Lewat Media, Pedagang Eks Pujasera Mengadukan Nasib ke Bupati Inhil

DSC_0301Tembilahan (detikriau.org) – Melalui media, masyarakat pedagang kawasan pujasera meminta agar keluh kesah dan kekecewaan mereka mendapatkan perhatian dari orang nomor satu dinegri seribu parit.

Sebagai seorang pimpinan, Bupati menurut mereka adalah tumpuan pengaduan masyarakat yang sangat diyakini mereka memiliki pemikiran yang arif, adil dan berpihak kepada masayarakat kecil.

“Tolong perhatikan kesusahan kami pak, kami hanya mengumpulkan rezky serupiah demi serupiah untuk kehidupan kami, salahkah kalau kami juga berharap mendapatkan perhatian pemerintah dengan diberikan fasilitas untuk mendapatkan rezky?” Permohonannya kepada Bupati Inhil melalui detikriau.org, jum’at (6/9/2014)

Kebijakan Disperindag Inhil dengan mengutamakan pemberian hak lapak dagangan bagi pihak yang mengaku pemilik asset pemda (pihak kedua.red) menurut mereka akan menyebabkan mereka kehilangan sumber mata pencaharian.

Apalagi juga ada keharusan bahwa pihak kedua tidak dibenarkan untuk menyewakan lapaknya kepada pihak lain. Kata Disperindag, untuk menjamin dipatuhinya ketentuan ini, dalam jangka waktu 1 bulan mereka kembali akan melakukan chek fisik.

“Dari dulu ketentuannya memang seperti itu, bukankah memang seharusnya lapak itu harus dipergunakan sendiri oleh pihak kedua? Tapi faktanya mereka juga menyewakan kepada pihak ketiga dan ini sudah berjalan bertahun-tahun bahkan sejak pertama pujasera didirikan. Bukankah juga tidak ada tindakan?” Pertanyakannya

Hari inipun ditambahkannya, pihak kedua sudah ada yang berkomunikasi dengan pihak ketiga, mereka nyatakan bersedia kembali menyewakan lapak kepada pihak ketiga yang selama ini menyewa kepadanya. Dengan catatan saat dilakukan chek fisik, pihak ketiga harus menyatakan bahwa ianya hanyalah “anak buah” bukan menyewa. Lapakpun harus disampaikan adalah milik pihak kedua.

“tidak mungkin disperindag tidak mengetahui akal-akalan seperti ini. Yang jelas kami merasa pemerintah sudah tidak berpihak kepada masyarakat kecil seperti kami. Tolong kami pak Bupati,” Sampaikannya dengan nada suara hiba.(dro)




Bupati Lepas 445 JCH Inhil Kloter 4 Ke Tanah Suci

Bupati Inhil menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Ketua KLOTER 4 Emberkasi Batam. Foto: Agustan, humas pemkab inhil
Bupati Inhil menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Ketua KLOTER 4 Emberkasi Batam. Foto: Agustan, humas pemkab inhil

Batam (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan melepas sebanyak 445 orang JCH Inhil yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 4 beserta 5 orang petugas pendamping.

Pada kegiatan yang dilaksanakan di Aula Rafah 2 Asrama Haji Batam Provinsi kepri ini juga tampak dihadiri oleh Asisten II Setda Kab. Inhil, Kepala Kemenag, Ketua Pengadilan Agama Kab. Inhil beberapa Pejabat eselon di lingkungan PEMKAB Inhil. Acara ini juga turut di hadiri oleh Kakanwil Kemenag  Propinsi Kepri, Staff Ahli Gubernur Kepri, dan Kakanwil Kota Batam. Kamis (4/9/2014)

Bupati Inhil yang dampingi Istri salami JCH Kloter 4 Emberkasi Batam di Asrama Haji BatamDalam sambutannya Bupati mengatakan bahwa sebelumnya juga di laksanakan pelepasan di Tembilahan yang merupakan ungkapan do’a seluruh masyarakat Inhil agar seluruh JCH dapat melaksanakan Ibadah haji dengan baik dan lancar.

Bupati berpesan kepada seluruh JCH asal Kab. Inhil untuk menjadi Duta-duta yang baik bagi bangsa Indonesia Khususnya Kab. Inhil dengan bergaul dengan seluruh umat dari berbagai negara di dunia ini.

“saya juga agar menyempatkan diri untuk berdo’a demi kemajuan Daerah Kita khususnya Kabupaten Inhil, karena di Mekkah Al-Mukarramah terdapat tempat-tempat yang mustajab.” Pesan Bupati

Karena Ibadah haji ini memerlukan kesiapan fisik dan tenaga yang prima Bupati juga mengingatkan agar seluruh JCH dapat selalu menjaga kesehatan.

Usai menyampaikan sambutan Bupati Inhil menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Ketua Kloter 4.

Untuk sekedar diketahui, JCH Kloter 4 ini terdapat JCH tertian yang berumur 89 Tahun atas nama Markana asal Lahang Tengah dan yang termuda 24 TH atas Nama Osdatillah asal Tembilahan Kota.(gus/adv pemkab inhil)




Hindari Komplik, Bupati Himbau Perusahaan Untuk Lebih Transparan

IMG_4276Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil Mardan menghimbau kepada seluruh pemilik perusahaan yang berada di Inhil untuk bisa mensosialisasikan arah kerja perusahaannya masing-masing kepada masyarakat secara transparan.

Menurut Mantan Kadisdik Riau ini sosialisasi itu sangatlah diperlukan agar masyarakatnya bisa mengerti akan gunanya keberadaan perusahaan ditengah-tengah masyarakat sekaligus untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

“Saya menghimbau kepada seluruh perusahaa yang berada di Inhil ini untuk bisa secara transparan bersosilisasi kepada masyarakat akan keberadaannya”, Sebut Wardan usai acara penyerahan ganti rugi oleh PT BPLP kepada masyarakat, rabu (27/8/2014)

Selain itu Bupati juga berharap kedepannya kejadian seperti kerusakan kebun kelapa warga ditiga Kecamatan (Reteh, Enok dan Keritang. red) tidak terjadi lagi dan ia juga meminta kepada pihak perusahaan yang berada di Inhil untuk memandang serius akan kesejahteraan masyarakatnya

“Dengan bermusyawarah seperti yang kita lakukan dalam proses penyelasaian masalah kebun kelapa ditiga Kecamatan ini saya yakin semua akan berjalan baik”, paparnya

Terakhir orang nomor satu di Inhil ini mengatakan bahwa pihaknya (Pemkab Inhil) pastinya selalu siap untuk menerima keluhan dari masyarakatnya. (AT/adv pemkab inhil)




Bupati Tutup MTQ Ke 44 Inhil

“Kecamatan Pelangiran Kembali Raih Juara Umum”

Bupati Inhil menyerahkan tropy piala bergilir kepada Camat Pelangiran sebagai peraih juara umum pada MTQ Ke 44 Inhil. Foto: Way/ humas pemkab inhil
Bupati Inhil menyerahkan tropy piala bergilir kepada Camat Pelangiran sebagai peraih juara umum pada MTQ Ke 44 Inhil. Foto: Way/ humas pemkab inhil

Tembilahan (detikriau.org) — Bupati Inhil HM.Wardan menutup secara resmi helat religi MTQ ke- 44 Kab. Inhil bertempat di Venue Futsal Jalan Baharudin Yusuf Tembilahan. Dalam MTQ kali ini, Kecamatan Pelangiran kembali berhasil meraih juara umum, Selsa (24/6/2014) malam
Dikatakan Bupati suudah sepatutnya kita semua menjadikan Musabaqah Tilawatil Qur’an yang diselanggarakan secara berkala dan berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hilir, menjadi sebuah sarana dan wahana peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan jalan mengamalkan seluruh isi ajaran Al-Qur’an.

Oleh karenanya, menurut Bupati semua pihak diharapkan agar dapat menjadikan kegiatan MTQ dari tahun ketahun sebagai momentum evaluasi Ummat Islam atas apa-apa yang telah dicapai melalui kegiatan MTQ tersebut, baik dari aspek peningkatan jumlah dan mutu kemampuan dalam menguasai seni-baca dan ilmu Al-Qur’an,

”yang paling utama dari semua itu adalah sejauhmana pengaruh kegiatan MTQ terhadap sikap dan prilaku masyarakat Islam, dalam menjalankan kehidupan beragama di tengah-tengah keluarga dan masyarakat.”Ujar Bupati

sambutan BupatiDitambahkan mantan Kadisdik Provinsi Riau ini, Meskipun MTQ merupakan salah satu dari sekian banyak kegiatan Syi’ar Islam dan Program Pembangunan Ummat, akan tetapi MTQ haruslah ditempatkan secara utuh dalam kegiatan membangun kesadaran ummat menuju jalan keselamatan dan kebahagiaan hidup, baik untuk kehidupan di dunia ini, apa lagi untuk di akhirat kelak.

Melalui pemahaman yang sedemikian mendasar seperti disebutkan itulah, maka kita ummat Islam yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir tambah Bupati, dari waktu ke waktu dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari Syi’ar Islam yang kita laksanakan di daerah ini.

Sebagai ummat yang bersatu-padu, dan terbaik di bumi ini, kita seharusnya mampu membuktikan jati diri ummat Islam di tengah-tengah kehidupan yang kini cenderung semakin menjauh dari nilai-nilai peradaban dan kehidupan masyarakat madani, sebagaimana yang telah di bangun oleh Rasulullah SAW di Madinah 14 abad yang silam.

Kini ketika sebagian masyarakat Islam di sibukkan dengan berbagai kegiatan Syi’ar Islam dan kegiatan Ibadah lainnya, pada waktu yang bersamaan, juga berlangsung pula kegiatan yang mengarah kepada kemaksiatan dan kedzoliman.

”Saya mengajak semua ummat Islam yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, untuk bersama-sama memperkokoh tekad dan memperluas Ikhtiar untuk memajukan kehidupan masyarakat, baik dalam bidang keagamaan, kesejahteraan sosial, ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya. Ummat Islam harus mampu membebaskan diri dari kebodohan dan kemiskinan, meskipun kita tahu bahwa kemiskinan bukan berarti sama dengan kehinaan.” Wejang Bupati

Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepadanya seluruh masyarakat dan panitia MTQ, yang telah memberikan sarana dan prasarana, serta sumbangsih pemikiran, tenaga, dana serta do’a untuk penyelenggaraan MTQ Ke-44 ini. Demikian pula halnya kepada seluruh Kecamatan yang telah berperan aktif mengikutsertakan warga masyarakatnya dalam MTQ Ke-44, dan kegiatan-kegiatan lainnya berkenaan dengan pelaksanaan MTQ ini.

Pada kesempatan itu Bupati mengucapkan selamat dan sukses kepada peserta yang telah meraih prestasi terbaik pada masing-masing cabang MTQ Ke-44, yang selanjutnya akan menjadi bagian utuh Kafilah Kabupaten Indragiri Hilir dalam mengikuti Pelaksanaan MTQ ke-33 tingkat Provinsi Riau, yang Insya Allah akan diadakan di Kabupaten Indragiri Hilir.

”Selamat untuk Kecamatan Pelangiran yang kembali berhasil meraih predikat Juara Umum,” Tutup Bupati. (adv pemkab inhil)