Cadangan Devisa Indonesia Sepanjang 2018 Turun Hampir 15 Miliar Dolar AS

Foto: koran Jakarta

detikriau.org – Posisi cadangan devisa Indonesia di akhir bulan November 2018 disebutkan mengalami kenaikan sebesar 2 miliar dolar AS, dari sebelumnya 115,2 miliar dolar AS menjadi 117,2 miliar dolar AS.

Menurut Bank Indonesia dalam keterangan yang ramai diberitakan, peningkatan cadangan devisa bulan November 2018 itu terutama berasal dari penerimaan devisa migas, penarikan utang luar negeri pemerintah, dan penerimaan devisa lainnya yang lebih besar dari kebutuhan devisa untuk pembayaran ULN pemerintah.

dilansir melalui RMOL.co, Peneliti dari Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Gede Sandra mengatakan, pernyataan dari BI ini merupakan pengakuan bahwa sebelumnya cadangan devisa sempat terkuras sebesar 1 miliar dolar AS.

Cadangan devisa mengalami kenaikan setelah pemerintah menambah utang sebesar 3 miliar dolar AS dalam bentuk bond.

“Maaf, melompatnya jumlah devisa Indonesia bukan karena naiknya aktivitas ekspor, melainkan karena penambahan utang dolar AS. Nambah utang 3 miliar dolar AS tapi devisa cuma naik 2 miliar dolar AS. Artinya devisa Indonesia sebelumnya sempat terkuras 1 miliar dolar AS sbelum ngutang global bond,” ujarnya Sabtu pagi (8/12).

Dari catatan BI, posisi cadangan devisa Indonesia sepanjang 2018 justru terlihat mengalami penurunan hampir 15 miliar dolar AS.

Pada bulan Januari 2018 cadangan devisa tercatat sebesar 131,98 miliar dolar AS, dan menjadi 128,05 miliar dolar AS pada bulan Februari, lalu menjadi 126,003 miliar dolar AS pada bulan Maret.

Di akhir bulan April cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan kembali menjadi 124,862 miliar dolar AS, lalu di bulan Mei dan Juni masing-masing tercatat sebesar 122,914 miliar dolar AS dan 119,8 miliar dolar AS.

Tren penurunan terus berlanjut, dari 118,3 miliar dolar AS (Juli), 117,9 miliar dolar AS (Agustus) dan 114,8 miliar dolar AS (September).

Di akhir bulan Oktober cadangan devisa mengalami kenaikan menjadi 115,2 miliar dolar AS dan di akhir bulan November kembali mengalami kenaikan menjadi 117,2 miliar setelah Kementerian Keuangan menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) senilai total 3 miliar dolar AS

SUN tersebut dicatatkan di Singapura dan Frankfurt dalam rangka pre-funding alias kebutuhan pembiayaan anggaran 2019.




BI Pekanbaru Sosialisasikan Uang NKRI di UNISI

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Universitas Islam Indragiri (UNISI) kedatangan Tim Bank Indonesia (BI) cabang Pekanbaru dalam agenda mensosialisasikan Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Tahun Edaran 2016 di Ruangan Fakultas Hukum UNISI Jalan HR Soebrantas, Kamis (19/1/2017).

Dikesempatan itu juga dilakukan peresmian BI Corner yang diresmikan langsung oleh Kepala BI Cabang Pekanbaru, Ismet Inono dan dihadiri Rektor UNISI DR R Sri Handayani berserta seluruh civitas akademika UNISI.

“Mensosialisasikan uang NKRI ini agar masyarakat dan mahasiswa tahu bahwa kita sudah menerbitkan uang baru dengan seri pahlawan,” kata Ismet Inono.

Sementara itu, Rektor UNISI menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak BI Cabang Pekanbaru yang telah sudi hadir di UNISI. Bahkan, ia juga cukup berbangga hati atas bantuan peresmian BI Corner yang akan membawa dampak untuk kemajuan UNISI, baik di bidang pustaka maupun lainnya.

“Kami juga berharap selanjutnya bisa mendapatkan beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu, diawali dengan adanya penandatanganan MoU dan kerjasama baik bantuan secara material maupun tunai uang,” imbuhnya./mirwan