Akun FB dan BBM Istri Ketua DPRD Inhil di Hack, Dani Sampaikan Pemberitahuan ke Masyarakat

17741418210-facebook_daniTembilahan, detikriau.org – Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam meminta kepada seluruh masyarakat untuk menolak permintaan apapun yang disampaikan melalui akun Facebook maupun BBM milik istrinya, Netti DN.

Menurut Dani, pesan ini disampaikan setelah diketahui bahwa akun FB dan BBM tersebut dibajak oleh seseorang yang tidak dikenal.

“Buat sahabat2 Fb, mohon tidak melayani permintaan apapun yang mengatasnamakan istri saya..karena BBM dan FB istri saya dibajak oleh orang yg tak d kenal..tadi siang kami baru mendarat di jakarta..langsung banyak sms, telpon yang mengkomfirmasi ke saya.”

“jadi pada kesempatan ini saya menyampaikan sampai status ini saya tulis BBM dan FB tsb masih d kendalikan oleh si pembajak..Mohon maaf atas kejadian ini.,” Pesan yang dipublis Dani melalui akun FB-nya

Dikomfirmasi detikriau.org melalui sambungan WA, jum’at (23/9/2016), Dani membenarkan status yang dipublis melalui akun FB miliknya perihal pembajakan kedua akun milik istrinya itu.

Diakui ketua Dewan Tanfiz DPC PKB Inhil ini juga, sejauh ini ia sudah mendapatkan beberapa informasi penyalahgunaan melalui akun tersebut.

“Sudah, ada beberapa informasi saya terima bahwa si “pembajak” memanfaatkan akun BBM untuk memintakan sejumlah uang. Mohon jangan ditanggapi.” Pinta Dani./ Am




5 Barang Ini Lebih Mahal di Indonesia dibanding Negara Tetangga

Detikriau.org – Pada awal Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berkuasa, pemerintah mempermasalahkan penyaluran subsidi yang banyak bocor dalam proses penyaluran. Maka dari itu, pemerintah memutuskan untuk menghapus perlahan-lahan subsidi dan mengalokasikannya ke pos yang diklaim lebih produktif.

Salah satu subsidi yang dihapuskan ialah untuk bahan bakar minyak (BBM). Menteri Sofyan Djalil menegaskan masyarakat harus terbiasa dengan budaya baru ini.

“Pokoknya premium kita lepaskan (harga keekonomian), supaya masyarakat terbiasa,” tegas Sofyan.

Ternyata tanpa disubsidi pun, harga BBM di Indonesia tetap lebih mahal dibandingkan negara tetangga, Malaysia. Selain BBM, Indonesia juga memiliki sejumlah barang yang harganya jauh lebih tinggi dibandingkan negara lain.

Kira-kira apa saja barang-barang tersebut? Akankah Presiden Jokowi mampu mencari solusi untuk masalah ini agar keinginannya supaya Indonesia dapat bersaing dengan negara lain bisa terwujud? Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah komoditas yang harga di Indonesia justru lebih mencekik.

  1. Daging Sapi

Pemerintah masih berkutat dengan persoalan mahalnya harga daging sapi lokal dibanding sapi impor. Lagi-lagi persoalan infrastruktur jadi kambing hitam.

Menteri Pertanian era Presiden SBY, Suswono, berpendapat hal itu terjadi karena Indonesia tidak mempunyai angkutan khusus untuk mendistribusikan sapi. “Sebenarnya problem kita, kapal yang khusus untuk mengangkut sapi saja kita belum punya,” ujar Suswono di Jakarta.

“Bayangkan, mengangkut dari NTT dan NTB lebih mahal daripada dari Darwin, Australia,” tambahnya.

Suswono menjelaskan, jika sapi-sapi tersebut diangkut dari daerah menggunakan truk, maka akan menyebabkan sapi stres dan mengurangi berat. “Bayangkan kalau dari NTT menggunakan truk, truk itu kemampuannya mengangkut hanya sekitar 8 ekor dengan perjalanan yang jauh. Sapinya juga akan tersiksa,” jelasnya.

  1. Gas Bumi

 Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat mengeluhkan tingginya harga gas dalam negeri. Bahkan, harga gas dalam negeri lebih mahal dibanding Singapura. Menurut Ade, tata niaga perdagangan gas di Indonesia terlalu kompleks.

“Gas berasal dari Indonesia dijual ke Singapura dengan harga berkisar USD 4 per Million Metric British Thermal Unit (MMBTU), begitu harga gas dijual sendiri di Indonesia maka harga gas sudah USD 12, artinya di situ terjadi percaloan yang luar biasa,” ucap Ade di Kementerian Perindustrian, 

  1. Avtur

Menhub Budi Karya Sumadi, dalam rapat bersama Menko Luhut Binsar Panjaitan, curhat akan mahalnya harga Avtur di Bandara Soekarno – Hatta dibanding di Singapura. Bahkan, harga avtur di Indonesia lebih mahal 26 persen dibanding Singapura.

Seperti diketahui harga Avtur sekarang Rp 5.490 per liter. Dengan demikian, harga Avtur di Singapura sebesar Rp 4.063 per liternya. Untuk itu, Menko Luhut meminta agar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar mereview kembali harga Avtur.

“Dari komplain pak Budi Karya kenapa harga Avtur di Bandara Soetta ini harganya 26 persen lebih mahal dari Singapura,” kata Menko Luhut di Kantornya, Jakarta.

 

  1. Minyak Goreng

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku risau dengan harga minyak goreng di Indonesia yang lebih mahal dibanding Malaysia. Padahal, Indonesia adalah penghasil CPO terbesar dunia.

“Minyak goreng di Malaysia Rp 6.000 per kg, kita di Indonesia Rp 9.000. Padahal, kalau harga baik, kita impor CPO. Kita produsen dunia tapi harga lebih tinggi berarti ada anomali pasar,” jelasnya.

Menteri Amran sedikit bercerita bahwa selama ini tekanan darahnya ikut naik jika harga pangan naik. “Kalau harga naik, tekanan darah saya naik, kalau harga turun tekanan darah saya turun. Sekarang harga bawang turun, tekanan darah saya tadi saya cek juga turun,” katanya.

  1. BBM

Pemerintah Malaysia mematok harga eceran bensin RON 95 atau setara Pertamax plus turun 21 sen menjadi RM 1,70 atau sekitar Rp 5.970 per liter. Sementara, bensin RON97 turun 11 sen menjadi RM 2 atau sekitar Rp 7.000 per liter.

Sedangkan, di Tanah Air harga eceran bensin jenis Premium atau RON88 yang kualitasnya lebih buruk justru dijual seharga Rp 6.600 per liter. Sementara, Pertamax atau RON92 Rp 8.000 per liter.

Lantas mengapa harga bensin di Malaysia lebih murah ketimbang Indonesia? Padahal, kedua negara sama-sama tidak mensubsidi bensin.

PT Pertamina (Persero) menjelaskan sebab harga BBM Indonesia lebih mahal dari Amerika Serikat dan Malaysia. Penyebab pertama, harga BBM di kedua negara tersebut lebih murah karena stok nasional BBM ditanggung oleh pemerintah. Sementara, di Indonesia, masih ditanggung oleh lembaga penyalur yaitu Pertamina.

“Kenapa kok harga BBM di Amerika Serikat, Malaysia lebih murah, ada namanya strategic petroleum research national stock 30 sampai 30 hari itu stok pemerintah. Sekarang Pertamina yang nanggung,” ujar Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang./merdeka.com

Baca Sumber

 




Polres Inhil Sita 11 Ton Migas Ilegal Beserta 2 Tsk

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Polres Indragiri Hilir (Inhil) berhasil menyita sebanyak 11 ton Minyak dan Gas (Migas) jenis solar ilegal di perairan Hidayat Kecamatan Pelangiran, Minggu (13/3/2016) sekitar pukul 02.00 WIB.

Tak hanya Migas, kepolisian juga mengamankan 2 tersangka berinisial EK warga Kecamatan Pelangiran dan DS warga Kecamatan Tempuling.

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik menerangkan, pengamanan tersebut bermula saat petugas kepolisian setempat melakukan patroli rutin, saat itu ditemui 1 unit kapal motor Jaya Abadi yang dinahkodai oleh Tsk EK.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal tersebut tampak bermuatan BBM jenis solar tanpa dilengkapi dokumen yang jelas. Dari keterangan EK, kata Kapolres, BBM tersebut diperoleh dari Tongkang Anugerah IV yang ditarik Tug Boat Kurnia 21 yang dinahkodai Tsk DS.

“Hasil introgasi itu, petugas kita langsung melakukan pengejaran terhadap Tongkang tersebut di perairan Kecamatan Kateman sekitar pukul 10.00 WIB, pengaman itu tepat pada saat Tongkang beserta Tag Boat sedang bersandar di Dermaga APMS Sungai Guntung,” kata Wicaksono, Selasa (15/3/2016).

Adapun barang bukti yang diaman di pelabuhan Markas Pol Air Polres Inhil berupa 8 tangki fiber dan 18 drum BBM jenis solar yang diperkirakan sebanyak 11 ton serta 1 unit Kapal Motor Jaya Abadi GT 6.

Sedangkan kedua Tsk, ditegaskan Kapolres bahwa terancam Pasal 219 ayat 1 jo pasal 323 ayat 1 Undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran, selain itu juga dikenakan Pasal 53 huruf b dan d Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang Migas Bumi, tentang berlayar tanpa SPB dan pengangkutan BBM tanpa izin dengan ancaman kurungan maksimal 5 tahun penjara. (mirwan)