Kunjungi Pungkat, Bupati Inhil Diminta Cabut Izin PT SAL

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan melakukan kunjungan ke Desa Pungkat Kecamatan Gaung. Kedatangan orang nomor satu di kabupaten Inhil ini didampingi oleh Ketua DPRD Inhil sementara, Dani M Nursalam, Ketua Pengadilan Agama, M Nur, Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf FP Tarigan dan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik yang diwakilli oleh Kasat Reskrim, AKP Ade Zambrah. Kamis (18/9/2014)

Dihadapan Bupati, Masyarakat menyampaikan harapan agar Bupati Inhil dapat memperjuangkan kebebasan bagi puluhan warga Desa mereka yang hingga hari ini masih mendekam di tahanan Mapolres Inhil.

“Kita juga meminta gar pihak pemerintah mencabut izin yang telah diberikan kepada PT SAL,” Pinta perwakilan warga.

Menanggapi permintaan ini, Bupati berjanji untuk berupaya maksimal mencarikan solusi terbaik atas persoalan yang kini dihadapi warga Desa Pungkat.

“Mengenai izin yang dimiliki perusahaan, kita sedang lakukan investigasi. Jika memang anntinya ada aturan yang dilanggar dengan penerbitan izinnya, kita akan evaluasi,” Ujar Bupati

Sedangkan menyangkut proses hukum terhadap 21 orang warga Desa Pungkat, Bupati nyatakan tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri termasuk melakukan intervensi proses hukum yang sedang berjalan.

“Masalah izin kita bisa bantu, tapi masalah hukum tentulah ranahnya sudah berbeda.” Ujar Bupati

Dalam kesempatan itu Bupati mengajak kepada masyarakat untuk tidak larut dalam persoalan ini dan kembalilah beraktifitas sebagaimana sebelumnya(dro)




Bupati Inhil Buka Lomba Pengolahan Produk Berbahan Dasar Kelapa

Bupati dan Wakil Bupati Inhil didampingi istri melihat-lihat berbagai kerajinan yang diproduksi dari berbagai bahan kelapa. Foto: Syahrul Badrin, Humas Pemkab Inhil
Bupati dan Wakil Bupati Inhil didampingi istri melihat-lihat berbagai kerajinan yang diproduksi dari berbagai bahan kelapa. Foto: Syahrul Badrin, Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) — Kelapa adalah Pohon Serbaguna yang banyak manfaatnya bagi kehidupan masyarakat. Hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan, baik ekonomi, sosial dan budaya, mulai dari akar sampai daun, mulai dari produk makanan sampai produk obat-obatan. Bahkan ada yang mengatakan tanaman ini disebut sebagai “Pohon Kehidupan”. Pertanyaannya sekarang, sudah seberapa besar masyarakat kita memanfaatkan kelapa sebagai sumber kehidupan.

Pertanyaan ini dilontarkan Bupati Inhil, HM Wardan saat menyampaikan kata sambutan pada acara pembukaan berbagai perlombaan mengolah berbagai macam produk berbahan dasar kelapa lokal sempenan peringatan hari keluarga ke XXI Kab Inhil bertempat di gedung engku kelana Tembilahan, senin (15/9/2014)

Dikatakan Bupati sejak dahulu Inhil merupakan sentra penghasil kelapa dengan hamparan kebun kelapa yang luas. Sampai tahun 2013, luas perkebunan kelapa di Indragiri Hilir tercatat sebanyak 421.431 hektar (Disbun Inhil; 2014). Bahkan sejarah juga pernah mencatat bahwa Indragiri Hilir merupakan penghasil Kelapa/Kopra terbesar di Indonesia.

Namun menurut Bupati, dalam pemanfaatannya baru dari hasil buahnya saja, yaitu dengan menjual kelapa bulat atau dijadikan kopra. Padahal kalau dicermati, mulai dari akar sampai pada daunnya, kelapa dapat dijadikan berbagai macam komoditi, seperti akarnya dapat dijadikan sebagai bahan obat-obatan, batang dapat buat bahan bangunan dan meubel, sabutnya dapat dibuat menjadi lapisan jok mobil dan keset, tempurungnya dapat dijadikan karbon,  daging kelapa dapat dibuat menjadi tepung kelapa, minyak kelapa dan virgin oil, air kelapa dapat dijadikan minuman, serta daun dan lidinya dapat dijadikan berbagai macam anyaman.

“Jika semua keunggulan kelapa itu dikelola dan diolah oleh Industri Rumah Tangga atau Usaha Kelompok Rumah Tangga, tentu dengan sendirinya dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mendorong tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan,” Ujar Bupati

Oleh karena itu kedepannya Bupati berharap kepada SKPD terkait agar dapat mencari terobosan dan inovasi serta  membuat berbagai macam program guna melatih dan membina kelompok-kelompok organisasi masyarakat agar mampu memanfaatkan kelapa sebagai sumber ekonomi, guna meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Bupati juga menyatakan sambutan baik dengan diadakannya kegiatan tajaan  Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) ini. Artinya kata Bupati, BP3AKB telah merespon apa yang telah menjadi program utama dirinya selaku Kepala Daerah.

Bupati juga berpesan agar kegiatan ini bukan sekedar untuk mencari siapa pemenang atau juaranya, akan tetapi lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan akan menjadi motivasi bagi petani kelapa khususnya, dan masyarakat Indragiri Hilir umumnya, agar dapat memanfaatkan kelapa, bukan saja buahnya tetapi seluruh bagian kelapa guna mewujudkan kesejahteraan keluarga dan mengangkat harkat dan martabat masyarakat Indragiri Hilir.

Pada kegiatan yang diikuti oleh oleh Ibu-ibu PKK Kecamatan se kabupaten Inhil ini juga dihadiri oleh Istri Bupati Inhil, Hj Zulaikah Wardan, Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo dan istri, Hj Siti Bungatang Rosman, Istri-istri Camat se Inhil, Muspida Inhil dan sejumlah kepala SKPD Inhil. (rul/adv pemkab inhil)




Bupati Inhil Resmikan Kawasan Kuliner Kelapa Gading

DSC_0344Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan berharap kawasan kuliner kelapa gading jalan HR Subrantas diatata dengan bernuansakan kelapa.

Kedepan, 10 atau 15 tahun mendatang, semua upaya yang sudah dimulai hari ini juga diharapkan akan mengembalikan kejayaan Inhil sebagai sentra penghasil kelapa terbesar. Inhil nantinya akan menjadi pandangan mata siapapun yang akan mengenal, mempelajari dan melakukan penelitian tentang kelapa.

“Tahun 2015 mendatang, kita juga sudah merencanakan untuk mendirikan musium kelapa di Inhil.” Sampaikan Bupati dalam sambutannya saat meresmikan penggunaan kawasan kuliner kelapa gading, Tembilahan, sabtu (13/9/2014)

Menurut Bupati, apa yang dilakukan ini menunjukkan tekad pemkab inhil untuk mengembalikan kejayaan Inhil sebagai penghasil kelapa terbesar yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sumber penghasilan terbesar masyarakat Inhil selama ini.

Dalam kesempatan ini mantan Kadisdik Provinsi Riau ini juga menghimbau agar masyarakat tidak lagi melakukan alihfungsi lahan terutama lahan perkebunan kepada komidity perkebunan lainnya.

Bupati juga menyampaikan ucapan terimakasihnya atas kerjasam pihak perusahaan melalui dana CSR-nya dengan mendirikan Kawasan kuliner kelapa gading.

“Pemidanhan lokasi pujasera ke KKKG baru merupakan langkah awal dalam upaya menjadikan kota Tembilahan bersih dan Indah. Tugas lainnya yang lebih berat masih menanti yaitu upaya memindahkan 800 an lebih pedagang jalan Yos Sudaraso. Namun dengan kerjasama semua pihak saya yakin persoalan ini akan dapat terselesaikan dengan baik.” Tambah Bupati

Kepada para pedagang KKKG, Bupati berpesan agar lapaknya tidak didinding hinga tertutup, harus diberikan penerangan yang mencukupi hingga tidak dibenarkan mempergunakan orgen untuk menghindari berbagai hal tidak diinginkan.

“kita hanya membenarkan memutarkan musik-musik biasa saja terutama musik bernuansakan islami,” Tandas Bupati.

Pada kegiatan peresmian KKKG ini selain dihadiri Bupati juga tampak dihadiri oleh Wakil Bupati, H Rosman Malomo, Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM, Unsur Muspida Inhil, pejabat esselon dilingkungan pemkab Inhil, serta ribuan masyarakat khususnya masyarakat kota Tembilahan.

Setelah meresmikan KKKG, Bupati menyerahkan sertifikat kepada empat perusahaan pemberi CSR serta melakukan pelepasan 6000 bibit ikan. (dro/adv pemkab inhil)




Rekomendasi Guntung Sebagai Calon Ibukota INHUT di Dasarkan Atas Hasil Kajian

Bupati Inhil, HM Wardan berbincang dengan sejumlah awak media liputan Inhil dilokasi Kawasan Kuliner Kelapa Gading. Foto: Syahrul Badrin, Humas Pemkab Inhil
Bupati Inhil, HM Wardan berbincang dengan sejumlah awak media liputan Inhil dilokasi Kawasan Kuliner Kelapa Gading. Foto: Syahrul Badrin, Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) — Bupati Inhil, HM Wardan menegaskan bahwa rekomendasi penunjukkan kota Guntung sebagai calon ibukota Inhut didasarkan pada hasil kajian bukan semata atas kehendak dan pertimbangan dirinya.

Pernyataan ini disampaikan Bupati disela kegiatan kunjungannya kelokasi kawasan kuliner kelapa gading jalan HR Subrantas Tembilahan, senin (8/9/2014) semalam. Menurut Bupati, agar jalannya proses kajian lebih kredibel, kajian rencana pemekaran Inhut tidak lagi menggunakan universitas setempat tetapi pemkab Inhil memfasilitasi dengan mempergunakan tim kajian Universitas Indonesia.

“Siapa yang hari ini tidak kenal UI? Saya kira siapapun akan mengakui kredibilitas Universitas terbesar di Indonesia ini. Maksudnya apa? Tentu agar hasil rekomendasi yang dihasilkan dapat lebih dipercaya dan benar-benar memenuhi semua persyaratan yang dimintakan. Sebagai Bupati, saya hanya memberikan rekomendasi atas hasil kajian bukan keinginan pribadi,” ujar Bupati menjawab komfirmasi

Komfirmasi ini diberikan Bupati menanggapi aksi demontrasi puluhan massa yang menamakan Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Mandah Pelangiran tolak Guntung sebagai ibu kota Indragiri Hilir Utara (Inhut) digedung DPRD Provinsi Riau dihari yang sama.

Ketua massa, Irwan menyatakan bahwa mereka menolak rekomendasi Bupati Inhil atas penunjukkan kota Guntung Kecamatan Kateman sebagai calon ibukota Inhut.

Dikatakannya, penunjukkan guntung sebagai calon ibukota menimbulkan‎ indikasi adanya kepentingan sepihak dalam Forum Komitmen Percepatan Pemekaran Kabupaten Inhil Utara, karena bersifat tertutup dan tanpa sepengetahuan tokoh masyarakat Mandah-Pelangiran sebagai anggota Forum Komitmen Percepatan Pemekaran Kabupaten Inhil Utara (Kecamatan Mandah, Kateman, Pulau Burung, Pelangiran dan Telok Belengkong).

Komitmen rekomendasi bupati dan DPRD Inhil juga dinilai mereka bertentangan dengan persyaratan administrasi pada PP Nomor 78 tahun 2007 Pasal 17. Komitmen ini karena sampai saat ini 33 desa yang terdiri 17 desa Kecamatan Mandah dan 16 ‎desa Kecamatan Pelangiran tidak memberikan rekomendasi Guntung sebagai ibu kota Inhil Utara.

Hasil kajian daerah/studi kelayakan pemekaran daerah oleh Forum Komitmen Percepat‎an Pemekaran Kabupaten Inhil Utara dikatakan mereka sampai saat ini juga tertutup dan tidak diketahui tokoh masyarakat Kecamatan Mandah Pelangiran dan 5 kecamatan lainnya (Kecamatan Mandah, Kateman, Pulau Burung, Pelangiran dan Telok Belengkong. red) untuk musyawarah mufakat sebagai ibu kota Inhil Utara.

Mereka mengancam jika Guntung sebagai ibu kota Inhil Utara disetujui atau direkomendasikan oleh DPRD Provinsi Riau dan Gubernur Riau, maka Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Mandah-Pelangiran dan warga Mandah-Pelangiran menyatakan Kecamatan mereka keluar dari Inhil Utara dan kembali ke kabupaten induk. (dro)




Bupati Inhil Lantik Pengurus P2TP2A Periode 2014-2017

Foto: Syahrul badrin, Humas Pemkab Inhil
Foto: Syahrul badrin, Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan melantik pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Inhil periode 2014-2017. Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Engku Kelana Tembilahan ini sekaligus disejalankan dengan kegiatan seminar kesehatan bagi kaum perempuan. Selasa (9/9/2014) 

Dalam amarannya bupati menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dan komitmen Pemerintah Kabupaten Inhil dalam melaksanakan Peraturan Pemerintah RI nomor 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, yang mengamanatkan bahwa program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjadi urusan wajib bagi Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

P2TP2A yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir yang berbasis masyarakat, merupakan pusat pelayanan yang terintegrasi dalam upaya pemberdayaan perempuan diberbagai bidang pembangunan, serta perlindungan perempuan dan anak dari berbagai jenis diskriminasi dan tindak kekerasan termasuk perdagangan orang.

“Oleh sebab itu kepada pengurus P2TP2A yang baru di lantik, saya menaruh harapan besar kiranya Saudara-saudara dapat melaksanakan amanah ini dengan sebaik baiknya serta penuh tanggung jawab, dan dipundak Saudara-saudara pulalah Organisasi ini dapat berjalan dengan baik apabila Saudara-saudara melaksanakannya dengan tulus dan ikhlas.” Pesan Bupati

Bersempena dengan kegiatan ini ditambahkan Bupati, juga akan dilaksanakan seminar tentang kesehatan perempuan. Hal ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemberdayaan perempuan, karena perempuan atau ibu merupakan aset bangsa, negara dan juga aset daerah yang harus diberdayakan dan dijaga kesehatannya.

Selain itu perempuan juga merupakan salah satu unsur kekuatan masyarakat, ditangannya lahir generasi harapan masa depan agama dan negara. Dengan kelembutan hati dan perasaannya, dengan kekuatan tekat dan kemauannya, dengan kegigihan dan keuletannya dalam melahirkan, merawat, dan mendidik buah hatinya, akan lahir generasi yang tangguh, bermartabat  dan berakhlak mulia, yang akan melanjutkan estafet pembangunan bangsa, negara dan daerah tercinta. Kepadanya kita sandarkan proses peralihan generasi dan peradaban ini.

“Sehingga menjaga kesehatan bagi perempuan  menjadi hal penting yang tidak bisa diabaikan dalam kehidupannya,” Tambahkan Bupati

Masih menurut Bupati, pemeliharaan kesehatan merupakan upaya penanggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan perawatan termasuk kehamilan dan persalinan. Untuk itu perlu pengetahuan agar kita bisa menjaga pola hidup sehat dalam hidup dan kehidupan sehari-hari. Kegiatan seminar ini adalah salah satu upaya dan sarana untuk menimba ilmu pengetahuan, agar kita dapat mengetahui berbagai jenis penyakit dan dapat melakukan tindakan terhadap berbagai gejala penyakit itu, khususnya penyakit yang sering diderita oleh para wanita.

“Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai organisasi perempuan, kiranya dapat memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya, dan saya berharap pengetahuan yang didapat melalui seminar ini dapat pula di kembangkan dan di informasikan kepada seluruh anggota organisasi masing-masing dan juga kepada seluruh masyarakat di Indragiri Hilir ini.” Tandas Bupati

Selain Bupati, kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM dan beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Inhil. (rul/adv pemkab inhil)




Bupati Inhil Pinta SKPD Selesaikan Seluruh Program Tepat Waktu

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dituntut agar menyelesaikan program kegiatan tepat waktu. Meski demikian pekerjaan itu harus dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita minta seluruh SKPD mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik namun tentunya tetap memperhatikan standar oprasional prosedur (SOP) yang berlaku,”ujar Bupati Inhil baru-baru ini di Tembilahan

Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini, kemampuan seorang pejabat dalam mengelola program yang sudah dibuat akan mempengaruhi penilaian untuk promosi jabatan. Oleh sebab itu sarannya, jalankanlah tugas sebagai amanah yang harus dipenuhi.

Khusus bagi satker yang berkaitan langsung dengan pembangunan sarana dan prasarana hendaknya tetap memperhatikan apa yang menjadi aturan.

“Saya berharap sebelum akhir tahun anggaran seluruh paket kegiatan mampu dikerjakan dan diselsaikan dengan baik,” Tambah Bupati

Bupati mengakui bahwa sampai saat ini masih banyak kegiatan yang belum teralisasi secara maksimal. Hal itu tentu menjadi catatan pemerintah untuk dapat diselesaikan dengan tuntas pada massa-massa mendatang.(dro/*1/adv pemkab inhil)