Serentak di Seluruh Indonesia, POMP Filariasis Tahap IV di Inhil Dimulai Awal Oktober

Scan_20141203+(2)TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jika tidak ada aral melintang, Pemberian Obat Massal Pencegah (POMP) Filariasis tahap IV di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akan dimulai pada awal Bulan Oktober mendatang.

Rencana tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), dr Saut Pakpahan saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Saut, pada tahun 2015 ini, program eliminasi penyakit kaki gajah atau Filariasis di Negeri Seribu Parit sudah memasuki tahun keempat.

“Mudah-mudahan, tahun ini kita bisa melaksanakannya secara serentak di seluruh Indonesia, yang rencananya digelar pada minggu pertama Bulan Oktober,” tutur Saut.

Nantinya, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pencanangannya di Jakarta, yang dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Untuk Kabupaten Inhil, segala obat-obatan dan logistiknya sudah masuk dari Pusat dan pada akhir bulan ini, kita akan melakukan pertemuan koordinasi tingkat kabupaten dan tingkat kecamatan, guna persiapan lebih lanjut,” terangnya.

Untuk diketahui, obat Filariasis ini harus dikonsumsi masyarakat 1 kali dalam setahun, yang dilakukan selama 5 tahun berturut-turut, tujuannya agar masyarakat Kabupaten Inhil bebas dari penyakit yang lebih dikenal dengan sebutan kaki gajah.(adi/adv)




Pantau Pertumbuhan, Kadiskes Imbau Orang Tua Timbang Balitanya Setiap Bulan di Posyandu

posyanduTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat terutama para orang tua di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau, untuk menimbang balitanya secara rutin setiap bulan di Posyandu.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.
Dikatakan Alvi, penimbangan balita tersebut dimaksudkan, untuk memantau dan mengetahui sejauhmana pertumbuhan serta perkembangan balita setiap bulannya.
“Penimbangan balita dilakukan setiap bulan, mulai dari umur 1 tahun sampai 5 tahun di Posyandu,” tutur Alvi.
Setelah balita ditimbang, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, catat hasil penimbangan di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau Kartu Menuju Sehat (KMS), maka akan terlihat berat badannya naik atau tidak naik.
“Kalau naik, maka garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna pada KMS atau pindah ke pita warna di atasnya. Sedangkan jika tidak naik, maka garis pertumbuhannya menurun dan mendatar atau naik tetapi pindah ke pita warna yang lebih muda,” terangnya.
Adapun manfaat penimbangan balita setiap bulannya di Posyandu, yaitu :
1. Untuk mengetahui apakah balita tumbuh sehat.
2. Untuk mengetahui dan mencegah gangguan pertumbuhan balita.
3. Untuk mengetahui balita yang sakit (demam/batuk/pilek/diare), berat badan dua bulan berturut-turut tidak naik, balita yang berat badannya di Bawah Garis Merah (BGM) dan dicurigai gizi buruk, sehingga dapat segera dirujuk ke Puskesmas.
4. Untuk mengetahui kelengkapan imunisasi.
5. Untuk mendapatkan penyuluhan gizi. (adi/adv)



Diskes Ajak Masyarakat Perangi Nyamuk Penular DBD Dengan 3 M Plus

“Sepanjang Bulan Januari 2015 Ditemukan 2 Kasus DBD” 

3m plus perangi nyamuk demam berdarahTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diajak, untuk memerangi nyamuk Aedes aegepty yang menularkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan melakukan berbagai langkah antisipasi, seperti 3 M Plus.

Dikatakan, penyebaran DBD biasanya terjadi saat perubahan cuaca , yaitu dari musim panas ke musim penghujan maupun sebaliknya, masyarakat harus mewaspadai terjangkitnya penyakit DBD, khususnya di daerah yang selama ini rawan DBD.

Pencegahan penularan DBD ini, dapat dilakukan dengan berbagai langkah, diantaranya melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Lakukanlah PSN dengan 3 M Plus,” tutur Alvi kepada detikriau.org, baru-baru ini.

Dijelaskan, 3 M Plus tersebut, yakni mendaur ulang tempat-tempat yang dapat menampung air hujan, seperti kaleng dan ban bekas, botol dan gelas plastik air mineral dan lain-lain.

Kemudian, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air, bak mandi dan tempat sisa air, serta menaburkan bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air.

“Yang juga tak kalah pentingnya dilakukan oleh masyarakat, adalah tidur menggunakan kelambu atau obat anti nyamuk,” pesannya.(adi/adv)




Hari Ini 21 Narapidana Asal Desa Pungkat Kembali Hirup Udara Segar

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 21 Narapidana asal desa Pungkat Kecamatan Gaung hari ini kembali menghirup udara segar setelah 8 bulan menjalani tahanan di Lapas Kelas II A Tembilahan terkait kasus pembakaran alat berat milik PT SAL beberapa bulan yang lalu, Rabu (8/4/2015).

Berdasarkan keterangan Kepala Lapas Kelas II A Tembilahan Tommy melalui Kasi Binadik Mardjohan, dibebaskannya 21 Narapidana ini bebas karena Cuti Bersyarat (CB) yang mereka ajukan mendapat persetujuan dari Pihak Kemenkumham wilayah Riau.

“Artinya Napi tersebut sudah resmi bebas dan tidak ada kepentingan lagi dengan hukuman yang membelit mereka,” sampaikannya.

Sementara itu, Kuasa hukum warga Desa Pungkat Zainuddin Acang SH merasa gembira dengan dikabulkannya surat permohonan CB yang diajukan itu telah diterima oleh pihak Kemenkumham Wilayah Riau.

“Sampai hari kebebasan ini mereka sudah menjalani hukuman selama 8 bulan. Dimana mereka sebelumnya divonis oleh PN Tembilahan selama 9 bulan kurungan penjara,” Ungkapnya.(mirwan)




Disporabudpar Inhil Wacanakan Lomba Menongkah dibulan Juni

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) wacanakan lomba menongkah akan digelar pada bulan Juni mendatang. Perlombaan tersebut akan berlangsung di Kecamatan Concong.

“Kegiatan ini nantinya diadakan dalam rangka memperingati Milad Kabupaten Indragiri Hilir yang ke–50,” ungkap Kepala Disporabudpar Rudiansyah melalui Sekretarisnya, Palisman, Kamis (29/1/2015).

Ia menyebutkan waktu pasti pelaksanaannya memang belum ditentukan, jika nanti tertunda pelaksanaan di bulan juni, selambatnya akan laksanakan pada bulan Julinya.

“Yang jelas saat ini sedang kami upayakan bagaimanapun caranya lomba menongkah ini harus rutin dilaksakan, dengan tujuan untuk meyakin bahwa kegiatan ini merupakan ciri khas daerah Kabupaten Inhil,” paparnya

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa pihaknya sedang mengupayakan untuk kegiatan lomba manongkah ini menjadi salah satu even wisata Provinsi. Sebab, kegiatan manongkah tersebut dinilainya merupakan salah satu tradisi dan budaya unik  yang dimiliki oleh masyarakat Inhil, khususnya di daerah Kecamatan Concong dan Kecamatan Tanah Merah.(mirwan/adv pemkab inhil)