Selfi di Hutan Mangrove Pantai Solop, Pengguna Medsos Ini dikagetkan Penampakan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Salah seorang pengguna Medsos di Inhil, Mel Mel memposting foto hasil selfi di akun facebooknya pada hari Kamis (19/5/2016) pukul 19.52 WIB. Namun postingan kali ini sedikit berbeda. Pasalnya, Mel Mel menuliskan keterangan kekagetannya atas hasil selfi di kawasan Mangrove Pantai Solop Pulau Cawan Kecamatan Mandah itu.

“Kalian lihatkh, itu apa baru sadar,” tulisnya dalam foto serta menunjukkan penampakan sesuatu kejanggalan berwarna hitam dalam lingkaran warna merah.

Sontak saja foto tersebut  dikomentari sejumlah pengguna medsos lainnya. Keterangan dalam komentarnya, wanita berusia remaja ini mengaku tidak ada sesuatu apapun ketika berada di lokasi.

Meski foto terlihat agak buram, namun didalam lingkaran memang tampak sesuatu berwarna hitam gelap menyerupai bayangan tubuh manusia. Sebagian netizen ada yang berangapan hal itu hanya dahan pohon yang terhalang dari sinar matahari saat objek diabadikan melalui kamera ponsel.

Wallahu A’lam Bishawab/ Mirwan




Kondisi Jembatan Sabak Perisai Rusak Berat

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Kondisi jembatan parit Sabak Perisai Desa Bakau Aceh Kecamatan Mandah cukup memprihatinkan. Terdapat banyak kerusakan di badan jembatan mulai dari lantai termasuk infrastruktur lainnya. Kerusakan ini terjadi akibat jembatan tersebut tergerus dimakan usia.

“Kerusakan sudah berlangsung cukup lama. Apalagi memang jembatan ini sudah berumur hingga makin memperparah kerusakan yang ada. Sejak awal dibangun belum pernah ada perehaban yang dilakukan,” ujar H Shaleh warga Desa Bakau Aceh, Kamis, (6/12).

Ia menambahkan, keberadaan jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.  Dimana diketahui, anak-anak  setiap harinya melintas untuk menuju tempat mereka sekolah. Kondisi itu tentu cukup membuat khawatir orang tua kalau sampai jembatan ambruk disaat anak-anak sedang melintas.

“Terkadang ada juga perasaan was-was kita melihat anak-anak setiap hari melintas diatas jembatan. Kita takut kalau jembatan ambruk seketika, tentu itu bisa membahayakan keselamatan anak,” tambahnya.

Sementara itu Anggota DPRD Inhil dari Partai kebangkitan Bangsa (PKB) asal Dapil tersebut H Awandi mengungkapkan bahwa dirinya dan warga sudah sering mengusulkan ke Dinas PU untuk dilakukan perbaikan. Tapi nyatanya sampai sekarang apa yang menjadi usulan tersebut tidak juga terealisasi.

“Apa memang yang diusulkan kita tersebut hanya menjadi tumpukan berkas yang disimpan oleh Dinas PU. Nyata sampai sekarang belum juga terlaksana perbaikan yang diinginkan oleh masyarakat,” ujar H Awandi dengan nada kesal. (dro/*3)




Kondisi Jembatan Desa Bakau Aceh Memprihatinkan

gambar ilustrasi jembatan rusak

TEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Kondisi jembatan beton yang ada di Desa Bakau Acek di Kecamatan Mandah setahun belakangan ini sangat memprihatinkan. Padahal keberadaan jembatan tersebut sangat penting, karena menjadi penghubung antara Desa Bakau Aceh  dengan Dusun Saba dan beberapa dusun lainnya.

 

Apalagi keberadaan jembatan dengan panjang 40×2 meter selain digunakan oleh masyarakat sebagai aktivitas sebagai sarana penghubung, juga ramai digunakan oleh sekolah. Sebab hanya di desa Bakau Aceh ada bangunan sekolah SMP dan SD bagi anak untuk menuntut ilmu di kawasan tersebut.

 

“Jadi siapapun yang ingin sekolah ke Desa Bakau Aceh baik SD dan juga SMP harus melewati jembatan tersebut. Tapi belakangan ini kondisi jembatan cukup memprihatinkan,” kata H Awandi A.Ma anggota DPRD Inhil dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Dapil tersebut, baru-baru ini.

 

Oleh sebab itu,demi kelancaran dan keamanan terutama untuk anak sekolah, makanya warga sangat mengharapkan pembangunan jembatan baru dilokasi yang ada sekarang. Sebab jangan sampai, anak sekolah  jadi terhambat dalam menuntut ilmu, hanya karena persoalan jembatan rusak atau ambruk.

 

“Kita berharap kepada Pemkab Inhil dapat memprioritaskan pembangunan jembatan beton untuk desa Bakau Aceh Kecamatan mandah dalam rangka memudahkan aktivitas warga terutama untuk anak sekolah,” katanya lagi. (Suf)