Keuangan Daerah Harus Bisa Dipertanggungjawabkan

Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid di Kecamatan Mandah, beberapa waktu lalu
Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid di Kecamatan Mandah, beberapa waktu lalu

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir, Dr H Indra Muchlis Adnan memperingatkan pada semua bawahannya dalam menjalankan keuangan daerah. Segala bentuk pengeluaran baik adanya program maupun hal lainnya, ditegaskan harus bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dia tidak ingin mendengar adanya PNS yang melakukan pelanggaran ketentuan. Bagi mereka yang berani dan sengaja melanggar ketentuan. Hal itu dipandang sebagai bentuk tindakan yang mencoreng nama baik Pemerintah. Dalam pandangan orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang itu, tidak ada alasan melanggar ketentuan.

Berapa besarpun anggaran yang dikeluarkan. Harus jelas dasar dan pengeluarannya. Tidak dibolehkan mencari-cari celah untuk menyalahgunakan anggaran yang berasal dari rakyat tersebut. “Kalau memang tidak ada ketentuannya, ya jangan dicari-cari. Setiap kegiatan harus bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan”tegas Bupati.

Bupati Inhil termuda inipun menegaskan tidak menolerir serta  melindungi mereka yang sengaja ingin melanggar ketentuan. Bagi mereka ini diminta mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan.

Pakem dasar untuk melaksanakan kegiatan menurutnya sudah jelas. Karena itu tidak ada alasan melanggar ketentuan dimaksud. Dia pun memerintahkan pengawasan internal, baik inspektorat atau lembaga lainnya serius dalam melakukan pengawasan. Bagi mereka yang terbukti melakukan pelanggaran ketentuan dia minta untuk diproses dan dicegah.

“Kita ingin dalam melaksanakan tugas itu nyaman. Begitu juga saat purna tugas, kita pun berharap nyaman. Karena itu, jangan lakukan tindakan yang melanggar ketentuan”pungkas Bupat.(dro/*1)




KPUD Inhil Buka Penyerahan Dukungan Cabup Independen

kpudTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) membuka penyerahanan dukungan Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati dari perseorangan. Penyerahan dukungan balon Bupati independent ini dibuka dari tanggal 16 hingga 20 April mendatang.

“Hari ini kita sudah masuk pada tahapan penyerahan dukungan calon Bupati independent. Dimana masa kerjanya kami tunggu sejak pukul 08.00 sampai 16.00 WIB,” ungkap Ketua KPU Inhil Joni Selasa (16/4).

Lanjutnya, dalam masa sosialisasi beberapa waktu lalu KPU Inhil sudah menegaskan agar sebisa mungkin dukungan calon perseorangan itu diberikan pada awal-awal pendaftaran dengan maksud apabila setelah diperiksa bukti dukungan tersebut tidak mencukupi sesuai persyaratan, calon bersangkutan masih ada kesempatan untuk melengkapi.

“Kita kawatir kalau diserahkan akhir-akhir pendaftaran, ternyata setelah dicek bukti dukungan itu tidak cukup atau kurang, maka calon sudah tidak memiliki waktu lagi untuk memperbaikinya dan secara otomatis tidak memenuhi syarat dengan sendirinya akan gugur,”tegas Joni sambil mengatakan sesuai aturan, jumlah dukungan untuk calon independent sekira 32 ribu.(dro/*1)




Anggaran Terbatas, Bupati Inhil Minta Maaf

Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan tersenyum menyalami Lukman Hakim saat menghadiri turnamen sepakbola masyarakat  di Kecamatan Kemuning, beberapa waktu laluTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir memohon maaf kepada segenap warga manakala selama kepemimpinannya ada terdapat ruas jalan yang berlubang maupun tidak terbangunnya sarana lain yang juga dibutuhkan masyarakat.

Pihaknya, menurut Dr H Indra Muchlis Adnan senantiasa berupaya maksimal dalam memberikan perhatian. Akan tetapi, sangat tidak mungkin memenuhi semua harapan, karena terbatasnya anggaran daerah.

Setiap tahun, aspirasi warga baik untuk pembangunan terus meningkat. Pada sisi lain, anggaran daerah terbatas dan sangat tidak memadai. Oleh sebab itu, apabila ada jalan provinsi di Inhil yang rusak. Sangat tidak mungkin Pemkab Inhil melakukan perbaikan. Selain hal itu memang bukan kewenangan daerah ini. Anggaran yang ada juga tidak memadai untuk itu.

“Bayangkan saja, aspirasi warga sekitar Rp 4,2 triliun. Sedangkan anggaran yang bisa kita gunakan untuk pembangunan hanya Rp 700 miliar. Sangat jauh dari mencukupi. APBD kita bahkan sangat kecil dibandingkan dengan daerah lain”ujar Bupati. Bupati pun mengajak kepada semua warga memahami persoalan yang dihadapi itu. Dia menyadari pula banyak warga yang tidak memahami terbatasnya anggaran daerah.

Daerah yang saling terpisah oleh perairan dan letak pemukiman warga yang saling berjauhan. Ditegaskan Indra Muchlis Adnan membutuhkan sarana fisik. “Kalau di daerah lain, kendati terpencil masih bisa dicapai lewat jalur darat. Wilayah kita, antar satu daerah terhalang oleh air. Masih cukup banyak daerah yang tidak memiliki akses darat. Ini membutuhkan sarana penunjang”tegas Bupati.

Oleh sebab itu persoalan isolasi dan pembangunan infrastruktur fisik,  tetap menjadi isu penting dalam pembangunan Inhil selama beberapa tahun mendatang. Mau tidak mau, apabila ingin memajukan daerah ini. Harus dibuka isolasi daerah dan memberdayakan warga yang tinggal di pedesaan. Pasalnya, mayoritas warga Inhil bermukim di pedesaan.

Jarak antar desa tersebut saling berjauhan. Mayoritas perhubungan warga dilakukan dengan menggunakan sarana transportasi air. Bukan saja berbiaya mahal. Tetapi hal itu menurut Bupati juga sangat menghambat. Warga tidak dapat setiap saat berhubungan. Harus menunggu air pasang, supaya sampan, speed boat maupun motor pompong bisa dioperasikan.(dro/*1)




Bupati : Berjiwa Leadership dan Berduit Baru Boleh Pimpin KONI

Bupati Inhil, H Indra M Adnan saat menyampaikan kata sambutan sekaligus membuka Musyawarah Olahraga KONI Inhil di Gedung Engku Kelana, TembilahanTembilahan (www.detikriau.org) – Bupati Inhil, Dr. H Indra M Adnan berpesan, siapapun yang nantinya akan terpilih untuk memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Haruslah sosok yang memiliki leadership yang baik dan kemampuan secara ekonomi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Mantan Ketua DPD I Partai Golkar Riau ini saat memberikan kata sambutan pada acara pembukaan Musyawarah Cabang KONI Kab Inhil bertempat di Gedung Engku Kelana, Jalan Baharudin Jusuf, Tembilahan, Sabtu (16/3). Menurutnya, dua hal itu merupakan persyaratan mutlak dan tidak boleh terpisah.

“Menjadi ketua KONI itu bukanlah tugas yang mudah karena berhasil atau tidaknya kepemimpinan ketua bisa diukur dengan kemampuan dirinya untuk memenuhi pencapaian target yang telah ditentukan. Artinya, untuk memperoleh pencapaian target, tentu seorang ketua  harus memiliki jiwa kepemimpinan agar seluruh sumberdaya organisasi mampu dikelola dengan baik dan saling mendukung guna mencapai apa yang menjadi sasaran”. Ujar Bupati

Keharusan untuk memiliki kemampuan secara ekonomi, ditambahkan Bupati, juga menjadi syarat mutlak yang tidak bisa terpisahkan dengan jiwa leadership. Punya jiwa kepemimpinan tetapi tidak memiliki kemampuan secara ekonomi juga bisa menjadi penyebab terhambatnya berbagai program organisasi.” Sekali lagi, kedua syarat itu sangatlah penting. Keduanya harus terpenuhi. Selamat bermusyawarah dan semoga sukses,” Harap Bupati.

Sebelumnya, dalam kata sambutan, Ketua KONI Provinsi Riau, Yuherman Yusuf berharap kedepannya pengcab KONI Inhil akan lebih maju dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk kriteria calon Ketua KONI Inhil, ia menitipkan pesan agar memiliki jiwa yang mencintai olahraga.”Saya juga mengucapkan selamat bermusyawarah dan semoga berawal dari kegiatan hari ini, KONI Inhil kedepannya bisa lebih mampu meraih prestasi gemilang dibandingkan tahun tahun sebelumnya,” Pesan Yuherman Yusuf.

Kegiatan Musyawarah Olahraga Kabupaten, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabuaten Indragiri Hilir, selain dihadiri oleh jajaran pengurus KONI baik Provinsi Riau dan Kabupaten Inhil dan pengurus Cabang Olahraga (Cabor), juga tampak dihadiri oleh unsur Muspida dan beberapa pejabat dilingkungan Setdakab Inhil.(dro/*0)




Tinggal Dua Kecamatan Belum Rampungkan Administrasi Pengentasan Lahan Kritis

Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH berkunjung ke lokasi pembangunan jembatan penyeberangan Sungai Gaung di Desa Belantaraya, beberapa waktu laluTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Upaya Pemkab Inhil memberdayakan warga pemilik kebun kelapa yang kritis  kian maju.Saat ini menurut Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan, hanya tinggal dua kecamatan yang belum rampung melakukan proses administrasinya. Satu diantaranya, Mandah.

“Perlu diingat, kita tidak melakukan pergantian pada tanaman produktif. Melainkan pada lahan yang kritis dan sudah tidak produktif lagi”cetus Bupati.

Usaha tersebut juga sebagai bagian dari program memberdayakan petani kelapa Inhil yang saat ini mengeluhkan rendahnya harga komoditas utama daerah paling selatan Riau ini.

Nantinya lahan kritis itu ditanami dengan tanaman kelapa sawit. Seluruh bibit dan pengerjaannya dilakukan oleh investor yang sudah melakukan perjanjian bersama warga selaku pemilik lahan. Investor yang tidak disebutkan namanya itu menurut Bupati merupakan warga Riau yang memiliki komitmen tinggi untuk membangun daerah.

Dalam proses pengerjaan, warga dan Pemkab Inhil terus melakukan pengawasan. Berbeda dengan perusahaan kelapa sawit yang sudah beroperasi selama ini, dimana lahan sepenuhnya dikuasai oleh perusahaan dimaksud. Investor itu menurut Bupati melaksanakan replanting dengan pola plasma.

“Intinya upaya itu menguntungkan warga kita yang mempunya lahan perkebunan kelapa yang sudah tidak produktif. Kalau tetap dibiarkan juga, kelapa itu tidak lagi menghasilkan. Karena itu kita berusaha mencari solusi mengatasinya dengan berkerjasama”jelas Bupati.

Kondisi terkini, dimana konsumen kelapa hanya kalangan warga miskin dunia menurut Bupati termasuk hal yang menjadi pertimbangan mengapa dikembangkan tanaman kelapa sawit pada lahan tidak produktif itu.  Kedepan dia berharap warga dapat menikmati kesejahteraan yang lebih baik, sehingga angka kemiskinan di Bumi Sri Gemilang dapat ditekan.(dro/*1)




Sepeninggalan Dirinya, Indra Harapkan Program Beasiswa Abadi Tetap Diteruskan

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org)–  Demi memberi kesempatan kepada warga tidak mampu untuk menimba ilmu diperguruan tinggi. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tetap meneruskan program beasiswa abadi pada Universitas Islam Indragiri.

Komitmen itu diungkapkan Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH menjawab pertanyaan sejumlah kalangan belum lama ini. Apalagi dalam hitungan beberapa bulan mendatang jabatannya sebagai orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang bakal berakhir.

Apapun alasannya, dana abadi sebesar Rp 10 miliar yang tersimpan, bagi hasilnya menurut Bupati diperuntukan guna membantu warga tidak mampu. Namun demikian, ia meminta pula kepada warga yang mampu tidak membuat alasan untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

Pasalnya salah satu alasan untuk mendapatkan beasiswa adalah surat keterangan tidak mampu. Apabila mereka yang mampu membuat pernyataan tidak mampu, hal itu bukan saja menentang kehendak Yang Maha Kuasa, juga sebagai pembohongan.

“Kita kan berharap beasiswa tersebut benar-benar untuk mereka yang tidak mampu. Kalau mereka yang mampu, tetapi mengaku tidak mampu, lantas nanti dikabulkan Allah SWT bagaimana”cetus Bupati.

Kelak, setelah masa jabatan Indra Muchlis Adnan berakhir. Dia juga meminta program beasiswa abadi itu terus berlanjut. Selain sudah dirasakan manfaatnya oleh warga. Program itu memang dirancang sejak awal dalam memberi kesempatan yang luas bagi warga tidak mampu mengubah nasib.

Pendidikan yang baik ditegaskan Indra Muchlis Adnan merupakan salah satu elemen pemutus mata rantai kemiskinan. Dengan memperoleh pendidikan yang baik, dia berharap warga Inhil bisa memperbaiki kualitas kesejahteraannya.

“Kemiskinan dan kebutuhan berada dalam lingkaran yang saling berkaitan. Jadi harus diputus salah satunya supaya kesejahteraan warga semakin baik” jelas Bupati.

Ke depan dia pun berharap, anggaran untuk memberi beasiswa dapat lebih ditingkatkan. Untuk itu, kepada semua pihak dimintanya turut serta berperan memikirkan solusi terbaik dalam memajukan pendidikan warga daerah ini.

Perkembangan kesadaran warga yang semakin baik akan pentingnya pendidikan. Dianggap sebagai salah satu indikator bakal kian majunya daerah. Momentum tersebut menurut Bupati harus terus dipertahankan.

Peningkatan kualitas  tenaga pendidik Unisi dengan cara mengirimkan mereka menempuh studi S3 juga diharapkan Bupati terus berkelanjutan. Misi Inhil yang ingin mencapai kejayaan yang gemilang 2025 menurutnya tidak dapat diraih apabila kualitas SDM belum mendukung.

Karena itu, setiap tenaga pendidik Unisi mesti memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai. Supaya ilmu yang disampaikan kepada warga lebih mumpuni dan tepat sasaran. Nantinya tenaga ahli itupun turut berperan bersama Pemkab Inhil dalam memecahkan aneka ragam persoalan yang berlangsung di tengah masyarakat