Dinilai Membahayakan Pengguna Jalan, DLH Kota Dumai Lakukan Penbangan Pohon yang Hampir Tumbang

Penebangan Pohon di Jalan Syeck Umar yang Dilakukan Oleh DLH Kota Dumai, Foto Hendrik


ARBindonesia.com, DUMAI – Dinilai bisa membahayakan pengguna jalan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai melakukan penebangan beberapa pohon ditepi jalan yang sudahbhampir tumbang, Kamis (4/5/2020).


Penebangan beberapa pohon dari  Dinas Lingkungan Hidup tersebut
dilakukan oleh para pekerja bagian pertamanan.


Dalam melakukan penebangan pohon, selain dari pada anggota pekerja taman bagian penebangan, juga turut hadir dari bidang pertamanan yang akrab disapa Ricky, selain itu juga turut hadir pengawas lapangan.


Penebangan beberapa pohon berlangsung tepatnya di kawasan jalan Syeck Umar atau Pangkalan Sesai.


Pantauan langsung ARBindonesia.com, memang di daerah area jalan tersebut memang penuh dengan penghijau pepohonan.


Meski pun saat itu banyak para pengendara yang berlalu lalang di area jalan tersebut. Untuk keselamatan para pengendara,para pekerja pemotongan tidak lupa untuk memasang rambu-rambu di jalan area pemotongan tersebut.


“Di karenakan pohon sudah condong hampir mau tumbang, jadi kami dari Dinas Lingkungan Hidup  bagian pertamanan segera melakukan penebangan pohon. Lagi pula seandai nya  tidak segera kita tebang, takut pohon tersebut tumbang dan mengenai para pengguna jalan,” papar Ariel selaku pengawas lapangan.


Reporter Hendrik




Dilarang Berjualan di Area Taman Bukit Gelanggang Dumai, Pedagang: Kami Hanya Mencari Makan Bukan Mencari Kaya

Foto, Bersitegang antara Pedagang dan pihak pengamanan di area pintu gerbang Taman bukit gelanggang, Dumai. Hendrik


ARBindonesia.com, DUMAI –  Buntut dari pelarangan berjualan di dalam area Taman Bukit Gelanggang  Kota Dumai, puluhan pedagang nekat menerobos portal pintu gerbang yang dijaga oleh aparat pengamanan.


Sebelum menerobos masuk kedalam taman tersebut, bersitegang sempat terjadi di area pintu gerbang Taman bukit gelanggang,
antara pedagang dan scurity yang saat itu juga tampak hadir pengamanan dari pihak Kepolisian, Satpol PP dan anggota Gugus Tugas Covid-19, Rabu (3/6/2020) mulai pukul 15.30 sampai dengan 16.30 wib.


Dari pantauan langsung dilapangan oleh awak media, dalam persetegangan tersebut, para pedagang menyampaikan bahwa mereka ingin membuka usaha mereka di dalam area Taman Bukit Gelanggang untuk mencari nafkah.


Namun pihak pengamanan tetap menyampaikan bahwasanya untuk sementara tidak diperbolehkan, karena belum ada izin dari pihak dinas yang terkait.


Walaupun belum diperbolehkan, para pedagang tetap membuka usaha mereka di dalam area Taman Bukit Gelanggang tersebut, dengan dalih “Kami hanya mencarai makan, bukan mau mencari kaya,” ucap para pedagang saat itu.


Alhasil dari persetengan tersebut pedangang tetap masuk ke dalam area Taman Bukit Gelanggang dengan cara mengangkat barang dagangan mereka walupun portal pintu gerbang tidak dibuka oleh security yang melakukan penjagaan pada saat itu.


Dari penelusuran informasi yang didapat awak media, peristiwa itu terjadi dikarenakan para pedagang sudah tidak melakukan kegiatan mereka di Taman tersebut kurang lebih hampir dua bulan lamanya, dikarenakan telah diberlakukan PSBB di Kota Dumai.


Setelah selesai diberlakukan PSBB, kini para pedagang kembali ingin membuka dagangannya di area tempat mereka berdagang selama ini ini.


Namun keinginan mereka terhalang di karenakan tidak adanya izin dari pihak Dinas terkait.


Atas hal tersebut para pedagang tetap memaksa ingin membuka dagangan mereka di karenakan sudah bosan menunggu penjelasan dari pihak Dinas yang terkait.


Salah satu pedagang, Khairul saat diwawancarai mengatakan bahwa  kami para pedagang sangat berharap agar Kadis Pariwisata bisa menjumpai atau duduk bersama mereka agar ada penjelasan di dalam pelarangan untuk berjualan di area Taman Bukit Gelanggang.


“Kita juga berharap agar Dinas yang terkait dapat memberikan izin untuk kami para pedagang mencari makan di area Taman Bukit Gelanggang. Karena selama ini kami memenuhi kebutuhan hidup dengan cara berdagang di area Taman tersebut,” harapnya.


Untuk diketahui, dalam persetegangan tersebut tidak ada terjadi bentrok ataupun kekerasan dari pihak pedagang dan juga dari pihak pengamanan.


Report Hendrik




Gerakan Bakti Sosial Polda Riau Serahkan Bantuan pada Masyarakat Terdampak Covid 19 di Kota Dumai

ARBindonesia.com, DUMAI – Gerakan bakti sosial Polda Riau peduli masyarakat yang terkena dampak Covid-19 hari ini menyerahakn bantuan kemanusiaan di Kota Dumai, Rabu (20/5/2020). 


Dalam hal penyerahan bantuan kemanusiaan yang terdampak Covid-19 yang berbentuk sembako turut juga dihadiri oleh Gubernur Riau, Kapolda Riau, Kapolres Kota Dumai, Dandim Kota Dumai, dan beberapa dari instansi lain nya.


Dalam kegiatan penyerahan bantuan kemanusiaan tersebut, Gubernur Riau juga menyampai agar seluruh masyarakat senantiasa menggunakan masker, selalu mencuci tangan, menghindari dari tempat keramaian agar tidak terjadinya penularan virus corona.


Selanjutnya bantuan kemanusiaan itu di serahkan kepada berbagai kalangan sejenis ojek online dan tukang becak.


Salah satu ojek online yang  ikut mendapat kan bantuan kemanusiaan tersebut adalah Nusantara Ojek Dumai (Nujek).


Penyerahan bantuan kemanusian virus covid 19 di lakukan tepatnya di halaman kantor Kapolres Kota Dumai yang berada di jalan Jendral Sudirman.


Selanjut nya di lakukan pelepasan para penerima bantuan kemanusiaan dari halaman Kantor Kapolres Dumai untuk bergerak memutar di jalan Jendral Sudirman terus kembali kekediaman masing-masing.


Terselenggaranya kegiatan penyerahan bantuan kemanusiaan ini di karenakan peduli nya dari instansi terkait terhadap dampak dari virus covid 19 kepada para Driver Ojek onlaine dan tukang becak yang berada di Kota Dumai.


Selanjut nya ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada pihak terkait yang mau peduli terhadap masyarakat yang terkena dampak covid 19.


Ucapan ini disampaikan dari salah satu Ojek online yang berada di Kota Dumai.Salah satu nya adalah Nusantara Ojek(Nujek) yang di sampaikan langsung oleh Driver Ojek Online yaitu saudara Hen. (Hendrik)




PSBB di Kota Dumai, Remaja Kecewa Tak Bisa Nikmati Keindahan Lampu Colok di Malam 27 Ramadhan

ARBindonesia.com, DUMAI –  Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Dumai membuat kekecewaan pada kalangan remaja.


Pasalnya, para remaja tersebut tak bisa menikmati keindahan lampu colok pada malam 27 Ramadhan yang telah menjadi tradisi masyarakat di Kota Dumai.


Walau telah diberlakukannya PSBB, seakan tak ingin melewatkan momen yang biasa dilakukan pada malam 27 Ramadhan, para remaja ini masih melakukan aktivitas pada malam hari tepatnya berada di Jalan Brigjen HR Soebrantas Kota Dumai, Selasa (19/5/2020).


“Kami kecewa dengan adanya PSBB di Kota Dumai ini,  kami tidak bisa menikmati keindahan lampu colok yang biasanya diadakan pada malam 27 Ramadhan seperti tahun tahun yang lalu,” kata Ari salah seorang remaja saat dijumpai awak media.


Ia juga menambahkan, bahwa Lampu colok merupakan salah satu tradisi di Kota Dumai, namun dengan adanya PSBB kami tidak bisa menikmati tradisi itu lagi pada tahun ini.


“Dalam ajang perlombaan lampu colok, biasanya kami melihat berbagai bentuk hiasan lampu colok yang d pamerkan diberbagai tempat. Pada tahun ini kegitan seperti itu sirna di karenakan di berlakukannya PSBB di Kota Dumai,” ucap Ari dengan nada kecewa.


Reporter Hendrik




Tolak Penerapan PSBB di Kota Dumai, Mahasiswa dan Masyarakat Gelar Demo Berskala Besar

ARBindonesia.com, DUMAI – Tolak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Dumai, mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi besar-besaran di area Sekretariat Gugus Tugas, Jalan Soebrantas Halaman Kantor Wali Kota Lama, Senin (18/5/2020).


Dalam aksi damai berskala besar yang digelar mulai pukul 13.00 sampai 17.00 Wib, ratusan masa aksi mendesak Pemerintah Kota Dumai mencabut Peraturan Wali Kota mengenai pemberlakuan PSBB.


Seperti yang diungkapkan salah satu korlap dalam aksi tersebut, Anshory menyampaikan dalam poin tuntutannya mendesak Pemerintah Kota Dumai mencabut Perwako PSBB dan beri kebebasan masyarakat dalam menjalankan ibadah.


“Pemerintah Kota Dumai harus transparan terkait dana dan data masyarakat penerima bantuan covid 19,” cetusnya.


Rubah bantuan non DTKS menjadi 100 persen uang tunai. Terakhir tangkap dan pidanakan oknum mafia bansos,” tambahnya lagi.


Dari pantauan langsung dilapangan, dalam demo tersebut tidak ada terjadi  tindakan anarkis antara aparat dan peserta aksi.


Sebelum barisan masa aksi membubarkan diri, dari elemen mahasiswa melakukan Audiensi dan menyerahkan tuntutan aksi kepada Kapolres Dumai.


Reporter Hendrik




Lurah Purnama Resmikan Posko Covid 19 dan Pemasangan Portal di 4 RT Sekaligus

ARBindonesia.com, DUMAI – Posko Pencegahan Penularan Covid-19 serta pemasangan portal di RT 020, 021, 022 dan 023  hari ini telah diresmikan Lurah Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Selasa (12/05/2020).


Dalam acara peresmian ini dihadiri oleh Lurah Purnama beserta perangkatnya, Babinkamtibmas, Tokoh Masyarakat dan Pemuda setempat.


Lurah Purnama, Teguh Ananta Putra A ,Md Par mengatakan posko ini sangat berguna untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 yang saat ini sedang melanda sejumlah negara dan beberapa daerah yang ada di negara kita.


“Hal itu pula lah yang mendorong Ketua RT yang ada di Kelurahan Purnama, terkhusus pada 4 Ketua RT yang mendirikan posko pencegahan Covid-19 sekaligus membuat portal di setiap Gang yang ada di wilayahnya,” tutur lurah.


Tambahnya lagi, bahwa ia sangat mendukung Ketua RT yang mendirikan Posko dan membuat portal di pintu masuk Gang, ini salah satu bukti bahwa Ketua RT sangat mengindahkan himbauan yang di keluarkan oleh pemerintah daerah dalam hal memutus mata rantai penularan Virus Covid-19 di kota dumai terkhusus di Kelurahan Purnama.


“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kelurahan Purnama untuk saling bekerja sama dan ikut mendukung program-program yang di lakukan Ketua RT dalam hal pencegahan Covid-19,” harap Teguh Ananta Putra.


Semoga dengan ada nya kerja sama kita semua,  Covid-19 ini bisa segera berakhir dan kita bisa kembali menjalani hidup normal seperti biasanya, untuk itu mari bersama-sama kita patuhi himbauan pemerintah, langkah-langkah pencegahannya.


“Seperti sering mencuci tangan, pakai masker jika berpergian, hindari keramaain, tidak mudik, dan tidak melakukan perjalanan keluar kota, jika hal ini bisa kita lakukan saya yakin Covid -19 bisa segera berakhir di daerah kita,” tandasnya.


Sementara, Ketua RT 021  M Isa menyampaikan, mewakili beberapa Ketua RT bahwa tujuan kami mendirikan posko dan portal di pintu masuk Gang atau jalan bertujuan agar setiap warga yang masuk bisa di cek suhu tubuhnya dengan mengunakan thermometer dan akan di suruh mencuci tangan sebelum memasuki Gang tersebut, serta mewajibkan memakai masker.


“Portal yang kita pasang sistemnya bisa dibuka tutup, dan akan dijaga oleh dua orang untuk memastikan setiap warga yang keluar masuk ada petugas posko yang mengeceknya,” paparnya.


Tambahnya lagi, kami berharap dengan adanya posko dan portal ini masyarakat bisa saling bekerja sama dalam memutus mata rantai penularan Virus Covid-19 di daerah kita


“Semoga beberapa langkah pencegahan ini bisa memutus mata rantai penularan virus Covid-19 di wilayah kita,” jelasnya.


Selain itu, Efendi Bahrum Ketua RT 020 juga menjelaskan mengenai posko dan portal yang dibuat  ini belum bisa di pastikan kapan akan diakhiri, yang pasti sebelum wabah Corona ini berakhir, maka posko dan portal akan tetap terpasang disetiap Gang masuk di wilayah kita.


“Jika ada warga yang protes dengan kebijakan ini, atau menghancurkan portal, kita coba selesaikan secara kekeluargaan terlebih dahulu namun jika kembali melakukan hal serupa kita tidak akan tinggal diam kita akan tempuh jalur hukum bagi yang menghancurkan portal yang kita pasang,” tegasnya.


Terakhir ia berharap  berharap kepada seluruh warga untuk saling bekerja sama dan mematuhi himbauan-himbauan yang di keluarkan pemerintah daerah. (Hendrik)