Dani : Meski Ramadhan Berakhir, Amal Ibadah Harus Tetap Terjaga

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Meskipun saat ini Bulan Ramadhan telah berakhir, tetapi hendaknya segala amal ibadah dan kebaikan selama bulan puasa dapat terus terjaga sampai di bulan-bulan lainnya, sehingga menjadikan kita sebagai insan yang lebih baik lagi di masa mendatang.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Dani M Nursalam saat diwawancarai sejumlah awak media di sela-sela kegiatan Open House, dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1436 H di rumah dinasnya, Jalan Swarna Bumi Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Dani, selain sebagai momentum untuk meningkatkan silaturrahmi dan saling bermaafan, lebaran juga merupakan wadah introspeksi diri, khususnya dalam upaya memperbanyak amal ibadah di luar Bulan Ramadhan.

“Semoga amal ibadah yang kita lakukan selama bulan puasa kemarin diterima oleh Allah SWT,” tutur Dani.

Selanjutnya, dengan telah berakhirnya BulanRamadhan, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil berharap, ada jiwa sosial yang terbangun dalam setiap diri umat muslim.

”Ini semua dimaksukan untuk menyatukan kita semua, dalam upaya membangun dan memajukan Negeri Seribu Parit ke depan,” terangnya.

Tampak hadir saat itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah anggota DPRD dan pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil, masyarakat Kabupaten Inhil, khususnya Kota Tembilahan dan sekitarnya. (adi/adv)




DPRD Inhil Gelar Silaturrahmi dan Buka Puasa Bersama

image-6 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Memasuki hari ke-25 puasa Bulan Ramadhan 1436 H, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar silaturrahmi dan buka puasa bersama keluarga besarnya, Sabtu (11/7/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan ini dihadiri Ketua DPRD, Dani M Nursalam, Wakil Ketua DPRD Ferryandi dan Syahruddin, Wakil Bupati, H Rosman Malomo, Dandim 0314, Letkol Inf Jarot Suprihanto, Kapolres, AKBP Hadi Wicaksono, Ketua Pengadilan Agama Tembilahan, M Nur, beberapa anggota DPRD, Sekwan beserta jajaran, serta sejumlah pejabat eselon dan elemen masyarakat Kabupaten Inhil.

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam dalam sambutannya mengatakan, kegiatan buka puasa bersama ini menjadi media atau wadah, dalam upaya meningkatkan dan mempererat jalinan silaturrahmi, baik antara kalangan legislatif, eksekutif dan yudikatif, serta masyarakat Inhil.

“Karena kegiatan seperti ini sudah lama tidak diadakan, maka saat ini baru dapat digelar kembali,” tutur Dani.

Selanjutnya, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini menekankan, pentingnya membangun kebersamaan yang baik antara seluruk pihak, guna membangun dan memajukan Negeri Seribu Parit di masa mendatang.

“Karena itu, marilah kita bergandengan tangan dan bersama-sama dalam membangun dan memajukan daerah ini,” imbuhnya.

Menjelang waktu berbuka puasa, diisi dengan tausiyah Ramadhan, yang disampaikan oleh Ustadz Suhaidi. Dalam tausiyahnya, Ustadz Suhaidi yang juga merupakan Ketua KPU Inhil ini, menyampaikan berbagai hal dan manfaat puasa bagi umat muslim. 9adi/adv)




Ramadan Giliran Pemadaman PLN Masih Diberlakukan.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Jelang Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri mendatang,  PT PLN  Rayon Tembilahan tidak menjamin ketersediaan pasokan listrik sehingga giliran pemadaman masih akan diberlakukan.

 

“Kita tak bisa berikan jaminan karena perbaikan mesin pasca kebakaran di parit IV belum maksimal,” Ujar Manajer Rayon PLN Tembilahan, Husnul ketika dikomfirmasi wartawan, kamis (19/7) di Tembilahan.

Ia menjelaskan, bahwa pada dasarnya PLN tidak membeda-bedakan antara bulan Ramadhan dengan bulan-bulan lainnya. PLN akan melayani pelanggan secara maksimal, meski memasuki Ramadhan, Lebaran dan hari besar lainnya. Dan pihaknya mengaku terus berupaya untuk dapat menormalkan kembali mesin-mesin tersebut dalam waktu dekat ini.

 

“Dalam waktu dekat ini diharapkan keadaan dapat kembali normal. Dan saat ini kami masih berusaha agar di awal puasa ini sudah ada mesin tambahan yang beroperasi guna meminimalisir terjadinya pemadaman,” pungkasnya.(Am)




Pedagang Keluhkan Sepinya Omset Penjualan

gambar ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Krisis perekonomian yang ditandai dengan lemahnya daya beli masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir belakangan ini pantas dicermati. salah satu penyebab utama yang membuat kondisi seperti diduga diakibatkan kembali anjloknya harga pasaran kelapa masyarakat.

Seperti yang diungkapkan oleh Sapii salah seorang pedagang keliling, Rabu, (29/2). Menurutnya, omset penjulan belakangan ini turun secara drastis.

“Terus terang saya enggan untuk turun belok (pedagang yang biasanya berdagang dengan mendatangi hari-hari pasar di daerah. Red), karena omsetnya sekarang sangat jauh berkurang. Bahkan saat turun belok, bukannya untung yang kita dapat, malah merugi, bahkan modalnya sekalipun bisa habis untuk biaya kita,” kata Sapii dengan nada mengeluh.

Menurut pengakuan sapi’i, satu kali turun biasanya ia bisa menghasilkan uang hingga 200-300 ribu. Tapi belakangan ini untuk mendapat uang 100 ribu saja, rasanya sangat sulit.

Ungkapan senada juga datang dari pedagang lainnya, Izul. Salah seorang pengampas (pedagang makanan eceran keliling. Red) ini juga merasakan penurunan omset yang sangat luar biasa. Biasanya sekali turun dirinya bisa mengantongi keuntungan bersih hingga ratusan ribu rupiah. Tapi belakangan, kondisi itu sangat sulit, bahkan terkadang keuntungan hanya biasa untuk bertahan memenuhi biaya hidup satu hari.

“Kalau biasanya keuntungan yang kita peroleh bisa untuk biaya hidup selama 2-3 hari. Jadi kita bisa istirahat agak sehari untuk mengembalikan kebugaran tubuh. Sebab yang namanya mengampas, terus terang sangat menguras tenaga, dikarenakan memakan waktu bisa satu hari penuh,” katanya.

Keluhan juga datang dari Opik salah seorang pedagang pakaian baru yang ada di Gemilang Plaza Tembilahan. Menurutnya, saat ini bisa bertahan saja agar tidak bangkrut menjelang bulan Ramadhan sudah merupakan berkah yang sangat baik. Sebab dalam satu hari, terkadang ada pedagang yang hanya melakukan transaksi satu hingga dua kali.

“Bahkan kadang-kadang sehari penuh ada yang tidak mendapatkan hasil. Kalau sudah seperti itu mau bagaimana lagi, sedangkan kita dipasar butuh biaya yang tidak sedikit jumlahnya,” paparnya.

Menurut mereka, penyebab utama merosotnya omset penjualan dikarenakan harga kopra yang kembali jatuh. Sebab perekonomian di daerah ini sangat bergantung dengan komoditas perkebunan tersebut. Saat harga kelapa turun, maka secara otomatis perdagangan juga terkena imbas. (Suf)