Kemen PUPR Bakal Bedah 95 Ribu Rumah Agar Layak Huni

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menggelontorkan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) untuk 95 ribu rumah. 

Melalui program BSPS ini, Ditjen Penyediaan Perumahan Kemen PUPR akan menyelesaikan masalah rumah tidak layak huni (RTLH) atau dibedah untuk memenuhi syarat kesehatan, keselamatan dan kenyamanan.

“Tugas pokok pemerintah dalam bidang perumahan saat ini menyelesaikan kekurangan jumlah rumah 13,5 juta unit dan rumah tidak layak huni (RTLH) sebesar 3,4 juta.

“Dalam lima tahun ke depan kita harus mengurangi RTLH menjadi sebesar 1,9 juta,” ungkap Dirjen Penyediaan Perumahan Syarif Burhanudin, Jumat (14/4).

Pada RPJMN 2015-2019 bidang perumahan, target penanganan RTLH adalah 1,5 juta peningkatan kualitas rumah swadaya dan 250 ribu pembangunan baru.

Sedangkan anggaran pemerintah pusat hanya mampu melaksanakan sebesar 400 ribu. Sehingga dibutuhkan upaya untuk menyelesaikan gap sebesar 1.350.000.

“Gap tersebut diharapkan bisa diselesaikan melalui replikasi progran BSPS oleh pemerintah kota/kabupaten, DAK sub bidang perumahan dan dukungan berbagai pihak melalui program CSR,” terangnya.

Selain itu, Syarif berharap agar para pelaksana program BSPS tidak kaku pada aturan, bahwa bantuan harus sebesar Rp 15 juta atau Rp 30 juta.

“Apabila kondisi rumah setelah disurvey hanya memerlukan kurang dari itu, maka dana dapat disimpan untuk dialokasikan kepada rumah lain yang juga membutuhkan.

“Sehingga realisasi dapat lebih banyak dari target yang telah ditetapkan, yaitu 95 ribu unit. Sistem itu telah dilaksanakan pada 2015 dan berhasil memaksimalkan anggaran untuk lebih banyak RTLH,” jelas Syarif. (Jpnn)

 




Masyarakat Miskin Bisa Ajukan Permohonan Bedah Rumah

Foto; tempo.co
Foto; tempo.co

Tembilahan, detikriau.org – Masyarakat miskin diseluruh Indonesia kini bisa mengajukan permohonan bedah rumah. Permohonannya diajukan melalui Kepala Desa dan dikoordinasi oleh Bupati di daerahnya masing-masing.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Syarif Burhanuddin mengatakan hal ini dimaksudkan agar pendataan rumah tidak layak huni dapat terkoordinasi dengan baik, sehingga jumlahnya berkurang.

“Bisa mengajukan diri melalui kepala desa dan dikoordinasi oleh bupati untuk selanjutnya didata guna mendapat bantuan bedah rumah dari Kementerian PUPR,” ujar Syarif, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 25 Februari 2016 dikutip melalui laman tempo.co.

Kementerian PUPR menurut Syarif menargetkan setiap daerah memiliki data yang pasti dan akurat terkait dengan jumlah rumah yang tak layak huni.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah rumah tak layak huni di seluruh Indonesia mencapai 3,4 juta unit, dan diperkirakan akan terus bertambah jika tidak ditangani serius oleh pemerintah.

Bantuan bedah rumah bagi masyarakat miskin ini disalurkan oleh Kementerian PUPR melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk peningkatan kualitas rumah sebesar Rp 15 juta, sedangkan untuk pembangunan rumah baru sebesar Rp 30 juta per rumah.

“Namun itu jumlah bantuan maksimal serta hanya stimulan dan tentunya kebutuhan masyarakat untuk membedah rumah berbeda satu dengan yang lain,” ujar Syarif.

Menurut dia, terdapat sejumlah kriteria yang menjadi landasan rumah tersebut patut dibedah. Hal itu didasarkan pada kriteria bangunan, seperti struktur atap yang dapat membahayakan penghuni, rangka rumah atau dinding yang tidak layak, serta lantai yang masih tanah.

Selanjutnya, aspek kesehatan yang belum memadai seperti pencahayaan dan sirkulasi udara yang buruk. Kemudian dari sisi utilitas, seperti sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK) serta tempat pembuangan sampah yang tidak ada, juga memerlukan bantuan bedah rumah. /*.dro

 

 




Awal November, Pembangunan Rumah Bu Fauziah Mulai dikerjakan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Panitia Bedah Rumah Bu Fauziah, rabu (24/10) bertempat di Kantor Kelurahan Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan kembali melakukan pertemuan. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Lurah Tembilahan Kota, Mulyadi dimaksudkan untuk membicarakan berbagai persoalan terkait rencana akan dilakukannya pengerjaan bedah rumah yang diperkirakan sudah akan berjalan awal November 2012 mendatang. 

“Benar, pertemuan ini kita agendakan untuk mendapatkan masukan terkait akan segera dilakukannya pengerjaan bedah rumah. Alhamdulillah, walaupun dinilai rencana ini berjalan agak lambat, tapi paling tidak kerja tulus dan tanpa putus asa panitia untuk membantu kesusahan saudara kita yang kurang beruntung membuahkan hasil yang baik. Kita berharap, dengan pertemuan ini kita dapat meminimalisir seminimal mungkin hambatan yang mungkin terjadi nantinya dalam masa pengerjaan,” Ujar Lurah Tembilahan Kota, Mulyadi kepada detikriau.org di Tembilahan, Rabu (24/10)

Ditambahkan Lurah, apa yang dilakukan panitia bedah rumah Bu Fauziah ini patut dijadikan contoh bagi masyarakat lainnya. Bentuk rasa kepedulian tanpa pamrih seperti ini menunjukkan bahwa rasa solidaritas dan dan sosial ditengah masyarakat khususnya kota Tembilahan dirasakan masih cukup tinggi.

Dalam kesempatan ini, Lurah mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, karena menurut pengakuannya, sebahagian besar dana yang diperlukan untuk pembangunan baru rumah layak huni ini berasal dari bantuan pemerintah melalui Bagian Kesra Setdakab Inhil disamping beberapa donatur dari masyarakat sendiri.

“Untuk kegiatan ini kita sudah membuatkan rekening tersendiri. Kita maksudkan, jika nantinya ternyata dana yang terkumpul melebihi kebutuhan yang diperlukan untuk pembangunan baru rumah kediaman Bu Fauziah, saya memimpikan kegiatan ini akan terus berlanjut kepada masyarakat kita lainnya yang kurang beruntung dan membutuhkan bantuan. Tapi ini baru sebatas wacana. Mudah-mudahan niat ini akan mendapat dukungan dari masyarakat. Sebagai catatan terpenting, setiap rupiah yang terkumpul akan dipertanggungjawabkan secara jelas,” Tegas Lurah Tembilahan Kota, Mulyadi yang saat itu didampingi oleh Ketua RT 01 Tembilahan Kota, Acmad Firdaus yang sekaligus bertindak selaku ketua panitia bedah rumah bu Fauziah dan beberapa orang anggota.

Untuk sekedar mengingatkan, Bu Fauziah (60) adalah seorang warga jalan Semampau Kelurahan Tembilahan Kota yang merupakan istri dari almarhum A. Hakim Djafri. Dari perkawinannya, ia dikaruniai 6 orang anak. Dua orang sudah berkeluarga dan saat ini tinggal di luar kota. Namun sayangnya juga tidak mampu berbuat banyak dikarenakan faktor keterbatasan ekonomi.

4 orang anak lainnya, yang kini hidup bersama dirinya semuanya mengalami gangguan mental. Untuk membiaya berbagai keperluan hidup, Bu Fauziah mengandalkan pensiunan sang suami yang dulunya adalah PNS di Kemenag Inhil serta bantuan dari masyarakat sekitar.

Ironisnya, rumah yang setiap hari menjadi payung tempat berteduh, kondisinya sudah hampir ambruk. Dikhawatirkan jika tidak segera ditangani, bangunan tua itu akan runtuh dan menjadi kubur bagi ibu dan 4 orang anak ini. (dro/*0)

 

 

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




ISPEG SALURKAN BANTUAN UNTUK REHAB RUMAH BU FAUZIAH

Ketua ISPEG, Doni Chaniago (baju kotak-kotak) menyerahkan bantuan kepada Panitia Bedah Rumah Ibu Fauziah yang diterima langsung oleh salah seorang anggota Panitia, H.Zainal Arifin.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketua Ikatan Sosial Pedagang Event Gabungan (ISPEG) Pekanbaru – Riau, Reno Chaniago, Ahad (29/1) menyerahkan bantuan kepada Panitia Bedah Rumah (PBR) “Ibu Fauziah” yang diterima langsung oleh salah seorang anggota PBR H. Zainal Arifin. Menurut Reno, bantuan ini sebagai bentuk rasa kepedulian organisasi kepada sesama.

“Apa yang kami berikan ini memang merupakan salah satu Misi dan Visi yang tertuang dalam AD ART Organisasi. Namun tolong ini jangan diartikan apa-apa. Bantuan ini murni sebagai bentuk rasa kepedulian kami atas sesama manusia. Kami hanya berharap bantuan yang tidak seberapa ini paling tidak sedikit dapat meringakan beban penderitaan yang dialami Ibu Fauziah,” Ungkap Reno dengan nada tulus.

Menurut pengakuan Reno juga, kegiatan memberikan bantuan seperti ini memang sudah menjadi kebiasaan mereka. Sedikit kelebihan rezky yang mereka peroleh dari berbagai kegiatan organisasi mereka kumpulkan. “Saya mengetahui kesusahan Ibu Fauziah dari pemberitaan beberapa Media serta dari rekan kita sesama Pedagang di Tembilahan, Edy Sampak. Kebetulan saat ini kita sedang menggelar kegiatan di Tembilahan, kesempatan ini kita pergunakan untuk menyerahkan bantuan ini.” Ujar Reno.

Usai menerima penyerahan bantuan ini, H. Zainal Arifin mengucapkan rasa terimakasih mewakili Panitia Bedah Rumah “Ibu Fauziah”. Menurutnya, bantuan ini sepenuhnya akan dipergunakan sebagaimana mestinya.”Penggunaan uang ini tentunya akan diperuntukan sesuai dengan maksud dibentuknya PBR. Kita tidak menilai besar kecilnya nominal bantuan. Yang jelas, sekecil apapun yang disampaikan dengan iklas, pasti akan bermanfaat besar. Semoga saja niat baik ini akan mendapatkan ganjaran yang berlipat-lipat dari Tuhan Yang Maha Esa. Dan semoga ini menjadi pintu yang baik agar lebih banyak para dermawan untuk bersedia memberikan bantuan agar kesusahan yang kini dialami Ibu Fauziah segera dapat terbantukan.”Harap H. Zainal Arifin. (fsl)