Hilang, Warga Tekulai Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seorang warga Desa Tekulai Hulu Kecamatan Tanah Merah, Sikatman ditemukan tewas mengapung setelah sempat menghilang setidaknya selama 24 jam, Minggu (3/12/2017) siang.

Sikatman yang berniat mencari atap anyaman daun harus kehilangan nyawanya karena terjatuh di perairan Tanah Merah. Tim BPBD Inhil bersama masyarakat yang melakukan pencarian baru berhasil menemukan jasad korban sehari setelahnya.

Menurut keterangan seorang warga Desa Tekulai Hulu, Eko yang memperoleh informasi dari saksi yang sempat melihat korban sebelum menghilang dan ditemukan tak bernyawa. Sikatman, yang telah memuat atap anyaman daun, tiba – tiba terjatuh saat hendak mengayuh sampan yang digunakannya.

“Karena kondisi air yang tengah pasang dalam. Korban yang jatuh sulut untuk ditemukan. Saksi tidak mengetahui pasti apa yang terjadi sehingga korban tiba – tiba terjatuh saat mulai mendayung sampan,” katanya.

Saat proses pencarian berlangsung, tim BPBD bersama masyarakat setempat menemukan pakaian yang dikenakan korban kala terjatuh beserta rokok dan dayung sampan miliknya.

Setelah terus ditelusuri, akhirnya tepat pada pukul 11.00 WIB., pencarian pun berakhir manakala tim BPBD bersama masyarakat menemukan korban dalam keadaan memgapung dan sudah tidak bernyawa lagi.

Saat itu, dikatakan Eko, suasana kesedihan pun membuncah, tangis dan teriakan histeris pun pecah dari pihak keluarga karena tidak menyangka terjadinya insiden yang menimpa korban.

“Jasad korban pun segera dievakuasi untuk dikembalikan kepada pihak keluarga. Mungkin akan dilakukan otopsi terhadap jenasah korban untuk mengetahui informasi lebih lanjut ihwal penyebab jatuhnya korban,” papar Eko./Mirwan




Bupati Inhil Instruksikan BPBD Berlakukan Siaga Banjir

Tembilahan, detikriau.org – Dengan ditetapkannya, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebagai salah satu daerah rawan banjir oleh Pemerintah Provinsi Riau. Maka, Bupati Inhil, HM Wardan menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memberlakukan siaga banjir.

Berdasarkan hasil dari pemetaan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau, Kabupaten Inhil masuk ke dalam daftar salah sati daerah rawan banjir dari 4 (empat) daerah rawan banjir di Provinsi Riau.

“Siaga banjir ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Riau menyusul siaga kebakaran hutan dan lahan (Karlahut) yang telah dihentikan sejak tanggal 1 Desember 2017 lalu,” ungkap Bupati, Sabtu (2/12/2017) pagi.

Maka itu, Bupati meminta kepada pihak BPBD Inhil mendirikan posko siaga banjir di beberapa kawasan rawan banjir guna mengantisipasi datangnya banjir yang tidak bisa diprediksi.

Kepala BPBD Inhil, Yuspik mengungkapkan, dari hasil pemetaan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau, terdapat 4 kawasan di Kabupaten Inhil yang rawan banjir. Keempat daerah tersebut ialah Desa Mumpa, Sungai Junjangan, Sungai Raya dan Kempas Jaya.

“Kami sudah stand by. TRC (Tim Reaksi Cepat) juga sudah disiagakan, manakala musibah banjir datang. Posko BPBD juga buka 24 jam untuk melayani pengaduan terjadinya banjir. BPBD Inhil saat ini, juga telah melakukan patroli sesuai dengan peta wilayah berpotensi banjir,” pungkasnya.

Dalam waktu beberapa hari kedepan, pihak BPBD Inhil, dikatakan Yuspik juga akan melakukan survey di salah satu daerah yang juga berpotensi banjir, yaitu Desa Karya Tunas Jaya, Kecamatan Tempuling.

Selanjutnya, perubahan cuaca ekstrem yang terjadi bahkan di seluruh kawasan Indonesia, memunculkan kekhawatiran pihak BPBD. Oleh karenanya, Yuspik mengimbau kepada masyarakat, terutama yang berada di kawasan pesisir untuk senantiasa waspada atas datangnya angin kencang disertai hujan deras yang potensial menimbulkan terjangan angin puting beliung dan tanah longsor.

Lebih lanjut, Yuspik juga meminta kepada para nelayan untuk menggunakan lampu dan melengkapi peralatan keselamatan pada saat beraktifitas mencari ikan di laut.

“Juga kepada masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan diminta untuk berhati – hati dengan kondisi cuaca yang ekstrem ini. Angin kencang disertai hujan berpotensi menimbulkan badai di laut. Gunakam lampu dan lengkapi peralatan safety manakala mencari ikan,” tandas Yuspik./diskominfops_inhil/rls/adv




Setelah 2 Hari Hilang, Jenajah Enda ditemukan Mengapung di Parit 16 Tembilahan

Kepala BPBD Inhil, Yusfik (kanan) saat ikut mengaevakuasi jenajah korban
Kepala BPBD Inhil, Yusfik (kanan) saat ikut mengaevakuasi jenajah korban

Tembilahan, detikriau.org – Tim gabungan SAR Pos Siaga Tembilahan, BPBD Inhil dan Pol Air Polres Inhil akhirnya berhasil menemukan Enda (12) dalam kondisi tak lagi bernyawa setelah 2 hari sejak dilaporkan hilang di parit 11 saat berenang diperairan sungai Indragiri bersama beberapa orang temannya.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil , Yusfik, jenajah pelajar disalah satu SD di Kota Tembilahan yang bernama lengkap Muhammad Mahendra ini ditemukan di perairan parit 16 Tembilahan sekira pukul 07.45 Wib, Sabtu (3/9/2016).

“ya sudah kita temukan tadi pagi diperairan parit 16. Lokasi penemuan jenajah pelajar SD ini berjarak kurang lebih 2 KM dari pertama kali ianya dilaporkan hilang,” Ujar Yusfik.

Dijelaskannya, jenajah ditemukan dalam kondisi mengapung diantara tanaman enceng gondok.

“jenajah sudah kita evakuasi dan dikembalikan kepada pihak keluarga,” pungkasnya.

Untuk sekedar mengingatkan, Enda pertama kali dilaporkan hilang tenggelam pada Kamis (1/9/2016). Sebelum kejadian, Enda bersama beberapa orang temannya berenang diperairan sungai Indragiri jalan H Hasan parit 11 Tembilahan sekitar pukul 15.00 Wib.

Usai berenang, teman-temannya baru menyadari Enda tidak ada. Padahal saat itu pakaian dan sepeda yang dikendarai Enda masih berada ditempatnya.

Menyadari hal ini, teman-teman sepermainan Enda segera memberitahukan masyarakat setempat dan pihak keluarga./ Am