Balon Bupati Meranti Diminta Berkompetisi Secara Sehat

19442417332-pilkada_riauSelatpanjang (detikriau.org) – Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Meranti diminta untuk melakukan persaingan secara sehat dalam berkompetisi memperebutkan kursi orang nomor satu dan dua yang akan dilaksanakan pada bulan desember 2015 mendatang.

Permintaan ini disampaikan oleh Ketua KPU Kabupaten Muranti, Yusli SE ditemui diruang kerjanya, rabu (29/4) kemaren. Menurut Yusli, dengan bersaing secara sehat diharapkan akan menciptakan suasana tentram dan damai pada pelaksanaan pesta demokrasi Bupati dan Wakil bupati periode 2015-2020 di Kabupaten termuda di provinsi Riau itu nantinya.

“Kepada Calon yang akan mengikuti pesta demokrasi di Meranti nantinya kita harapkan dapat bersaing secara sehat. Tunjukan kemampuan masing-masing calon. Berkompetisilah secara Jantan,” tuturnya

Sejauh ini 6 nama bakal calon sudah mencuat. Nama-nama itu adalah, Drs H Irwan Nasir MSi, Drs H Masrul Kasmy MSi, Basiran SE MT, Hj Jahlelawati SH, Muzamil Bahrudin dan Taufiqurrahman MSi

Untuk sekedar diketahui, Pembentukan Kabupaten Meranti merupakan pemekaran dari Kabupaten Bengkalis yang dibentuk pada tanggal 19 Desember 2008, Dasar hukum berdirinya kabupaten Kepulauan Meranti adalah Undang-undang nomor 12 tahun 2009, tanggal 16 Januari 2009

Drs H. Syamsuar, M.Si., ditunjuk sebagai Pelaksanaan Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti pasca pemekaran yang dilantik pada Selasa, 26 Mei 2009 oleh Mendagri Mardiyanto di Jakarta. Selanjutnya berdasarkan hasil Pilkada yang dilaksanakan pada tanggal 3 Juni 2010 terpilih pasangan Drs. Irwan Nasir, M.Si., dan Drs. Masrul Kasmy, M.Si., sebagai bupati dan wakil bupati terpilih sekaligus Bupati dan Wakil Bupati Pertama di Kabupaten Meranti yang kemudian dilantik pada hari Jum’at, 30 Juli 2010 oleh Gubernur Riau, HM. Rusli Zainal atas nama Mendagri Gamawan Fauzi SH.MM di Selatpanjang.(eko)

6 Bakal Calon Bupati yang diprediksi akan ikut meramaikan Pilkada Kabupaten Meranti




Bupati Inhil Nyatakan Komit Majukan Desa

Bupati saat disambut warga Sungai Buluh. Foto: Mirwan
Bupati saat disambut warga Sungai Buluh. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan nyatakan berkomitmen untuk memajukan pembangunan ditingkat perdesaan, terutama jalan penghubung antar desa.

Penyataan ini dilontarkannya di sela kunjungannya di Desa Sungai Buluh Kecamatan Concong, akhir pekan kemaren. Dimana, ketika itu dilihatnya kondisi desa tersebut masih perlu pembangunan yang lebih maksimal, terutama pada jalan penghubung.

Diketahuinya, desa Sungai Buluh itu sampai saat ini belum memiliki akses untuk ke luar desa melainkan hanya melalui kendaraan laut, dan ini menjadi PR bagi Pemkab Inhil kedepan.

”Sebenarnya APBD kita cukup besar. Untuk diketahui, program DMIJ itu hanya sebagian kecil saja, namun masih bisa kita gunakan dari APBD Provinsi bahkan APBN melaui dinas terkait,” kata Wardan.

Kedepan, ditegaskan Bupati, ia akan mengerahkan pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa baik itu lurah maupun kepala desa untuk memprioritaskan pada tujuan tercapainya jalan penghubung antar desa ini.

Tidak hanya pada jalan penghubung, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga menyebutkan juga pada penerangan serta air bersih yang ada di desa, pada intinya keterkaitan kemajuan serta kemakmuran desa yang ada di Kabupaten Inhil ini.(mirwan/adv)




Staf Ahli Bupati Inhil Hadiri Yudisium Fekon UNISI Ke-VII

“Unisi tidak perlu diragukan lagi, selain program studi, institusi Universitaspun telah resmi terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)”

Staf Ahli Bupati Fajar Husin saat memberikan sambutan. Foto: Mirwan
Staf Ahli Bupati Fajar Husin saat memberikan sambutan. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Staf Ahli Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Fajar Husen hadiri Yudisium Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Islam Indragiri (Unisi) yang ke-VII di aula Hotel Telaga Puri Tembilahan, Selasa (28/4/2015).

Mewakili Bupati Inhil, Staf Ahli mengapresiasi agar Universitas satu-satunya di Negeri Sri Gemilang ini terus berkembang dan terus melahirkan sarjana-sarjana muda yang berkompoten yang bisa dihandalkan dalam kemajuan daerah Inhil.

Apalagi katanya Unisi saat ini memiliki tenaga pendidik yang berkualitas sehingga mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya yang ada di tanah air, tidak hanya pendidik berpangkat Magister, Unisi bahkan telah memiliki beberapa tenaga pendidik yang telah memiliki gelar Doktor.

“Pada intinya tidak kita ragukan lagi pendidikan yang diterapkan oleh Universitas ini, dan ini terbuktinya telah lahirnya sarjana-sarjana yang ikut berperan dalam membangun daerah, pendidikan serta dibidang lainnya,” kata Fajar.

Pada kesempatan itu, diharapkannya bagi mahasiswa yang telah sampai ke Yudisium tersebut mulai membuka gerbang untuk bersaing di dunia luar kampus. Sebab kata Staf Ahli yang kini juga menjabat sebagai PLT Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Inhil inini, Yudisium merupakan tahap awal meniti karir kesuksesan, minimal pada kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Wakil Rektor II Unisi, Wandi SH MH menyampaikan saat ini Unisi tidak perlu diragukan lagi, selain program studi, institusi Universitaspun telah resmi terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Untuk diketahui, mahasiswa yang mengikuti Yudisium ke-VII Fakultas Ekonomi ini sebanyak 239 orang terdiri dari 47 program study Akutansi dan 192 program study Manajemen. Kegiatan ini juga tampak dihadiri oleh salah seorang anggota DPRD Provinsi Riau, Hj Septina Primawati Rusli serta seluruh civitas akademika Unisi. (mirwan/adv pemkab inhil)




Bupati Kaget, Di Sungai Buluh Ada PAUD Tanpa Miliki Gedung

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengaku kaget jumpa lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tanpa memiliki gedung di desa Sungai Buluh Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), akhir pekan kemaren.

Saat itu, Bupati Wardan sedang melakukan pemantauan langsung Danau Mabblu di Pulau Basu kecamatan Concong yang akan dijadikan tempat Konservasi Taman Hutan dan Raya (Tahura). Namun sebelum masuk ke danau Mabblu, Bupati terlebih dahulu mampir ke desa Sungai Buluh tersebut.

Tidak hanya singgah sebentar, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga menyempatkan diri untuk keliling diseputaran desa dan dijumpainya satu lembaga PAUD yang tidak memiliki gedung, yakni PAUD Doa Bunda.

”Saya kan telah memprogramkan satu desa satu PAUD, dan ini harus tercapai, namun saya kaget kalau PAUD disini bermasalah, yakni tidak memiliki gedung, padahal sarana sudah dibantu berupa alat permainan anak dan lainnya,” ujar Wardan.

Dikatakannya, usai pemantauan langsung saat itu akan dilakukannya pemetaan yakni mendata lembaga mana saja yang masih memerlukan bantuan, tentunya terkait kebutuhan-kebutuhan dasar seperti gedung belajar tersebut melalui Dinas terkait serta program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ).

”Bagi saya masalah ini menjadi perhatian pemerintah, apalagi sarana permainan yang telah kita bantu saja tampak tempat peletakkannya di rumah pribadi kepala PAUD,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala PAUD Doa Bunda desa Sungai Buluh, Siti Masitah saat dikonfirmasi awak media menyampaikan, lembaga tersebut tetap berjalan seperti biasa hanya saja meminjam tempat belajar di MDA desa Sungai Buluh.

Disampaikannya juga kalau PAUD ini memiliki anak didik yang cukup banyak, lebih dari 50 anak didik. Sehingga kesulitan untuk menempatkan belajar di rumahnya, sebab itu ia berinisiatif meminjam gedung MDA pada belajar di sore hari.

”PAUD kita ini telah berdiri sekitar setahun belakang, untuk sementara anak-anak kalau mau main pergi ke rumah saya, karena sarana permainan PAUD ada di rumah,” kata Siti Masitah. (mirwan/adv)




Bupati Inginkan PNS Lanjutan Pendidikan Minimal Ke Jenjang Magister

Tampak Bupati yang di dampingi Kepala BKD Inhil serta Direktur Pasca Sarjana UR saat Sosialisasi ke PEMKAB Inhil. Foto: Mirwan
Tampak Bupati yang di dampingi Kepala BKD Inhil serta Direktur Pasca Sarjana UR saat Sosialisasi ke PEMKAB Inhil. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menyambut kedatangan tamu dari Universitas Riau (Unri) ke Inhil. Kedatangan rombongan ini dalam rangka sosialisasi Program Megister (S2) dan Program Doktor (S3) di Balai Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilaha, Jum’at (24/4/2015).

Dalam pemaparannya, Bupati mengatakan adanya kegiatan sosialisasi pasca sarjana ini satu kesempatan yang sangat positif. Sehingga, bagi putra Inhil yang telah menyandang sarjana akan terinsfirasi untuk melanjutkan pendidikan ke Megister bahkan meraih gelar Doktor.

“Apalagi kita ketahui berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Inhil ada 3.309 jumlah PNS di Inhil ini. Tentu kita menginginkan dari jumlah tersebut mampu melanjutkan kejenjang minimal Megister,” kata Wardan.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini sangat menginginkan kualitas daerah Inhil ini lebih meningkat, salah satunya dari segi Sumber Daya Manusianya.

Sementara itu, Direktur Program Pasca Sarjana Unri, Prof Dr Zurkarnain saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya melakukan sosialisasi ini terbagi pada tiga zona di Provinsi Riau. Salah satunya ada pada Kabupaten Inhil. Sebab katanya, putra Inhil ini memiliki potensi SDM yang cukup luar biasa untuk ditingkatkan, dicontohkannya dalam hal membangun daerah, baik Kabupaten, Provinsi hingga secara Nasional.

“Amat disayangkan jika sosialisasi kami ini tidak sampai ke Kabupaten Inhil, karena saya cukup tau bagaimana pola pikir putra Inhil untuk berkembang, dan ini salah satu langkah yang kami sajikan,” tuturnya.(mirwan/adv pemkab inhil)




Target Swasembada Daging, Pemkab Rohil Kucurkan Bantuan Bibit Hewan Ternak

BAGANSIAPIAPI (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) diyakini tidak akan lagi melakukan pasokan daging hewan ternak dari daerah luar Rohil untuk berbagai perayaan hari besar sepanjang tahun 2015 ini.

Menurut Bupati Rohil, H Suyatno, Selama ini, kebutuhan daging di Rohil terutama di hari-hari besar cukup tinggi, sementara itu sebelumnya stok daging yang ada di Rohil sangat terbatas. Apalagi, daging potong yang dijual dipasaran, hampir seluruhnya di datangkan dari luar daerah, seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

“Melalui Distanak, tahun 2015, kita telah memprogramkan bantuan bagi peternak Sapi sebanyak 1.200 ekor, Kambing 2.000 ekor, termasuk bagi peternak burung Puyuh, Ayam, serta berbagai bantuan penunjang lainnya. Inilah cara kita untuk menjadikan Rohil sebagai wilayah Swasembada Daging,” kata Suyatno, Kamis (23/4) di Bagansiapiapi.
Jika nantinya bantuan-bantuan ternak itu dapat dieklola dengan baik, saat menyambut hari-hari besar keagaman, seperti Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru, dan lainnya, cukup mengandalkan pasokan daging dari masyarakat dan tidak perlu lagi mendatangkan dari luar daerah.

Penyaluran bantuan Sapi, Kambing, dan lainnya bagi kelompok ternak ini kata Bupati dilakukan dengan seleksi yang ketat sesuai aturan yang berlaku.

“Bukan hanya melakukan penyeleksian kelompok peternak calon penerima bantuan saja, kita juga memberikan pembekalan ilmu peternakan kepada mereka. Dengan begitu, bantuan ternak benar-benar bermanfaat dan berkembang biak dengan baik.” Pungkas Suyatno. (tris/adv)