Rencana Pembangunan Bandar Udara Teluk Bano Masuki Tahap Akhir Pembebasan Lahan

BAGANSIAPIAPI (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Rohil, Suyatno menilai persiapan pembangunan bandar udara Teluk Bano I, di Kecamatan Bangko Pusako, Rokan Hilir merupakan program strategis jangka panjang, pelaksanaanya kini sedang dalam tahap akhir ganti rugi lahan.

Menurut Bupati, rencana pembangunan bandara ini sudah mendapat persetujuan pemerintah pusat melalui kementerian perhubungan. Dalam mata anggaran tahun 2015 pemerintah daerah masih memprogramkan ganti rugi lahan. Lamanya progres tersebut karena dilakukan secara bertahap.

“Programnya jalan terus dan sekarang tahap akhir pembebasan lahannya,” ujar Bupati Rohil, H Suyatno, belum lama ini di Bagansiapiapi.

Menurutnya, lamanya progres tersebut, karena dilakukan secara bertahap. “Ya secara bertahaplah. Kan tidak mungkin sekaligus mulai dari penyiapan rencana, rekomendasi pusat hingga proses ganti rugi. Ini membutuhkan anggaran yang cukup besar,” jelasnya.

Keberadaan bandar udara itu sendiri, kata Suyatno, sangat menguntungkan bagi daerah tempatnya beroperasi, salah satunya dari sisi investasi, perkembangan kemajuan daerah serta akses tranportasi tanpa batas.

“Saya pikir sangat besar keuntungan bagi daerah yang memiliki bandar udara, karena secara otomatis banyak investor akan berinvestasi, lapangan pekerjaan terbuka lebar dan bertambahnya minat penduduk bertempat tinggal di Rohil,” tegas bupati.

Kemudian dari akses transportasi, tambah bupati, dapat mempersingkat jarak tempuh menuju Ibukota Bagansiapiapi. Kalau biasanya jarak tempuh normal Pekanbaru-Rokan Hilir sekitar 7 jam, maka dengan adanya bandara bisa hanya butuh beberapa menit. (tris/adv)




Bupati Rohil Instruksikan Bawahannya Untuk Tidak Tertutup Dengan Wartawan

BAGANSIAPIAPI, (detikriau.org) – Bupati Rokan Hilir, H Suyatno Amp instruksikan seluruh SKPD agar tidak tertutup dengan media massa.

Bupati Rohil, Suyatno meminta jangan pernah alergi dengan awak media massa. Wartawan bukan minta dilayani apalagi terbersit bahwa wartawan meminta sesuatu dari dinas terkait. Jurnalis hanya menginginkan Informasi sejalan dengan keperluan publikasi pemberitaan yang berimbang kepada kemasyarakat (publik) .

“Saya intruksikan kepada seluruh kepala Dinas, Badan dan Kantor untuk tidak tertutup dengan media massa, “Mereka ini bukan minta dilayani melainkan hanya ingin mendapatkan informasi yang transparan dari kita,” ujar Bupati disela acara satu tahun kepemimpinannya Senin, (23/3) kemaren.

Sudah semestinya ditambahkan Bupati, awak media massa tidak untuk ditakuti, mereka ingin bersahabat dengan kita (Pemkab Rohil). “mungkin dengan kedekatan kita dengan media, maka kita dengan mudah menyebarluaskan informasi penting kepada masyarakat, contohnya tentang pelaksanaan APBD termasuk Program apapun yang dicanangkan pemerintah,” tandasnya. (tris/adv)




HPN Provinsi Riau 2015, Bupati Inhil Banggakan Potensi Kelapa

1_1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan ekspos persoalan dan potensi perkelapaan pada kesempatan acara ramah tamah dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau dan PWI Kabupaten Inhil serta Wartawan se-Inhil di kediamannya, Jum’at (20/3/2015) malam.

Dalam pemaparannya, Bupati memperkenalkan kepada seluruh undangan yang hadir bahwa potensi kelapa di Inhil ini dinilai sangat luar biasa. Sebab, dari luas 3 ribu hektar lebih luas perkebunan kelapa di Indonesia, 11 persennya menurut Bupati ada di Kabupaten Inhil.

“400 hektar lebih lahan perkebunan kepala yang kita miliki saat ini menjadi kebanggaan tersendiri, lahan perkebunan inilah yang terus diupayakan pengembangannya serta menjadikan Inhil tempat kelapa,” kata Wardan.

Ditambahkan, untuk mengetahui apakah masyarakat Inhil sedang sejahtera atau tidak, bisa diketahui dari perkembangan harga kelapa, karena kelapa ini merupakan denyut nadi masyarakat Inhil. Artinya, jika harga kelapa mahal maka masyarakatpun akan sejahtera, namun jika sebaliknya harga kelapa anjlok, maka kesejahteraanpun juga akan anjlok.

Hingga hari ini, ia masih sangat menyayangkan keseriusan masyarakat memelihara perkebunan, dicontohkannya seperti mengelola trio tata air yang dinilainnya masih asal-asalan. Padahal kata Wardan, trio tata air pada perkebunan kelapa itu sangat penting untuk meningkatkan hasil panen.

Namun demikian, ia tetap membanggakan, apalagi Inhil telah memiliki 5 Produk yang siap mengelola hasil panen kelapa. Berdasarkan catatan yang dirangkum, disampaikan Bupati bahwa hasil prodak dari 5 perusahaan di Inhil ini mencapai 6 sampai 7 juta butir kelapa perharinya.

“Itu baru hasil kelapa yang dijual ke perusahaan lokal, belum lagi bagi masyarakat yang menjual langsung ke luar negeri seperti ke Malaysia,” tuturnya.

Selain itu, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga mengungkapkan bagaimana jika masyarakat Inhil lebih serius mengelola trio tata air, mungkin katanya akan lebih tinggi lagi hasil produksi kelapa tersebut.

Untuk diketahui, Bupati yang dikenal agamis ini mengingatkan bahwa bermulanya kelapa Inhil ini berkembang sejak hijrahnya alm tuan guru Syeh Abdurrahman Sidik di kecamatan Kuala Indragiri, meski bermula di Kuindra, namun kini katanya lahan perkebunan terluas dari 20 kecamatan se-Inhil ada di kecamatan Mandah.

“Yang paling sedikit ada di Kecamatan Kemuning, tapi tetap saja diseluruh kecamatan di sini ada perkebunan kelapanya,” pungkas Wardan.(mirwan/adv)




Bupati Inhil Buka Kegiatan Sikat Gigi 1000 Murid SD

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan buka secara resmi sikat gigi massal 1000 murid SD se-Kecamatan Tembilahan yang digelar oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bekerjasama dengan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Inhil bertempat di Lapangan jalan Gadjah Mada Tembilahan, Jum’at (20/3/2015).

Dalam pemaparannya, Bupati mengapresiasi kegiatan ini, sebab menurutnya kegiatan sikat gigi massal tersebut sangat positif. Apalagi bagi para pelajar setingkat SD itu tentunya sangat memerlukan perhatian bagaiman melakukan menyikat gigi dengan benar.

“Yang lebih terkesan bagi saya, pihak penyelenggara mengeluarkan statmen bahwa pihaknya optimis siswa SD di Kabupaten Inhil kedepan bebas dari gigi berlubang,” katanya.

Selain itu, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga mengapresiasi begitu tinggi partisipasi siswa SD yang mengikuti kegiatan ini. Bahkan ia melihat semangat para siswa itu bukan dari sebatas dorongan semata. Tentu kata Bupati ini bisa menghasilkan nilai yang lebih posiitif lagi.

Senada, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan yang juga menghadiri kegiatan pagi itu, juga memberikan apresiasi dan dukungannya. Ia mengusulkan kepada penyelenggara untuk dapat terus mensosialisasikan cara menyikat gigi yang benar itu.

Sementara itu, Ketua PDGI Kabupaten Inhil drg Yandri Saputra saat dikonfirmasi mengungkapkan tentang begitu pentingnya pemeliharaan kesehatan organ tubuh bagian mulut itu. Karena gigi ini katanya merupakan organ yang berpengaruh pada organ tubuh lainnya.

“Jika sakit gigi, maka organ tubuh lain juga ikut terganggu, aliran urat gigi itu sangat sensitif pada organ tubuh yang lain,” tandasnya.(mirwan/adv)




Jika Rohil Bebas Karhutla 2015, Bupati Nazar Undang 100 Anak Yatim

16Bagansiapiapi (detikriau.org) – Bupati Rohil H.Suyatno Bernazar, jika kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak melanda kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2015 ini, akan mengundang sebanyak 100 anak yatim.

Hal tersebut disampaikannya saat memberi kata sambutan pada pembukaan secara resmi kegiatan Lembaga Pengabdian Masyarakat Institut Pemerintahan Dalam Negeri Pada Masyarakat Perbatasan di Rokan Hilir, di gedung Serbaguna,  Bagansiapiapi, Senin (16/03/15) kemaren.

“Kita tunggu tahun 2015 habis. Ada enggak asap atau ada ngak gejolak asap serta tidak ada kebakaran hutan. Kalau tidak ada, niat saya akan saya saya penuhi,” ungkap Suyatno kepada seluruh peserta dan undangan yang hadir pada acara tersebut.

Dirinya tidak ingin kejadian tahun 2014 terulang kembali di Rokan Hilir, karena atas kejadian itu banyak masyarakat yang susah beraktifitas dan anak sekolah diliburkan serta kerugian lainya yang cukup besar. [tris/adv]




Bupati Wardan : 2016, Bidang Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan Tetap Jadi Prioritas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun anggaran 2016 mendatang, Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan akan kembali memprioritaskan program pembangunan di bidang infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan orang nomor satu di Negeri Seribu Parit ini usai membuka pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), di Gedung Daerah Engku Kelana Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Bupati Wardan, berdasarkan masukan dan saran dari seluruh kecamatan hingga pokok-pokok pikiran DPRD, jumlah anggaran yang diperlukan untuk pelaksanaan program pembangunan tahun depan adalah sebesar Rp 15 triliun.

“Jumlah ini tentunya tidak sebanding dengan APBD kita yang cukup kecil,” tutur Bupati Wardan.

Kendati demikian, mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini menyatakan tetap optimis, program dan kegiatan pembangunan akan terus berjalan di Kabupaten Inhil, khususnya perbaikan infrastruktur jalan, yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

“PAD kita hanya sekitar Rp 1,9 triliun, paling maksimal 2 triliun. Makanya, kita pilah-pilah mana yang akan diprioritaskan, seperti salah satunya perbaikan infrastruktur jalan,” terangnya.

Selain itu, lanjut Bupati Inhil yang dikenal agamis ini, bidang pendidikan dan kesehatan juga akan menjadi fokus utama untuk diselesaikan di tahun depan. Mengingat, masih cukup banyak sekolah yang memerlukan bantuan, terutama sekolah-sekolah agama yang berada di bawah Kementerian Agama.

“Jika hanya mengharapkan dari APBD kabupaten, tentu hal ini tidak akan tercapai. Jadi, kita juga akan berusaha mendapatkan bantuan melalui APBD Provinsi dan APBN,” imbuhnya. (adv/humas)