Pujian IMF untuk Ekonomi RI di Tengah Pelemahan Rupiah

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (AFP PHOTO / ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Nusa Dua — Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memberi pujian kepada pemerintah Indonesia atas kondisi fundamental ekonomi Tanah Air saat ini. Ekonomi Indonesia dianggap telah mengalami banyak perbaikan sehingga memiliki ketahanan terhadap tekanan ekonomi global, meski nilai tukar rupiah terus melemah.

Hal ini disampaikan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde di salah satu forum diskusi dalam rangkaian acara pertemuan tahunan para negara anggota IMF-World Bank (IMF-WB) 2018 di Nusa Dua, Bali.

Menurut Lagarde, kondisi ekonomi Indonesia positif karena pemerintah berhasil membuat pertumbuhan secara bertahap dari tahun ke tahun. Sedangkan inflasi, cukup terkontrol rendah. Begitu pula dengan tingkat kemiskinan yang konsisten menurun.

Lebih lanjut, Lagarde juga menilai bahwa kondisi sektor keuangan Indonesia tetap baik. Hal ini tercermin dari kondisi perbankan hingga langkah restrukturisasi yang kerap dilakukan.

IMF juga menilai tingkat penggunaan utang Indonesia masih cukup baik dan tidak mengkhawatirkan.

“Ini adalah rekam jejak yang sangat baik. Kami memberikan apresiasi untuk kebijakan dan kedisiplinan yang baik, serta keinginan untuk mendorong ekonomi ini,” ujar Lagarde di salah satu forum dari rangkaian acara AM IMF-WB 2018, Kamis (11/10).

Lagarde bahkan menilai ekonomi Indonesia tetap baik, meski nilai tukar rupiah tengah melemah atau terdepresiasi. Kondisi pelemahan rupiah sudah terjadi sejak awal tahun ini.

“Nilai tukar memang terdepresiasi, tapi begitu juga dengan mata uang lainnya, seperti Australia, Selandia Baru, mereka dengan kisaran yang serupa,” ucapnya.

Meski begitu, IMF tetap ‘mewanti-wanti’ Indonesia karena kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian. Hal ini karena ada normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS) dan kawasan Eropa dalam waktu dekat.

“Hasilnya, akan memunculkan capital outflow (arus modal keluar) di beberapa negara dan emerging market (negara berkembang),” katanya.

Selain itu, ada juga ketidakpastian dari perselisihan hubungan perdagangan yang beroperasi saat ini. Perselisihan ini, katanya, akan memberi pengaruh jangka pendek pada ekonomi.

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai semester I 2018 sebesar 5,17 persen dari target 5,3 persen pada akhir tahun ini. Lalu, inflasi sebesar 2,88 persen secara tahunan pada September 2018 dari target 3,5 persen pada akhir tahun.

Kemudian, tingkat kemiskinan per Maret 2018 berada di level 9,82 persen atau setara 25,95 juta dari jumlah populasi masyarakat Indonesia. Sementara nilai tukar rupiah di perdagangan pasar spot siang ini berada di posisi Rp15.265 per dolar AS atau melemah 12,62 persen dari posisi awal tahun.

Sumber: CNN Indonesia




Ustaz Somad: Saya tidak Anti-NKRI

DENPASAR — Ustaz Abdul Somad pada akhirnya mengisi pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid An-Nur, Jalan Diponegoro Denpasar. Sebelumnya tokoh agama Islam asal Pekanbaru, Riau ini berhadapan dengan massa penolak yang menamakan diri Komponen Rakyat Bali (KRB).

Ustaz Somad dalam ceramahnya di Masjid An-Nur menegaskan, dirinya sama sekali tidak anti dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jika ada pihak yang menyebarkan isu tersebut dengan berpedoman pada potongan-potongan video pendek di media sosial, maka itu sama sekali tidak benar.

“Jika ada isu saya anti NKRI, ini pasti dibuat sama orang yang tidak punya paket data karena hanya menonton video pendek (jamaah tertawa). Tapi, kita tak boleh marah. Mudah-mudahan yang menyebar isu itu diberikan hidayah, rezeki banyak dan panjang. Islam ini adalah agama yang menjadi rahmat bagi sekalian alam. Ulama terdahulu membawa Islam ke negeri ini, sehingga Muslim bisa bertetangga dengan saudaranya yang beragama Hindu, Kristen, dan sebagainya,” kata Ustaz Somad di Masjid An-Nur Denpasar, Jumat (8/12) malam.

Ustaz Somad sama sekali tidak tersulut amarah dengan massa yang menolaknya sejak Jumat siang. KRB yang didominasi organisasi kemasyarakatan (ormas) Laskar Bali, Patriot Garuda Nusantara (PGN), Padepokan Sandi Murti, dan Banaspati itu bahkan berunjuk rasa di laman Hotel Aston Denpasar, tempat Ustaz Somad menginap. Mereka meneriaki umpatan dan ancaman supaya Ustaz Somad pergi dari Bali.

Tokoh agama dari Bumi Andalas ini mengajak seluruh masyarakat untuk tabayyun atau mencari tahu sebelum berpersepsi akan sesuatu. Ustaz Somad mengenang perjalanan hidupnya sekitar 1998 sebelum berangkat kuliah ke Mesir. “Waktu itu, 100 anak Indonesia yang mau kuliah ke Mesir harus lulus Pancasila dan ujian Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Saya menjadi satu dari 100 anak Indonesia yang lulus tes,” katanya.

Sepulang dari Mesir, Ustaz Somad mengikuti ujian menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi. Materi utama ujian salah satunya adalah tentang kecintaan terhadap NKRI. “Jadi, bukan cuma kemampuan bahasa Arab saja yang diuji. Harus cinta NKRI,” katanya.

Pria kelahiran 18 Mei 1977 ini bahkan rutin mengunjungi anak-anak Indonesia di pedalaman NKRI setiap Februari dan Agustus atau saat libur semester. Dari Kota Pekanbaru, Ustaz Somad menempuh perjalanan tujuh jam menggunakan sampan atau perahu kayu ke kampung-kampung terisolir. “Saya kibarkan bendera merah putih bersama anak-anak Indonesia di desa-desa tertinggal,” katanya.

Ceramah tokoh agama berusia 40 tahun itu pun ditutup dengan membaca Al-Fatihah bersama. Ustaz Somad dan seluruh Muslim Denpasar yang hadir di Masjid An-Nur mendoakan kerukunan umat beragama di Bali dan seluruh Indonesia tetap terpelihara. Mereka juga mendoakan pahlawan yang sudah  berjuang untuk negeri ini.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/12/08/p0nahp396-ustaz-somad-saya-tidak-antinkri

 

 




Ustaz Somad: Kita Semua Saudara Satu Negara

DENPASAR — Ustaz Abdul Somad akhirnya diizinkan melanjutkan safari dakwahnya di Masjid An-Nur, Jalan Diponegoro, Denpasar, Bali. Mediasi yang difasilitasi oleh kepolisian dengan massa penolak yang menamakan diri Komponen Rakyat Bali (KRB) berakhir damai.

Massa KRB terdiri dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Bali, seperti Laskar Bali dan Ganaspati. Ada juga perwakilan dari Perguruan Sandhi Murti yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Agung Ngurah Harta. Mereka sempat berunjuk rasa di laman Hotel Aston Denpasar, tempat Ustaz Somad menginap.

Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo mengatakan, penolakan atas Ustaz Somad semula berawal dari postingan di media sosial. Perkembangan dunia teknologi informasi, khususnya media sosial saat ini membuat perbedaan yang ada di Indonesia semakin runyam.

Hadi mengatakan, mediasi yang berlangsung antara keduanya akhirnya menemukan persamaan persepsi dan menghasilkan persetujuan. Polresta Bali akan mengamankan kedua belah pihak dan menjamin safari dakwah Ustaz Somad berjalan aman.

“Kita tak ingin adanya SARA di sini. Ini sudah ke arah SARA karena masalah agama. Jika sudah masalah agama, nantinya menjadi lebih besar lagi. Ini yang tidak kita inginkan. Safari dakwah Ustaz Somad tetap dilanjutkan,” kata Hadi di Hotel Aston Denpasar, Jumat (8/12) malam.

Hadi mengatakan, umat Hindu Bali selama ini berhubungan baik dengan pemeluk agama lain. Dia tak ingin ada kesan atau isu yang menyebar bahwa umat Hindu menolak Islam di Bali. “Pak Ustaz juga mengatakan pada kami bahwa perbedaan itu lebih indah,” kata Hadi.

Ustaz Somad pun langsung dikawal ke Masjid An-Nur oleh Kapolresta Denpasar. Sebelum meninggalkan Hotel Aston, Ustaz Somad menyampaikan pesan untuk semuanya. “Kita semua saudara senegeri, NKRI. Mungkin kamu bukan saudaraku seakidah, tapi sudah pasti saudaraku satu negara,” katanya.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/12/08/p0n7gl396-ustaz-somad-kita-semua-saudara-satu-negara




Ustaz Somad Sempat Ditolak Ormas di Bali

DENPASAR — Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Bali yang bergabung dan menamakan diri Komponen Rakyat Bali (KRB) menolak safari dakwah Ustaz Abdul Somad, Jumat (8/12). Puluhan orang anggota KRB berunjuk rasa di halaman Hotel Aston Denpasar, tempat Ustaz Somad menginap.

Ustaz Somad hari ini dijadwalkan mengisi pengajian di Masjid An-Nur di Jalan Diponegoro Denpasar pada pukul 20.00 WITA. Polisi kemudian melakukan mediasi antara pihak penolak dengan ustaz Somad.

Ustaz asal Pekanbaru, Riau itu diminta mengikrarkan janji dan sumpah setia di atas Alquran kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang akhirnya dipenuhi. Namun, KRB yang didominasi anggota Laskar Bali tetap bersikeras menghentikan rencana tersebut.

“Ustaz Somad tidak cinta NKRI. Kami Laskar Bali cinta NKRI. Usir Somad,” kata Sekretaris Jenderal Laskar Bali, I Ketut Ismaya, Jumat (8/12).

Penolakan terhadap ustaz Somad pada mulanya disuarakan di media sosial oleh Pinisepuh Perguruan Sandhi Murti, I Gusti Ngurah Agung Ngurah Harta dan salah satu anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Bali, Arya Wedakarna. Ustaz Somad dinilai seorang yang mendukung tegaknya sistem khilafah di Indonesia.

Arya mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak tentang rencana kedatangan salah satu tokoh agama ke Bali. Arya mengatakan masyarakat Bali sama sekali tidak pernah menolak kegiatan agama apapun, termasuk dakwah di masjid-masjid.

“Perlu kami tegaskan bahwa Bali sebagai bagian dari NKRI tentu sangat terbuka dengan kegiatan keumatan dengan asas toleransi dua arah, nasionalisme, dan pluralisme. Namun, jangan lupa, prinsip di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung perlu mendapat perhatian semua pihak,” tulis Arya di laman Facebooknya.

Mediasi alot itu akhirnya berakhir dengan diizinkannya Ustaz Somad menyampaikan ceramah di Masjid An-Nur. Ustaz Somad dikawal langsung oleh Kapolres Kota Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo.

 

Sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/12/08/p0n79i438-ustaz-somad-sempat-ditolak-ormas-di-bali

 

 




Bamsoet: Ga Perlu Perdamaian, Kita Selesaikan di Pengadilan

bambang-soesatyo-_141104181213-225JAKARTA — Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie nampaknya telah menutup pintu rapat-rapat untuk berdamai dengan kubu Agung Laksono. Golkar versi Musyawarah Nasional Bali ini memandang pengadilan adalah jalan terbaik untuk membuktikan kubu mana yang lebih sah.

“Menurut saya ga perlu perdamaian, kita selesaikan di pengadilan. Kita buka-bukaan, mana yang munas odong-odong, mana yang benar,” kata Bendahara umum Golkar versi Munas Bali, Bambang Soesatyo kepada Republika, Sabtu (20/12).

Ia menilai ada perbedaan prinsip yang bertolak belakang dua kubu ini. Sehingga kecil kemungkinan untuk bisa disatukan.

“Karena secara prinsip kita beda. Yang satu mau Golkar tetap bersama pemerintah, yang satu ga mau. Ga akan ketemu,” ujar kader Golkar kubu Aburizal Bakrie ini.

Terkait doktrin Golkar yang disebut harus berkarya bersama pemerintah, Bambang menilai itu pemikiran politik partai pada masa lalu. Menurutnya tidak ada doktrin seperti itu pada Golkar yang sekarang, dimana akan tetap menjadi penyeimbang.

“Itu Golkar lama, Golkar baru ga ada urusan sama pemerintah. Kita jadi penyeimbang,” ungkapnya.

Ia bahkan menyebut argumentasi Golkar bersama pemerintah, hanya sebuah pembenaran untuk mendapat jabatan di eksekutif. Sementara pihaknya hanya fokus untuk menjadikan Gokar sebagai partai yang maju dan berperan sebagai pengawal pemerintah.

“Itu hanya argumentasi, pembenaran supaya mendapat iabatan lagi di pemerintah. Kami yang penting Golkar maju, menang, dan jadi penyeimbang seperti PDI-P 10 tahun kemarin,” jelasnya. (Rol)