kami harapkan hal ini tidak sampai menimbulkan gejolak sosial, supaya semuanya tetap berjalan dengan baik dan lancar,” imbuhnya.(adi)




Minim Ketersediaan Air Bersih, Pemkab Inhil Diminta Sediakan PAH Bagi Masyarakat

Anggota DPRD Inhil dari Fraksi Golkar, Yuliantini
Anggota DPRD Inhil dari Fraksi Golkar, Yuliantini

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk menyediakan tempat-tempat Penampungan Air Hujan (PAH) bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang jauh dari ibukota kabupaten.

Permintaan tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Inhil, Yuliantini terkait dengan masih minimnya keberadaan fasilitas umum, seperti Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang menyediakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Dikatakannya, Pemkab Inhil harus benar-benar memahami apa yang menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakatnya terutama di wilayah perdesaan. Karena selain keberadaan infrastruktur, masyarakat juga sangat membutuhkan ketersediaan air bersih.

“Seperti di Pulau Burung, disana tidak ada PDAM, sehingga masyarakatnya sangat susah mendapatkan air bersih,” tutur Yuliantini, belum lama ini.

Oleh karena itu, lanjut Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, Pemkab Inhil harus membantu masyarakat dengan menyediakan tempat PAH agar kebutuhan akan ketersediaan air bersih bagi masyarakat dapat terpenuhi.

“Tahun lalu saya telah sampaikan hal ini kepada Pemkab Inhil, tapi tidak juga terealisasi. Jadi, sudah seharusnya tahun ini masyarakat dapat merasakan bantuan PAH itu,” terangnya.(adi)




5 Unit Ambulance Bantuan Pusat Tiba di Kabupaten Inhil

Kadiskes Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie
Kadiskes Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie

TEMBILAHAN (detikriau.org) – 5 Unit mobil ambulance bantuan dari pemerintah pusat melalui APBN tahun 2014 saat ini sudah tiba di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Berdasarkan penjelasan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil Dr Hj Alvi Furwati Alwie, Selasa (24/12). Dari lima unit mobil ambulance tersebut, 1 unit bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan 4 unit dari Tugas Perbantuan (TP).

“4 unit ambulance yang berasal dari TP sudah dilengkapi dengan peralatan promosi atau penerangan yang terdiri dari infokus, layar, genset dan pointer,” Ujar Mantan Kepala Bappeda Inhil ini.

Ditambahkannya, untuk 1 unit yang bersumber dari DAK diperuntukan bagi Puskesmas Kecamatan Kempas. Sedangkan untuk TP diperuntukan bagi Puskesmas Kecamatan Tembilahan Hulu, Puskesmas Pengalihan Kecamatan Keritang, Puskesamas Pengalihan Kecamatan Enok dan Puskesman Pulau Kijang Kecamatan Reteh.

“Insyaalah penyerahannya akan dilakukan secara langsung oleh Bupati Inhil pada tanggal 7 januari 2015 mendatang,” paparnya.

Bantuan tersebut, menurutnya merupakan hasil lobi Pemkab Inhil dengan pemerintah pusat. Setelah diserahkan nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Rawat dan manfaatkanlah sesuai dengan fungsinya untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,”Tandas Alvi.(dro/*1/adv pemkab inhil)




Ketua DPRD Inhil: Program Bagus, Realisasi Belum Maksimal

“Setahun Kepemimpinan Warohmah”

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam
Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam

Tembilahan (detikriau.org) – Satu tahun masa kepemimpinan HM Wardan dan H Rosman Malomo, ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam menilai bahwa apa yang sudah dijanjikan pasangan Warohmah ini sudah direalisasikan dalam bentuk program selama tahun anggaran 2014. Hanya saja janji itu masih belum dapat direaliasikan secara masksimal dilapangan.

Dani, sapaan akrab ketua DPRD Inhil ini menilai, titik lemah belum maksimalnya pelaksanaan program lebih disebabkan kepada lemahnya pelaksana kebijakan. Oleh karenanya ia menyarankan agar Bupati segera melakukan evaluasi secara total kepada pembantu-pembantunya agar program-program yang dinilai sudah baik itu bisa secepatnya dirasakan oleh masyarakat.

“masa kepemimpinan Warohmah baru dalam hitungan satu tahun, saya rasa belum tepat waktunya kita memberikan penilaian berhasil atau tidaknya. Yang jelas, apa yang menjadi komitmen pasangan ini ketika terpilih seluruhnya sudah tertuang dalam bentuk program, hanya saja, realisasi dilapangan memang masih jauh dari kata memuaskan,” Ujar Dani saat dimintai tanggapan oleh sejumlah awak media di Gedung Kantor DPRD Inhil Jl HR Subrantas Tembilahan, selasa (25/11)

Saat ini, dimasa-masa pembahasan program di tahun anggaran 2015 mendatang, Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil berharap agar Bupati dapat melakukan telaah atas berbagai persoalan dan hambatan selama tahun 2014 yang menyebabkan tidak maksimalnya pelaksanaan berbagai program-program itu.

“Artinya program-program yang bagus itu tentunya tidak cukup hanya bagus diatas kertas tetapi bagaimana juga bisa diimplementasikan secara nyata dilapangan. Sekali lagi kita menilai titik lemahnya berada pada pra staff di SKPD sebagai pelaksana kebijakan.” Ingatkan Dani

Untuk sekedar mengingatkan, Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013-2018, HM Wardan dan H Rosman Malomo dilantik dalam rapat paripurna istimewa bertempat di Venue Futsal, Komplek Gedung Olahraga Indragiri, Jalan Lingkar II, Tembilahan, Jum’at (22/11/2013) yang lalu dihadapan Penjabat Gubernur Riau, Prof Dr H Djoehermansyah Djohan. (dro)