Kembangkan Objek Wisata dan Cagar Alam, Pemkab Inhil Harus Lebih Serius

Anggota DPRD Inhil dari Fraksi PKB, Herwanissitas
Anggota DPRD Inhil dari Fraksi PKB, Herwanissitas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk lebih serius dalam mengembangkan kawasan objek wisata dan cagar alam yang ada di daerah tersebut.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas saat berbincang dengan awak media usai menggelar hearing atau rapat dengar pendapat bersama Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar), di Ruang Rapat Komisi IV Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dikatakan pria yang akrab disapa Sitas ini, dalam mengembangkan dunia kepariwisataan di Negeri Seribu Parit, Pemkab Inhil tidak boleh setengah-setengah dan harus memilih mana yang akan diprioritaskan pengembangannya terlebih dahulu.

“Dari seluruh objek wisata dan cagar alam yang ada, pilih mana yang fokus untuk dikembangkan terlebih dahulu, seperti wisata religi Makam Tuan Guru Sapat dan wisata alam Pantai Solop,” tutur Sitas.

Setelah objek wisata tersebut berhasil dikembangkan dengan baik, kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, selanjutnya dijadikan sebagai pilot project untuk pengembangan objek wisata lainnya yang ada di Kabupaten Inhil.

“Jadi, jangan semua mau dikerjakan, sehingga akhirnya tak ada satupun yang berhasil,” imbuhnya. / Adi




Kembangkan Pariwisata dan Cagar Alam, Dewan Pinta Pemkab Inhil Beri Perhatian Lebih

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil), untuk memberikan perhatian yang lebih besar dalam upaya membangun dan mengembangkan dunia kepariwisataan serta kawasan cagar alam di Negeri Seribu Parit.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto saat memimpin hearing atau rapat dengar pendapat bersama sejumlah lintas sektor terkait kepariwisataan, di ruang rapat Komisi IV Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Selasa (22/3/2016).

Tampak hadir saat itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD, Adi Candra, Sekretaris, Herwanissitas dan Anggota Wisnaria, Gusti Desriansyah, Razali, Awandi dan H Hasmawi, serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar), Junaidy dan jajaran, perwakilan Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra).

Dikatakan Adriyanto, saat ini masih cukup banyak tempat-tempat wisata religi dan wisata alam yang belum terkelola baik serta tidak terekspos secara maksimal. Padahal, selain memiliki tempat wisata religi dan wisata alam, Kabupaten Inhil juga memiliki berbagai cerita-cerita rakyat yang bisa didokumentasikan dan disusun menjadi sebuah buku, untuk kemudian disebarluaskan ke masyarakat dalam maupun luar daerah.

“Kalau bicara tentang kepariwisataan ini, kita harus siap berkorban, sehingga masyarakat banyak bisa menikmatinya,” tutur Adriyanto.

Oleh karena itu, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di lingkungan Pemkab Inhil diharapkan agar terjun langsung ke lapangan serta saling bekerjasama dan memberindukungan, sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

“Kita usulkan Pemda membuat satu Tim untuk kepariwisataan di Inhil ini. Diamana, isinya adalah perwakilan setiap SKPD, supaya mereka bisa saling berkoordinasi tentang apa saja yang harus dibuat tiap-tiap SKPD guna membangun dan mengembangkan objek wisata yang ada,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disporabudpar Inhil, Junaidy menyatakan bahwa secara aturan kepariwisataan di Kabupaten Inhil sudah sangat maju, ini dibuktikan dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pariwisata.

“Hanya saja, pengembangan dan pengelolaannya di lapangan yang masih belum maksimal, dikarenakan berbagai keterbatasan,” terang Junaidy.

Untuk itu, Junaidy berharap dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak terkait, dalam rangka melesarikan budaya serta mengembangkan wisata alam dan wisata religi di Bumi Sri Gemilang. Adi