Ditemukan 97 ODGJ di 18 Kecamatan di Inhil, 44 Diantaranya Mulai Membaik

gbr ilustrasi orgil di pasung. tempo.co
gbr ilustrasi orgil di pasung. tempo.co

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pasca dicanangkannya Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bebas pasung tahun 2017, saat ini Dinas Kesehatan (Diskes) terus melakukan berbagai upaya dan langkah konkrit di lapangan, seperti melaksanakan penjaringan dan pengobatan bagi para pasien atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus Diskes, Devi Natalia mengatakan, dari proses penjaringan yang telah dilakukan, ditemukan sebanyak 97 ODGJ di 18 kecamatan di Kabupaten Inhil, selain di Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) dan Teluk Belengkong.

“Dari keseluruhan jumlah tersebut, 4 ODGJ sudah meninggal dunia dan 49 ODGJ diantaranya masih di pasung, dengan kondisi penyakit yang berat dan tidak bisa dilepas,” tutur Devi saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, Senin (22/6/2015).

Sedangkan 44 ODGJ lainnya, lanjut Devi, sudah mulai membaik dan dilepas untuk membaur kembali di tengah-tengah masyarakat, namun masih tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan dan keluarga.

“Mereka yang dilepas ini, rata-rata sudah mulai bisa beraktifitas normal dan melakukan pekerjaan sehari-hari,” terangnya.

Senada dengan itu, Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie berharap agar pihak keluarga dapat terus mendukung dan turut bersama-sama dalam proses pengobatan ODGJ ini, sehingga kondisi para pasien semakin membaik dan benar-benar sehat.

“Yang paling penting dalam proses pengobatan ini adalah peran aktf pihak keluarga, seperti dengan rutin mengambil obat yang disediakan secara gratis di Puskesmas dan memberikannya kepada pasien,” tambah Alvi.

Adapun berbagai kendala dan permasalahan yang ditemui oleh tenaga kesehatan di lapangan, diantaranya masih cukup banyak masyarakat yang enggan melaporkan dan mengobati keluarganya yang menderita ganggung jiwa, sehingga tenaga kesehatan harus turun langsung ke lapangan untuk memberikan pemahaman.

“Kebanyakan masyarakat juga merasa malu, apabila ada anggota keluarganya yang menderita penyakit gangguan jiwa ini. Karena itu, kita sangat mengharapkan kerjasama dari seluruh linas sektor dalam upaya mewujudkan Inhil bebas pasung tahun 2017,” imbuhnya.(adi/adv)




Penutup Rangkaian Kegiatan HKN, Minggu, Diskes Inhil Agendakan Senam Sehat

Bupati Inhil saat melakukan pemukulan gong tanda dimulainya pencanangan kegiatan POMP Filariasis tahap 3 serta Inhil bebas pasung 2017 bertempat di kantor Diskes Inhil kemarean.
Bupati Inhil saat melakukan pemukulan gong tanda dimulainya pencanangan kegiatan POMP Filariasis tahap 3 serta Inhil bebas pasung 2017 bertempat di kantor Diskes Inhil kemarean.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Penutup serangkaian kegiatan Sempena peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 50 tahun 2014, Minggu, 16 November mendatang, Diskes Inhil akan melaksanakan Senam Sehat Bugar yang diikuti sekitar 600-an peserta yang melibatkan  jajaran Pemerintah, masyarakat  dan mitra kerja Dinas Kesehatan.

Sejalan dengan kegiatan itu, dihari yang sama, Diskes Inhil juga akan berpartisipasi dalam pemecahan record “Komitmen Tidak Merokok” yang dilaksanakan secara serentak diseluruh Indonesia oleh jajaran kementrian kesehatan RI yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada pemenang lomba Pos Yandu yang telah dilaksanakan Diskes Inhil pada juli 2014 yang lalu.

“Pemenang lomba, Posyandu Anggrek Bulan Desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh ini juga berhasil menyabet juara pertama ditingkat Provinsi Riau yang penyerahan penghargaannya telah dilakukan pada peringatan HKN tingkat Provinsi di Pekanbaru kemaren,” Terang Kadiskes Inhil, Dr Alvi Furwanti Alwie SE MM, kamis (13/11/2014)

Sehari sebelum penutup serangkaian kegiatan HKN 2014 ini, sabtu (15/11/2014), Diskes Inhil juga menggelar kegiatan Gerak Jalan Santai yang dilanjutkan dengan lomba Hand Hygiene Dance.

Ditambahkan mantan Kepala Bappeda Inhil ini, berbagai kegiatan lainnya sempena peringatan HKN yang telah dilaksanakan, adalah pemilihan Tenaga Kesehatan Teladan dan Puskesmas Berprestasi, lomba dokter kecil tingkat kabupaten bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Inhil, serta pemberian obat masal pencegahan Filariasis tahap ke 3 serta Pencanangan Inhil bebas Pasung tahun 2017 yang saat itu juga dihadiri secara langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan.

Serangkai dengan kegiatan POMP Filariasis tahap ke tiga serta pencanangan Inhil bebas pasung 2017 juga telah dilaksanakan pelantikan Mabisaka dan Sakabakti Husada (SBH) Dinas Kesehatan Inhil.

“Agar lebih akrab, 11 November kemaen kami juga melaksanakan malam keakraban antara Diskes dengan seluruh Kepala Puskesmas. Agenda ini dimanfaatkan untuk berkoordinasi tentang program-program kesehatan,” tambahnya.

Agar program-program pemerintah dapat tersosialisasi dengan baik hingga ke tingkat paling bawah, lembaga yang bergerak dibidang kesehatan ini juga melakukan penyuluhan PHBS  tingkat Sekolah Dasar dan lomba  Cuci Tangan Pakai Sabun tingkat Taman Kanak Kanak ( TK ). (dro)