Dani : Meski Ramadhan Berakhir, Amal Ibadah Harus Tetap Terjaga

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Meskipun saat ini Bulan Ramadhan telah berakhir, tetapi hendaknya segala amal ibadah dan kebaikan selama bulan puasa dapat terus terjaga sampai di bulan-bulan lainnya, sehingga menjadikan kita sebagai insan yang lebih baik lagi di masa mendatang.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Dani M Nursalam saat diwawancarai sejumlah awak media di sela-sela kegiatan Open House, dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1436 H di rumah dinasnya, Jalan Swarna Bumi Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Dani, selain sebagai momentum untuk meningkatkan silaturrahmi dan saling bermaafan, lebaran juga merupakan wadah introspeksi diri, khususnya dalam upaya memperbanyak amal ibadah di luar Bulan Ramadhan.

“Semoga amal ibadah yang kita lakukan selama bulan puasa kemarin diterima oleh Allah SWT,” tutur Dani.

Selanjutnya, dengan telah berakhirnya BulanRamadhan, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil berharap, ada jiwa sosial yang terbangun dalam setiap diri umat muslim.

”Ini semua dimaksukan untuk menyatukan kita semua, dalam upaya membangun dan memajukan Negeri Seribu Parit ke depan,” terangnya.

Tampak hadir saat itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah anggota DPRD dan pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil, masyarakat Kabupaten Inhil, khususnya Kota Tembilahan dan sekitarnya. (adi/adv)




PLN RAYON TEMBILAHAN DEFISIT DAYA. GILIRAN PEMADAMAN KEMBALI DIBERLAKUKAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga kota Tembilahan berharap PLN Rayon Tembilahan dapat bekerja lebih professional. Jika tidak ada pemadaman listrik, tibanya bulan suci ramadhan tentunya akan semakin menyamankan umat islam yang sedang beribadah.

Ujang 37 tahun,  seorang warga jalan Bunga Tembilahan berharap pihak PLN secepatnya mengantisipasi pemadaman listrik yang terjadi, dikhawatirkannya, tradisi amukan sijago merah yang sering mewarnai setiap menjelang tibanya bulan Ramadhan, tahun ini dapat diminimalisir . “Saat pasokan listrik terputus, masyarakat kebanyakan mempergunakan penerangan lampu minyak ataupun lilin. Sumber penerangan ini sering menjadi penyebab amukan sijago merah. Makanya sebagai masyarakat saya berharap hal ini dapat menjadi perhatian serius dari pihak PLN dengan mengusahakan tidak adanya pemadaman lampu.” Ujarnya.

Pernyataan senada juga datang dari warga Tembilahan lainnya. Yadi, warga jalan Batang Tuaka Tembilahan ini mengeluhkan sering terjadinya pemadaman listrik PLN beberapa waktu belakangan ini.

“Nanti kalau bulan puasa listrik sering padam, ibadah puasa bisa menjadi terganggu. Apalagi disaat menjelang berbuka dan sahur. Makanya saya berharap pihak PLN agar dapat bekerja lebih professional agar ibadah umat islam dibulan suci nanti dapat berjalan dengan tenang,” Pinta Yadi.

 

Berdasarkan penjelasan Manager PLN Rayon Tembilahan Husnul, pihak PLN Rayon Temilahan saat ini terpaksa kembali harus melakukan pemadaman listrik secara bergilir. Hal ini dikatakannya disebabkan adanya difisit daya sebesar 1.550 KW.” Kapasitas mesin kita yang tersedia secara total saat ini sebanyak 9.750 KW. Kebutuhan listrik saat beban puncak mencapai 11.300 KW dan saat normal adalah sebesar 10.300 KW. Karena adanya defisit ini terpaksa membuat kita harus melakukan pemadaman secara bergilir,” Ujar Husnul kepada wartawan diruang kerjanya, Jum’at (13/7)

Ditambahkan Husnul, pemadaman secara bergilir ini diberlakukan dengan waktu 6 hari hidup dan 1 mati. Pemadaman listrik maksimal selama 3 jam.

“Itu batas pemadaman waktu maksimal. Artinya dalam kondisi cuaca yang sangat panas yang menyebabkan kemampuan mesin juga akan merosot. Namun jika cuaca dingin, waktunya tentu akan dapat dipersingkat,” Terangnya.

Dalam kesempatan itu, Husnul juga menghimbau kepada masyarakat agar dapat melakukan penghematan penggunaan listrik agar pemadaman dapat diminimalisir.

Defisitnya daya listrik di PLN Rayon Tembilahan terjadi karena faktor musibah kebakaran yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Menjelang tibanya bulan ramadhan ini menurut Husnul, pihak PLN Rayon Tembilahan akan terus berusaha melakukan perbaikan mesin yang rusak agar kembali dapat dioperasionalkan. (fsl)