Inhil Optimis Penuhi Target Musim Tanam Hingga September Mendatang

Bupati Inhil, HM Wardan mencoba mempergunakan mesin perontok padi dalam sebuah kegiatan panen raya beberapa waktu lalu
Bupati Inhil, HM Wardan mencoba mempergunakan mesin perontok padi dalam sebuah kegiatan panen raya beberapa waktu lalu

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemkab Inhil melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultural dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) optimis hasil panen musim ini akan memenuhi target yang ditentukan hingga bulan September 2015 mendatang.

Pernyataan itu diungkapkan Plt Kepala DTPHP Kabupaten Inhil Fajar Husen melalui Sekretaris Dinas, RM Sudinoto saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (19/6/2015).

“Meski hasil pertanian Oktober 2014 hingga maret 2015, masih belum mencapai hasil yang memuaskan akibat terjadinya banjir dan serangan hama di beberapa daerah, namun untuk musim panen April-September 2015 ini kita optimis akan terpenuhi sesuai target” jelasnya.

Dijelaskannya, dengan waktu yang masih ada ini, tersisa 9.367 hektar dan akan bisa diselesaikan secara optimal. Namun memasuki minggu kedua bulan juni 2015, sudah 6.633 haktar lahan sudah ditanam.

“Target penanaman adalah 16 ribu hektar. Saya sangat optimis itu bisa kita laksanakan,” tambahnya.

Apalagi, lanjutnya, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan selaku pimpinan daerah turut aktif turun langsung ke lapangan untuk memantau perkembangan dunia pertanian. Hal ini menyebabkan motivasi para petani maupun petugas penyuluh semakin tinggi untuk memenuhi target yang diinginkan.

“Saat ini rata-rata hasil pertanian padi di Inhil menghasilkan 4,5 ton perhektar, namun dibeberapa tempat, seperti di Kecamatan Kempas, hasil padi mencapai 7-8 ton perhektar. Jika target 16 ribu hektar berhasil, maka Inhil akan surflus beras,” tutupnya.(mirwan/adv)




Dihadiri Perwakilan Daerah dan Negeri Tetangga, Gelar Seni Serumpun di Inhil Semarak

Bupati Inhil HM Wardan menyerahkan cenderamata kepada perwakilan sanggar
Bupati Inhil HM Wardan menyerahkan cenderamata kepada perwakilan sanggar

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Penyelenggaraan Gelar Seni Serumpun tajaan Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) bekerjasama dengan Dewan Kesenian Indragiri Hilir (DKIH), dalam rangka peringatan Milad Emas Kabupaten Inhil berlangsung semarak, Sabtu (13/6/2015) malam.

Selain ramaikan oleh para seniman dan perwakilan sanggar di Negeri Seribu Parit, kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Gajah Mada Tembilahan ini juga dihadiri seniman dan perwakilan sanggar dari berbagai daerah dan negara tetangga.

Tampak hadir pula Bupati HM Wardan, Unsur Forkopimda, sejumlah pejabat eselon dan pengurus paguyuban di Kabupaten Inhil, serta dipadati oleh ratusan masyarakat yang datang dan melihat langsung berbagai aksi dan pertunjukan dari perwakilan sanggar, sambil menikmati berbagai makanan dan jajanan yang disediakan secara gratis oleh pihak panitia.

Pada kesempatan itu, juga diumumkan para pemenang berbagai perlombaan, yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Inhil ke-50, yang jatuh pada tanggal 14 Juni 2015 besok.

Bupati Wardan dalam sambutannya mengatakan, di usianya yang memasuki setengah abad ini, memang masih cukup banyak terdapat kekurangan-kekurangan.

Namun, sesuai dengan visi daerah, yakni menuju Kabupaten Inhil yang maju, bermartabat dan bermarwah, diharapkan dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak, dalam upaya mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik di masa mendatang.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap dapat lebih meningkatkan jalinan silaturrahmi dan kebersamaan kita, sehingga apa yang telah kita cita-citakan bisa terwujud,” kata Bupati Wardan.

Usai sambutan dari Bupati Wardan, acara dilanjutkan dengan berbagai aksi dan pertunjukan tari-tarian dari berbagai perwakilan sanggar yang hadir saat itu.(adi)




Kata Bupati, Usia 50 Tahun, Inhil Masih Minim Infrastruktur

Bupati Inhil HM Wardan. Foto: Mirwan
Bupati Inhil HM Wardan. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) genap memasuki usia 50 tahun, Bupati Inhil HM Wardan berstatmen bahwa persoalan infrastruktur, khususnya infrastruktur jalan di negeri ini masih sangat perlu mendapat perhatian.

“Kalau kita lihat permasalah yang dihadapi saat ini adalah persoalan infrastruktur,” akuinya kepada sejumlah awak media saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Inhil dalam rangka Milad Inhil ke-50 tahun 2015 di ruang rapat paripurna gedung DPRD Inhil jalan HR Soebrantas Tembilahan, Minggu (14/6/2015).

Secara topologi, memang katanya daerah Inhil ini sulit untuk dipesatkan pembangunan infrastruktur. Sebab selain daerah rawa dan gambut, Inhil juga banyak aliran sungai, pulau-pulau dan lautan. Sehingga untuk memaksimalkan pembangunan tersebut membutuhkan biaya yang cukup tinggi dan memerlukan perencanaan yang matang.

“Berdasarkan pengalaman juga, Inhil ini selalu digenangi air pasang disetiap akhir dan awal tahun. Akibatnya, selain daerah bergambut, bangunan jalan sekedar berupa aspal hotmix pun akan cepat rapuh,” katanya.

Jadi, terkait Milad Inhil ke-50 ini yang terpenting katanya harus melakukan evaluasi serta melihat terhadap berbagai kemajuan yang telah dicapai. Kemudian mencari tahu kendala-kendalanya dan permasalah yang dihadapi.

Yang penting lagi, minimal bisa mempertahankan yang sudah tercapai secara bersama-sama seluruh komponen yang ada.

“Kita akan terus berupaya negeri kita ini menjadi negeri lebih baik lagi sesuai visi kita yaitu terwujudnya Kabupaten Inhil mejadi Kabupaten yang lebih maju yang bermarwah dan bermartabat,” tutupnya.(mirwan/advertorial)




Kalau Tak Tahan Kritikan Pedas, Jangan Buat Yang Tak Disukai Masyarakat

Wakil Bupati Inhil H Rosman Malomo memberikan sambutan. Foto: Adi
Wakil Bupati Inhil H Rosman Malomo memberikan sambutan. Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diingatkan untuk dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan penuh tanggung jawab.

Apalagi keberadaan dan peran seorang pejabat eselon yang menyandang status Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu adalah sebagai pelayan atau abdi negara dan masyarakat, sehingga sudah sepantasnya dalam memberikan pelayanan harus secara baik, maksimal dan sepenuh hati.

Seperti yang disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Inhil, H Rosman Malomo dalam sambutannya saat menghadiri Rapat Paripurna ke-4, dalam rangka penyampaian laporan hasil pembahasan Panitia Khusus (Pansus) terhadap 6 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tahun 2015, di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Jum’at (12/6/2015) malam kemarin.

Dikatakannya, seorang PNS yang memegang suatu jabatan penting dan strategis harus mampu membuat program, perencanaan dan kebijakan yang mengarah pada pembangunan dan kemajuan daerah serta berpihak pada kepentingan masyarakat banyak.

Namun apabila kegiatan yang dibuat tersebut tidak sesuai dengan keinginan dan harapan masyarakat, maka disinilah tugas dan fungsi pengawasan dari anggota DPRD sebagai wakil rakyat untuk menyuarakan apa saja yang disampaikan oleh masyarakat kepada berbagai pihak terkait termasuk Pemda, baik itu berupa kritikan, saran dan lain sebagainya.

“Jadi, kalau tidak tahan dengan kritikan-kritikan pedas dari wakil rakyat, jangan buat apa yang tidak disukai masyarakat,” tegas Wabup Rosman.

Dijelaskan, setiap keputusan dan perbuatan yang dilakukan, tentunya ada konsekuensi yang harus ditanggung oleh si pelaku, baik yang berdampak positif maupun negatif.

“Karena itu, dibutuhkan kesungguhan dalam mengemban amanah dan kepercayaan yang telah diberikan,” imbuhnya.(adi)




Wardan: Fokus Dengan Program DMIJ Saja, Inhil Akan Maju

Meski harus berjalan kaki dan menempuh medan berat Bupati Inhil rela menempuhnya demi menyaksikan secara langsung kondisi masyarakatnya di pedesaan. Foto: Mirwan
Meski harus berjalan kaki dan menempuh medan berat Bupati Inhil rela menempuhnya demi menyaksikan secara langsung kondisi masyarakatnya di pedesaan. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengungkapkan jika semua komponen terkait, khususnya pemerintah desa di Kabupaten seribu parit ini fokus saja dengan Program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) maka perkembangan Inhil akan maju pesat.

“Apalagi persaingan dalam membangun dimasing-masing desa saling mengaktifkan perannya, yang penting seluruh pemerintah desa serius dan selalu melakukan titik koordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya dalam sambutan salah satu acara kecamatan di Inhil, belum lama ini.

Ia menambahkan, program unggulan Pemkab Inhil priode kali ini lebih mengarah pada infrastruktur desa, tidak hanya sebatas jalan, melainkan juga termasuk berbagai fasilitas umum lainnya. Pada intinya, pembangunan tersebut dialokasikan sesuai kebutuhan masyarakat desa.

Untuk keberhasilan program tersebut katanya juga tergantung pada desa itu sendiri, karena Pemkab telah mengalokasikan dana disetiap desanya. Oleh sebab itu ia sangat berharap pemerintah desa harus berperan aktif yang langsung berada di lapangan.

Hingga hari ini, lanjutnya, baru berjalan 1 tahun lebih, sudah dapat dirasakan dan tanpak pembangunan fisik bagi yang serius dan fokus mengelola program DMIJ tersebut. Untuk itu, ia membayangkan bagaimana jika program ini terus dilaksanakan sampai 4 tahun kedepan.

“Yang terpenting serius, maka akan ada hasil yang dirasakan nantinya, saya memprioritaskan program ini karena ada gambaran apa yang akan dihasilkan beberapa tahun berikutnya,” tandas Bupati Inhil. (mirwan/advertorial)




Bupati: Mulai Tahun Ini Jangan Ada LagiProposal Titipan

Bupati Inhil, HM Wardan duduk berdampingan dengan Ketua DPRD, Dani M Nursalam dalam sebuah kegiatan baru-baru ini. Foto: mirwan
Bupati Inhil, HM Wardan duduk berdampingan dengan Ketua DPRD, Dani M Nursalam dalam sebuah kegiatan baru-baru ini. Foto: mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org)  – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan meminta kepada seluruh komponen untuk tidak ada lagi proposal titipan terkait pembangunan di daerah Inhil.

“Jangan ada lagi proposal titipan, apalagi nitip langsung dengan saya,” tukasnya saat kunjungan di kecamatan Keritang pekan kemaren.

Ia menerangkan, bahwa setiap anggaran terkait wacana pembangunan di daerah Kabupaten Inhil khususnya, harus melalui Musrenbang serta pokok fikiran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Inhil.

Untuk diketahui, Bupati Inhil menyampaikan hal ini disebabkan ia mengaku sering dititipi dan terpaksa mengantongi proposal dari berbagai kalangan disaat ia melakukan Kunker ke berbagai daerah.

Diakuinya juga, titipan-titipan proposal serupa itu, sering kali hilang di jalan. “Saya bisa lupa, terkadang ketinggalan di Speedboat, makanya saya intruksikan mulai tahun ini jangan ada lagi yang nitip proposal,” tutupnya.(mirwan/advertorial)