Baznas Inhil Salurkan Bantuan Pendidikan dan Pola Produktif Rp 1 Miliyar Lebih

bupati-hm-wardan-salami-mahasiswa-saat-menghadiri-acara-penyaluran-zakat-bantuan-biaya-pendidikan-dan-pola-produktifTEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyalurkan bantuan pendidikan dan pola produktif sebesar Rp 1,043 miliar

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan di Kantor Baznas Kabupaten Inhil di Tembilahan, Kamis (27/10/2016). Disamping dihadiri Bupati HM Wardan beserta unsur Forkopimda Inhil kegiatan itu juga dihadiri Ketua MUI Inhil dan para penerima zakat.

Ketua Baznas Kabupaten Inhil, Syamsurizal Awie menyebutkan, anggaran bantuan yang telah terkumpul sebesar Rp 3,870,000,000. Namun jumlah yang direalisasikan untuk bantuan pendidikan dan pola produktif hanya sebesar Rp 1,043 M.

“Penerima bantuan ini sudah diverifikasi. Artinya, mereka memang sudah sepantasnya sebagai penerima karena termasuk dalam kategori tidak mampu,” katanya.

Disampaikan juga, anggaran yang ada diperoleh dari berbagai sumber. Namun sebagian besar berasal dari para pejabat dan PNS di lingkungan Pemkab Inhil./Mirwan




Bantuan Beasiswa Tak Ada Kejelasan. Mahasiswa Nilai Pemkab Inhil Tak Perduli Nasib Putra Daerah

beasiswaTEMBILAHAN (detikriau.org) – Batalnya pencairan bantuan beasiswa bagi kalangan Mahasiswa dari Pemkab Inhil ditahun 2014 lalu tampaknya akan kembali berulang ditahun 2015. Kondisi ini dinilai oleh banyak kalangan Mahasiswa sebagai bentuk ketidakperdulian Pemkab Inhil terhadap putra daerah yang ingin melanjutkan pendidikan pada perguruan tinggi.

“Jika tahun ini bantuan pendidikan bagi kalangan mahasiswa kembali tidak disalurkan, sama artinya pemkab Inhil tidak perduli akan nasib putra daerahnya sendiri,” Sampaikan salah seorang mahasiswa UNISI, Mayubi melalui detikriau.org, rabu (21/1)

Menurutnya, saat ini ekonomi sedang berada dalam keadaan sulit. Apalagi sumber penghasilan sebahagian besar warga Inhil dari perkebunan kelapa harga jualnya tak juga kunjung membaik. Jika tidak mendapatkan perhatian dan bantuan pemerintah, ia meyakini tidak akan lama lagi akan cukup banyak mahasiswa terutama yang berasal dari daerah terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan disebabkan ketiadaan biaya.

“jika memang pemimpin-pemimpin kami mempunyai hati akan kesusahan masyarakatnya, bantu kami. Jangan biarkan kami putus harapan untuk melanjutkan pendidikan. Kami tidak tau apa alasannya, yang jelas kami menuntut pemerintah daerah untuk memberikan perhatian bagi saya dan mungkin ribuan mahasiswa lainnya yang juga memimpikan menyelesaikan pendidikan pada perguruan tinggi,” Pintanya.

Nasruddin, Mahasiswa Unisi lainnya juga menyatakan ungkapan yang hampir senada. Ia juga mengaku gelisah dengan ketidakjelasan pemberian bantuan bagi mahasiswa ini.” Jika tahun ini juga tidak bisa disalurkan, entah bagaimanan nasib pendidikan kami,” Ungkapnya sambil berharap agar ada upaya dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan ini.

Sementara itu, Kabag Kesra Setdakab Inhil, H Arifin ketika dikomfirmasi, rabu (21/1) mengakui hingga saat ini memang belum ada kepastian apakah bantuan bagi kalangan mahasiswa bisa diberikan. Yang jelas katanya, dari sekian banyak pengajuan proposal yang masuk, akan diverifikasi dibulan Februari sampai Maret 2015.

“Bulan Februari hingga Maret tahun ini mungkin kita baru lakukan verifikasi pada 1500 an pengajuan proposal bantuan beasiswa. Proses ini harus dilakukan terlebih dahulu sebelum dianggarkan. Pencairannya belum tau. Kalau tidak ditahun ini, mungkin tahun 2016 mendatang.” Pungkasnya. (mirwan)